HydroSantri Purwakarta

HydroSantri Purwakarta Suara Pemuda sangat berguna untuk berdirinya suatu Bangsa Paytren adalah Ide & Karya Anak Bangsa ..

JIWA NASIONALIS WAJIB pakai Aplikasi Paytren, Mari kita rebut aset2 asing !!

Bismillah mulai produksi besar2an lagi .AB Mix Premium Grade .1. Sayur2. Khusus Cabe3. Khusus MelonTersedia pekatan :1.5...
28/09/2020

Bismillah mulai produksi besar2an lagi .

AB Mix Premium Grade .
1. Sayur
2. Khusus Cabe
3. Khusus Melon

Tersedia pekatan :
1.5 Liter
1 Liter
2 Liter
5 Liter

Atau bisa juga request tergantung kebutuhan ya 😊

Request dengan kelipatan 500ml / 1/2 Liter .

Dikirim dari
Plered, Purwakarta

Seri Carolina Reaper .Pemupukan Guyurponik .Pencegahan & pengobatan hama Daiya, Wipol & BayclinAgak sedikit ramping habi...
26/09/2020

Seri Carolina Reaper .
Pemupukan Guyurponik .
Pencegahan & pengobatan hama Daiya, Wipol & Bayclin

Agak sedikit ramping habis tak cukurin (prunning)

Satu persatu menunjukan baktinya 😃
Salip terossss juragaan 🤗


Bayam Hijau vs Pakchoy Nauli F1Media Semai Sekam Bakar + CocopeatMenggunakan Tray Semai untuk mempermudah sistem kratky
05/09/2020

Bayam Hijau vs Pakchoy Nauli F1

Media Semai Sekam Bakar + Cocopeat
Menggunakan Tray Semai untuk mempermudah sistem kratky

Miring
05/09/2020

Miring

Rahasia Hidroponik Sederhana
31/08/2020

Rahasia Hidroponik Sederhana

Tips & Trik Sistem Kratky (Tanpa Sumbu)

"KISAH SAHABAT RASULULLAH ABU DUJANAH & POHON KURMA TETANGGA YANG MENJUNTAI KE HALAMAN RUMAHNYA"Pada masa Rasulullah sha...
18/08/2020

"KISAH SAHABAT RASULULLAH ABU DUJANAH & POHON KURMA TETANGGA YANG MENJUNTAI KE HALAMAN RUMAHNYA"

Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, terdapat seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru p**ang tanpa menunggu pembacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah selesai.

Ada satu kesempatan, Rasulullah mencoba meminta klarifikasi pada pria tersebut.
“Hai, apakah kamu ini tidak punya permintaan yang perlu kamu sampaikan pada Allah sehingga kamu tidak pernah menungguku selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru p**ang begitu? Ada apa?” tanya Nabi.

Abu Dujanah menjawab, “Anu Rasulullah, kami punya satu alasan.”

“Apa alasanmu? Coba kamu utarakan!” perintah Baginda Nabi.

“Begini,” kata Abu Dujanah memulai menguraikan jawabannya. “Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Nah, di atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat satu pohon kurma menjulang, dahannya menjuntai ke rumah kami. Setiap kali ada angin bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku tersebut saling berjatuhan, mendarat di rumah kami.”

“Ya Rasul, kami keluarga orang yang tak berpunya. Anakku sering kelaparan, kurang makan. Saat anak-anak kami bangun, apa pun yang didapat, mereka makan. Oleh karena itu, setelah selesai shalat, kami bergegas segera p**ang sebelum anak-anak kami tersebut terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga kami tersebut yang berceceran di rumah, lalu kami haturkan kepada pemiliknya.

Satu saat, kami agak terlambat p**ang. Ada anakku yang sudah terlanjur makan kurma hasil temuan. Mata kepala saya sendiri menyaksikan, tampak ia sedang mengunyah kurma basah di dalam mulutnya. Ia habis memungut kurma yang telah jatuh di rumah kami semalam.”

Mengetahui itu, lalu jari-jari tangan kami masukkan ke mulut anakku itu. Kami keluarkan apa pun yang ada di sana. Kami katakan, ‘Nak, janganlah kau permalukan ayahmu ini di akhirat kelak.’ Anakku menangis, kedua pasang kelopak matanya mengalirkan air karena sangat kelaparan.

