Robota

Robota STEAM merupakan pendekatan pembelajaran yang saat ini dikembangkan di dunia pendidikan baik formal maupun informal. Termasuk di ROBOTA Edukasi.

Merdeka Belajar, SDM unggul dimulai dari sekarang dengan pendekatan abad 21.

31/03/2020

Umum...
Terapan Sesuai Bidang yang Digeluti.

11/12/2019

MATH

11/12/2019

ART

11/12/2019

ENGINEERING

Mechanical, Robots

11/12/2019

TECHNOLOGY
Computer Programming

11/12/2019

SCIENCE

11/12/2019

Kelima
Project...
According Age, Interesting
STEAM Approach

11/12/2019

Keempat

What is Your Vision?
Thingking Build. Why, When, Who, What and How

11/12/2019

Ketiga

Mind Map

11/12/2019

Kedua
Multiple Intelligence,
Brain Training.

11/12/2019

Pertama...
Student Intelligent Mapping

10/12/2019

Metode Belajar yang Diterapkan di Robota Edukasi.

Fakta dan pengalaman empiris membuktikan bahwa metode dan materi pembelajaran konvensional, "feodalistik" membatasi kemampuan alami anak untuk mengembangkan potensinya.
Metode dan materi pembelajaran konvensional memberikan rute yang spesifik dalam pencapaian solusi. Kreatifitas anak dibatasi dengan variasi yang terbatas dalam pemecahan masalah, bahkan membatasi tumbuh kembangnya kecerdasan anak.

Pendidik seharusnya memberi model, memfasilitasi anak untuk pertumbuhan ingin tahu mengenai berbagai hal di sekitar mereka, bagaimana memecahkan masalah, kemana harus mencari solusi dan menemukan jawaban. Jika anak memiliki keterampilan tersebut maka mereka akan dapat memecahkan berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupan selanjutnya.

Robota Edukasi hadir dengan metode pembelajaran yang bersifat open-ended problem-solving yaitu metode pembelajaran dimana tidak ada batasan dalam pencapaian solusi, anak menjadi ingin tahu dan berani mengekspresikan ide-ide mereka.

Robota Edukasi memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik dalam menghadapi tantangan perubahan di masa depan. Masa dimana inovasi, orisinalitas dan kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain menjadi kunci dari parameter kompetisi.

Robota Edukasi membantu meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah, berpikir kritis, mengumpulkan dan berbagi informasi secara efektif serta bekerja sama secara efektif dalam tim. Kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja di masa yang akan datang namun secara umum diabaikan di sekolah-sekolah formal saat ini.

MENGAPA ROBOTIK ?
Aktivitas Robotic merupakan aktivitas yang penuh tantangan sekaligus juga menyenangkan serta mampu membangun keterampilan penting untuk anak dalam berbagai bidang seperti membaca, meneliti, berpikir kritis, memecahkan masalah, mekanika, elektronika, seni, berhitung dan pemrograman komputer. Pembelajaran yang diadopsi dari pendekatan pembelajaran STEAM (science, technology, engineering, art dan math).

Melalui robotik anak akan mengenal berbagai teknik yang benar-benar dipakai dalam dunia sains, desain, permesinan dan TI. Mereka akan mendisain, membangun, memprogram, dan menguji model yang betul-betul berfungsi.

Anak akan bertingkah layaknya seorang ilmuwan muda, melakukan analisis, investigasi, kalkulasi, menilai hasil kerja, mencatat serta mempresentasikan hasil kerja mereka.

Setiap grup terdiri dari maksimal 4 anak yang bekerja bersama dalam metode problem-solving. Mereka akan diberi tantangan yang harus dipecahkan bersama. Materi dan aktivitas yang diberikan akan memperkenalkan mereka pada aplikasi teknologi otomasi sama dengan yang dipakai di dunia industri saat ini dan membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri.

KURIKULUM

Kurikulum yang diterapkan diadopsi dari proses pembelajaran robotika di banyak negara maju mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Universitas. Dalam kurikulum siswa diajak belajar secara alami melalui aktifitas praktek mengenai desain, konstruksi, tingkah laku robot, sistem, kontrol, sensor, umpan balik, dan banyak lagi. Bersamaan dengan itu siswa juga akan diajak untuk menemukan rahasia dari teknologi serta lebih memahami konsep-konsep ilmu sains.

