05/08/2026
"Ilmu adalah cahaya, dan cahaya tidak akan bersinar di hati yang dipenuhi maksiat."
Oleh karena itu, siapa yang ingin Allah membukakan pintu-pintu ilmu, hendaklah ia menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Sebab, kemaksiatan mengeraskan hati, menggelapkan jiwa, dan menghalangi datangnya keberkahan ilmu.
Imam Asy-Syafi'i رحمه الله pernah mengadu kepada gurunya, Waki', tentang buruknya hafalan, lalu beliau dinasihati:
«شَكَوْتُ إِلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي
فَأَرْشَدَنِي إِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي
وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ
وَنُورُ اللَّهِ لَا يُؤْتَاهُ عَاصِي»
"Aku mengadu kepada Waki' tentang buruknya hafalanku. Maka beliau membimbingku agar meninggalkan maksiat. Beliau berkata kepadaku bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat."
Semoga Allah menghiasi hati kita dengan cahaya ilmu yang bermanfaat, memberikan taufik untuk menjauhi segala bentuk maksiat, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas ketaatan. Āmīn.