Ahlul Qur'an Ahlullah

Ahlul Qur'an Ahlullah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ahlul Qur'an Ahlullah, Education, Gading, Kuripan, Purwodadi.

Dalam hidup ini pastinya ada yang sukses ada yang belumjangan terlalu memandang segala sesuatu dari hasilnya saja tapi p...
26/11/2020

Dalam hidup ini pastinya ada yang sukses ada yang belum
jangan terlalu memandang segala sesuatu dari hasilnya saja tapi pandanglah dari proses yang dilaluinya...

Baik itu Kesuksesan ataupun Kegagalan
karna dalam setiap proses pasti ada hikmah yang didapat oke ๐Ÿ˜‰

Nah jika kita bisa mengetahui hikmahnya pasti kita akan lebih mudah berkembang dan mengalami kemajuat ๐Ÿค—โš˜๐Ÿ’

23/04/2019

*๐Ÿ•Šุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…...๐Ÿ•Š*
*Utamakan Ahlaq Sebelum Berilmu!!...*

Ingat yahh akhlaq itu diatas ilmu, jadi kalau ada yg berilmu tinggi tapi tiada akhlaq berarti ilmunya hanya numpang lewat doang diakal. Tidak sampai ke bathin nyaโ˜บ kaedah mengatakan:
*"Seorang penuntut ilmu, apabila tidak menghiasi diri dengan akhlak-akhlak yang mulia maka tidak ada faidah menuntut ilmunya".*

Sombong dia, timbul sifat ujub dalam dirinya & sifatยฒ tercela inilah yg kelak menghantarkan nya ke neraka naudzubillah..

Maka dari itu saya himbau kepada semuanya jangan merasa bangga dengan ilmu yg dimiliki sebb diluar sana banyak yg lebih tinggi ilmunya dari dirimu.. semakin tinggi ilmu yg kau miliki, maka semakin rendahkan lah hatimu sebab itu hanya titipan bagi Allah agar kau bisa mengamalkan nya bukan malah menyombongkanโ˜บ

Wallahu alam

14/04/2019

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

JEMPUTLAH ILMU

Orang yang sudah merasa bisa, sungguh berbahaya. Ia akan enggan belajar, juga malas menuntut ilmu.

Nabi ๏ทบ bersabda ,

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู„ูŽูƒูŽ ุทูŽุฑููŠู‚ู‹ุง ูŠูŽู„ู’ุชูŽู…ูุณู ูููŠู‡ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุงุŒ ุณูŽู‡ู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูู‡ู ุทูŽุฑููŠู‚ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

Barangsiapa meniti jalan guna mencari ilmu maka Allah akan memudahkan jalan untuknya ke Surga. (HR Muslim: 2699)

Meniti jalan ilmu dapat berarti:

1. Menapaki jalan menuju majelis kajian.
2. Menempuh beragam cara guna memperoleh ilmu syar'i seperti membaca buku, mendengarkan kajian, menghapal, dan lainnya.

Maka belajar itu perlu, adapun paham adalah keharusan. Agar tidak salah jalan supaya tidak keliru.

asy-Syaikh Bakr Abu Zaid ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ menuturkan:

Barangsiapa tidak pernah pergi menuntut ilmu niscaya ia tidak akan didatangi orang untuk diambil ilmunya.
(Hilyah Thalibil โ€˜Ilmi)

Imam Ghazali mengingatkan kita agar selektif dalam bergaul. Bahkan bergaul dengan orang yang alim sekalipun. Beliau menyebutkan hadits yang diriwayatkan dari Jabir ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡

ู„ุง ุชูŽุฌู’ู„ูุณููˆุง ุนู†ุฏ ูƒูู„ู‘ู ุนูŽุงู„ูู…ู ุฅูู„ุง ุฅู„ู‰ ุนูŽุงู„ูู…ู ูŠูŽุฏู’ุนููˆูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฎูŽู…ู’ุณู ุฅูู„ูŽู‰ ุฎูŽู…ู’ุณู : ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูƒู‘ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูŠูŽู‚ููŠู†ู ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ููŠูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุฅูุฎู’ู„ุงุตู ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุบู’ุจูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽู‡ู’ุจูŽุฉู ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูุจู’ุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุชู‘ูŽูˆูŽุงุถูุนู ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฏูŽุงูˆูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุตููŠุญูŽุฉู

โ€œJanganlah kamu duduk (belajar) kepada sembarang orang alim, kecuali orang alim yang mengajak kalian dari lima hal menuju lima hal yang lain: Pertama, dari keragu-raguan menuju keyakinan. Kedua, dari riya menuju ikhlas . Ketiga, dari ketamakan menuju zuhud. Keempat, dari kesombongan menuju ketawadhuโ€™an. dan kelima, dari permusuhan menuju nasehat (perdamaian)

[Ihya Ulumuddin]

Berteman apalagi berguru akan dapat merubah watak seseorang sesuai dengan watak teman atau gurunya.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ .....

Jadikan moto dalam hidup:

"Tiada hari tanpa taubat dan istighfar".

ASTAGFIRULLAH WA ATUUBU ILAIHI

ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูููŠู’ูƒู… ...

