Ponpes Labuda Rajagaluh Majalengka

Ponpes Labuda Rajagaluh Majalengka Pondok Pesantren Labuda merupakan pesantren yang dirancang untuk bisa mengkolaborasikan tradisi lama dan budaya kekinian.

Kajian kitab di pondok pesantren ini lebih menitikberatkan ilmu-ilmu bahasa Arab. Nahwu shorof sampai balaghoh, arudl sampai mantik.

13/06/2021

SANTRI BARU*

Santri Baru di Labuda -atau juga di pesantren mana saja- itu ada dua kemungkinan: satu, baru pertama kali masuk pesantren. Dua, sudah pernah menghirup udara pesantren. Bagian kedua, santri baru yang sudah pernah menghirup udara pesantren, mungkin adalah pindahan yang sebetulnya belum menyelesaikan program-program di pesantren. Mungkin p**a pindahan karena sudah tamat.
Yang pindahan bagian kedua ini lebih enak diterima sebagai santri baru. Mereka adalah santri-santri yang sudah lumayan kenyang pengalaman. Mereka pun datang ke Labuda ini dengan arah yang jelas: ingin mendalami perangkat-perangkat bahasa arab terutama MANTIK BALAGHOH. Di lain sisi, tak sedikit dari mereka yang secara usia sudah memasuki area 'hayang kawin'. Maka, santri baru jenis ini akan langsung diajak ikut turun tangan mengasah, mengasih dan mengasuh santri-santri yang masih tunas baik secara usia atau pengalaman kesantrian.
Balik ke santri baru yang pertama kali menghirup aroma pesantren. Rerata usia mereka baru lulus SD. Ini masih lumayan enak. Paling-paling harus siap ekstra rayuan selama satu minggu masa adaptasi transisi dari 'Anak Mamah' ke posisi menjadi 'Anak Panah'.
Yang agak repot, santri pindahan kategori pertama. Beragam corak latar belakang ada disini. Bisa jadi ia adalah pindahan sebab tak betah di pesantren asal. Bisa karena dikeluarkan gegara kurang taat aturan. Bisa p**a sebab hobi pundah-pindah dengan dalih biar banyak pengalaman.
Apapun kategorinya, kalian tetap disambut hangat untuk menjadi bagian dari kita: SELAMAT DATANG DI LABUDA.

02/06/2021

Tata Bahasa dan Sastra Arab (MEMAHAMI KITAB KUNING / ARAB GUNDUL) *

Ada bentang jalan panjang nan terjal untuk memahami apa yang tertulis sebagai judul di atas. Berbagai metode dibuat untuk memudahkan terjalnya, untuk memangkas panjangnya. Namun metode apapun yang akan kita pakai, jangan lupakan bekal ulet dan sabarnya.

PERANGKAT UTAMA TATA BAHASA ARAB

1- Ilmu Lughoh plus Ilmu Wadl'i: untuk menopang ini kita bisa menelaah kamus-kamus. Sebutlah saja Qomus Muhith, Munjid untuk kalangan atas. Untuk kita yang masih dibawah ambillah Kamus semisal Al-Munawwir agar langsung memahami kata dengan kata dalam bahasa lokal kita.
2- Ilmu Nahwu dan Ilmu Shorof. Dua cabang ilmu ini disebut sebagai Ibu dan Bapak dari ilmu yang lain. Shorof Ummul Ulum. Nahwu adalah abuha: Abul Ulum. Shorof untuk memahami perubahan kata oleh tuntutan makna yang dituju. Sementara Nahwu untuk memahami perubahan akhir dari sebuah kata yang disebabkan oleh perbedaan 'amil.
3- Ilmu Rosm, cabang ilmu ini khusus membicarakan tata cara penulisan kalimat berbahasa arab. Berbeda dengan tulisan Quran (Quran ditulis dengan aturan Rosm Utsmani). Berbeda dengan tulisan Arudli (dalam tulisan arudl tidak ada huruf bertasydid dan tidak ada tanwin). Berbeda p**a dengan tulisan awfaqi (tertulis dengan huruf-huruf terpisah).
4- Ilmu Ma'ani - Bayan - Bade' (Balaghoh). Tiga cabang ilmu ini lebih ke kedalaman bahasa arab. Bagaimana agar kita sampai ke cita rasa dalam bahasa arab ditentukan oleh penguasaan ilmu ini. Ma'ani menitik beratkan kesesuaian pemilihan kata, penyusunan kalam yang sesuai dengan audiens, menentukan apakah kalam harua dibuat singkat padat, atau panjang lebar tapi bukan bertele-tele atau harus dengan normal-normal saja: tidak singkat, juga tidak panjang lebar.
Bayan menitik beratkan teknis penyampaian. Apakah akan menggunakan gaya perumpamaan, gaya majazi atau gaya kinayah. Sementara Bade' adalah pelengkap agar kalam yang sudah disesuaikan dengan aturan Maani dan Bayan ini menjadi lebih indah baik dari sudut makna atau pun kata.
5- Arudl dan Qofiyah. Dalam Bahasa Arab ada dua bentuk kalam: Syi'ri dan Natsri. Untuk bisa menyelami kalam Syi'ri (baca: berbentuk Syair) diperlukan perangkat tambahan berupa Arudl dan Qofiyah. Bagaimana sebuah syair dikatakan berkualitas, pas, bernas, makaArudl dan Qofiyyah akan menjadi juri terakhir setelah dianilai oleh cabang-cabang ilmu yang lebih dulu diulas: Lughoh wal wadl'i, Nahwu shorof, Balaghoh.
6-Qordlussyi'ri dan Insyaunnatsri. Ini dua cabang ilmu untuk mereka yang akan menjadi kritikus-kriyikus sastra Arab sekaligus menjadi al-adib: assyair wan natsir. Menjadi ahli sastra bahasa arab.