METODE BELAJAR

Metode belajar di Robota Edukasi menggunakan sistem pembelajaran extra dimensi, yaitu:

Menyajikan Tantangan yang Optimal.
Jika anak-anak berada dalam lingkungan belajar yang menantang, maka mereka akan mencoba melakukan eksplorasi, siswa bergairah dan mencoba untuk lebih memahami serta mencoba untuk terus belajar.

Tidak terlalu sulit, dan tidak terlalu mudah.
Jika anak-anak mengalami insufisiensi (kekurangan) tantangan maka mereka tidak akan belajar apapun. Tubuh mereka akan mengirimkan sinyal-sinyal kebosanan yang mengatakan bahwa mereka hanya membuang-buang waktu saja. Secara insting mereka akan mencari sendiri tantangan yang lebih tinggi yang dirasa sesuai dengan kemampuan mereka.
Jika anak-anak mendapatkan tantangan diluar kemampuan mereka, mereka mungkin menyerah sebelum memulainya dan bahkan tidak ingin mencoba untuk memecahkan masalah. Mereka juga tidak akan belajar apapun akibat energi mereka terkuras hanya untuk menciptakan kondisi yang defensif. Robota Edukasi berupaya memberi tantangan yang optimal kepada anak-anak dengan metode open-ended problem-solving, dimana mereka dapat memberikan kontribusi dalam proses belajar melalui banyak cara.

Belajar Sambil Membuat
“Konstruksionisme adalah belajar sambil membuat sesuatu. Contohnya adalah melukis, membuat program komputer, membangun robot. Apa yang kita pelajari dalam proses membuat sesuatu tersebut akan tertanam secara medalam ke dasar otak kita jauh lebih dalam dari pada apapun yang dapat kita pelajari dari orang lain.”

Proses belajar yang optimal tercapai saat anak mendapatkan kesempatan secara langsung melakukan sendiri eksplorasi. Tentu saja dalam lingkungan yang terbimbing. Saat anak secara aktif membangun sesuatu dalam dunia nyata maka hal tersebut akan sangat membantu mereka dalam membangun pengetahuan dalam pikiran mereka.

Pengetahuan baru ini akan memungkinkan mereka untuk menciptakan solusi yang lebih baik, keterampilan yang lebih tinggi, mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak lagi, serta kemampuan dalam memecahkan masalah.

Pra Pembelajaran.
Setiap anak yang tergabung dalam Robota Edukasi melaui pemetaan kecerdasan. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi, tingkat kecerdasan anak sehingga dalam proses dan pembimbingan disesuaikan dengan kondisi anak.

Tahap Pembelajaran.
Fase pembelajaran Robota Edukasi didisain untuk mendukung proses belajar yang terstruktur yang terdiri dari 4 fase yaitu: Koneksi, Konstruksi, Kontemplasi, dan Kontinyu.

A. Tahap Koneksi adalah tahap kunci dalam belajar sambil membuat, dimana proses belajar terbaik anak dicapai saat mereka dapat mengaitkan pengalaman belajar dengan bank pengetahuan yang sudah mereka miliki sebelumnya, atau yang memunculkan ide sehingga menginspirasi mereka untuk mempelajari lebih banyak mengenai suatu hal.

B. Tahap Konstruksi adalah segala hal tentang membangun sesuatu dalam dunia nyata kemudian menggabungkan pengetahuan-pengetahuan yang didapat dari proses pembangunan tersebut ke dalam pikiran.

C. Tahap Kontemplasi adalah tahap penting dalam proses pembelajaran yang efektif, dimana anak dilibatkan untuk meluangkan waktu guna memikirkan tentang apa yang mereka lihat atau yang sudah mereka bangun dan memperdalam pemahaman atas pengalaman yang mereka dapatkan. Anak-anak mendiskusikan proyek mereka, melakukan refleksi dan adaptasi ide, guru mendorong proses ini melalui berbagai pertanyaan.

D. Tahap Kontinyu adalah tahap membangkitkan hasrat alami anak untuk ingin tahu lebih banyak lagi. Rasa ingin tahu tersebut akan membimbing mereka untuk kembali masuk ke fase koneksi yang baru, yang pada akhirnya akan membawa mereka ke dalam spiral proses belajar yang positif, dengan tantangan yang semakin bertambah tingkat kesulitannya.

0811 4202 043
🙏

Address

Rantepao

Telephone

+628114202043

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Robota posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share