15/12/2024
Sejarah Kerajaan Mataram
Kerajaan Mataram adalah salah satu kerajaan besar di Nusantara yang memiliki perjalanan sejarah panjang dan terbagi menjadi dua masa kejayaan, yaitu Mataram Kuno di Jawa Tengah dan Kesultanan Mataram di Jawa Timur serta Jawa Tengah. Keduanya berperan penting dalam perkembangan budaya, agama, dan politik di Indonesia.
1. Kerajaan Mataram Kuno (Hindu-Buddha)
Kerajaan Mataram Kuno berdiri sekitar abad ke-8 M di wilayah Jawa Tengah. Kerajaan ini dikenal sebagai pusat perkembangan agama Hindu dan Buddha, serta meninggalkan banyak peninggalan bersejarah, seperti candi-candi megah.
Asal-usul
Kerajaan Mataram Kuno awalnya berpusat di daerah Kedu dan Kewu di Jawa Tengah. Wilayah ini subur karena berada di dekat sungai-sungai besar seperti Sungai Progo dan Sungai Elo. Dinasti yang berkuasa di Mataram Kuno adalah Dinasti Sanjaya (beragama Hindu) dan Dinasti Syailendra (beragama Buddha). Keduanya kadang bersaing, tetapi juga memiliki hubungan yang erat, seperti melalui pernikahan politik.
Peninggalan Sejarah
- **Candi Borobudur**, warisan Dinasti Syailendra, adalah candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9. Struktur candi ini menunjukkan keindahan arsitektur serta filosofi ajaran Buddha Mahayana.
- **Candi Prambanan**, warisan Dinasti Sanjaya, adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang didedikasikan untuk Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Siwa.
- **Candi Kalasan**, **Candi Mendut**, dan **Candi Sewu**, yang menunjukkan keberagaman serta akulturasi budaya Hindu-Buddha pada masa itu.
# # # # **Kemunduran Mataram Kuno**
Kemunduran Kerajaan Mataram Kuno dimulai pada abad ke-10, saat ibu kota kerajaan dipindahkan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok, pendiri Dinasti Isyana. Pemindahan ini diduga karena bencana alam, seperti letusan Gunung Merapi, atau alasan strategis terkait ancaman dari kerajaan lain.
---
# # # **2. Kesultanan Mataram (Islam)**
Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam yang berdiri pada abad ke-16 di Jawa Tengah. Kerajaan ini berperan penting dalam penyebaran agama Islam dan politik di Nusantara.
# # # # **Asal-usul dan Pendiri**
Kesultanan Mataram didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan, seorang tokoh yang mendapatkan tanah Mataram dari Sultan Hadiwijaya, raja Pajang. Setelah Ki Ageng Pemanahan wafat, putranya, Sutawijaya, mendeklarasikan Mataram sebagai kerajaan Islam dan bergelar Panembahan Senapati (1586-1601).
# # # # **Masa Kejayaan**
Masa kejayaan Kesultanan Mataram terjadi pada masa Sultan Agung (1613-1645). Sultan Agung berhasil memperluas wilayah kekuasaan hingga meliputi sebagian besar Pulau Jawa. Ia juga dikenal karena serangan ke Batavia (kini Jakarta) pada 1628 dan 1629 melawan VOC, meskipun serangan tersebut tidak berhasil.
Selain itu, Sultan Agung juga dikenal sebagai pemimpin yang memadukan tradisi Islam dengan budaya Jawa, misalnya melalui sistem kalender Jawa yang merupakan kombinasi kalender Hijriah dan kalender Saka.
# # # # **Kemunduran**
Kesultanan Mataram mulai mengalami kemunduran setelah wafatnya Sultan Agung. Konflik internal di kalangan keluarga kerajaan, intervensi VOC, dan perjanjian-perjanjian yang merugikan seperti Perjanjian Giyanti (1755) semakin melemahkan Mataram. Perjanjian ini membagi Kesultanan Mataram menjadi dua:
1. **Kesultanan Yogyakarta** (di bawah Sultan Hamengkubuwono I).
2. **Kasunanan Surakarta** (di bawah Sunan Pakubuwono III).
Kemudian, wilayah Mataram terus terfragmentasi hingga akhirnya berada di bawah pengaruh penuh penjajahan Belanda.
---
# # # **Warisan Kerajaan Mataram**
Kerajaan Mataram, baik pada masa Hindu-Buddha maupun Islam, meninggalkan jejak yang signifikan dalam sejarah Nusantara. Beberapa warisan utamanya adalah:
1. **Warisan Arsitektur**: Candi-candi besar seperti Borobudur dan Prambanan, serta keraton-keraton megah seperti Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.
2. **Budaya dan Tradisi**: Pengaruh tradisi Jawa seperti gamelan, tari, batik, dan upacara adat tetap hidup hingga kini.
3. **Keagamaan**: Penyebaran agama Hindu, Buddha, dan Islam yang membentuk identitas masyarakat Jawa.
Kerajaan Mataram menunjukkan bagaimana perpaduan antara politik, agama, dan budaya membentuk sejarah dan identitas bangsa Indonesia. Meskipun telah runtuh, pengaruhnya tetap terasa dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.