Berawal dari pemahaman tentang cabang-cabang ilmu ini maka seperti Imam al-Akhdlori berkata:
فابصروا معجزة القرآن ¶ واضحة بساطع البرهان
Kita punya harapan bisa menatap kemukjizatan alquran dengan nyata nan benderang. Kemukjizatan quran: baik dari sisi pilihan kata, susunan kalam, ataupun kesesuaian makna dengan konteks yang menyertai, bisa kita iyakan dengan anggukan paham dan penuh kesadaran.

Semoga.

01/06/2021

BALAGHOH*

Balaghoh, dinisbatkan terhadap ilmu nahwu, shorof, lughoh, kata beliau Imam Akhdlori, bagaikan ruh dinisbatkan terhadap jasad. Tentu saja, jika ingin sempurna, harus terkumpul keduanya. Nahwu shorof lughoh, tanpa balaghoh, mungkin bagai mayat. Balaghoh, tanpa nahwu shorof lughoh mungkin bagai roh gentayangan.
Balaghoh sendiri merupakan sebutan ringkas untuk dua cabang ilmu: Ma'ani dan Bayan, dilengkapi satu cabang ilmu lainnya: Bade'. Ketiganya, jangan dulu didekati sebelum Nahwu Shorof Lughoh -minimal, sebab ada cabang ilmu lain semisal Arudl dan Qofiyah- dikuasai.
Kemana arah semuanya dari kajian-kajian tata bahasa arab ini? Tentunya bagi kalangan pelajar muslim, jelas, untuk memahami kitab suci al-Quran, hadits-hadits nabi, atsar para shohabat, kalam-kalam para ulama.
Ini penting dijelaskan agar kita yang memang menghendaki untuk 'mengupas' kalam-kalam berbahasa arab tidak serampangan wal sembarangan. Tak cukup -tanpa pengusaan ilmu tata bahasa arab- alias hanya dengan modal buku-buku terjemahan kemudian gagah-gagahan mengkonsumsi kalam quran atau hadits nabi apalagi mendistribusikan pemahamannya kepada publik. Bisa dlollun -sesat paham bahkan mudlillun - menyesatkan pemahaman orang lain.
Maka seyogyanya, BACK TO QURAN kita maknai: yuk kembali kita gali pemahaman bahasa arab kita. Kita banggakan quran kita dengan mendalami tata bahasanya.

