Madrasah Aliyah Muhammadiyah Purwokerto

Madrasah Aliyah Muhammadiyah Purwokerto

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Madrasah Aliyah Muhammadiyah Purwokerto, School, Jatiwinangun/Purwokerto, Purwokerto.

18/03/2017

💐🌾🌹_*SEUNTAI DO'A di Pagi hari ...*💐🌾🌹_

🌹_Yaa Allah..._
_Yaa Rahman..._
_Yaa Rahim..._🌹

💐🌾_Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami..._
Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...💐

💐🌾_Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka..._
Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...🌹

💐🌾_Bila mulut kami masih diizinkan berucap..._
Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...🌹

🌹🌾_Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah..._
Hantarkanlah ke tempat-2 yang menjadi ibadah kami...🌹

💐🌾_Bila tangan kami masih dapat digerakkan..._
Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan bagi orang lain..🌹.

💐🌾_Bila Matahari masih diperkenankan menyentuh raga ini..._
Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan tubuh kami...🌹

_💐🌾Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami..._
Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...🌹

💐🌾_Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami..._
Datangkanlah dalam jumlah yang banyak bagi kami, yang _halalan thoyiban_ dari segala arah...
Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...🌹

💐🌾_Yaa Allah..._
_Yaa Rabb..._

_Bila keluarga dan saudara-2ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami..._
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yang penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu...🌹

💐🌾_Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga dan saudara-2ku ini...baik penyakit jasmani maupun penyakit hati...
Gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna...🌹

💐🌾_Serta berikanlah sisa usia yang penuh manfaat dan barokah..._

_Yaa Allah..._

💐🌾Dengan segala yang telah diperlihatkan pada kami untuk menjadikan ini semua sebagai pelajaran hidup kami..🌹.

💐🌾_Karuniakanlah kepada kami, sejak hari ini sampai Kau utus malaikat-Mu untuk mengangkat ruh ini dari jasad kami..._
Dengan Limpahan Nikmat dan Kasih Sayang-Mu...🌹

💐🌾_Di akhir hayat kami,_ kami mohon karunia-Mu untuk _husnul khatimah..._
آمِيْنَ... آمِيْنَ... يَارَبَّ الْعَـــالَمِيْنَ...!

18/03/2017

*_MENGHITUNG DOSA RIBA_*

_Anda kagum pada orang yang punya rumah mewah..?_

_Anda takjub pada orang yang punya kantor megah..?_

_Jangan buru-buru kagum, terkesima, kesengsem atau takjub. Kenapa..?_

Pesan Rasulullah :
*_“Janganlah kalian takjub kepada seseorang yang memperoleh harta dari cara yang haram..”_* (HR Thabrani)

Mari kita hitung..!
Jika rumah yang dianggap mewah itu seharga Rp. 1 Milyar (padahal saat ini rumah 1 milyar sudah bukan kategori mewah lagi, apalagi ruko) Maka, berikut adalah itung-itungannya jika seseorang memperolehnya via KPR perbankan ribawi.

Jumlah utang pokok = Rp. 1.000.000.000
Tingkat suku bunga = 13%
Lama pinjaman = 15 tahun

Maka,
Angsuran per bulan (pakai rumus) = Rp. 12.652.422,-

Total selama 180 bulan atau 15 tahun = Rp. 2.277.435.000,-

Artinya total bunga ribanya saja sebesar Rp 1.277.435.000,-

Mari kita hitung besar dosanya..!

Rasulullah bersabda,
*_“Satu dirham harta riba lebih besar dosanya daripada berzina 36x dengan pelacur..”_*

Jika 1 dirham hari ini adalah Rp. 70.000, maka :
Rp. 1.277.435.000 : Rp. 70.000
= 18.249 dirham

Jika 1 dirham riba = 36x zina, maka :
18.249 dirham x 36 zina = 656.966 zina.

*_Jika 15 tahun itu ada 5.475 hari, maka :_*
*_656.966 zina : 5475 hari = 119 zina per hari._*

”Berapa..?”
”119x berzina setiap hari..!”
”Apa..?”
”119x berzina setiap hari..!”
”Dengan siapa..?”
”Dengan ibumu..!”
”Ngapain..?”
”Berzina..!”

* *

*_“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.”_* Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”(HR. Muslim no. 1598)

*_“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.”_* (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. )

*_“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.”_* (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman.)