๐Ÿคฒ๐Ÿป๐Ÿคฒ๐Ÿป๐Ÿคฒ๐Ÿป

ูŠุงู„ู„ู‡ ุจุงู„ุชูˆููŠู‚ ุญุชู‰ ู†ููŠู‚ ูˆู†ู„ุญู‚ ุงู„ูุฑูŠู‚

26/08/2017

Mutiara Hikmah pagi ini :

Sabtu, 4 Dzulhijjah 1438 H.

*AL QURAN
Dan
UMUR*

*Berkata Abdul Malik bin Umair:*

*"Satu-satunya manusia yang tidak tua* adalah
Orang yang selalu membaca
Al-qur'an".

*"Manusia yang paling jernih akalnya*
adalah para pembaca Al-qur'an".

*Berkata Al-imam Qurtubi :*
"Barang siapa yang membaca
Al-qur'an,
maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai
100 tahun".

*Imam besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim rahimahullah.*

"Perbanyaklah membaca
*Al-qur'an*
Jangan pernah kau tinggalkan,
kerana sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan di mudahkan setara dengan yang kamu baca".

*Berkata Ibnu Solah :*

"Bahwasannya para Malaikat tidak diberi keutama'an untuk membaca
*Al-qur'an*,
maka oleh karena itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari baca'an manusia".

*Berkata Abu Zanad :*

"Di tengah malam, aku keluar menuju masjid
Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam
sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan pada nya ada yang membaca *Al-qur'an".*

*Berkata Shaikhul Islam ibnu Taimiyyah:*

"Tidak ada sesuatu yang lebih bisa memberikan
nutrisi otak, kesegaran jiwa,
dan
kesehatan tubuh serta
mencakup
segala kebahagiaan melebihi dari orang yang selalu melihat kitabullah ta'ala".

"Bergantunglah pada
Alqur'an
niscaya kau akan mendapatkan keberkahan".

*Berkata sebagian ahli tafsir :*

"Manakala kita menyibukkan diri dengan
*Al-qur'an*
maka kita akan di banjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".

"Kami memohon kepada
*Allah*
agar memberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu
membaca
*Al-qur'an*
dan mengamalkan kandungannya".

Bila anda Cinta pada *Alqur'an*
maka sebarkanlah. Demi *Allah,* sekian banyak orang yang membaca *Alqur'an*
maka pahala akan mengalir pd anda.

*Umur kita terlalu singkat*.. hingga *ALLAH* kurniakan
*lailatul qadar* untuk menambah umur amal.

*Umur kita terlalu singkat*.. *ALLAH* pinta *bersilatulrahim* untuk memanjangkannya.

*Umur kita terlalu singkat*.. *ALLAH* kurniakan *Puasa Enam hari* di bln Syawal spt berpuasa setahun.

*Umur kita terlalu singkat*.. *ALLAH* kurniakan *baca Surah Al-Ikhlas*
spt membaca sepertiga
*Al-Quran*.

*Umur kita terlalu singkat*.. ALLAH kurniakan *Sholat di Masjidil Haram
* seperti sholat 100 ribu lebih di masjid lain.

*Umur kita terlalu singkat*.. ALLAH kurniakan *Sholat berjemaah* nilainya 27x lebih drpd sholat sendirian.

*Umur kita terlalu singkat*.. ALLAH kurniakan *Sholat sunat di rumah* nilainya 25x lebih dpd sholat dilihat mata orang

*Hidup ini terlalu singkat*.. ALLAH kurniakan *satu huruf bacaan Al-Quran* dgn 10 pahala/kebaikan.

*Hidup ini terlalu singkat*..ALLAH kurniakan siapa yg *beramal jariyah, berbagi ilmu yg bermanafaat, dan menjadikan anak2nya yg soleh,* pahalanya akan terus mengalir ke alam kuburnya.

Wahai diri..., *usia umat Nabi Muhammad Saw. rata2 hanya 63 - 65* tahun. Kalau saat ini usia kita *Sdh 45 th,* paling lama *20 th* lagi Malaikat Al Maut akan menjemput kita..

*HIDUP INI TERLALU SINGKAT... JANGANLAH DISIA-SIAKAN KESEMPATAN YG DIBERIKAN ALLAH SWT. ...*
Baarokalloh......

Semoga
Hari ini kita mendptkan kberkhan dari Allah... Amin...
Smg bermanfaat. ๐Ÿ™๐Ÿ™
Wassalamu'alaikum

03/08/2017

*KODE ETIK AHLU QURโ€™AN*
_(apakah kita termasuk ahlul quran ?)_

Imam Abu Bakar Muhammad bin al-Husain al-Ajuriy (w. 360 H) menyebutkan untuk kita semua sikap dan perilaku yang seharusnya menghiasa para Qurโ€™an lover, sebagaimana yang beliau tulis dalam kitabnya yang berjudul โ€œAkhlaaqu Ahli al-Qurโ€™anโ€.
Saya ingin meringkas apa yang telah beliau sebutkan agar dapat kita gunakan sebagai pedoman sebagai seorang Muslim yang telah berikrar menjadikan Al Qurโ€™an sebagai pedoman hidupnya. Berikut akhlak-akhlak yang seharusnya dimiliki oleh seorang Ahlu Qurโ€™an :

