Pontren Annihayah asrama Darurrohman

Pontren Annihayah asrama Darurrohman Desa Sukamerta Kecamatan Rawamerta Kab Karawang

Semoga kalian menjadi orang yang hebat, menjadi orang yang kuat. Menjadi seseorang yang bisa mengubah dunia.Dan Pendidik...
16/07/2024

Semoga kalian menjadi orang yang hebat, menjadi orang yang kuat. Menjadi seseorang yang bisa mengubah dunia.
Dan Pendidikan akan membantumu mencapainya.


Mengenal Syekh Abdul Qadir Al JailaniSyekh Abdul Qadir Al Jailani dikenal mujahid dan mujaddid pelopor sufisme thariqati...
17/11/2021

Mengenal Syekh Abdul Qadir Al Jailani
Syekh Abdul Qadir Al Jailani dikenal mujahid dan mujaddid pelopor sufisme thariqati

Dalam lembaran sejarah Islam, setiap abad kita akan menemukan tokoh besar yang mendapatkan status mujaddid. Ini sesuai dengan hadis Rasul yang menyatakan bahwa setiap 100 tahun, Allah akan mengirimkan pembaru di kalangan umat Islam (Sunan Abu Daud, jilid II: 424).

Jika mujaddid Islam pada abad ke-11 M/5 H adalah Imam al-Ghazali dan mendapat julukan hujjatul Islam karena keberhasilannya menggabungkan syariat dan tarekat secara teoritis, mutiara sejarah abad ke-12 M/6 H diduduki oleh seorang ulama yang berhasil memadukan antara syariat dan sufisme secara praktis-aplikatif. Karena itu, ia mendapat julukan quthubul auliya' serta ghautsul a'dzam, orang suci terbesar dalam Islam. Dia adalah Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Jika nama al-Ghazali dikenal dalam studi-studi tasawuf secara akademik melalui kitab-kitab teori sufinya, nama al-Jailani lebih membumi karena ajaran amaliahnya. Sehingga, dalam masyarakat Muslim, namanya sangat populer, dijadikan sarana wushuliyyah, serta selalu disebut dalam setiap acara-acara keagamaan, di samping manakib-nya yang juga banyak dibaca tentang riwayat hidup sang tokoh.

Sebagian besar umat Islam Indonesia pernah mendengar nama tokoh ini. Demikian p**a para pengkaji tasawuf di Barat dan Timur yang sangat menaruh hormat kepadanya karena keberhasilannya membumikan tasawuf bagi masyarakat Muslim hingga saat ini.

Nama lengkapnya adalah Sayyid Muhyidin Abu Muhammad Abdul Qadir ibn Abi Shalih Musa Zangi Dausat al-Jailani. Syekh Abdul Qadir dilahirkan di Desa Nif atau Naif, termasuk pada distrik Jailan (disebut juga dengan Jilan, Kailan, Kilan, atau al-Jil), Kurdistan Selatan, terletak 150 kilometer sebelah timur laut Kota Baghdad, di selatan Laut Kaspia, Iran. Wilayah ini dahulunya masuk ke bagian wilayah Thabarishtan, sekarang sudah memisahkan diri, dan masuk menjadi suatu provinsi dari Republik Islam Iran.

Ia dilahirkan pada waktu fajar, Senin, 1 Ramadhan 470 H, bertepatan dengan tahun 1077 M dan wafat di Baghdad pada Sabtu, 11 Rabiuts-Tsani 561 H/1166 M.

Kebanyakan biografi (dikenal sebagai manakib) tokoh sufi terpopuler ini penuh dengan fiksi, tanpa mendasarkan pada fakta-fakta sejarah. Padahal, ulama ini merupakan tokoh sejarah yang cukup besar dalam wacana pemikiran Islam, terutama sejarah tasawuf. Sehingga, para ulama banyak mengungkapkan bahwa Syekh Abdul Qadir merupakan mujtahid abad ke-14.

Menurut Walter Braune dalam bukunya Die 'Futuh al-Ghaib' des Abdul Qodir (Berlin & Leipzig, 1933), ia adalah wali yang paling terkenal di dunia Islam. Sedangkan, penulis Muslim Jerman, Mehmed Ali Aini (Un Grand Saint del Islam: Abd al-Kadir Guilani, Paris, 1967), menyebut al-Jailani sebagai orang suci terbesar di dunia Islam.