28/05/2021

LABUDA: Sastra dan Kelembutan Jiwa*

Apa saja sih yang dikaji di Pesantren Labuda? Secara umum, setiap pesantren pasti menyediakan menu-menu pokok keagamaan. Bagaimana mengenal Allah: Dzat yang kita sembah, lewat kajian-kajian tauhid. Bagaimana tata cara berwudhu, mandi jinabat, shalat, dan lain sebagainya terkait Fiqih Ibadah. Bagaimana cara mengobati penyakit-penyakit batiniah dengan kajian tasawwuf dan lelaku riyadloh. Iya, di Labuda hal-ihwal ini pun merupakan kurikulum wajib -meski dengan hanya standar pengenalan.
Secara khusus, para rekan di Labuda akan diarahkan ke pendalaman sastra dan bahasa arab sebagai sarana melembutkan jiwa. Di sana para rekan yang sudah melewati fase 'Alfiyyah Ibnu Malik' akan disuguhi menu-menu padat berupa Risalah Samarqondiyyah -Jauhar Maknun - Uqudul Juman dsb plus penguasaan tata cara berpikir cepat tepat dengan menu kitab-kitab logika bahasa arab: mantiq.
Mengapa tata bahasa dan sastra arab bisa mengarah ke prosesi melembutkan jiwa? Perlu kita pahami, bahwa tata bahasa lisan adalah kepanjangan dari bahasa hati dan pikiran. Seseorang dengan hati dan pikiran yang kasar dan liar akan cenderung berbahasa dengan bahasa yang juga kasar. Maka dengan belajar sastra, akan menjadi lembutlah bahasa. Dengan menguasai kelembutan bahasa sekaligus menerapkannya diharapkan akan menjadi pemicu lembutnya hati dan pikiran kita.

Selamat datang Rekan-rekan santri Labuda di pemondokan yang sederhana. Dengan semangat kalian yang membara maka akan melelehlah kebekuan, kejumudan, yang menyelimuti hati dan pikiran kita. Semoga Allah memudahkan jalan belajar kita, sehingga terbuka lebar p**a jalan menuju kerelaanNya.
Mari nyanyikan قصيدة دالية ini dengan nada mars رجز مجزوؤ bergelora:

ابدأ باسم الله والحمد له ارفع وانتشد
من لطفه ذى دالية مجوؤ رجز فارتغد
لا بد فندق لمن فى قلبهم حب وود
ياطالبي خير بلا بد اجتهد جهدا تجد
ذا ظاهر وما بطن فقه تصوف يرد
قبلهما اعرف معرفة بالله ربي واعتقد
بعلم توحيد فخذ فذا ثلاث متحد
فرض لكل المسلم دنيا واخرى قد سعد
ثم انتقل لما افترض كفاية ربحا تزد
كالنحو والصرف اللغة فن البلاغة اعتدد
ومنطقا كى تعرفا صحة فكر مطرد
عروضهم والقافية عند الملال فانتشد
ثم ارتحل الى الكتب من الفنون ارق اعتبد
واية او سورة من الكتاب احفظ وجد
يا ربنا اعطنا بلا بد علوما ثم زد
نافعة دنيا واخرى كى نفوز ننتزد
صل وسلم للنبى محمد ذا مؤتبد
واله وصحبه وكل من لهم عمد

23/05/2021

Puncak dari ketundukan: kehambaan adalah 'ngaji'.

23/05/2021

Labuda sudah mulai aktif berkegiatan.

12/05/2021

Idul Fitri & Pandemi*

Seperti tahun kemaren, tahun ini lebaran fitri masih ditemani pandemi. Mohon maaf lahir batin. Semoga kita tetap sehat lahir batin.



CHIKAL*Judul diatas merupa sebuah nama dari komunitas yang digawangi oleh beberapa alumni pesantren dan beberapa santri ...
07/05/2021

CHIKAL*

Judul diatas merupa sebuah nama dari komunitas yang digawangi oleh beberapa alumni pesantren dan beberapa santri Labuda. Anggota-anggotanya, sesuai nama komunitas CHIKAL (Celengan Harian Infaq Karena Allah), merupakan para dermawan yang sukarela untuk menyisihkan recehan untuk dimasukkan ke celengan harian yang secara berkala dikumpulkan dan dibagikan kepada para yatim dan jompo di sekitar pesantren Labuda.
Komunitas ini sudah berjalan kurang lebih tiga tahun dan semoga senantiasa konsisten untuk terus peduli dan berbagi.
Infaq kita kepada mereka, kepedulian kita pada mereka dengan cara bagaimana saja, semoga menjadi tanda bahwa kita bukanlah orang-orang yang mendustakan agama. Mudah-mudahan p**a, sumbangsih -meski recehan- kita menjadi penyebab senyuman mereka.
Kepada para pengurus komunitas ini, semoga kesediaan kita 'ngopeni' recehan mereka para hartawan untuk disalurkan menjadi sedekah, menjadi lahan berkahnya ilmu kita. Khidmah kita kepada mereka -para yatim dan dhuafa- adalah salah satu jembatan terpendek menuju ridha Allah dan RosulNya.