1. Bertakwa kepada Allah _Subhanahu wa Taโ€™aalaa_
2. Waraโ€™ dalam perkara makanannya, pakaiannya, dan tempat tinggalnya.
3. Sebagai agen reformasi didalam masyarakat untuk mengadakan perbaikan atas kerusakan-kerusakan yang telah terjadi.
4. Menjaga lisannya.
5. Jika berbicara, ia berbicara dengan ilmu dan ketika memandang ucapan yang akan diucapkannya adalah kebenaran.
6. Jika diam, maka diamnya juga dengan ilmu, ketika ia memandang sikap diam adalah sebuah kebenaran.
7. Sedikit berkecimpung dalam perkara yang bukan urusannya.
8. Sedikit tertawa, ketika orang-orang tertawa terbahak-bahak, karena ia mengetahui akibat jelek dari tertawa.
9. Jika ada hal yang menggembirakan yang sesuai dengan kebenaran, ia akan tersenyum.
10. Tidak s**a bercanda, karena khawatir itu hanya bermain-main saja.
11. Jika bercanda, ia akan bercanda dengan sesuatu yang benar (bukan dusta).
12. Mukanya cerah.
13. Ucapannya bagus.
14. Tidak memuji apa yang ada pada dirinya.
15. Waspada terhadap dirinya dari tenggelam didalam hawa nafsu yang membuat murka Rabbnya.
16. Tidak menggibah seorang pun.
17. Tidak meremehkan seorang pun.
18. Tidak mencela seorang pun.
19. Tidak mencaci maki musibah.
20. Tidak berbuat melampaui batas kepada seorang pun.
21. Tidak hasad.
22. Tidak berprasangka jelek kepada seorang pun.
23. Ia berprasangka dengan ilmu.
24. Membicarakan aib yang ada pada seorang dengan ilmu.
25. Diam dari kenyataan yang pada ada seseorang dengan ilmu.
26. Ia menjadikan Al Qurโ€™an, Sunah, dan Fiqih sebagai landasan untuk berakhlak mulia.
27. Menjaga anggota tubuhnya dari hal-hal yang dilarang.
28. Jika berjalan, ia berjalan dengan ilmu.
29. Jika duduk, ia duduk dengan ilmu.
30. Bersungguh-sungguh menjaga lisan dan tangannya untuk menyakiti orang lain.
31. Tidak berbuat bodoh.
32. Jika bertemu dengan orang bodoh, maka ia bijaksana.
33. Tidak berbuat dholim.
34. Jika didholimi ia mudah memaafkan.
35. Tidak melampaui batas.
36. Jika ada orang berbuat melampaui batas kepadanya, maka ia bersabar.
37. Menahan amarahnya untuk mendapatkan ridho Rabbnya.
38. Jika ada yang mengatakan kebenaran kepadanya, maka ia menerimanya, baik berasal dari anak kecil maupun orang yang sudah dewasa.
39. Mengharapkan kedudukan yang tinggi hanya kepada Allah, tidak kepada makhluk.
40. Menjauhi kesombongan.
41. Tidak mencari makan dari Al Qurโ€™an dan memenuhi kebutuhannya darinya.
42. Tidak menjilat karena Al Qurโ€™an yang dimilikinya kepada para penguasa.
43. Tidak duduk-duduk dengan orang yang kaya dengan menggadaikan Al Qurโ€™annya.
44. Jika orang-orang mencari nafkah yang banyak tanpa peduli halal-haram, maka ia mencari nafkah, walaupun sedikit dengan memperhatikan Halal-Haram.
45. Jika orang-orang memakai pakaian yang mewah dengan jalan haram, maka ia berpakaian dari yang halal, sekalipun sekedar menutupi auratnya.
46. Qonaah dengan sesuatu yang sedikit dan merasa cukup.
47. Mengingatkan jiwanya dari memperoleh dunia dengan melampaui batas dari apa yang diwajibkan oleh Al Qurโ€™an dan Sunnah.
48. Makan dengan ilmu.
49. Minum dengan ilmu.
50. Berpakaian dengan ilmu.
51. Tidur dengan ilmu.
52. Berhubungan suami istri dengan ilmu.
53. Bergaul dengan ilmu.
54. Mengunjungi orang lain dengan ilmu.
55. Meminta izin ke rumah orang lain dengan ilmu.
56. Mengucapkan salam dengan ilmu.
57. Bertetangga dengan ilmu.
58. Mengharuskan dirinya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.
59. Berlembah lembut kepada kedua orang tuanya.
60. Merendahkan suaranya dihadapan kedua orang tuanya.
61. Menginfakkan hartanya kepada kedua orang tuanya.
62. Memandang kedua orang tuanya dengan pandangan segan dan kasih sayang.
63. Mendoakan kedua orang tuanya agar panjang umur.
64. Berterima kasih kepada keduanya ketika mereka sudah sepuh.
65. Tidak membentak mereka berdua.
66. Tidak meremehkan mereka berdua.
67. Jika keduanya minta tolong dalam perkara ketaatan, maka bantulah keduanya.
68. Jika keduanya minta tolong dalam kemaksiatan, maka jangan dibantu.
69. Menasehati mereka berdua dengan lemah lembut, jika keduanya berbuat maksiat.
70. Menyambung tali silaturahmi.
71. Membenci memutus tali silaturahmi.
72. Orang yang memutuskan silaturahmi dengannya, maka jangan dibalas dengan memutuskannya juga.
73. Jika orang-orang berbuat maksiat dalam menyambung tali silaturahmi, maka ia mentaati Allah dalam hal tersebut.
74. Berteman dengan kaum Mukminin berdasarkan ilmu.
75. Bermajelis dengan mereka berdasarkan ilmu.
76. Orang yang berteman dengannya, akan merasakan manfaat karena bagusnya majelisnya.
77. Jika ia mengajarkan orang lain, ia bersikap lembut.
78. Tidak mencela orang yang berbuat keliru dan khilaf.
79. Lembut dalam seluruh perkaranya.
80. Sabar dalam mengajari orang lain.
81. Memotivasi para muridnya.
82. Menghadirkan suasana ceria dalam majelisnya.
83. Majelisnya memiliki faedah yang banyak.
84. Mendidik orang yang menghadiri majelisnya dengan adab Al Qurโ€™an dan Sunnah.
85. Jika tertimpa musibah, maka Al Qurโ€™an dan Sunnah akan mengajarinya.
86. Bersedih dengan ilmu.
87. Menangis dengan ilmu.
88. Sabar degan ilmu.
89. Bersuci dengan ilmu.
90. Sholat dengan ilmu.
91. Zakat dan bersedekah dengan ilmu.
92. Berpuasa dengan ilmu.
93. Haji dengan ilmu.
94. Berjihad dengan ilmu.
95. Bekerja dengan ilmu.
96. Memberi nafkah dengan ilmu.
97. Membahas semua perkara dengan ilmu.
98. Menahan semua perkara dengan ilmu.
99. Menyelami Al Qurโ€™an agar dapat mendidik dirinya.

