TENTANG SEKOLAH ALAM PURWAKARTA
Keberadaan Sekolah Alam Purwakarta berawal dari berdirinya Yayasan Rumah Lebah pada tahun 2006 yang pada awalnya bergerak pada program bimbingan belajar yang diperuntukkan bagi siswa kurang mampu tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah, serta mendanai biaya pendidikan beberapa siswa yang kurang mampu dengan dana yang dikelola dari para donatur. Pada tahun 2012,
seiring dengan pertumbuhan yayasan, beberapa siswa dari keluarga mampu tertarik untuk mengikuti program bimbingan belajar yang diadakan, karena itu mulai tahun ini dberlakukan sistem pembayaran bagi siswa yang mampu dan tetap diberlakukan pembebasan pembayaran bagi siswa yang kurang mampu. Sejak awal berdirinya, Rumah Lebah ingin memberikan kebermafaatan yang lebih luas untuk masyarakat. Dengan izin Allah pada tahun 2013 Rumah Lebah dapat mendirikan sekolah dengan konsep alam dengan nama Sekolah Alam Purwakarta. Sekolah Alam Purwakarta bertempat di lokasi baru yang berdekatan dengan Rumah Lebah. Dengan luas 5000 , diharapkan menjadi lingkungan pembelajaran yang ramah anak dan ramah alam dengan program pendidikan taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Sekolah Alam Purwakarta didirikan dengan tujuan untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih dekat dengan alam semesta, yang merupakan tempat belajar yang lebih luas daripada sekedar di ruang kelas. Dengan menghadirkan proses pembelajaran yang memadukan pilar iman, ilmu, dan kepemimpinan, diharapkan terbentuknya karakter anak didik yang cerdas, unggul, dan memiliki keluhuran akhlak. Sekolah Alam Purwakarta bukan hanya menekankan pada tercapainya tujuan akademik (kurikulum Diknas), melainkan juga mengembangkan kurikulum non kademik khas Sekolah Alam Purwakarta. Sekolah Alam Purwakarta bercita-cita p**a untuk membentuk idealisme yang kokoh dalam dunia pendidikan baik bagi siswa, guru, orang tua, maupun masyarakat. Konsep
Sekolah alam adalah model pendidikan yang berusaha mengadaptasi apa yang telah dibuktikan oleh Rasulullah SAW pada masanya ke masa kini dan masa di mana generasi Rabbani kelak menjadi pemimpin di muka bumi. Guru pun belajar dari anak, orang tua juga belajar dari guru dan anak. Anak, guru, dan orang tua menjadikan alam sebagai sumber belajar. Konsep Sekolah Alam Purwakarta (SAP) mengintegrasikan tiga pilar pendidikan yang diyakini menjadi faktor kunci keunggulan umat manusia, yaitu pilar iman, ilmu, dan kepemimpinan. Karena itu kurikulum SAP tidak hamnya menekankan pada tercapainya tujuan akademik (kurikulum Diknas), melainkan juga mengembangkan kurikulum non akademik khas SAP.
- Mengacu pada kurikulum nasional (DIKNAS)kemudian dikembangkan sehingga menjadikan alam semesta dan potensi lokal sebagai sumber belajar, media belajar dan ruang kelas.
- Proses pembelajaran menyandarkan pada tiga pilar: iman, ilmu, dan kepemimpinan. Pengembangan akhlak melalui teladan (learning by qudwah) dan dienul islam
Pengembangan ilmu melalui expreriental learning. Pengembangan kepemimpinan dengan outbond dan kewirausahaan.
- Mengedepankan pembentukan karakter sekaligus menaungi pengembangan kognitif dengan menggunakan contextual learning yang fun dan model pembelajaran spider web.