*_Oleh: Muhammad Rosyidi Aziz_**_MENGHITUNG DOSA RIBA_*

_Anda kagum pada orang yang punya rumah mewah..?_

_Anda takjub pada orang yang punya kantor megah..?_

_Jangan buru-buru kagum, terkesima, kesengsem atau takjub. Kenapa..?_

Pesan Rasulullah :
*_“Janganlah kalian takjub kepada seseorang yang memperoleh harta dari cara yang haram..”_* (HR Thabrani)

Mari kita hitung..!
Jika rumah yang dianggap mewah itu seharga Rp. 1 Milyar (padahal saat ini rumah 1 milyar sudah bukan kategori mewah lagi, apalagi ruko) Maka, berikut adalah itung-itungannya jika seseorang memperolehnya via KPR perbankan ribawi.

Jumlah utang pokok = Rp. 1.000.000.000
Tingkat suku bunga = 13%
Lama pinjaman = 15 tahun

Maka,
Angsuran per bulan (pakai rumus) = Rp. 12.652.422,-

Total selama 180 bulan atau 15 tahun = Rp. 2.277.435.000,-

Artinya total bunga ribanya saja sebesar Rp 1.277.435.000,-

Mari kita hitung besar dosanya..!

Rasulullah bersabda,
*_“Satu dirham harta riba lebih besar dosanya daripada berzina 36x dengan pelacur..”_*

Jika 1 dirham hari ini adalah Rp. 70.000, maka :
Rp. 1.277.435.000 : Rp. 70.000
= 18.249 dirham

Jika 1 dirham riba = 36x zina, maka :
18.249 dirham x 36 zina = 656.966 zina.

*_Jika 15 tahun itu ada 5.475 hari, maka :_*
*_656.966 zina : 5475 hari = 119 zina per hari._*

”Berapa..?”
”119x berzina setiap hari..!”
”Apa..?”
”119x berzina setiap hari..!”
”Dengan siapa..?”
”Dengan ibumu..!”
”Ngapain..?”
”Berzina..!”

* *

*_“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.”_* Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”(HR. Muslim no. 1598)

*_“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.”_* (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. )

*_“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.”_* (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman.)

*_Oleh: Muhammad Rosyidi Aziz_**_MENGHITUNG DOSA RIBA_*

_Anda kagum pada orang yang punya rumah mewah..?_

_Anda takjub pada orang yang punya kantor megah..?_

_Jangan buru-buru kagum, terkesima, kesengsem atau takjub. Kenapa..?_

Pesan Rasulullah :
*_“Janganlah kalian takjub kepada seseorang yang memperoleh harta dari cara yang haram..”_* (HR Thabrani)

Mari kita hitung..!
Jika rumah yang dianggap mewah itu seharga Rp. 1 Milyar (padahal saat ini rumah 1 milyar sudah bukan kategori mewah lagi, apalagi ruko) Maka, berikut adalah itung-itungannya jika seseorang memperolehnya via KPR perbankan ribawi.

Jumlah utang pokok = Rp. 1.000.000.000
Tingkat suku bunga = 13%
Lama pinjaman = 15 tahun

Maka,
Angsuran per bulan (pakai rumus) = Rp. 12.652.422,-

Total selama 180 bulan atau 15 tahun = Rp. 2.277.435.000,-

Artinya total bunga ribanya saja sebesar Rp 1.277.435.000,-

Mari kita hitung besar dosanya..!

Rasulullah bersabda,
*_“Satu dirham harta riba lebih besar dosanya daripada berzina 36x dengan pelacur..”_*

Jika 1 dirham hari ini adalah Rp. 70.000, maka :
Rp. 1.277.435.000 : Rp. 70.000
= 18.249 dirham

Jika 1 dirham riba = 36x zina, maka :
18.249 dirham x 36 zina = 656.966 zina.

*_Jika 15 tahun itu ada 5.475 hari, maka :_*
*_656.966 zina : 5475 hari = 119 zina per hari._*

”Berapa..?”
”119x berzina setiap hari..!”
”Apa..?”
”119x berzina setiap hari..!”
”Dengan siapa..?”
”Dengan ibumu..!”
”Ngapain..?”
”Berzina..!”

* *

*_“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.”_* Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”(HR. Muslim no. 1598)

*_“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.”_* (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. )

*_“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.”_* (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman.)

