Kumpulan Sejarah Zaman Dulu

Kumpulan Sejarah Zaman Dulu Menceritakan perjuangan dan peninggalan sejarah yang ada di dunia khususnya di indonesia

15/03/2022

Cikal bakal kerajaan sunda galuh
Kerajaan Sunda GaluhSunting

Tarusbawa (670 – 723 M) adalah menantu raja Tarumanagara terakhir, Linggawarman. Maharaja Tarusbawa kemudian mendirikan ibukota kerajaan yang baru, di daerah pedalaman dekat hulu Cipakancilan. Dalam naskah Carita Parahiyangan, tokoh Tarusbawa ini hanya disebut dengan gelarnya: Tohaan di Sunda (Raja Sunda). Ia menjadi cikalbakal raja-raja Sunda dan memerintah sampai tahun 723 M. Karena putera mahkota wafat mendahului Tarusbawa, maka anak wanita dari putera mahkota (bernama Tejakancana) diangkat sebagai anak dan ahli waris kerajaan.Suami puteri inilah yang dalam tahun 723 menggantikan Tarusbawa menjadi Raja Sunda.

Sanjaya / Rakeyan Jamri / Prabu Harisdama (723 – 732M) Cicit Wretikandayun ini bernama Rakeyan Jamri. Sebagai penguasa Kerajaan Sunda ia dikenal dengan nama Prabu Harisdarma dan kemudian setelah menguasai Kerajaan Galuh ia lebih dikenal dengan Sanjaya. Ibu dari Sanjaya adalah SANAHA, cucu Maharani SIMA dari Kalingga, di Jepara. Ayah dari Sanjaya adalah Bratasenawa / SENA / SANNA, Raja Galuh ketiga, teman dekat Tarusbawa. Sena adalah cucu Wretikandayun dari putera bungsunya, Mandiminyak, raja Galuh kedua (702-709 M). Sena di tahun 716 M dikudeta dari tahta Galuh oleh PURBASORA. Purbasora dan Sena sebenarnya adalah saudara satu ibu, tapi lain ayah. Sena dan keluarganya menyelamatkan diri ke Pakuan, pusat Kerajaan Sunda, dan meminta pertolongan pada Tarusbawa. Ironis sekali memang, Wretikandayun, kakek Sena, sebelumnya menuntut Tarusbawa untuk memisahkan Kerajaan Galuh dari Tarumanegara / Kerajaan Sunda.Dikemudian hari, Sanjaya yang merupakan penerus Kerajaan Galuh yang sah, menyerang Galuh, dengan bantuan Tarusbawa, untuk melengserkan Purbasora. Setelah itu ia menjadi Raja Kerajaan Sunda Galuh. Sebagai ahli waris Kalingga, SANJAYA kemudian menjadi penguasa Kalingga Utara yang disebut Bumi MATARAM dalam tahun 732 M. Dengan kata lain, Sanjaya adalah penguasa Sunda, Galuh dan Kalingga / Kerajaan Mataram (Hindu). Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada puteranya dari Tejakencana, yaitu Tamperan atau Rakeyan Panaraban.

Tamperan Barmawijaya / Rakeyan Panaraban (732 - 739 M) Ia adalah kakak seayah Rakai Panangkaran, Raja Kerajaan Mataram (Hindu) ke 2, putera Sanjaya dari Sudiwara puteri Dewasinga Raja Kalingga Selatan atau Bumi SAMBARA.
Rakeyan Banga (739-766 M).
Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766-783 M).
Prabu Gilingwesi, menantu no. 5,(783-795 M).

Kerajaan Tarumanagara atau Kerajaan Taruma ialah sebuah kerajaan Sunda Hindu beraliran Vishnu yang pernah berkuasa di ba...
14/03/2022

Kerajaan Tarumanagara
atau Kerajaan Taruma ialah sebuah kerajaan Sunda Hindu beraliran Vishnu yang pernah berkuasa di bahagian barat Pulau Jawa antara abad ke-4 hingga abad ke-7, dan merupakan salah satu kerajaan yang tertua di Nusantara yang diketahui. Kerajaan ini mempunyai kaitan langsung dengan kerajaan Angkor di Kemboja. Banyak candi di Kemboja seperti Angkor Wat merupakan tempat peribadatan agama Hindu yang juga memuja Vishnu. Nama-nama rajanya pun mirip dengan raja raja Angkor seperti Jayavarman ataupun Suryavarman II.
Wilayah Kerajaan Tarumanagara, terutamanya pada zaman raja Purnawarman meliputi wilayah provinsi Banten, Jawa Barat, Jakarta, dan bahagian barat provinsi Jawa Tengah.
Raja-raja Tarumanagara menurut Naskhah WangsakertaSunting

