15/08/2021
Menelusuri kisah jelang kemerdekaan Indonesia, tidak akan terlepas dari sosok Raden Soejono Hadipranoto, Bupati Purwakarta pertama. Dia pernah menjadi pemimpin upacara penurunan bendera Jepang, saat peristiwa 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok, Karawang.
Koordinator Forum Pemuda Peduli Sejarah Karawang Dharma Putra Gotama mengungkapkan ada fakta yang tercatat, dan dilupakan dalam peristiwa dibawanya rombongan Soekarno ke Rengasdengklok, Karawang, pada 16 Agustus 1945 oleh kaum muda. Yakni, adanya peristiwa penurunan bendera Hinomaru atau Jepang, sebelum proklamasi secara resmi dikumandangkan di Jakarta.
"Pada Kamis pagi tanggal 16 Agustus 1945, terjadilah salah satu peristiwa yang sangat heroik, dan bersejarah, yakni saat seorang Shonco atau Camat, Raden Soejono Hadipranoto memimpin upacara bendera Merah Putih, dengan maksud mengabarkan bahwa Indonesia telah merdeka, dari penjajahan Jepang," ungkapnya saat diwawancarai, Minggu (15/8/2021).
Dalam buku yang dibuatnya berjudul 'Rengasdengklok Undercover', dikisahkan bahwa saat kedatangan rombongan Soekarno ke Rengasdengklok pada Rabu, 15 Agustus 1945 malam, yang dibawa oleh kaum muda. Saat itu kondisi di Jakarta genting, lalu terjadilah perdebatan terkait proklamasi antara kaum muda dan kaum tua yang akhirnya menetapkan proklamasi pada 17 Agustus 1945.
Setelah itu, pada besoknya, kaum muda, yakni Soekarni, Dokter Soetjipto dan Singgih, berpangkat perwira PETA menerangkan kepada Hadipranoto bahwa Jepang sudah menyatakan kalah, dan menyerah. Selain itu memberikan intruksi kepadanya, agar segera mengumandangkan kemerdekaan.
"Jadi setelah itu, Hadipranoto diarahkan untuk menyiapkan pengibaran bendera, dan petugas upacara, kisah itu pun tercatat dalam catatan Hadipranoto yang ditulis oleh sejarawan nasional, Her Suganda," ungkapnya.
Kemudian, katanya, upacara berlangsung di Halaman Kantor Kewedanaan Rengasdengklok dengan menaikan bendera Merah Putih sekaligus menurunkan bendera Hinomaru atau Jepang.
"Sumber Yuda Febrian Silitonga - detikNews