Wahai Baginda Nabi, kami katakan kembali kepada anakku itu, ‘Hingga nyawamu lepas pun, aku tidak akan rela meninggalkan harta haram dalam perutmu. Seluruh isi perut yang haram itu, akan aku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada pemiliknya yang berhak’.”

Pandangan mata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sontak berkaca-kaca, lalu butiran air mata mulianya berderai begitu deras.

Baginda Rasulullah Muhammad shallahu alaihi wa sallam mencoba mencari tahu siapa sebenarnya pemilik pohon kurma yang dimaksud Abu Dujanah dalam kisah yang ia sampaikan di atas. Abu Dujanah pun kemudian menjelaskan, pohon kurma tersebut adalah milik seorang laki-laki munafik.

Tanpa basa-basi, Baginda Nabi mengundang pemilik pohon kurma. Rasul lalu mengatakan, “Bisakah tidak jika aku minta kamu menjual pohon kurma yang kamu miliki itu? Aku akan membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri. Pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru. Disirami dengan emas merah, tangkainya dari mutiara putih. Di situ tersedia bidadari yang cantik jelita sesuai dengan hitungan buah kurma yang ada.” Begitu tawar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Pria yang dikenal sebagai orang munafik ini lantas menjawab dengan tegas, “Saya tak pernah berdagang dengan memakai sistem jatuh tempo. Saya tidak mau menjual apa pun kecuali dengan uang kontan dan tidak pakai janji kapan-kapan.”

Tiba-tiba Abu Bakar as-Shiddiq radliyallahu 'anh datang. Lantas berkata, “Ya sudah, aku beli dengan sepuluh kali lipat dari tumbuhan kurma milik Pak Fulan yang varietasnya tidak ada di kota ini (lebih bagus jenisnya).”

Si munafik berkata kegirangan, “Oke, ya sudah, aku jual.”

Abu Bakar menyahut, “Bagus, aku beli.” Setelah sepakat, Abu Bakar menyerahkan pohon kurma kepada Abu Dujanah seketika.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian bersabda, “Hai Abu Bakar, aku yang menanggung gantinya untukmu.”

Mendengar sabda Nabi ini, Abu Bakar bergembira bukan main. Begitu p**a Abu Dujanah. Sedangkan si munafik berlalu. Ia berjalan mendatangi istrinya. Lalu mengisahkan kisah yang baru saja terjadi. “Aku telah mendapat untung banyak hari ini. Aku dapat sepuluh pohon kurma yang lebih bagus. Padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan rumahku. Aku tetap yang akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikit pun.”

Malamnya, saat si munafik tidur, dan bangun di pagi harinya, tiba-tiba pohon kurma yang ia miliki berpindah posisi, menjadi berdiri di atas tanah milik Abu Dujanah. Dan seolah-olah tak pernah sekalipun tampak pohon tersebut tumbuh di atas tanah si munafik. Tempat asal pohon itu tumbuh, rata dengan tanah. Ia keheranan tiada tara.

Dalam kisah ini, dapat kita ambil pelajaran, betapa hati-hatinya sahabat Rasulullah tersebut dalam menjaga diri dan keuarganya dari makanan harta haram. Sesulit apa pun hidup, seberat apa pun hidup, seseorang tidak boleh memberikan makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya dari barang haram.

Kisah di atas disarikan dari Kitab I’anatuth Thalibin

Foto hanya sebagai Kiasan

Saatnya Panen 😃Masih setia dgn Pakchoy Nauli F1 CPMKeterangan :Sistem Wick (tanpa sumbu)30 HSTPpm 800pH 6.0Media Semai S...
17/08/2020

Saatnya Panen 😃

Masih setia dgn Pakchoy Nauli F1 CPM

Keterangan :
Sistem Wick (tanpa sumbu)
30 HST
Ppm 800
pH 6.0
Media Semai Sekam Bakar
Media Tanam Dijepit Busa Bekas Kasur



Jenis Mutant
17/08/2020

Jenis Mutant

Anggota baru
14/08/2020

Anggota baru

Pembuatan Kolam ke-3Disponsori oleh Karman The Jawara 😁
13/08/2020

Pembuatan Kolam ke-3

Disponsori oleh Karman The Jawara 😁

Address

Jalan Warungkandang Kp. Sukasirna Rt. 10/03 Desa Sindangsari Kec. Plered/Purwakarta
Purwakarta
41162

Telephone

+6285943077474

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HydroSantri Purwakarta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to HydroSantri Purwakarta:

Shortcuts

Share

Category