Jayasingawarman (358-382)

Dharmayawarman (382-395)

Purnawarman (395-434)

Wisnuwarman (434-455)

Indrawarman (455-515)

Candrawarman (515-535)

Suryawarman (535-561)

Kertawarman (561-628)

Sudhawarman (628-639)

Hariwangsawarman (639-640)

Nagajayawarman (640-666)

Linggawarman (666-669)

Misteri tangisan di goa jepang tlekung junerejo kota batu jawa timurGoa Jepang yang ada di Dusun Gangsiran, Desa Tlekung...
07/04/2020

Misteri tangisan di goa jepang tlekung junerejo kota batu jawa timur

Goa Jepang yang ada di Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo diyakini sebagai salah satu tempat angker di Kota Batu. Konon dari dalam goa tersebut kerap terdengar tangisan dan suara-suara meminta tolong.

Dulunya, tentara Jepang memakai Goa Jepang sebagai tempat penyimpanan bahan makanan dan persenjataan. Kebetulan di dekat lokasi goa tersebut terdapat rumah-rumah peninggalan Belanda, sehingga harta benda dari rumah-rumah tersebut juga disimpan di dalam goa.

Masyarakat setempat tak banyak yang mengetahui kapan persisnya goa tersebut dibangun. Ketika rombongan pekerja paksa yang dibawa dari luar Kota Batu itu tiba, warga desa sudah mengungsi ke tempat lain, sehingga mereka tak banyak yang mengetahui proses pembangunannya. Namun, dari cerita para sesepuh Desa Tlekung, goa itu dibangun pada masa penjajahan Jepang, sekitar tahun 1942. Pembangunannya diyakini dengan cara kerja paksa ala Jepang, alias Romusha.

Sebagaimana kaum penjajah, tentara Jepang memperlakukan para pekerja paksa yang membangun Goa Jepang dengan tidak manusiawi. Mereka tak diberi makanan, disiksa, dipukuli, dicambuk, bahkan dibunuh. Pekerja paksa yang membangun goa itu tak cuma kaum pria saja, karena tentara Jepang juga melibatkan kaum wanita sebagai juru masak. Perlakukan tidak senonoh pun diterima para wanita yang didatangkan dari luar Kota Batu itu. Mereka diminta melayani nafsu para tentara Jepang, sebelum akhirnya dibunuh.

Karena kekejaman tentara Jepang itu, diyakini ratusan nyawa melayang dalam proses pembangunan Goa Jepang ini. Tak heran jika arwah mereka bergentayangan hingga kini. Menurut cerita warga setempat, mereka kerap mendengar suara tangisan dan teriakan meminta tolong.

fart 2 goa jepang pasuruanMelihat potensi gua bisa dijadikan sebagai wisata sejarah, wisata pendidikan juga wisata petua...
11/03/2020

fart 2 goa jepang pasuruan
Melihat potensi gua bisa dijadikan sebagai wisata sejarah, wisata pendidikan juga wisata petualangan, pihak hotel melakukan renovasi terutama pada bagian dinding luar.

"Saat ini masih terus dikembangkan gua bersejarah ini. Kami juga sudah daftarkan ke Pemkab Pasuruan untuk diikutkan dalam Anugerah Wisata 2017," terang pria yang juga Sekretaris Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Pasuruan.

Pihak Balai Pelestarian C***r Budaya Trowulan juga sudah datang melakukan penelitian dan mengusulkan ke Kementerian (Pendidikan dan Kebudayaan) agar menurunkan tim ahli. "Pihak Trowulan menyebut gua ini orisinil dan punya syarat jadi c***r budaya," imbuh Edy.
General Manager Inna Tretes, I Made Sumarta, mendukung penuh pengembangan gua agar menjadi destinasi wisata alternatif. Selain bisa menikmati pemandangan alam pegunungan yang indah, wisata berkuda, pengunjung Tretes juga bisa datang ke Gua Jepang.