โœ๐Ÿป Ustaadz Neno Triyono

๐Ÿ’Œ share oleh
AlHusnA | Rahmat tena

09/05/2017

Inspirasi pagi ini,

Ada seorang dermawan yang dari atas gedung menebar uang pecahan:
Rp. 5.000,-
Rp. 10.000,-
Rp. 20.000,-
Rp. 50.000,-
Rp. 100.000,-

Di bawah gedung, berkerumun banyak orang yang sibuk. Mereka saling berebut memunguti uang yang berserakan *"TANPA ADA YANG PEDULI" sumber uang itu dari SIAPA.*

Suatu saat, Sang Dermawan naik lagi ke atas gedung tersebut dan kali ini beralih *menebar kerikil-kerikil kecil ke dalam kerumunan orang yang ada di bawah.* Sontak terjadi keramaian. Ada yang terkena di kepala, bahu, tangan, punggung dan anggota tubuh lainnya. Mereka panik dan marah, menengadah ke atas berusaha *"MENCARI TAHU"* dari mana sumber dari kerikil-kerikil tersebut dijatuhkan?

Itulah sikap dari kebanyakan manusia, *saat BERKAH (hal yang menguntungkan) datang, semua sibuk tanpa peduli siapa yang memberi dan sedikit sekali yang mampu berterima kasih dan mau mengucap syukur atas keberkahan tersebut.*

Namun saat masalah datang, maka semua akan spontan mencari sumber masalah dan biang keroknya. Mereka akan serta-merta marah dan menyalahkan orang lain tanpa mau cari solusi lagi. *"Apakah kita hanya mau menerima yang baik saja, tetapi tidak mau menerima yang buruk ?"*

Tanpa mau tahu bahwa hidup ini sebenarnya sudah satu paket, baik dan buruk, senang dan susah, semuanya satu kesatuan yang tak mungkin terpisahkan.

Bila suatu ketika kita "kena giliran" menjalani hal-hal buruk dan susah, maka jalanilah dengan tabah dan tetap bersyukur, karena hanya itu kuncinya.

*Mau belajar SABAR?*
Nanti kita akan ketemu dengan orang-orang yang keras kepala kepada kita.

*Mau belajar MENGAMPUNI?*
Nanti kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang menyakiti kita.

*Mau belajar MEMBERI?*
Sebentar lagi kita akan dihadapkan degnan orang-orang yang berkekurangan.

*Mau belajar RENDAH HATI?*
Tunggu saja, nanti akan ada orang-orang yang merendahkan diri kita.

Kabar buruknya, *"HIDUP INI TAK AKAN ADA YANG SEMPURNA !"*

Kabar baiknya, *"KITA TAK PERLU HIDUP YANG SEMPURNA UNTUK BISA MENIKMATINYA !!!โ€*

Apapun yang sedang kita hadapi, itulah PROSES BELAJAR MENJADI LEBIH BIJAKSANA & DEWASA.
JANGAN MARAH & MENGGERUTU, tapi belajarlah dan responlah dengan benar.

*HIDUP ADALAH PROSES PEMBELAJARAN dan !!!*

Pembelajaran hanya bisa diperoleh pada situasi yang tidak sesuai harapan kita, bukan saat kita dalam kenyamanan.

Jadilah "murid kehidupan" dengan *BELAJAR BERSYUKUR & MENGAMBIL HAL YANG POSITIF* dari setiap peristiwa yang kita hadapi.

Berusahalah SABAR dalam kesedihan,
Berusahalah SABAR dalam kekecewaan,
Berusahalah SABAR dalam kesakitan,
Berusahalah SABAR dalam musibah,
Berusahalah SABAR dalam ujian hidup.

SABAR itu susah,
SABAR itu capek,
SABAR itu sakit,
SABAR itu bikin stres,
Akan tetapi, jika kita mampu melewatinya, maka SABAR itu akan menjadi sebuah KEINDAHAN & ARTI sebuah KEHIDUPAN.