*_Oleh: Muhammad Rosyidi Aziz_*

13/03/2017

MENSHOLATKAN JENAZAH MUNAFIK
Firman Allah SWT dalam QS at-Taubah ayat ke-84 yang berbunyi,
"Dan, janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan shalat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik."

22/02/2017

COPAS

_*Kadang Kemengan Terlambat datangnya*_

Oleh: Sayyid Quthb

Kadang-kadang kemenangan itu terlambat datangnya terhadap orang-orang yang dizalimi dan diusir dari negerinya tanpa dasar kebenaran selain mereka berkata “Tuhan kami adalah Allah”. Keterlambatan ini disebabkan oleh suatu hikmah yang diinginkan Allah…

Kadang-kadang terlambat datangnya kemenangan karena struktur umat Islam belum cukup matang, belum cukup sempurna, belum berhimpun semua kekuatannya, belum terorganisir baik dan bersatu seluruh jaringan, supaya diketahui seberapa puncak kekuatan amunisi dan kesiapan yang dimilikinya. Kalau ia mendapatkan kemenangan pada saat itu ia akan mudah rontok karena tidak mempunyai kemampuan menjaganya dalam waktu lama.

Kadang-kadang kemenangan terlambat datang hingga seluruh pejuang mencurahkan sagala kemampuan yang ia miliki, dan mengeluarkan apa saja yang ia punya. Maka tidak ada lagi yang tersisa dari barang yang mahal dan berharga kecuali sudah ia sumbangkan. Dia tidak hanya mencurahkan hal yang ringan lagi murahan di jalan Allah.

Kadang-kadang kemenangan itu terlambat datangnya supaya para pengusung kebenaran mencobakan seluruh kekuatan dan kemampuannya, hingga pada akhirnya ia sadar bahwa seluruh kekuatan itu tidak ada artinya tanpa sokongan dari Allah dan tidak akan mencukupi untuk memperoleh kemenangan. Kemenangan itu hanya akan turun bila seluruh kemampuan sudah dicurahkan kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Kadang-kadang terlambat datangnya kemenangan supaya semakin bertambah kedekatan orang-orang beriman dengan Allah ketika mereka menanggung kesulitan, kepedihan dan pengorbanan. Saat itu mereka tidak menemukan sandaran selain Allah. Dan mereka tidak menghadapkan segalanya kecuali kepada Allah satu-satunya di dalam kesusahan itu. Hubungan ini menjadi jaminan keistiqamahan mereka nanti setelah Allah memberikan kemenangan. Hingga mereka tidak akan membangkang dan melenceng dari kebenaran, keadilan dan kebaikan di saat kejayaan menyapa mereka.

Kadang-kadang terlambat datangnya kemenangan karena umat yang beriman belumlah betul-betul melepaskan segalanya dalam berjuang dan mencurahkan apapun demi Allah dan demi dakwahnya. Ia berperang untuk mendapatkan harta rampasan perang, atau karena gengsi kehormatanya, atau supaya disebut pemberani di depan musuhnya. Allah menghendaki supaya jihad untuk-Nya satu-satunya. Bebas dari segala bentuk perasaan yang menyamarkannya.

Kadang-kadang terlambat datangnya kemenangan karena di dalam kejahatan yang ditentang oleh umat yang beriman masih terdapat sisa-sisa kebaikan. Allah menghendaki ia betul-betul bersih dari kejahatan supaya dia betul-betul murni. Dan kejahatan itu menyingkir dengan sendirinya dalam kondisi hancur. Tidak ada sedikitpun dari kebaikan yang ikut binasa bersamanya.

Kadang-kadang terlambat datangnya kemenangan karena kebatilan yang diperangi umat yang beriman belum tersingkap kepalsuannya dihadapan manusia dengan sempurna. Andaikan orang beriman mengalahkannya pada waktu itu, pasti akan ada pembantu dari orang-orang yang tertipu olehnya, yang belum yakin dengan kerusakanya dan belum yakin kalau dia mesti lenyap. Maka nanti ia akan tetap mengakar dalam jiwa-jiwa orang awam yang belum bisa menyingkap hakikat mereka. Sehingga Allah membiarkan kebatilan sampai betul-betul terbuka di depan manusia dan mereka tidak akan merasa kecewa dengan kehilangannya.

