21/10/2017
‘’KAREBET’’ AJA MONDOK, KAMU?
(13/10) sempat mengejutkan, organisasi daerah yang semula menjalankan acara sendiri-sendiri,secara tiba-tiba menggulirkan acara dan memadukan 4 organisasi sekaligus menjadi 1 tak di sangka-sangka sebelumnya karena perguliran tersebut terjadi pada kamis sore,sekitar pukul sepuluh malam dengan persiapan yang sudah matang oleh antar organisasi.Alasannya banyak di pertimbangkan,mengenai utap dan istrajaba yang secara mendadak di tolak mentah—mentah penyewaan gedung madrasah,karena akan di gunakan guru sekabupaten.Padahal sudah banyak persiapan yang sudah matang di perbincangkan dan di gerakan, salah satunya persiapan konsumsi yang besar-besaran p**a. Adapun iskamas dan asta yang sudah mengkoordinir anggota orda untuk mempersiapkan bahan-bahan memasak.”tidak mungkin kami akan menggulirkan salah satu acara 4 organisasi,di karenakan kami sudah bersepakat untuk menjalankan acara secara bersamaan.Semula hanya setengah hari semua,namun karena gedung tidak bisa di gunakan sama sekali,maka kami mempunyai inisiatif menggabungkan 4 organisasi menjadi 1,” tutur iqbal mahdamy(ketua istrajaba)
Dengan persiapan yang sangat minim 4 organisasi bermusyawarah ba’da magrib.Lancar dengan sedikit gangguan.Sekilas nampak berambisi membuat acara, dan pastinya banyak pihak yang mengkritik tajam acara ini.Nasi sudah menjadi bubur ,organisasitidak akan menggambil resiko lebih besar apabila tidak terjadi kendala yang mmendadak,dan mengambil konsep”AKULTURASI BUDAYA”,yang sudah di sepakati bersama juga untuk menambah kekompakan.”sebab 4 organisasi di jadikan 1 dan mengambil tema tersebut karena setiap daerah mempunyai budaya sendiri-sendiri yang kemudian di padukan.Adapun inspiratif dan persiapan ba’da maghrib dan ada sedikit gangguan,acara ini yang di ketuai oleh jatmiko subandrio yang memiliki kendala yang sangat berat seperti keputusan yang sangat cepat karena akhir masa jabatan (gak mau menyia-nyiakan) dan semua ini di putuskan bersama,”ungkap toha (ketua iskamas) menjelaskan.dengan persiapan minim tersebut acara tidak 100% sempurna. Namun memasuki 95% karena dengan tetap di adakanya acara 4 organisasi daerah dan pertempatan di halaman MTS yang tempat sangat terbatas seperti anak putra di sebelah utara lalu anank putri di sebelah selatan dan lantai 2, karna meluapnya anak – anak yang minat. persiapan yang sudah ada tidak sia-sia dan dapat di fungsikan.sempat kacau karena video yang tidak bisa di putar serta tidak keluar suara.
Mengapa wayang ?
“setiap daerah mempunyai ciri atau seni sendiri-sendiri, jadi di padukan, salah satunya wayang yang paling masyhur, jadi kami mengabil inisiatif wayang sebagai inti acara, “jawab abdulloh muslim (ketua asta). Tak lengkap rasanya ada wayang tanpa gamelan. “SATRIO LARAS” kelompok gamelan al- iman turut berekspresi menemani sang dalang dalam memainkan wayang. “karawitan menjadi hobi saya karena sangat luar biasa. Karawitan jiwa jawa(karena saya orang jawa jadinya saya s**a). Saya mempertahankan kesenian ini karena karawitan mengajarkan seni dan hidup,” tutur unggul sekti wicaksono (pemain karawitan).
Karawitan adalah salah satu dari group SSI (sanggar seni istanbul) yang mencangkup beberapa bidang seni yang di prakarsai oleh KI HANAFI dan tergabung di kreasi santri. Alat yang di mainkan banyak, diantaranya bonang,gong,dan sebagainya. Alat yang di mainkan pun tak semudah fisiknya.”kalau saya lebih memilih memainkan ketu’,” ungkap unggul kembali. Dan esok saat hari tiba, pada tanggal 22 0ktober “SATRIO LARAS” akan kembali hadir memeriahkan acara. Perlu kedisplinan karena karawitan mengandung estetika.
Acara inti yang di sajikan adalah “WAYANG” yang di dalangi oleh KI HANAFI. Acara paginya, di datangi tamu istimewa, yaitu KI WIDO dari ambal, kebumen. Beliau mengenalkan boneka-boneka wayang, salah satunya KAREBET, nama lain dari JOKO TINGKIT serta menjelaskan sifat-sifat wayang. Beliau memainkan kesenian wayang untuk berdakwah di jalan alloh swt.”saya gak percaya ternyata anak pondok bisa karawitan. Dan melihat hal tersebut di AL- IMAN saya sangat kagum,”ungkap ki wido.
Selanjutnya acara ba’da duhur adalah pagelaran wayang yang di dalangi oleh ki hanafi. Persiapan tanpak menawan di atas panggung utama dengan wayang golek yang tertancap gagah di layar pewayangan. Cerita yang di ambil adalah karebet (joko tingkir) dengan tokoh lain seperti sunan kali jogo, ratu kembang, dan tumenggung progosemi. Mengapa joko tingkir ? karena joko tingkir adalah tokoh sultan terakhir yang menggunakan sistem kesultanan di DEMAK BINTORO. Karena kepamimpinan setelahnya, yaitu panembangan senopati menjadi sistem keraton. Ceritanya pun mudah di pahami, ada nilai sejarah yang fenomenal meskipun harus di singkat karena waktu yang kurang lapang. “saya bangga, mereka kreatif di bidang budaya. Perkembangan pola pikir adalah pada syariat dan budaya.
‘alimun bi’ilmihi ‘amilun bi’ilmihi wa fikun ‘ala sy’nihi basyirun bi ali zaman nihi” ungkap ki hanafi. perjalanan beliau di bindang wayang karna sering berkumpul dengan para dalang, menonton pagelaran wayang, dan menjadi youtubers. Pengetahuan yang di dapatpun dari berbagai daerah. Pesan beliu adalah “teruskan,lanjutkan jangan hanya di kamu, tidak tahu budaya tidak tahu harga diri”. Wayang adalah produk sendiri yang patut diancungi jempol. Memgharumkan bangsa dan membangun jiwa nasionalisme tidak perlu yang mewah. Wayang, produk sederhana dengan nilai yang glamor. Bahkan sampai penjuru dunia sudah mengakuinya.
Acara berakhir pada pukul 16.00 wIB berakhir sukses dan membawa kepuasa batin. Sempat ada kendala yaitu, tarup yang hampir roboh namun dapat tertangani oleh panitia. Awar tindat,(ketua utap), mengaku senang dengan acara 4 organisasi, karna dapat bekerja sama dalam suatu organisasi.pesannya, “penerus - penerus organisasi lebih maju, 4 organisasi lebih maju dan persiapan lebih matang.” Pesan lain dari para ketua organisasi daerah serta panitai adalah agar lebih kuat menerima kedaan, prosesnya harus matang dibuat yang lebih baik agar hasilnya merespon dan semoga untuk kedepannya organisasi dapat lebih maju tentang melestarikan organisasi. (PMALIMAN)