Ada kalanya dibutuhkan senyuman untuk menangis,
Ada kalanya dibutuhkan airmata untuk bahagia,
Ada kalanya dibutuhkan canda untuk melepas lelah,
Ada kalanya dibutuhkan penat untuk mengukur arti kedamaian,
Ada kalanya dibutuhkan "musuh" untuk menjadi korektor,
Ada kalanya dibutuhkan "teman" untuk berbagi.

Dengan berbagi, melatih kesabaran, dan menerima kenyataan hidup dengan penuh rasa syukur, kita sesungguhnya berjalan menuju kebahagiaan hidup yang kita dambakan, hidup yang ceria, damai, harmonis dan penuh s**acita.
๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
๐ŸŒป *Selamat pagi dan Tetap Semangat* ๐Ÿ’

15/04/2017

"Rahasia Tawakkal Bos Besi"
Kampus UI
beberapa bulan lalu. Dengan gaya khas beliau bercerita :โ€œAda kawan saya yang pengen banget anaknya jadi 'Pengusaha Tambang'. Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah.. Tahajud oke,.
Dzikir oke,.
dan Wirit oke,.
Sedekah pun oke juga...
Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi 'Ahli Tambang'.Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap Rahmat dan kelancaran dari Allah untuk test anaknya.
Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga.
Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari 'Pertambangan & Metalurgi' sebab udah jadi cita-citanya dari dulu.
Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN .
Masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri.
Mandiri ITB pun gak lolos.Si bapak bingung "kok Allah gak ngabulin impiannya sih?" Dia kepengen anaknya jadi 'Ahli Tambang' biar punya manfaat buat ummat di kemudian hari.
Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini & itu pasti perlu banyak biaya.
Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja.
Gak jadi tukang tambang tapi 'Jadi Supir Pribadi'... Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya.
Si anak Tawakkal kepada Allah...Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah.
Sambil yakin โ€œPasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya โ€.
Nahโ€ฆ Kebetulan si anak ini jadi 'Supir Boss Besi' di Surabaya.
Tiap hari ini anak anterin boss nya ke tempat-tempat pengumpul 'Besi Bekas' di daerah Jawa.
Dari Banten sampe ke Jatim udah di datengin semua buat ketemu klien.
Si Boss ngajarin ini anak :
ยป gimana memilih Besi yg Bagus,
ยป dimana beli Besi Bagus,
ยป dan kemana harus dijual.Singkat cerita...2 tahun sudah ini anak kerja jadi 'Supir si Boss Besi'.
Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya:โ€œBu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia aja yg pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!โ€.
Hati anak ini bergetar.Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya.Ia sekarang jadi 'Pengusaha Tambang Besi! Subhanallah.....
Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yg kemarin gak lolos 'Udah Jadi Pengusaha'.
Lucunya...Ketika si anak ini menginterview calon karyawan nya lalu melihat CV nya, ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB yg seangkatan dengannya, gumamnya dalam hati : โ€œehmmm saingan gue dulu nih.โ€.
Yang lolos masih jadi karyawan tapi yg gak lolos malah jadi boss. Heran kan?
Gak usah heran! Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu Ente bisa punya mimpi jadi dokter...
Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah,
maka :~~~~~~~~~~~~~~~~~
'Kegagalan'bukanlah Penghalang.~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yg telah Allah rencanakan.
Yusuf Mansur 3 kali ditolak di IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak di UI, tapi sekarangโ€ฆAlhamdulillah....
Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI...yang waktu itu lolos? Belum tentu.
โ€Yuk terus doakan anak2 qt. Semoga memotivasi kita semua!Semangat menginspirasi!โ€
In shaa AllahBerlomba2 Menebar kebaikan Like & Share Jadi Inspirasi untuk sahabat2 kita yang Lain.

15/04/2017
14/04/2017

*MENGHAFAL CEPAT BERMENTAL BAJA*

Kisah yang dikutip dari Sekolah Qur'an Indonesia

Pagi itu dibalkon yang berluaskan 20 x 8 meter aku duduk dikursi paling depan berujung yang dengannya hamparan bukit khas SQI samping kolam renang dan tertatap gunung yang menjulang, gemerlipan lampu - lampu yang terdampar sejauh mata memandang.

Duduklah didepanku santriwati yang hanya dibatasi 1 meja dengan memulai setorannya, iya pesantren kami 1 bulan ini mengadakan program akselerasi menghafal Qur'an 30 juz.
Dan mulailah setoran yang ia lantunkan dari surat Al A'raf, seusai ia menyetorkan ada panggilan ciri khas 2 anak dibelakangku

_"Ustadzahh.. ustadzah hajar."_ panggilnya

_"Labaiik.. ."_ Jawabku.

_"Ustadzah, ustadzah waktu romadhon ada murokkaz (karantina qur'an) lagi gak?."_ Tanyanya.

_"Insyaa Allah ada, kenapa emang la?"._ Tanyaku.

_"Aku mau ngejar hafalan us, ntar yang lain pada maen aku mo i'tikaf disini"_ Serentak keduanya menjawab.

_"Maasya Allah, baarokallohu fikum. Bener yaa?? "_ Sahutku.