Kadang-kadang terlambat datangnya kemenangan karena lingkungan belum kondusif untuk menerima kebenaran, kebaikan dan keadilan yang diperankan umat yang beriman. Andai diberi kemenangan pada waktu itu pasti ia mendapatkan penentangan dari lingkungannya sendiri, dan ia tidak akan bisa tenteram bersamanya.

Senantiasa pertarungan berlanjut hingga jiwa-jiwa betul-betul siap untuk menerima kebenaran dan meyakini bahwa kebenaran itu mesti berjaya..

Karena semua ini, dan demi yang lainnya dari hal-hal yang hanya diketahui Allah, kadang-kadang terlambat datangnya kemenangan. Maka saat itu akan berlipat ganda jumlah pengorbanan, dan akan berlipat-lipat rasa pedih, pilu dan sakit, bersamaan dengan datangnya pembelaan Allah terhadap orang-orang beriman dan terwujudnya pertolongan bagi mereka pada akhirnya.

Allahumma ‘ajjil lana bin nashr

_Di sarikan dari tafsir *Fi Dzilalil Qur’an,* Sayyid Quthb_

22/02/2017

بسم الله الرحمن . الرحيمالسلام عليكم. صَبَاحُ الْخَيْر

*Renungan Pagi Tholabul'ilmi*

Aku takut..
Bila Allah tak meridhai apa yang aku lakukan..
Padahal aku merasa apa yang aku lakukan itu benar..

Aku takut..
Amal yang aku perbuat selama ini sia-sia...
Padahal aku lakukan itu semua hanya untuk Allah..

Aku takut..
Ibadahku yang selama ini aku lakukan hanya sebagai penggugur kewajiban saja..
Padahal aku lakukan semua itu untuk mendapat ridha-Nya..

Aku takut..
Saat aku merasa sangat dekat dengan Allah .
Namun ternyata Allah malah sangat jauh dari ku..

Aku takut..
Saat aku merasa amal yang ku perbuat sudah cukup untuk menghantarkan ku ke jannah..
Padahal itu semua pun tak mampu untuk mengalirkan aroma jannah kepada ku..

Bukan maksud ku untuk su'udzan kepada Allah...
Hanya saja aku ingin memperbaiki diri ku ini
Yang terkadang lupa dan khilaf..

Yang terkadang malas dan lalai...

Yang terkadang ceroboh bahkan bersalah..

Aku benar-benar ingin menggunakan waktu di dunia ini sebaik mungkin
Maka..

Ya Allah..
Ridhai lah hijrahku kali ini
Tunjukkan kepadaku jalan-Mu yang lurus..
Dan janganlah Engkau sesat kan hamba-Mu yang lemah ini.. Aamiin.

_Sumber_ : grup WA .🔰 *

22/02/2017

Postingan dari grup sebelah". *JANGAN KAGET!*

Antum jangan kaget ya.. Saya mau ngasih kabar mengejutkan. Pokoknya Antum jangan kaget.

Pernah beberapa kali saya iseng nanya ke teman-teman. Mereka semuanya adalah anak pengajian. Kalau di sekolah atau di kampus, mereka dibilangnya anak rohis atau aktivis dakwah. Ternyata hampir semuanya menjawab:

'Belum pernah!'

Pertanyaan saya sebenarnya sederhana: "Selama hidup ini, berapa kali Antum menamatkan baca terjemahan al-Qur'an?"

Hayoo... ! Kalau Antum pernah berapa kali? Jangan-jangan belum pernah sekali pun!

Kenapa saya iseng mengajukan pertanyaan seperti ini?

Ceritanya waktu itu, waktu saya masih kuliah, teman sekamar saya pernah nanya tiba-tiba. Tanpa saya sangka-sangka.

_*Ente pernah berapa kali namatin baca terjemahan al-Qur'an?*_

Saya waktu itu nggak bisa jawab langsung. Saya terdiam sejenak. Karena seingat saya, tidak pernah sekalipun saya meniatkan untuk membaca rutin terjemahan al-Qur'an dari awal sampai akhir.

Kalau khatamin al-Qur'an alhamdulillah sering. Terutama di bulan Ramadhan. Tapi kalau namatin baca terjemahannya, sepertinya belum pernah.

