30/08/2014
Budayakan membaca!: "Pacaran Dalam Timbangan Islam"
Gimana sich sebenernya pacaran itu,
enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ?
Apa bener pacaran itu harus kita
lakukan kalo mo nyari pasangan hidup
kita ? Apa memang bener ada pacaran
yang Islami itu, dan bagaimana kita
menyikapi hal itu?
Memiliki Rasa Cinta Adalah Fitrah
Ketika hati udah terkena panah
asmara, terjangkit virus cinta,
akibatnya...... dahsyat man...... yang
diinget cuma si dia, pengen selalu
berdua, akan makan inget si dia,
waktu tidur mimpi si dia. Bahkan
orang yang lagi fall in love itu rela
ngorbanin apa aja demi cinta, rela
ngelakuin apa aja demi cinta, semua
dilakukan agar si dia tambah cinta.
Sampe' akhirnya....... pacaran yuk.
Cinta pun tambah terpupuk, hati
penuh dengan bunga. Yang gawat
lagi, karena pengen bukti'in cinta,
bisa buat perut buncit (hamil).
Karena cinta diputusin bisa minum
baygon. Karena cinta ditolak ....
dukun pun ikut bertindak.
Sebenarnya manusia secara fitrah
diberi potensi kehidupan yang sama,
dimana potensi itu yang kemudian
selalu mendorong manusia melakukan
kegiatan dan menuntut pemuasan.
Potensi ini sendiri bisa kita kenal
dalam dua bentuk. Pertama, yang
menuntut adanya pemenuhan yang
sifatnya pasti, kalo ngga' terpenuhi
manusia bakalan binasa. Inilah yang
disebut kebutuhan jasmani (haajatul
'udwiyah), seperti kebutuhan makan,
minum, tidur, bernafas, buang hajat
de el el. Kedua, yang menuntut
adanya pemenuhan aja, tapi kalo'
kagak terpenuhi manusia ngga'
bakalan mati, cuman bakal gelisah
(ngga' tenang) sampe' terpenuhinya
tuntutan tersebut, yang disebut
naluri atau keinginan (gharizah).
Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3
macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa' (naluri untuk
mempertahankan diri) misalnya rasa
takut, cinta harta, cinta pada
kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk
mensucikan sesuatu/ naluri
beragama) yaitu kecenderungan
manusia untuk melakukan
penyembahan/ beragama kepada
sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk
mengembangkan dan melestarikan
jenisnya) manivestasinya bisa berupa
rasa sayang kita kepada ibu, temen,
sodara, kebutuhan untuk disayangi
dan menyayangi kepada lawan jenis.
Pacaran dalam perspektif islam
In fact, pacaran merupakan wadah
antara dua insan yang kasmaran,
dimana sering cubit-cubitan,
pandang-pandangan, pegang-
pegangan, raba-rabaan sampai
pergaulan ilegal (seks). Islam sudah
jelas menyatakan: "Dan janganlah
kamu mendekati zina; sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang
keji dan suatu jalan yang buruk." (Q.
S. Al Isra' : 32)
Seringkali sewaktu lagi pacaran
banyak aktivitas laen yang hukumnya
wajib maupun sunnah jadi
terlupakan. Sampe-sampe sewaktu
sholat sempat teringat si do'i.
Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat
banget dengan zina.
So....kesimp**annya PACARAN ITU
HARAM HUKUMNYA, and kagak ada
legitimasi Islam buatnya, adapun
beribu atau berjuta alasan tetep aja
pacaran itu haram.
Adapun resep nabi yang diriwayatkan
oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai
generasi muda, barang siapa di
antara kalian telah mampu seta
berkeinginan menikah. Karena
sesungguhnya pernikahan itu dapat
menundukkan pandangan mata dan
memelihara kemaluan. Dan barang
siapa diantara kalian belum mampu,
maka hendaklah berpuasa, karena
puasa itu dapat menjadi penghalang
untuk melawan gejolak nafsu." (HR.
Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan
Tirmidzi).
Jangan s**a mojok atau berduaan
ditempat yang sepi, karena yang
ketiga adalah syaiton. Seperti sabda
nabi: "Janganlah seorang laki-laki
dan wanita berkhalwat (berduaan di
tempat sepi), sebab syaiton
menemaninya, janganlah salah
seorang dari kalian berkhalwat
dengan wanita, kecuali disertai
dengan mahramnya." (HR. Imam
Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa
untuk menutup aurotnya agar tidak
merangsang para lelaki. Katakanlah
kepada wanita yang beriman:
"Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara
kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali
yang (biasa) nampak daripadanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan
kain kudung ke dadanya, dan
janganlah menampakkan
perhiasannya." (Q. S. An Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah kita
benar-benar memejakamkan mata
dan memelihara kemaluan, atau
benar-benar Allah akan menutup
rapat matamu." (HR. Thabrani).
Yang perlu di ingat bahwa jodoh
merupakan QADLA' (ketentuan) Allah,
dimana manusia ngga' punya andil
nentuin sama sekali, manusia cuman
dapat berusaha mencari jodoh yang
baik menurut Islam. Tercantum dalam
Al Qur'an: "Wanita-wanita yang keji
adalah untuk laki-laki yang keji, dan
laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (p**a), dan
wanita-wanita yang baik adalah
untuk laki-laki yang baik, dan laki-
laki yang baik adalah untuk wanita-
wanita yang baik (p**a). Mereka
(yang dituduh) itu bersih dari apa
yang dituduhkan oleh mereka (yang
menuduh itu). Bagi mereka ampunan
dan rezki yang mulia (surga)."
Wallahu A'lam bish-Showab
Selamat malam minggu. :)