_"Iyaa ustadzah, orang aku aja udah mau diselip sama Nurhashifa."_ Rengeknya dengan wajah memelas.

Dengan waktu yang bersamaan diseretlah 3 kursi dari arah depan serong kananku oleh 3 anak yang membawa alqur'an, arah kelompok halaqohku _ngetime_ kesehariannya khas Huffazh Camp (nama program yang kami adakan ini)

Dengan wajah - wajah mereka yang lucu dan khawatir gabunglah mereka cerita padaku setelah mendengar percakapan kami selang beberapa menit lalu dengan bergantian nada yang sama berceletuk

_"Iyaa ustadzaah.. masa tadi pagi nurhashifa baru hal 124 season ini tiba - tiba udah halamn 154 aja us."_ Ocehnya.

_"Bukan manusia kali us."_ Timpal teman yang duduk disampingnya.

_"Masa aku juga mau dibalap us???."_ sentak teman sebelahnya lagi.
_"Ustadzah dia bentar lagi juz 9 lhoo uuss...."_

Siapakah Nurhashifa??
Ya, dia anak pindahan dari ambon, walu jauh dari rumah anak ini semangatnya luar biasa

Ku sunggingkan senyuman, dan bertutur dalam hati ( _Alhamdulillah nak.. hati kalian berbalut semangat dimana irinya iri dalam hal kebaikan, berlomba - lomba dalam kebaikan dan tak rela jika ia didahului oleh kebaikan temannya, maasya Allah_ ) dan lalu tarik nafas dan bertutur

_"Nak.. Sholeeehaah.. Haafidzhoh... kalau nurhashifa aja bisa start dari nol masuk SQI dibulan februari sudah dapat 8 juz sampai pertengahan Huffazh Camp ini pastilah kalianpun juga tak beda dengannya, makan dengan makanan sama, dan minum dengan minuman yang sama, yang membedakan hanyalah kesungguhan dari usaha kalian dan menjadi pemberat dari segala sesuatunya."_

Seketika wajah mereka menunduk antara cemas dan tenang dari paparanku dan berkata

_"tapi dia tuh cepet kalau ngafal ustadzaah walaupun yang disetorin dikit - dikit tapi lancar"_ Tuturnya.

_"Iyaa us, kita bisa sih tapi mungkin harus kemana - mana setoran tanpa henti."_

_"Encerrr bangeet us."_ celetuknya.

_"Apanya??."_ Tanyaku.

_"Otaknya."_ Jawab Anak - anak.

Tak lama kemudian, aku menyuruh mereka untuk piket

_"Kholash yaa thoolibat al furshoh qod intahat wal an amilah shobah (sudah ya anak - anak waktunya dah abis ayo sekarang piket)."_ Tegurku.

Setelah selesai MCK waktu season pertamapun dimulai dan mandi kadang saking dinginnya anak - anak mandi sore sambil renang

Kita membuat lingkaran seperti biasa dan suara seberang melengking dengan candaannya yang keras dan ketawa _"Nuuur... Haa... jangaaan setoraaan lagiii yaaaa... ntar kalo nur hashifa nyampe juz 8 bilang ke aku nanti kita barengaan ajaa.. terus gak bakal setor deh."_ dengan muka candanya

Nurhashifa yang terlihat ditangga kejauhan samping villa, yang terhias rumput - rumput, ayunan dan jungkitan disekitarnya.
Hanya menyimpulkan sesungging senyuman dan melanjutkan hafalannya

Cara anak - anaak dalam mengekspresikan kegelisahan dalam diri mereka ketika melihat temannya berhasil memang unik, bercanda dengannya, namun bersahabat.

Namun disaat anggapan teman - teman bercanda saking gregetannya liat nurhashifa semangat dari bangun jam 02.00 pagi, tidur jam 11.00 malam dan selalu menyempatkan setoran walau bukan waktu setoran mereka banyak yang keceplosan dengan candanya

_"Shifaaa jangan balap aku ya."_

_"Shifaa jangan setoran muluuuu, jadi pengen nih."_

Suasana yang tak terdugapun akhirnya datang

Tak lama kemudian ada 4 anak yang mengabarkan kalau Shifa menangis.

Tersentak kita para ustadzaat dan teman - temannyapun dengan tangisannya.

Ada apa gerangan?? Shifa menangis?? Sosok yang dikenal tegar dan tegas dari ambon itu yang tak kenal putus asa dan tidak peduli apa yang dibicarakan orang lain menangis?? Anak - anakpun terkejut dan meninggalkn halaqoh untuk menengok shifa, pertanyaan - pertanyaan menghujaninya

_"Shifaa.. Shifaa kenapa?? Gara - gara aku ya??."_ celetuk salah seorang anak darinya

_"aku ya shifa?? Aku ya?? Aku ya??."_ dengan pertanyaan yang silih berganti.

Iya hanya menggeleng, diajaklah nurhashifa ke kamar ustadzha dengan ustadzah pembimbingnya yang kata beliau memang menangis efek candaan teman - temannya namun tak membuat semangatnya pupus dan teman - temannya pun meminta maaf karena tanpa sengaja candaan mereka telah menyentuh hati shifa.