Pernah waktu SMA dulu, sambil nunggu waktu Isya, saya biasa baca-baca buku tafsir al-Qur'an yang ada di rak masjid. Tapi nggak sampai selesai. Kesimpulannya memang saya belum pernah sekalipun membaca terjemahan al-Qur'an dari awal sampai akhir, dengan niat untuk menamatkannya.

Teman saya, kemudan berkata:

_*Orang non Muslim ajah ada yang mau membaca terjemah al-Qur'an sampai selesai...*_ _*Banyak yang kemudian dapet hidayah karena baca terjemahan al-Qur'an....*_

Semenjak itu, saya jadi tersadar. Bener juga kata teman saya ini. Mestinya kita orang Islam yang harusnya lebih semangat baca terjemahan al-Qur'an. Bukankah kita sering mengatakan:

Al-Qur'an pedoman kita...
Al-Qur'an adalah petunjuk kita...
Al-Qur'an adalah pelita...
Al-Qur'an ibarat peta...

Namun yang jadi pertanyaan sekarang:

Gimana bisa al-Qur'an jadi petunjuk, kalau artinya saja kita nggak tau?

Nah...!

Ini PR buat kita semua..
Ini renungan buat kita bersama, termasuk saya...

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,”Hajrul Qur`an (berpaling dari al Qur`an) itu ada beberapa bentuk.

* Pertama : Berpaling tidak mau mendengarkannya, dan tidak mengimaninya.

* Kedua : Tidak mengamalkannya, dan tidak berhenti pada apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkannya, walaupun ia membaca dan mengimaninya.

* Ketiga : Ttidak berhukum dengannya dalam masalah ushuluddin (pokok-pokok agama) serta cabang-cabangnya.

* Keempat : Tidak merenungi dan tidak memahami, serta tidak mencari tahu maksud yang diinginkan oleh Dzat yang mengatakannya.

* Kelima : Tidak mengobati semua penyakit hatinya dengan al Qur`an, tetapi justru mencari obat dari selainnya. Semua perbuatan ini termasuk dalam firman Allah Azza wa Jalla:

“Rasul berkata : “Wahai, Rabb-ku. Sesungguhnya kaumku telah menjadikan al Qur`an ini sesuatu yang tidak diacuhkan”. [al Furqan/25 : 30].

Mungkin ini saja sedikit renungan dari saya..

Semoga yang sedikit ini jadi pengingat untuk kita semua.

Baarakallahu fiikum

22/02/2017

Seorang Guru membuat garis sepanjang 10 cm di atas papan tulis, lalu berkata : "Anak2, coba perpendek garis ini!"

Anak pertama maju kedepan, ia menghapus 2 cm dr garis itu, skrg menjadi 8 cm. Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yg sama, 'sekarang' garisnya tinggal 6 cm. Anak ke 3 & ke 4 pun maju kedepan, skrg garis itu tinggal 2 cm.

Terakhir, anak yg Bijak maju kedepan, ia membuat garis yg lbh panjang, sejajar dgn garis pertama, yg tinggal 2 cm itu.

Sang Guru menepuk bahunya,
*"Kau memang bijak. Utk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya - cukup membuat garis yg lbh panjang. Garis pertama akan menjadi lbh pendek dgn sendirinya."*

*Utk memenangkan Tak perlu mengecilkan yg lain, Tak usah menjelekan yg lain, krn secara tak langsung, membicarakan kejelekan yg lain adalah cara tak jujur utk memuji diri sendiri. Cukup lakukan kebaikan terbaik yg dpt kita lakukan utk smuanya, biarkan wkt akan membuktikan kebaikan tsb.*

06/01/2017

🔸 Sebuah Renungan 🔸

*Pagi itu seorang penjual Koran berteduh tepi sebuah warung...*
*Sejak subuh hujan turun lebat sekali, seakan menghalangi nya melakukan aktivitas utk berjualan koran seperti biasa*

*Terbayang di fikiranku, tidak ada satu sen pun uang yang akan di peroleh seandainya hujan tidak berhenti*.

