29/01/2021
Baru Saja Terungkap, Ternyata Konsep Pendidikan Karakter tentang "Pintar ada Waktunya" Sejalan dengan Fatwa Syeikh Utsaimin. Emak emak.. Wajib Baca.
_____
Berikut ini Konsep Pendidikan Karakter untuk anak usia dini yang pernah dilontarkan Bu Elly Risman. Yang kemudian di Komunitas tertentu konsep ini menjadi pro kontra.
Malah dituduh sebagai konsep Barat, Liberal, bukan dari islam, dll
Ini Bunyinya :
PINTAR ADA WAKTUNYA
Banyak orangtua yang terobsesi sejak kecil agar anaknya pintar sehingga cenderung memaksa anaknya. Mah, PINTAR ITU ADA WAKTUNYA, anak usia dini itu yang lebih dahulu berkembang adalah PUSAT PERASAANYA. Jadi yang dibutuhkan anak adalah BAHAGIA, bukan jadi PINTAR , karena PINTAR AKAN ADA WAKTUNYA.
Ternyata apa yang disampaikan Bu Elly Risman senada dengan Apa yang difatwakan Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin.
Berikut Suatu nasehat yang bagus dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin:
فإن الصغير مجبول على اللعب والتسلي، وليس مكلفاً بشيء من العبادات حتى نقول: إن وقته يضيع عليه لهواً وعبثاً
Sesungguhnya anak-anak itu tertanam dalam dirinya untuk senang pada permainan dan hiburan. Ia belum dibebani untuk beribadah. Sehingga tidak layak kita mengatakan: "Nak, waktumu tersia-siakan untuk senda gurau dan permainan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
(Majmu'ah As-ilah tahummul Usrah Muslimah, hal. 136).
Dari penjelasan beliau, Kang Aswad dalam tulisannya memberikan beberapa faidah:
✅ Jangan menyikapi anak-anak seperti menyikapi orang dewasa.
✅ Dunia anak adalah DUNIA BERMAIN , jangan melarang anak untuk bermain secara total. Karena itu sudah menjadi NALURI MEREKA. Maka hendaknya izinkan mereka bermain, dengan MEMBERIKAN BATASAN-BATASAN.
(Daam Istilah pendidikan Karakter, PIJAKAN)
✅ Anak-anak yang menggunakan waktunya untuk bermain dan bersenda gurau, tidak dikatakan telah menyia-nyiakan waktunya. Karena itulah aktivitas yang layak dilakukan anak-anak.
✅ Walaupun demikian, waktu bermain anak tetap harus proporsional. Jangan sampai berlebihan sehingga terluputkan perkara-perkara yang penting bagi mereka, di antaranya: belajar agama.
✅ Melarang main secara total, itu keliru. Membebaskan anak untuk bermain tanpa batasan, juga keliru. Yang tepat adalah bersikap pertengahan, membolehkan bermain namun dengan batasan-batasan.
✅ Bermain bagi anak-anak itu perkara mubah. Jika ada anak yang senang dan gembira dengan aktivitas belajar dan melakukan ketaatan, itu lebih baik lagi.
Wallahu a'lam.
Mak, Tau nggak?
Anak Usia Dini yang terlalu DIGEBER belajar dan beribadah layak nya orang dewasa, Dia akan cepat Layu Di Masa Produktif. Ini buktinya :
James William Sidis, IQ Mencapai 260. MELEBIHI EINSTEIN DAN ISAAC NEWTON.
Digeber sejak usia dini untuk menguasai berbagai macam disiplin ilmu.
Tapi Kecerdasannya tanpa dibarengi kemampuan mengelola diri sehingga tak cukup untuk membuatnya bahagia. Ia kemudian melarikan diri dari lingkungan yang mengelu-elukannya.
Ia Memutuskan Menjadi Tukang Cuci Piring Di usia 23 Tahun di sebuah restoran karena kecerdasannya tak bisa membuatnya bahagia.
Kecerdasannya dipacu, bakatnya diasah, tetapi lupa pada jiwa.
Emak ingat ya..
Anak Usia dini jangan dipaksa pintar, Mengalir saja. Mereka Hanya Butuh Bahagia
____