SMA Negeri 1 Purworejo

SMA Negeri 1 Purworejo serta mengembangkan jiwa pemimpin bangsa b. Memiliki sikap, perilaku yang jujur, santun, religius dan tegas. c. d. e. f. Sutoyo). R. Kedu selatan. M. Dengan didukung Bp.

SMA Negeri 1 Purworejo merupakan suatu aset berharga milik bangsa indonesia yang mengemban tugas mendidik dan mengembangkan generasi muda bangsa yang berkarakter kebangsaan, berbudaya lokal dan berwawasan global. VISI, MISI, DAN TUJUAN
SMA NEGERI 1 PURWOREJO

VISI :

“PENGEMBANG KEPRIBADIAN PEMIMPIN BANGSA BERBASIS KEUNGGULAN KOMPETITIF DALAM PERCATURAN DUNIA INTERNASIONAL “


Indikator visi:
L

ulusan SMA Negeri 1 Purworejo:
a. Memiliki penguasaan keilmuan yang tinggi tercermin dalam perolehan nilai evaluasi dan kompetitif dalam mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi. Memiliki sikap terbuka terhadap inovasi dan sikap apresiasi serta kreasi seni. Memiliki kesamaptaan, kesehatan jasmani-rokhani yang berimbang. Memiliki skil dan kemampuan manajerial yang mantap. Memiliki sikap menghargai hasil karya orang lain dan pendahulunya

MISI :

1. Mengembangkan karakter bangsa Indonesia yang bertaqwa dan berbudi pekerti luhur bagi civitas academica,

2. Menyelenggarakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang berdaya saing global dengan mengedepankan kearifan lokal,

3. Meningkatkan kinerja pembelajaran yang efektif dan efisien,

4. Meningkatkan kemampuan berapresiasi dan berkreasi seni,

5. Meningkatkan kesamaptaan, kebugaran, kesehatan jasmani, dan berprestasi di bidang olah raga,

6. Meningkatkan kualitas lulusan/outcome sekolah dengan tolok ukur PTN/PTS favorit dan sekolah kedinasan,

7. Meningkatkan upaya pemenangan prestasi sekolah, baik akademik maupun non akademik,

8. Menyelenggarakan pelatihan berorganisasi dan kepemimpinan,

9. Menerapkan budaya peduli terhadap lingkungan hidup,

10. Melanjutkan dan mengoptimalkan pemanfaatan prasarana dan sarana sekolah,

11. Meningkatkan kualifikasi akademis pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan perkembangan jaman,

12. Meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi informasi bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan,

13. Melaksanakan administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel,

Menerapkan manajemen sekolah berstandar sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yang berkelanjutan

Sejarah Singkat

Seusai perang kemerdekaan RI, Keluarga Besar Tentara Pelajar (KBTP) Detasemen III Brigade 17 berinisiatif, memprakarsai, dan memperjuangkan berdirinya sebuah sekolah lanjutan atas di Purworejo. Kala itu, ide tersebut muncul karena mereka melihat banyak para orang tua yang kesulitan manakala memiliki putera-puteri yang baru saja lulus SMP namun masih ingin melanjutkan ke sekolah lanjutan di tingkat atas. Di Jawa Tengah, kebanyakan SMA hanya ditemukan di ibu kota karesidenan. Ide tersebut juga didasari keinginan untuk mewujudkan terima kasih dan balas jasa kepada rakyat di daerah Purworejo, yang pada waktu perang kemerdekaan RI telah membantu kepentingan para tentara pelajar. Berbekal Surat Penetapan KBTP Pusat tanggal 2 Juni 1954, nomor 219/P.E/KU/’54 yang berisikan pembentukan sebuah Panitia Pendiri Persiapan SMA B, C Kedu selatan dibukalah sekolah setingkat SMA bertempat di SR “Cemara” jalan Tribrata (sekarang jalan Mayjend. Panitia tersebut beranggotakan sembilan orang, dengan ketua Bapak Suroto dan wakil ketua Bapak Imam Subechi. Kepanitiaan tersebut dilengkapi dengan penasehat, antara lain Bupati Purworejo (Bp. Soerarjo Sastroprojo), Komandan Batalyon Infanteri Purworejo (Mayor Panuju). Adapun sebagai Kepala Sekolah, ditunjuklah salah seorang dari panitia tersebut, yaitu Bapak Imam Pratignyo. Perhatian Bupati Purworejo terhadap sekolah ini sedemikian besar, terbukti dengan diijinkannya sekolah ini untuk menempati Gedung Balai Rakyat, yang sebelumnya digunakan sebagai gedung Pemuda ( kini gedung DPRD). Gedung ini adalah bekas Societiet Belanda. Para pendiri berkehendak agar SMA persiapan ini beralih status menjadi sekolah negeri. Untuk itu, mereka menghadap Bupati Purworejo dan Pimpinan Daerah guna mengkongkretkannya. Dalam sidang plenonya, DPRDS Purworejo menghasilkan suatu resolusi yang ditujukan kepada Menteri PP & K saat itu, untuk mengakui dan menegerikan sekolah ini. Resolusi tersebut dibawa ke Jakarta oleh sebuah delegasi yang diketuai oleh Bp. Pamuji, seorang anggota DPRDS dan diikuti 2 anggota lainnya, serta 1 anggota Panitia Pendiri SMA B, C. Selanjutnya, seusai menghadiri dies natalis Universitas Gajah Mada, Prof. Yamin (Menteri PP dan K saat itu) pada tanggal 1 Agustus 1955 mengesahkan SMA B, C Kedu selatan menjadi SMA Negeri Purworejo. Pamudji (Kepala Pemerintah Daerah saat itu), pada tahun 1958 Kantor Dep. PP & K membeli sebidang tanah seluas ± 2 hektar, di jalan Kutoarjo (kini Jalan Tentara Pelajar), desa Pangen Jurutengah untuk didirikan bangunan SMA Negeri 1 Purworejo. Namun pembangunan gedung ini sempat terhenti karena rangkaian peristiwa G30 S/PKI. Sampai dengan pertengahan tahun 1975, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di dua tempat, yaitu gedung induk (bekas Balai Rakyat), dan tempat baru di jalan Kutoarjo. Barulah pada tahun 1976, kegiatan belajar mengajar menyatu di kompleks SMA Negeri 1 Purworejo, jalan Kutoarjo (jalan Tentara Pelajar 55 Purworejo). Dalam perkembangannya sampai dengan sekarang, penambahan fasilitas ruang banyak diusahakan oleh sekolah bekerja sama dengan BP-3/POMG. Dari jumlah 57 ruang, hanya 11 ruang yang merupakan pemberian Pemerintah.

Address

Jalan Tentara Pelajar No. 55 Purworejo
Purworejo
54114

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMA Negeri 1 Purworejo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category