*Namun, kegalauan yang kurasakan, ternyata tidak nampak sedikitpun di wajah Penjual Koran itu.* *Hujan masih terus turun.*
*Si penjual koran masih tetap duduk di tepi warung itu sambil tangannya memegang sesuatu.*
*Tampaknya seperti sebuah buku.* *Kuperhatikan dari jauh, lembar demi lembar dia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang dibacanya.*

*_Namun perlahan-lahan ku dekati...ternyata Kitab Suci Al-Quran yg dibacanya._*

*+ "Assalamu 'alaikum"*
*- “Wa'alaikumus salaam"*
*+ “Bagaimana jualan korannya mas ?" ...*
*- “Alhamdulillaah, sudah terjual satu.”*
*+ “Susah juga ya, kalau hujan begini" ...*
*- “In sha Allaah sudah diatur rezekinya.”*
*+ “Terus, kalau hujannya sampai siang ?”*
*- “Itu berarti rezeki saya bukan jualan koran, tapi banyak berdoa.”*
*+ “Kenapa ?”*
*- “Bukankah Rasulullaah Shalallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda, ketika hujan adalah saat yg mustajab untuk berdoa. Maka, kesempatan berdoa itu adalah rezeki juga.”*
*+ “Lantas, kalau tidak dpt uang, bagaimana ?”*
*- "Berarti, rezeki saya adalah bersabar"*
*+ "Kalau tidak ada yg bisa dimakan ?"*
*- “Berarti rezeki saya berpuasa"*
*+ “Kenapa bisa berfikir seperti itu ?”*
*- “Allah Subhaanahu wata'ala yang memberi kita rezeki. Apa saja rezeki yang Allah berikan saya syukuri. Selama berjualan koran, walaupun tidak laku, dan harus berpuasa, saya tidak pernah kelaparan"*

*_- kata-katanya ikhlas menutup pembicaraan_*

*Hujan pun berhenti....*

*_Si penjual koran bersiap-siap untuk terus menjajakan korannya. Ia pergi sambil memasukkan Al-Quran ke dalam tasnya._*

*Aku tersadar setelah aku merenungi setiap kalimat tausiah yang diucapkan penjual koran tadi..*
*Ada penyesalan di dalam hati mengapa kalau hujan ada yg resah-gelisah....*
*Kuatir tidak mendapat uang..*.
*Risau rumahnya akan terendam banjir....*
*Bimbang tidak bisa datang ke kantor..*
*Keluh kesah tidak bisa bertemu rekan bisnis....*

*_ Rezeki bukan saja uang.._*
*_Tetapi bisa dalam bentuk hidayah, kesabaran, berpuasa, berdoa, beribadah, rasa syukur...._*
*_Semuanya merupakan amal sholeh yang perlu kita syukuri yang juga merupakan rezeki dari Allah SWT._*

06/01/2017

Assalamualaikum wrwb. sahabatku semua...
*INTROSPEKSI AWAL TAHUN*

************* *BAIK KAH, Sayaaa ?* ************

*"Baik kah saya"* walaupun selalu sholat 5 waktu serta tepat pada waktunya

*"Baik kah saya"* walaupun telah berhaji & umroh beberapa kali

*"Baik kah saya"* walaupun telah bersedekah setiap hari

*"Baik kah saya"* walaupun hari-hari kita memberi nasihat dan teguran kpd orang lain yang berbuat salah.

*"Baik kah saya"* walaupun sudah pakai jubah, berjenggot dan menutup aurat dengan sempurna.

*"Baik kah saya"* walaupun setiap malam sholat Tahajjud, Witir, Hajat dan zikir

*"Baik kah saya"* walaupun tiap hari ke masjid atau musholla utk shalat & menambah ilmu.

*"Baik kah saya"* walaupun setiap saat kita update status berunsur nasihat dan dakwah.

*"Baik kah saya"* walaupun setiap saat kita menolong orang lain.

*al-Quran, surah an-Najm ayat 32:*
‎فلا تُزٓكُّوْا آنْفُسٓكُمْ هُوٓ آعْلٓمُ بِمٓنْ اتّٓقٓى

*_"...........Janganlah kamu menganggap diri kamu suci (orang baik) karena Allah-lah yang lebih mengetahui siapa yang benar-benar bertaqwa_*

Aisyah (ra) ditanya orang *"Siapakah orang yang buruk?" dijawab olehnya "yaitu orang yang merasa dirinya baik". Beliau ditanya lagi "Siapakah orang yang baik?", maka dijawab "yaitu orang yang merasa dirinya buruk"*.

*_JANGAN MERASA DIRI KITA LEBIH BAIK DARIPADA ORANG LAIN._*

Karena kita takkan pernah tahu dimanakah dan bilakah saat *HATI* kita *IKHLAS* melakukan amalan-amalan soleh, menasihati orang serta beramal ibadah lain yang bakal diterima oleh Allah Swt.