"Pemerintah daerah maunya kawasan ini jadi kawasan wisata keluarga. Kami sangat pendukung. Selain goa ini yang bisa dinikmati warga. Kami juga punya outbond, kolam renang peninggalan Belanda dan Little Kyoto. Semuanya bisa dijadikan sebagai wahana wisata keluarga," jelas Made.

Made juga menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan potensi daerah Kabupaten Pasuruan untuk dijual di hotel, misalnya produk-produk UMKM dan hasil bumi.

"Misalnya buah, kita juga bisa sediakan buah-buahan lokal, apel nongkojajar, durian, mangga. Kenapa tidak. Bahkan, karyawan kami juga sebagian besar putra daerah," ungkapnya.

Ada cerita menarik dari Pasuruan, Jawa Timur. Di suatu hotel di sana, ternyata di bawah tanahnya terdapat gua peninggala...
11/03/2020

Ada cerita menarik dari Pasuruan, Jawa Timur. Di suatu hotel di sana, ternyata di bawah tanahnya terdapat gua peninggalan Jepang!

Sebuah gua peninggalan masa penjajahan Jepang yang puluhan tahun tak dijamah mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di kawasan wisata Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Gua bersejarah yang diperkirakan dibangun pada 1943 itu berada di bawah lobi dan restoran Inna Tretes yang berada dalam kawasan Hotel Inna Tretes. Goa ini memiliki lebar 2,5 meter.

Sampai saat ini ujung gua belum terjangkau. Namun, diperkirakan mencapai 1 km, tembus hingga kawasan wisata air terjun Kakek Bodo.
Saat ini pengunjung hanya bisa menjangkau ke dalam gua hingga 60 meter. Batas aman ditandai dengan ujung deretan lampu dan tanda (rambu) larangan.

Konon, proses pembuatan gua ini dikerjakan rakyat negeri yang dijadikan romusha. Jepang berencana menggunakannya untuk persembunyian dan menggalang kekuatan melawan sekutu. Namun pada prosesnya tak sempat dimanfaatkan Jepang kalah perang dengan tentara sekutu.

"Awal ditemukan beberapa tahun lalu, gua ini penuh kalelawar dan banyak kayu-kayu penyanggah yang mungkin sebagai alat bantu pembuatan. Sangat seram, nggak ada yang berani masuk," kata Humas Hotel Inna Tretes, Edy Suharyono di Gua Jepang, Jumat (25/8/2017).

goa yang letaknya ada di Dusun Sentonorejo, Jogotirto, Berbah, Sleman Yogyakarta. Kawasannya masih berdekatan dengan Goa...
28/02/2020

goa yang letaknya ada di Dusun Sentonorejo, Jogotirto, Berbah, Sleman Yogyakarta. Kawasannya masih berdekatan dengan Goa Sentono yang tadi aku kunjungi, dan Candi Abang yang beberapa waktu lampau aku kunjungi juga. Jadi tidak begitu susah untuk mencari letak keberadaan goa ini. Rutenya, dari Goa Sentono nanti ke atas, arah Candi Abang. Pertigaan menuju Candi Abang tetap saja lurus sampai kebawah. Kemudian ikuti jalan setapak dari semen, dan tepat disamping pertigaan (kanan jalan) adalah letak Goa Jepang.

Goa Jepang di Berbah ini letaknya begitu dekat dengan rumah warga. Jadi tidak terlihat kesan angker sebenarnya, ini dikarenakan warga setempat ada yang bertugas membersihkan. Terdapat 4 goa yang berjejeran disini, kalau di Goa Sentono 3 goa yang tidak dalam, disini rata-rata dalam. Mungkin lebih dari 10 meter dalam setiap goanya

Goa Jepang Sentonoharjo berada tak jauh dari Candi Abang dan situs Goa Sentono. Goa Jepang Sentonorejo terdiri dari empa...
28/02/2020