Tak hanya nurhashifa, Bilqis pun pindah ke SQI (Sekolah Quran Indonesia ) dengan bekal 9 juz kemuadian tak lama ikut huffazh camp 2x kini _biidznillah_ sudah 25 juz dan tinggal hitungan hari khatam. Begitu pun Khadijah yang insya Allah _biidznillah_ khatam dihuffazh camp ini. Tak sedikit p**a anak - anak yang mempunyai kemampuan dan cepat menghafal, namun kita harus menyadari bahwa kepala satu dan dua itu berbeda.

Dengan kesungguhan dan rasa penasaran anak - anak yang memuncak inilah tanda mereka benar - benar menginginkan apa yang mereka capai yaitu HAFIZHOH.

Tak sedikit dari mereka bertanya - tanya apa tips shifa menghafal?

_"ustadzah lagi gak fokus."_

_"ustadzah ngantuuk."_

_"ustadzah ayatnya suuusah."_

_"Ustadzah udah ana coba lho dari yang mengulang, membaca, dimotivasiin, baca artiannya tapi tetep aja gak hafal - hafal us.. kenapa ya."_

_"Ustadzaah tolong bangunin aku jam 2 yaa.... nanti kalo jam 2 dibangunin aku masih punya cadangan jam 3, 4, 5..."_

_"Apa ya us kira - kira rahasia bisa menghafal qur'an dalam waktu cepat dan mutqin??."_

Menurut mereka pencapaian 1 hari 5, 7 halaman itu sedikit dan ingin terus tambah dan bertambah dengannya mereka mengeluhkan ini itu, padahal bagiku seumuran mereka sungguh luar biasa dan bahkan dari mereka tidak sedikit yang begadang mendapatkan 10 halaman perharinya, untuk istiqomah tiap harinya 5 halaman itu sudah _maasya Allah_ disaat para remaja diluar bermain gadget, mereka asyik ria bergelut dengan Al Qur'an.

Banyak yang telah kusampaikan pada mereka kisah - kisah pembakar semangat seperti Musa, Fajar, Imam Syafi'i, Para Asatidz kibar, Perjuangan masa muda dulu.

Terkadang anak - anak pengen mendengar kisah dan motivasi dari real penglihatannya dan tidak terulang - ulang lagi ketika berkisah dari apa yang sudah disampaikan.

Laluu..
Ku putar memory dan ku ingat pernah kudengarkan percakapan antara abinya Shifa Dan Shifa,
dan kuceritakan pada mereka yang sedang menunggu apa yang ingin aku katakan.

_"Ustadzah waktu itu dengar pembicaraannya apa yang membuat manusia itu cepat menghafal Qur'an, nah kan shifa cerita tuh ke abinya."_

_"Abi.. Aku gak s**a dengan (.....) ."_ keluhnya.

Bahkan sebelum melanjutkanpun Sang Abi memtong ceritanya dan berkata

*_"Nak, dengar abi ya...menghafal qur'an itu harus ikhlash, gak boleh kakak hatinya gak s**a ini gak s**a itu, kakak itu nghafal quran hatinya harus bersih, jangan ada perasaan ini, itu jangaan!! Supaya ilmu qurannya masuknya mudah, hafalannya masuknya mudah. Orang menghafal Qur'an itu hati harus bersih dari perasaan buruk supaya Ilmu Qur'annya bisa masuk ke hati itu juga bersih. Kita susah menghafal karena hati kita punya perasaan ini dengan ini, gak s**a ini gak s**a itu gak boleh ya nak ya, harus ikhlash ya nak."_ Nasehat beliau._*

_"Nah.. gitu naak.., maasya Allah ya, padahal cuma sepele lho tapi pengaruhnya sangat besar."_ sahutku pada mereka yang antusias mendengarkan.

Semangat mereka benar - benar menyemburat tinggi kendati mereka banyak keluhan ketika menghafal karena rasa keinginan mereka yang tinggi untuk *hafidzoh* cepat dan *dhobit mutqin*

Senja itu menemani kami yang lagi fun time, ada yang lagi bad minton, renang, makan, ngobrol, menikmati hembusan angin di tengah hamparan bukti SQI , kami para ustadzah hanya memantau tiba - tiba datang beberapa anak yang _ghirohnya_ tinggi ingim setoran hafalan disaat fun time

_"Us.. mo setor ya, 1 halaman...."_

_"Aku habis hafshah yaa.. "_ sahut aisyah yang muncul dari pintu balkon.

_"aku habis aisyah."_ rebut khadijah, bilqis, dea dan beberapa anak halaqoh lainnya.

Dipertengahan setoran ku tersentak pada salah satu anak yang biasanya setornya menghabiskan setengah jam dapat setengah halaman kini selang 2 menit dia setor 3 baris lancar, kemudian hafalan lagi seusai 3 menit setoran 4 baris lagi, _lancar_ begitu seterusnya lalu Ku tanya apa yang membuatnya berubah drastis itu?

_"Maasya Allah.. waah dah dapet triknya nih biar hapal cepet dan mutqin?? Gimana hafshah?."_ tanyaku.

_"Jadi gini us, tadi aku nanya ma shifa trus kata shifa baca per 5 kata ayat yang mo dihafal itu dibaca ulang - ulang sampai hafal, trus ditambah 5 kata setelahnya lalu diulang dari awal."_ tuturnya.