Ia lahir sebagai anak yatim (di mana ayahnya telah wafat sewaktu beliau masih dalam kandungan enam bulan) di tengah keluarga yang hidup sederhana dan saleh. Ayahnya, al-Imam Sayyid Abi Shalih Musa Zangi Dausat, adalah ulama fuqaha ternama, Mazhab Hambali, dan garis silsilahnya berujung pada Hasan bin Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah SAW.

Sedangkan, ibunya adalah Ummul Khair Fathimah, putri Sayyid Abdullah Sauma'i, seorang sufi terkemuka waktu itu. Dari jalur ini, silsilahnya akan sampai pada Husain bin Ali bin Abi Thalib. Jika silsilah ini diteruskan, akan sampai kepada Nabi Ibrahim melalui kakek Nabi SAW, Abdul Muthalib. Ia termasuk keturunan Rasulullah dari jalur Siti Fatimah binti Muhammad SAW. Karena itu, ia diberi gelar p**a dengan nama Sayyid.

Keistimewaan Syekh Abdul Qadir al-Jailani sudah tampak ketika dilahirkan. Konon, ketika mengandung, ibunya sudah berusia 60 tahun. Sebuah usia yang sangat rawan untuk melahirkan. Bahkan, ketika dilahirkan yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, Syekh Abdul Qadir al-Jailani tidak mau menyusu sejak terbit fajar hingga Maghrib.

Namun, kebesaran Syekh Abdul Qadir al-Jailani bukan semata-mata karena faktor nasab dan karamahnya. Ia termasuk pemuda yang cerdas, pendiam, berbudi pekerti luhur, jujur, dan berbakti kepada orang tua.

Selain itu, kemasyhuran namanya karena kepandaiannya dalam menguasai berbagai ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang agama. Ia menguasai ilmu fikih dan ushul fikih. Kendati menguasasi Mazhab Hanafi, ia pernah menjadi m***i Mazhab Syafi'i di Baghdad.

Di samping itu, ia juga dikenal sangat alim dan wara. Hal ini berkaitan dengan ajaran sufi yang dipelajarinya. Ia s**a tirakat, melakukan riyadhah dan mujahadah melawan hawa nafsu.

Selain penguasaannya dalam bidang ilmu fikih, Syekh Abdul Qadir al-Jailani juga dikenal sebagai peletak dasar ajaran tarekat Qadiriyah. Al-Jailani dikenal juga sebagai orang yang memberikan spirit keagamaan bagi banyak umat. Karena itu, banyak ulama yang menjuluki 'Muhyidin' (penghidup agama) di depan namanya

Sumber: https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/qh7vso430

ETIKA WALI MURID BEBERAPA KALI KITA DENGAR DAN KITA TEMUKAN ORANG TUA MURID BERTINDAK LANCANG KEPADA GURU DARI ANAKNYA. ...
15/11/2021

ETIKA WALI MURID

BEBERAPA KALI KITA DENGAR DAN KITA TEMUKAN ORANG TUA MURID BERTINDAK LANCANG KEPADA GURU DARI ANAKNYA. BAHKAN SAMPAI BERANI MELAPORKAN SANG GURU KE KEPOLISIAN ...
UPAYA BODOH SEPERTI ITU SEBENARNYA TELAH MENUTUP PINTU ILMU DAN CAHAYA ILAHI BAGI SANG ANAK.

Sebuah Kisah Inspiratif di Zaman Syekh Abdul Qadir Al-Jailani....

Ada seorang yang busuk hatinya ingin memfitnah Syekh Abdul Qadir..

lalu ia berupaya mencari jalan untuk menfitnahnya..

Maka ia membuat lubang di dinding rumah Syekh Abdul Qadir dan mengintipnya..

Kebetulan ketika ia mengintip Syekh Abdul Qadir..

ia melihat Syekh Abdul Qadir sedang makan dengan muridnya..

Syekh Abdul Qadir s**a makan ayam..

Setiap kali Beliau makan ayam dan makanan yang lain.. Beliau akan makan separuh sahaja..

Dan Lebihan makanan tersebut diberi kepada muridnya..

Maka orang tadi pergi kepada bapak murid Syekh Abdul Qadir tadi..

Bpk punya anak yg namanya ini?

