Sekolah Salsabila Purwakarta Toddler TK SD SMP Pesantren

Sekolah Salsabila Purwakarta Toddler TK SD SMP Pesantren Sekolah yang memakai kurikulum individu, menggabungkan anak tipikal dengan anak spesial, mendidik sesuai tahap perkembangan.

Parent Teacher Conference
15/07/2023

Parent Teacher Conference

Rapat Kerja Yayasan
07/12/2022

Rapat Kerja Yayasan

SHOLAWATAN DULU GAES
14/03/2021

SHOLAWATAN DULU GAES

Nitip di sini
14/03/2021

Nitip di sini

Cooking Session
14/03/2021

Cooking Session

14/03/2021

Untuk pemula mah sudah emejing, berani tampil dengan tenang...
Icil dan via pada Muhadloroh perdana

14/03/2021

Seru seruan bersikap adil dan empati
Suatu saat nanti kalian akan merindukan keseruan ini ...

14/03/2021

Rajaban dulu

Sentra Cooking
28/02/2021

Sentra Cooking

Ternyata, kunci kesuksesan Bukan Nilai Raport, Tapi... _______✅ Ada 3 hal ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap Ke...
04/02/2021

Ternyata, kunci kesuksesan Bukan Nilai Raport, Tapi...
_______

✅ Ada 3 hal ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap Kesuksesan yaitu :

1. NEM
2. IPK
3. Rangking

✅ Saya mengarungi Pendidikan selama 22 Tahun :

1 Tahun TK
6 Tahun SD
6 Tahun SMP-SMA
4 Tahun S1
5 Tahun S2 & S3

✅ Kemudian Saya mengajar selama 15 Tahun di Universitas di 3 Negara Maju :

1. AS
2. Korsel
3. Australia
4. Dan juga di Tanah Air.

✅ Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ke-3 konsep di atas terhadap kesuksesan.

Ternyata sinyalemen Saya ini di dukung oleh Riset yang di lakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 Millioner di US

☑️ Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan rangking) hanya lah faktor sukses urutan ke-30

☑️ Sementara faktor IQ pada urutan ke-21

☑️ Dan bersekolah di Universitas/Sekolah Favorit di urutan ke-23.

Jadi Saya ingin mengatakan secara sederhana :

"Anak Anda Nilai Raportnya rendah Tidak masalah"

NEM Anak Anda tidak begitu besar?
Paling banter akibatnya tidak bisa masuk Sekolah Favorit.
Menurut hasil Riset, tidak terlalu pengaruh terhadap kesuksesan

Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan Seseorang itu?

✅ Menurut Riset Stanley berikut ini adalah 10 faktor teratas yang akan mempengaruhi KESUKSESAN :

1. Kejujuran (Being honest with all People)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with People)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang di kerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong Leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/Personality)
9. Hidup teratur (Being very well-Organized)
10. Kemampuan menjual Ide (Having an ability to sell my Ideas/Products)
Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.

Dalam Kurikulum semua ini kita kategorikan dengan :

Softskill.

Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan Ekstra-Kurikuler.
10 faktor di atas ada di dalam Pendidikan Pramuka

Membentuk karakter adalah kebutuhan utama
Mengejar kecerdasan Akademik semata hanya akan menjerumuskan diri.

Bangsa Indonesia bukan tidak butuh orang yg pinter karena bangsa Indonesia sudah banyak orang-orang pinter namun bangsa Indonesia membutuhkan orang-orang yang punya Karakter beradab sopan santun dan ber akhlak mulia
Semoga Indonesia Bertambah Maju.

By: NM
____
Terjemahan Foto :

Orang-orang Barat Tidaklah Jenius.
Dan kita bukan orang-orang Bodoh

Bedanya, mereka mendukung orang yang gagal sampai ia sukses.
Adapun kita memerangi orang sukses sampai ia gagal.