*Kita tak tahu amal manakah yang Allah terima.*

_Selalu letakkan diri kita dalam keadaan :_

*_"Aku banyak kekurangan dan kelemahan, semua orang lain lebih baik dari aku karena hati manusia masing-masing hanya diketahui Allah"_*.

*_"Akulah yang paling buruk dikalangan manusia. Aku sedang perbaiki diriku dan mencoba bantu orang lain untuk menjadi lebih baik"_*.

Wujudkan *KEIKHLASAN* hindari *IRI & DENGKI*

Selalu mengharapkan *RIDHO ALLAH*

Latih diri agar selalu *TAWADHU* jauhkan dari penyakit *UJUB & TAKABBUR*

Selalu perbaiki *_diri serta orang lain dengan kelembutan dan kasih sayang*_

Hanya Allah yang akan terus memberi kita *PETUNJUK* serta *JALAN KEBENARAN*.
-------
_Semoga hari ini dan selamanya Allah selalu membimbing kita semua utk selalu taat dalam menjalankan perintah-Nya._

Aamiin yaa rabbal'aalamiin

06/01/2017

Bismillah,

SEMOGA Allah merahmati kita semua.....

*LIHATLAH SEJENAK HUBUNGAN PERTEMANAN KALIAN*

Saudaraku seiman, Renungilah sejenak pesan ini…

Apakah engkau memiliki banyak sahabat..?

Banyak pertemanan..?

Berapakah jumlah yang engkau miliki..?

5 orang..?
20 orang..?
30 orang..?
Atau 100 orang..?
Atau bahkan hingga lebih 1000 orang..?

Saudaraku sebanyak apapun teman yang engkau miliki, atau yang engkau akrab dengan mereka, tetapi JIKA :

🔴 Tidak ada satupun yang
mengajakmu dalam
kebaikan.

🔴 Tidak satupun yang
mengajakmu serta
mengingatkanmu
"hijrah" kearah yang
lebih baik.

🔴 Tidak satupun yang
mengajakmu mengenal
sunnah-sunnah Nabi
shalallahu alaihi
wasallam yang
disampaikan dalam
riwayat hadits-hadits
shohihnya.

🔴 Tidak satupun yang
mengajakmu berangkat
ke kajian untuk
menuntut ilmu agama.

🔴 Tidak satupun
mengingatkanmu untuk
menegurmu negurmu
nunaikan
sholat.

🔴 Bahkan tidak satupun
yang mengajakmu ingat
kepada Allah.


Maka jika benar demikian, ketahuilah wahai saudaraku bahwa persahabatan kalian sebenarnya dalam kondisi yang tidak baik, meskipun kalian memandangnya baik (baik itu dengan alasan hobi, kesenangan dan lainnya), karena persahabatan tersebut hakikatnya hanya akan menjadikan permusuhan bagi kalian di hari kiamat!

Allah berfirman :

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَئِذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ

"Teman-teman karib pada hari itu (kiamat) nanti saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." (Qs. Az-Zukhruf 67)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata :

"Bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah, inilah yang kekal selamanya." (Tafsir Ibnu Katsir) .

*Maka jika hubungan*
*persahabatan yang tidak* *didasari oleh niat cinta* *karena Allah, dimana* *didalamnya tidak ada* *saling menasehati karna* *Allah, tidak ada saling* *mengajak hijrah kembali* *dijalan Allah.. maka kelak* *pada hari kiamat nanti hal* *itu hanya akan kembali* *dalam keadaan saling* *bermusuhan*

*Karena yang hanya akan kekal sampai hari kiamat kelak adalah persahabatan yang dimana isinya saling menasehati, saling mengingatkan dalam ketakwaan dan saling mengajak kembali ke jalan Allah*

*Dan itulah persahabatan yang tidak pernah akan ada kerugian didalamnya*

Allah berfirman :

وَالْعَصْرِ (١) اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ (٢) اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(٣)

"(1) Demi masa. (2) Sungguh, manusia berada dalam kerugian, (3) KECUALI orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (Qs. Al-'Asr 1-3)

Saudaraku seiman, mari segera kita perbaiki lingkungan pertemanan kita, carilah lingkungan yang baik (yang sholih dan sholihah).