Jawab si bapak: ya ada..

Anak bpk apa benar belajar dengan Syekh Abdul Qadir?

Jawab si bapak: ya.

Bpk tahu, anak Bpk diperlakukan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani seperti seorang hamba sahaya dan kucing saja..

Syekh Abdul Qadir beri lebihan sisa makanan pada anak Bpk...

Maka si bapak tidak puas hati lalu ke rumah Syekh Abdul Qadir..

Wahai tuan syekh, saya menghantar anak saya kepada tuan syekh bukan untuk jadi pembantu atau dilakukan seperti kucing..

Saya hantar kepada tuan syekh, supaya anak saya jadi alim ulama'..

Syekh Abdul Qadir hanya jawab ringkas saja..

"Kalau begitu ambillah anakmu.."

Maka si bapak tadi mengambil anaknya untuk p**ang..

Ketika keluar dari rumah syekh menuju jalan p**ang..

bapak tadi bertanya pada anaknya beberapa hal mengenai ilmu hukum syariat ...

ternyata kesemua soalannya dijawab dengan betul..

Maka bapak tadi berubah fikiran untuk kembalikan anaknya kepada tuan Syekh Abdul Qadir..

Wahai tuan Syekh terimalah anak saya untuk belajar dengan tuan kembali...

tuan didiklah anak saya..

ternyata anak saya bukan seorang pembantu dan juga diperlakukan seperti kucing...

Sy melihat ilmu anak sy sangat luar biasa bila bersamamu..

Maka jawab tuan Syekh Abdul Qadir..

"Bukan aku tidak mau menerimanya kembali.. tapi ALLAH sudah menutup pintu hatinya untuk menerima ILMU.."

ALLAH sudah menutup Futuhnya untuk mendapat ilmu..

disebabkan seorang AYAH yang tidak beradab kepada GURU..

maka anak yang menjadi mangsa..

Begitulah ADAB dalam menuntut ilmu..

Hikmahnya :

Anak, Ibu, ayah dan siapa pun perlu menjaga adab kepada guru..

Betapa pentingnya adab dalam kehidupan seharian kita..

Kisah di atas menceritakan seorang ayah yang tiada adab pada guru..

Bagaimana kalau diri sendiri yang tiada adab, memaki dan mengaibkan gurunya..

Kata ulama :

Satu perasangka buruk saja kepada gurumu..

Maka Allah haramkan seluruh keberkatan yang ada pada gurumu kepadamu..

Semoga Allah jadikan kita orang yang beradab kepada makhluknya terlebih lagi kepada guru yang mengajarkan ilmu kepada kita...

Aamiin... Yaa Robbal Alamiin...

Salat menjadi kewajiban bagi setiap muslim baik itu perempuan maupun pria. Salat merupakan rukun Islam yang ke dua. Sala...
01/10/2021

Salat menjadi kewajiban bagi setiap muslim baik itu perempuan maupun pria. Salat merupakan rukun Islam yang ke dua. Salat sendiri menjadi salah satu ibadah yang tak boleh ditinggalkan dan tak ada toleransi bagi mereka yang meninggalkannya. Dalam kondisi apapun, seseorang wajib mengerjakan salat ketika telah tiba waktunya salat lima waktu.

Seseorang yang telah memenuhi syarat wajib salat, ia tak boleh meninggalkannya. Mengingat begitu pentingnya ibadah salat, penting bagi setiap orang tua muslim mengajarkan dan membiaskan anak salat sejak usianya sedini mungkin, usia ideal memerintahkan anak salat adalah saat usianya mencapai 7 tahun.

Dalam hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda, "Perintahkan anak-anak kalian melakukan salat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka." (HR. Abu Daud).

Meski di dalam hadis dijelaskan agar orangtua memukul anak yang tidak mau salat, pukulan yang dimaksud bukan pukulan yang bisa memberi mudharat ke anak.
Saat memerintahkan anak salat, orangtua bisa memberi sangsi yang membuat anak jera karena meninggalkan salat. Tapi ingat, pastikan bahwa sangsi ini tidak boleh berlebihan apalagi sampai membuat anak tersakiti hati maupun fisiknya.

Address

Rawamerta
41382

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pontren Annihayah asrama Darurrohman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pontren Annihayah asrama Darurrohman:

Shortcuts

Share

Category