Thariqat Sammaniyah

Thariqat Sammaniyah Khairunnaas Anfa-uhum Linnaas

12/08/2021

Pangersa Abah Anom dalam Kitab Miftahus Shudur mengutip ucapan Syekh Sya’rani dalam kitab Al Anwar Al Qudsiyah;

قد أجمع أهل الطريق على وجوب اتخاذ الإنسان له شيخا يرشده إلى زوال تلك الصفات التي تمنعه من حضرة الله تعالى بقلبه لتصح صلاته من باب ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب

“Para ulama ahli thariqah sepakat bahwa seorang (murid) wajib memiliki guru seorang syekh, yang dapat membimbingnya untuk menghilangkan sifat-sifat penghalang qalbu dan dekat kepada Allah agar hubungan dengan Allah menjadi benar, hal ini termasuk dalam kaidah ushul fiqih yaitu, sesuatu yang menghantarkan kepada kewajiban, maka sesuatu itu hukumnya juga wajib”.

Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom) juga menegaskan bahwa banyaknya ilmu pengetahuan tidak bermanfaat untuk mengobati penyakit qalbu tanpa bimbingan guru.

فعلم أن كل من لم يتخذ له شيخا يرشده إلى الخروج عن هذه الصفات فهو عاص لله ولرسوله لأنه لا يهتدى لطريق العلاج ولو تكلف لا ينفع بغير شيخ ولو حفظ ألف كتاب

Maka jelaslah bahwa setiap murid yang tidak memiliki syekh (sebagai gurunya) yang membimbingnya keluar dari sifat-sifat tercela, berarti maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebab ia tidak mendapat petunjuk menuju penyembuhan (dari aneka penyakit qalbu dan sifat tercela), meskipun ia telah menyadari, hal itu tidak bermanfaat tanpa syekh (guru) meskipun ia menghafal seribu kitab.

12/08/2021

HIZIB DAN ROTIB MENURUT ABAH HABIB LUTHFI

Tanya :
Assalamu'alaikum Wr Wb.
Habib Luthfi yang saya hormati. Saya ingin bertanya seputar hizib. Apa sebenarnya hizib itu? Mengapa ada yang disebut hizib keras dan ada yang lembut? Apa bedanya dengan Ratib? Apa fadhilah mengamalkan hizib? Mengapa untuk mengamalkannya diperlukan ijazah?
Wassalamu'alaikum Wr Wb.

Jawab Habib Luthfi :
Wa'alaikumussalam Wr. Wb.
Pil obat atau kapsul tentu tidak mempunyai dosis yang sama. Demikian juga dosis obat antibiotik dan vitamin. Jika yang satu bisa diminum sehari tiga kali, yang lain mungkin hanya boleh diminum satu kali dalam sehari. Bahkan vitamin, yang jelas - jelas berguna, pun jika diminum melebihi dosis yang ditentukan dokter; efeknya akan berakibat buruk bagi tubuh. Badan bisa meriang atau bahkan keracunan. Begitu p**a halnya dengan hizib dan ratib.

Hizib dan ratib, dilihat dari susunannya, sebenarnya sama. Yakni, sama - sama kump**an ayat, dzikir dan do'a yang dipilih dan disusun oleh ulama salafush shalih yang termasyhur sebagai waliyullah (Kekasih Allah).

Yang membedakan suatu ratib dengan ratib lain, atau hizib dan hizib lain, adalah asrar yang terkandung dalam setiap rangkaian ayat, doa atau kutipan hadits, yang disesuaikan dengan waqi’iyyah (latar belakang penyusunan)-nya.

Namun, meski muncul pada waqi' yang sama dan oleh penyusun yang sama, ratib sejak awal dirancang oleh para auliya untuk konsumsi umum, meski tetap mustajab. Semua orang bisa mengamalkan untuk memperkuat benteng dirinya, bahkan tanpa perlu ijazah. Meski tentu jika dengan ijazah lebih afdhal.

Sementara hizib, sejak awal dirancang untuk kalangan tertentu yang oleh sang wali (penyusunnya tersebut) dianggap memiliki kemampuan lebih, karena itu mengandung dosis yang sangat tinggi. Hizib juga biasanya mengandung banyak sirr (rahasia) yang tidak mudah dipahami oleh orang awam, seperti kutipan ayat yang isinya terkadang seperti tidak terkait dengan rangkaian do'a sebelumnya, padahal yang terkait adalah asbabun nuzul-nya.

Hizib juga biasanya mengandung lebih banyak Ismul A'dzham (asma Allah yang agung), yang tidak ada dalam ratib. Dan yang pasti, hizib tidak disusun berdasarkan keinginan sang ulama, karena hizib rata - rata merupakan ilham dari Allah SWT ; Ada juga yang mendapatkannya langsung dari Rasulullah SAW seperti Hizbul Bahr, yang disusun oleh Syaikh Abul Hasan Ali Asy-Syadzili Rokhimahulloh. Karena itulah, hizib mempunyai fadhilah dan khasiat yang luar biasa.

Selain itu, ada juga syarat usia yang cukup bagi pengamal hizib. Sebab orang yang sudah mengamalkan hizib biasanya tidak lepas dari ujian. Ada yang hatinya mudah panas, sehingga cepat marah. Ada yang, karena Allah SWT, menampakkan salah satu hizibnya dalam bentuk kehebatan, lalu si pengamalnya kehilangan kontrol terhadap hatinya dan menjadi sombong. Ada juga yang berpengaruh ke rizqi, yang selalu terasa panas sehingga sering menguap tanpa bekas, dan sebagainya.

Karena itu p**a, diperlukan ijazah dari seorang ulama yang benar - benar mumpuni, dalam arti mempunyai sanad ijazah hizib tersebut yang bersambung dan mengerti dosis hizib. Selain itu juga diperlukan guru yang shalih yang mengerti ilmu hati untuk mendampingi dan ikut membantu si pengamal dalam menata hati dan menghindari efek negatif hizib.

(Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya)

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

Address

Jalan Anim Sahibar RT. 02
Rantau
71114

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Thariqat Sammaniyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category