✔ Yang selalu
mengingatkanmu dan
saling menasihati
dijalan Allah.

✔ Yang berani menegurmu jika engkau salah.

✔ Yang berani
mengajakmu untuk
menuntut ilmu agama.

✔ Yang berani 'nge-tag' berisi postingan-postingan yang bermanfaat bagi agamamu.

✔ Bahkan yang berani share tentang peringatan-peringatan yang berisi kebaikan untuk mengajakmu kembali kejalanNya.

✔ Dan yang tidak bosan menegurmu agar senantiasa memperbaiki diri agar lebih baik.

*Persahabatan yang sedikit tetapi peduli akan akhiratmu itu amat jauh lebih baik dibandingkan persahabatan yang banyak jumlahnya tetapi tidak ada yang mempedulikan akhiratmu*

Imam Syafi'i berkata :

“Jika engkau punya teman (yang selalu membantumu dalam ketaatan kepada Allah) maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari 'teman baik' itu susah sekali mendapatkannya, tapi sangatlah mudah utk melepaskannya.

Ingatlah saudaraku, Biasakanlah mengikuti hal yg benar (dalam mensikapi), bukan membenarkan apa yg dilakukan.

*Ana uhibbakum fillah ( Saya mencintai Anda karena ALLOH)*

Semoga bisa kita sama2 renungkan.

06/01/2017

Membangun Resolusi Islam, Sebagai Seorang Muslim Maksimalkan Prioritas dan Orientasinya kita Untuk :

1. Syahadat -> Aqidah,Belajar Islam

2. Shalat -> Skala(jamaah),Kuantitas(Khusuk, bacaan fasih), Sholat Sunah,Membangun Tempat Sholat(materi utk masjid yg rutin)

3. Zakat -> Fitrah,Mal (orientasi rezeki utk kita agar dapat Mal yg lebih,minimal Nishab),sedekah (yang istiqomah rutin dan tdk kecil)

4. Puasa -> sunah (senin kamis,atau 3hri dlm 1 bln), memberi menu Berbuka utk yg Berpuasa

5. Haji -> Minimal diri sendiri dan pasangan hidup kita(suami/istri), Ngehajiin atau Ngumrohin orang lain.

(* Lebih Cepat Dengan Berbisnis / Berwirausaha atau Pekerjaan yang Menghasilkan Rezeki Yang Cukup Mencapai Impian Resolusi)

(*Buatlah Rencana Kerja Hidup - Jadwal Aktifitas Hidup Kita)

(*Jangan Tergantung Dengan Uang - Ikhlaskan dan Ikhtiarkan Bekerja Karena Alloh)

(*Sempurnakan Rukun Islam)
(*Agar Hidup Kita Lebih Baik - HabluminAlloh dan Habluminnanas)

=> Materi Kajian Pekanan

13/12/2016

*Mendung Sembunyikan Sinarnya*

_Oleh : Prima Yanuari_
_SD Muhammadiyah 1 Purbalingga_

Pagi ini di Wonosobo masih begitu dingin. Hujan gerimis masih berjatuhan seolah tak ada habisnya. Mendung begitu tebal menyelimuti langit, menutupi sang mentari. Mendung menyembunyikan sinarnya yang selalu menghangatkan hari hari.

Mendung dan dingin membuat banyak manusia enggan beranjak bangun memulai aktivitas. Mendung laksana kemalasan dan hambatan yang mentembunyikan semangat manusia untuk maju.

Kalian layaknya mentari yang selalu melayani Bumi dan semesta. Rasa malas dan beribu alasan untuk bergerak menuju kemajuan laksana mendung di pagi ini.

Kuatkan sinarmu wahai sang mentari, untuk kembali memberi kehangatan dan menebar manfaat di muka bumi. Kuatkan semangatmu wahai saudara saudaraku, untuk bergerak, berubah dan menebar manfaat menuju sekolah berkemajuan.

Bagi sang mentari, mendung hanyalah hambatan sesaat. Bagi sebagian kita, malas adalah budaya yang sudah mengakar. Hanya kemauan kuat, tekad dan semangat yang dahsyat yang bisa menyingkirkannya untuk membuat kita kembali bersinar.

*Wonosobo, 13, Desember 2016*

Want your school to be the top-listed School/college in Purwokerto?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jatiwinangun/Purwokerto
Purwokerto
53114