22/06/2023
3 Dampak Membentak Anak
Oleh : DR. Denny Kodrat M.Pd
Ketika saya berdialog dengan anak-anak, dari beberapa kasus konflik antara orang tua dan anak yang saya tangani (kebanyakan pada usia anak remaja).
Mereka menyampaikan hal yang hampir serupa,
"aku tahu apa yang disuruh Ibu atau Bapak itu bagus, biar aku pinter, biar aku rajin, biar jadi baik. Tapi nyuruhnya itu bikin kesel, pake marah-marah, jadinya males."
Dari pernyataan seorang anak itu saya belajar, bahwa orang tua perlu mengingat, tujuan yang baik perlu dilakukan dengan cara yang baik p**a.
Setiap anak dianugerahi gharizah baqa/ego yang perlu dihargai, termasuk oleh orang tuanya.
Konsekuensi anak yang sering mendapatkan kemarahan/kekerasan dari orang tua mempengaruhi mekanisme naluri mempertahankan diri dengan tiga indikasi perilaku, yaitu:
Pertama, fight: anak menunjukkan perilaku melawan terhadap orang tua.
Kedua, freeze: anak terihat diam dan penurut dihadapan orang tua, sedangkan bila tidak terlihat orang tua anak berekspresi sesukanya.
Ketiga, flight: anak menghindar dan menjauh dari orang tua, baik secara lahir maupun batin.
Maka, ada baiknya kita renungi kembali, goal dari mendidik anak adalah membuat anak paham bukan membuat anak takut, agar kelak anak-anak kita menjadi manusia yang berperilaku karena pemahaman pikirannya, bukan atas dasar ketakutan dan traumanya.
Pesantren Takhkhossus Tahfidz Qur'an Putri
π https://bit.ly/44DZZan