Dr. Ahmad Zuwail, Peraih Nobel bidang Ilmu Pengetahuan dari Mesir.
___
Program Sarjana PGSD Terakreditasi
WA.ME/6281317002011

Baru Saja Terungkap, Ternyata Konsep Pendidikan Karakter tentang "Pintar ada Waktunya" Sejalan dengan Fatwa Syeikh Utsai...
29/01/2021

Baru Saja Terungkap, Ternyata Konsep Pendidikan Karakter tentang "Pintar ada Waktunya" Sejalan dengan Fatwa Syeikh Utsaimin. Emak emak.. Wajib Baca.
_____

Berikut ini Konsep Pendidikan Karakter untuk anak usia dini yang pernah dilontarkan Bu Elly Risman. Yang kemudian di Komunitas tertentu konsep ini menjadi pro kontra.
Malah dituduh sebagai konsep Barat, Liberal, bukan dari islam, dll
Ini Bunyinya :

PINTAR ADA WAKTUNYA

Banyak orangtua yang terobsesi sejak kecil agar anaknya pintar sehingga cenderung memaksa anaknya. Mah, PINTAR ITU ADA WAKTUNYA, anak usia dini itu yang lebih dahulu berkembang adalah PUSAT PERASAANYA. Jadi yang dibutuhkan anak adalah BAHAGIA, bukan jadi PINTAR , karena PINTAR AKAN ADA WAKTUNYA.

Ternyata apa yang disampaikan Bu Elly Risman senada dengan Apa yang difatwakan Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin.

Berikut Suatu nasehat yang bagus dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin:

فإن الصغير مجبول على اللعب والتسلي، وليس مكلفاً بشيء من العبادات حتى نقول: إن وقته يضيع عليه لهواً وعبثاً

Sesungguhnya anak-anak itu tertanam dalam dirinya untuk senang pada permainan dan hiburan. Ia belum dibebani untuk beribadah. Sehingga tidak layak kita mengatakan: "Nak, waktumu tersia-siakan untuk senda gurau dan permainan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
(Majmu'ah As-ilah tahummul Usrah Muslimah, hal. 136).

Dari penjelasan beliau, Kang Aswad dalam tulisannya memberikan beberapa faidah:

✅ Jangan menyikapi anak-anak seperti menyikapi orang dewasa.

✅ Dunia anak adalah DUNIA BERMAIN , jangan melarang anak untuk bermain secara total. Karena itu sudah menjadi NALURI MEREKA. Maka hendaknya izinkan mereka bermain, dengan MEMBERIKAN BATASAN-BATASAN.
(Daam Istilah pendidikan Karakter, PIJAKAN)

✅ Anak-anak yang menggunakan waktunya untuk bermain dan bersenda gurau, tidak dikatakan telah menyia-nyiakan waktunya. Karena itulah aktivitas yang layak dilakukan anak-anak.

✅ Walaupun demikian, waktu bermain anak tetap harus proporsional. Jangan sampai berlebihan sehingga terluputkan perkara-perkara yang penting bagi mereka, di antaranya: belajar agama.

✅ Melarang main secara total, itu keliru. Membebaskan anak untuk bermain tanpa batasan, juga keliru. Yang tepat adalah bersikap pertengahan, membolehkan bermain namun dengan batasan-batasan.

✅ Bermain bagi anak-anak itu perkara mubah. Jika ada anak yang senang dan gembira dengan aktivitas belajar dan melakukan ketaatan, itu lebih baik lagi.
Wallahu a'lam.


Mak, Tau nggak?
Anak Usia Dini yang terlalu DIGEBER belajar dan beribadah layak nya orang dewasa, Dia akan cepat Layu Di Masa Produktif. Ini buktinya :

James William Sidis, IQ Mencapai 260. MELEBIHI EINSTEIN DAN ISAAC NEWTON.

Digeber sejak usia dini untuk menguasai berbagai macam disiplin ilmu.
Tapi Kecerdasannya tanpa dibarengi kemampuan mengelola diri sehingga tak cukup untuk membuatnya bahagia. Ia kemudian melarikan diri dari lingkungan yang mengelu-elukannya.
Ia Memutuskan Menjadi Tukang Cuci Piring Di usia 23 Tahun di sebuah restoran karena kecerdasannya tak bisa membuatnya bahagia.
Kecerdasannya dipacu, bakatnya diasah, tetapi lupa pada jiwa.
Emak ingat ya..
Anak Usia dini jangan dipaksa pintar, Mengalir saja. Mereka Hanya Butuh Bahagia
____

Address

Jalan Ipik Gandamanah No. 299 Ciseureuh Purwakarta
Purwakarta
41118

Telephone

+6289611345954

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sekolah Salsabila Purwakarta Toddler TK SD SMP Pesantren posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category