Labuda: Perlahan Menyata*Terimakasih kepada seluruh rekan yang sudah ikut men-support: menjadikan Ponpes Labuda Rajagalu...
05/05/2021

Labuda: Perlahan Menyata

*Terimakasih kepada seluruh rekan yang sudah ikut men-support: menjadikan Ponpes Labuda Rajagaluh-Majalengka sebuah eksistensi yang nyata. Dan tentu saja doa terbaik untuk rekan semua, bahwa dana / tenaga atau apapun yang kita suntikkan kepada Lembaga pendidikan ini akan kembali kepada kita, bukan selain kita.
*Untuk yang belum bergabung, mari kita rapatkan hati satukan tekad, bergandeng tangan sebab Lembaga Pendidikan Labuda tak bisa berlanjut tanpa support dari kita sekalian.

TAFARRUQ QOBLATTASYAWWUQ*Jika ingin merasakan gebu rindu kepadanyaMenjauhlah darinyaJika ingin ia semakin hadir dalam ba...
22/04/2021

TAFARRUQ QOBLATTASYAWWUQ*

Jika ingin merasakan gebu rindu kepadanya
Menjauhlah darinya
Jika ingin ia semakin hadir dalam bayang
Tutuplah tatap darinya
Yang dekat tak butuh rindu
Bagi yang tampak, bayang-membayangkan sudah tak lagi perlu

'Selamat bersua kembali' tak sah diucapkan tanpa perpisahan
Maka mari berpisah
Lambat atau segera
Kita akan kembali sua

20/04/2021

Akhir yang Jadi Awal*

Seperti tahun kemarin, akhir tahun ini, ada beberapa santri kalong (non mukim) Labuda yang akan 'terbang' agak jauh dari rumah mereka, dan untuk tahun ini, semuanya santri putri. Ada yang ke Murfal Leuwilaja, ada yang ke Aghnat Kumbung, ada yang ke Pesantren Habib Miqdad Watubelah, ada juga yang berencana ke Jagasatru.
Alhamdulillah, ini satu tanda bahwa ngalong mereka di Labuda berhasil, mau menjadi kalong yang lama tak p**ang ke rumah alias jadi santri mukim. Tentunya, akan banyak hal yang mereka dapat dari sekedar ngalong di sini. Paling tidak, suasana dan pengalaman yang baru dan lebih mempercepat proses kemandirian.
Selamat menempuh perjalanan jadi santri di tujuan terbang kalian. Temukan disana betapa manisnya apa yang telah kita tempuh selama di sini.

Jika awal rintangan kita ialah: kemiskinan, kesempitan, kesakitan, dan segala hal yang memang tak disenangi. Maka rintan...
18/04/2021

Jika awal rintangan kita ialah: kemiskinan, kesempitan, kesakitan, dan segala hal yang memang tak disenangi. Maka rintangan kedua kita adalah: kekayaan, kesempatan, kesehatan, dan segala hal yang memang disenangi. Begitupun sebaliknya. Bagi kita yang sedemikian, saat mudah, sempat, kaya maka kita bersyukur. Saat sulit, sempit, tak punya duit maka kita bersabar.
Tapi jika hal-hal dualitas itu sudah disikapi sebagai bukan rintangan, maka itulah sikap para Bestari memandang keadaan. Bagi para Bestari ini, saat sulit, sempit, tak punya duit, mereka akan bersyukur. Dan kala mudah, sempat, kaya raya, mereka akan bersabar. Merekalah orang yang digolongkan: waqolilun min 'ibadiyassyakur.
Sabarnya orang kaya lebih berat daripada sabarnya orang miskin. Syukurnya orang miskin lebih berat daripada syukurnya orang kaya.
Orang kaya yang pandai bersyukur, hebat. Orang miskin yang pandai bersyukur, mantap hebatnya. Orang miskin yang bersabar (bukan malas), hebat. Orang kaya yang pandai bersabar dari buai hartanya, mantap hebatnya.

Address

Rajagaluh

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ponpes Labuda Rajagaluh Majalengka posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category