Goa Jepang Sentonoharjo berada tak jauh dari Candi Abang dan situs Goa Sentono. Goa Jepang Sentonorejo terdiri dari empat buah goa yang berjajar dan berbentuk persegi. Keempat ujung goa tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Goa ini dibuat pada masa Jepang menguasai Yogyakarta dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan amunisi. Di dalam goa tersebut, terdapat p**a lubang bentukan yang berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan bom. Namun bom-bom tersebut telah dikeluarkan dan lubang tersebut telah ditutup dengan semen.
Cara menuju ke sana:
Untuk menuju ke situs ini sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi karena angkutan umum tidak menjangkau lokasi.
Menggunakan kendaraan pribadi : Jl. Jogja-Solo - Pertigaan Pasar Prambanan - Jl. Jogja-Piyungan - ikuti petunjuk ke arah Candi Abang - Candi Abang - Goa Jepang Sentonorejo.

Selain wisata alam, Kabupaten Situbondo juga memiliki wisata sejarah yang merupakan peninggalan jaman penjajahan Jepang ...
28/02/2020

Selain wisata alam, Kabupaten Situbondo juga memiliki wisata sejarah yang merupakan peninggalan jaman penjajahan Jepang di Indonesia. Peninggalan itu dinamakan Goa Jepang. Mari kita bahas bersama mengenai Goa Jepang yang ada di ujung timur Kabupaten Situbondo ini.

Goa Jepang masih terletak di kawanan Taman Nasional baluran, yakni berada di bagian depan sekitar pintu masuk. Lebih tepatnya berada di Dusun Batangan, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih. Akses untuk menuju tempat ini sangatlah mudah. Waktu perjalanan jika ditempuh dari pusat kota yakni sekitar 1-1,5 jam saja. Untuk masuk ke goa ini tidak dipungut biaya apapun karena sudah jadi satu paket dengan tiket masuk Taman Nasional Baluran seharga Rp. 35.000.

Sesuai dengan papan tulisan yang ada di depan goa yakni Goa Jepang adalah salah satu saksi bahwa di tempat ini pernah terjadi pertempuran sengit antara pejuang Republik melawan tentara Jepang. Karena kekuatan yang tak seimbang banyak tentara Republik yang gugur sehingga tempat ini disebut Batangan. Dalam goa ini terdapat 2 ruangan, di bagian utara digunakan sebagai tempat menyimpan amunisi dan bagian selatan adalah tempat untuk pengintaian lawan.

Keunikan yang ada di tempat ini adalah hal hal mistis yang kadang dialami masyarakat. Tak jarang warga Dusun Batangan, Desa Wonorejo mendengar suara mistis berupa suara gaduh dengan Bahasa Jawa, Bahasa Madura, dan Bahasa Jepang. Terakhir kali saya menunjungi tempat ini saat saya masih kelas 6 SD, pada waktu itu saya sempat masuk ke dalam goa namun tidak sampai dalam karena di dalam sangat gelap dan saya tidak membawa senter.

Nilai sejarah yang dimiliki tempat ini sangat erat dengan perjuangan Bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. Namun perlu disayangkan karena tempat ini kurang memperlihatkan bahwa terdapat tempat bersejarah, banyak pengunjung yang melewatkan tempat ini. Andai saja tempat ini terpublikasi di dalam tiket masuk TN Baluran, mungkin setidaknya pengunjung tahu bahwa di kawasan ini terdapat bagunan bers

Selama ini kita mengenalnya adalah H.Muthohar pengarang puluhan lagu wajib nasional, ternyata beliau seorang Habib ketur...
20/02/2020

Selama ini kita mengenalnya adalah H.Muthohar pengarang puluhan lagu wajib nasional, ternyata beliau seorang Habib keturunan Rasulullah SAW, nama lengkapnya adalah Habib Muhammad Husein Al Muthohar, paman dari Habib Umar Al Muthohar semarang

Beliau juga dikenal sebagai penyelamat bendera pusaka asli saat agresi militer belanda ll dan beliau pendiri paskibraka.

Habib Muhammad Husein Al Muthohar adalah seorang komponis lagu yang hebat.

Habib yang dikenal dengan H.Muthohar ini telah menciptakan ratusan lagu indonesia, seperti contohnya Lagu Nasional hari merdeka, hymne syukur, hymne pramuka, Dirgahayu Indonesia ku, juga lagu anak2 seperti gembira, tepuk tangan silang, mari tepuk tangan dan masih banyak lagi. Lagu Hari Merdeka & Hymne Syukur adalah lagu paling fenomenal di Indonesia.