_"Maasya Allah... badokallohu fiik."_ Tanggapku

*Tak hanya itu anak - anak lainnya yang tak jarang setoranpun lambat laun dengan rasa cinta dan hati yang bersih mereka sudah bisa menaklukkan Al Qur'an.Dengan iming - iming mahkota syurga kini bukan lagi keluhan tidak fokus, tidak bisa, susah namun yang sekarang dibenak mereka "PASTI BISA, FOKUS, MUDAH". Tak ada lagi keluhan, tak ada lagi rengekan, lantunan takbir membahana terlantun setiap dari 1 anak selepas setoran hafalan.*

Tak menjadi penghalang bagi penghafal Al Quran siapa, bagaimana, dimana, kapan, usia, tua, muda, namun hanya siapa yang *bertekad* niat lillaahi ta'ala dan sungguh - sungguhlah yang dapat mencapainya.

Bahkan usaha dan kesungguhan mereka telah menembus batas, saat fun time mereka setor, saat tidur mereka berusaha mengulang - ulang dan memahami ayat - ayatNya

Terkadang ketika anak - anak melihat teman sebaya berjuang mati - matian untuk khatam 30 hari dengan setoran lancar, bersaingnyapun bukan main, perjuangannya itu lho *_limited edition_*

Merekalah
*LIMITED EDITION*

Yaa limited edition dalam menggeluti dunia Penghafal Al Qur'an

_Disaat para remaja sibuk dengan lantunan lagu - lagu trend dan ngehitsnya.._
_Mereka sibuk melantunkan ayat - ayat suci Al Qur'an._

_Disaat para remaja berkeliling ria nongkrong dimall_
_Mereka nongkrong dipondok tercinta untuk bergelut dengan Kitab Nya._

_Disaat para remaja shopping mengukir kenangan bersama sang doi_
_Mereka sibuk mengukir mahkota Syurga untuk sang bunda_

_Disaat para remaja ngegosip sana sini mereka ruak cerita- cerita dalam Al Qur'an_

_Disaat para umuran mereka begadang nonton korea._
_Mereka rela begadang dan bangun jam 02.00 tuk nghafal ayat suciNya._

*_Maasyaa Allah_*

Masih mau nonton??
Masih mau nyanyi lagu - lagu??
Masih rela anaknya dirumah gak belajar Al Qur'an???

Gak akan kelaparan jika kamu masuk karantina Qur'an..
Mau anakmu bermental baja?
Mau anakmu sesabar siti hajar??
Mau anak hafizh qur'an??

Gimana mau pengen anaknya jadi ini itu, kalau ibu bapaknya belum bermental kuat, kudu bermental kuat dulu d**g.
harus yakin.. yakin... dan yakin..
Percaya.. percaya..
Ikhlash.. ikhlas.. ikhlas..
insyaa Allah, Allah sendiri yang langsung bimbing anak - anakmu .

Gak akan terlantar anak - anakmu masuk pesantren, gak usah khawatir tentang ilmunya, gak usah khawatir tentang kesehatannya
Kalau meninggal, meninggalnya bakal syahid _insya Allah_ kalau memenuhi syarat, kalau meninggalnya pas hafidzah khataman, bakal langsung ketemu sama mahkota yang ia ukir selama ini buat ngasih ke antum para ortu nunggu antrian nanti ngasih syafa'at ke antum para ortu. Ingatt Syafa'att!!

*Ingat!!! Anak - anak itu berjuang, mereka mengeluh?? Penasaran?? Gagal?? Gak fokus?? Yaaa itu lho yang disayang sama Allah*

Mereka tahu gimana jatuh bangun, mereka tahu gimana merangkak, mereka tahu gimana susahnya nyari duit.

Disiplin?? Iyaa mereka tahu bangett kendati mereka belom bisa lawan emosinya tapi jadikan pembentukan karakternya dengan kesabaran dan prosesnya??

ุฃู†ุง ุฃุฑูŠุฏ ูˆ ุฃู†ุช ุชุฑูŠุฏ ูˆุงู„ู„ู‡ ูŠูุนู„ ู…ุง ูŠุฑูŠุฏ

_Aku mau ini kamu mau itu dan Allahlah yang menghendaki sesuatu"._
Imam asy-Syafiโ€™i rahimahullah bersenandung:

ุดูŽูƒูŽูˆู’ุชู ุฅูู„ูŽู‰ ูˆูŽูƒููŠู’ุนู ุณููˆู’ุกูŽ ุญููู’ุธููŠู’ ููŽุฃูŽุฑู’ุดูŽุฏูŽู†ููŠู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุชูŽุฑู’ูƒู ุงู„ู’ู…ูŽุนูŽุงุตููŠู’
ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงุนู’ู„ูŽู€ู…ู’ ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู€ู…ูŽ ู†ููˆู’ุฑูŒ ูˆูŽู†ููˆู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู€ู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ุชูŽุงู‡ู ุนูŽุงุตููŠู’


Aku mengeluh kepada Wakiโ€™ akan buruknya hafalanku

Lalu ia membimbingku untuk meninggalkan kemaksiatan

Ia berkata: โ€œketahuilah bahwasanya ilmu itu cahaya,

dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang durhakaโ€.

_Wallaahu a'alam_

Megamendung, 07 April 2017
Sekolah Qur'an Indonesia

Ihda Hajarul Mufidah (Ustdzh SQI)

Address

Gading, Kuripan
Purwodadi

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ahlul Qur'an Ahlullah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Ahlul Qur'an Ahlullah:

Shortcuts

Share

Category