Jangan lupakan sejarah, boleh hidup dimasa modernisasi tapi ingat “KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA” tidak lepas dari Perjuangan Para Ulama, Habaib & Kiai serta para santri juga Masyarakat. Bagaimana darah & keringat mereka bercucuran, demi untuk Merdeka-nya Indonesia.

Sang Saka Bendera Merah Putih menjadi saksi perjuangan Para Syuhada, Nyawa & Harta rela mereka korbankan, salah satunya bahkan pada saat penjajahan, Pondok Pesantren Buntet Cirebon diserang oleh penjajah, para santri dan masyarakat berjuang mengusir penjajah, Lalu ALLAH SWT tunjukkan kebesaran-nya melalui salah satu karomah yang dimiliki Wali-Nya yaitu As Syeikh KH.Abbas buntet pesantren dengan kacang hijau, kacang hijau yang ada ditangan beliau, beliau lempari ke para penjajah lalu bisa meledak layaknya ledakan granat.

Habib Muhammad Husein Al Muthohar,
As Syeikh KH.Abbas buntet, adalah diantara Para Waliyullah pejuang kemerdekaan Indonesia, masih banyak lagi Para Syuhada yang lainnya, sekarang tugas kita untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia dengan hal2 yang positif. Jangan merusak “ARTI KEMERDEKAAN” dengan kau lakukan hal-hal yang negatif.

13/02/2020

Wisata sejarah di kota kendari

PENINGGALAN SEJARAH DI KOTA CIMAHICIMAHI-Di Kota Cimahi, dijumpai beberapa bangunan peninggalan jaman Belanda yang saat ...
13/02/2020

PENINGGALAN SEJARAH DI KOTA CIMAHI

CIMAHI-Di Kota Cimahi, dijumpai beberapa bangunan peninggalan jaman Belanda yang saat ini dikuasai oleh jajaran Kodam III/Siliwangi. Diantaranya Rumah Sakit Dustira. Rumah sakit ini didirikan pada masa penjajahan Belanda (1887) bernama Militaire Hospital. Pada Tahun 1942-1945 waktu pendudukan Jepang digunakan untuk merawat tentara Belanda dan Jepang. Pada Tahun 1945-1947 dikuasai NICA kembali. Kemudian pada Tanggal 30 Mei 1950 Militaire Hospital Cimahi diserahkan kepada TNI dan dipimpinan oleh Letkol Dr Rd.Kornel Singawinata.

Terakhir, pada tanggal 19 Mei 1956 dalam rangka HUT Territorial Kodam III/Siliwangi yang ke-10, rumah sakit ini diberi nama Rumah Sakit Dustira sebagai penghargaan terhadap jasa-jasa almarhum Mayor Dr. Dustira Prawiraamidjaya.

Sedangkan untuk stasiun Cimahi juga menjadi peninggalan sejarah penjajahan Belanda sebagaimana stasiun lainnya yang ada di Jawa Barat.

Benteng Oranje ini dulunya adalah sebuah peninggalan dari bangsa Portugis yang dihuni oleh orang-orang Melayu. Namun, ol...
22/11/2019

Benteng Oranje ini dulunya adalah sebuah peninggalan dari bangsa Portugis yang dihuni oleh orang-orang Melayu. Namun, oleh Belanda benteng tersebut dipugar kembali dan dijadikan sebagai pusat pemerintahan tertinggi Hindia Belanda yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jenderal VOC Pieter Both, Laurenz Reaal, Herald Reyist dan J.C Coum.
Namun kini, benteng Oranje ini menjadi salah satu tempat favorit bagi masyarakat Ternate dan pengunjung dari daerah lain untuk sekedar melepas penat. Dulunya kondisi benteng tersebut rusak parah, setelah mengalami revitalisasi oleh pemerintah setempat maka Benteng Oranje ini kembali menjadi salah satu tempat menarik di Ternate yang banyak dikunjungi pada hari libur dan musim liburan.

Benteng Oranje ini terletak di Jalan DR Hasan Boesoiri, Kelurahanl Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Address

Purwakarta
41115

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kumpulan Sejarah Zaman Dulu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category