GEMAR MENABUNG AKHIRAT (GEMA)
LATAR BELAKANG
Setiap anak mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas. Realitanya tidak sedikit anak yang belum berkesempatan untuk mengenyam pendidikan dikarenakan keterbatasan ekonomi. Hal inilah yang melatar belakangi berdirinya GEMA (Gemar Menabung Akhirat)
Program ini akan menjadi penghubung antara donatur dan mustahik yang berhak memperoleh bantuan, sehingga tercipta hubungan sosial yang humanis dan keseimbangan pendidikan yang berkualitas menuju generasi Qur’ani.
Gema ini merupakan salah satu manifestasi hadits:
“Barangsiapa yang meringankan satu derita seorang mu’min di dunia, maka Alloh akan meringankan satu derita di hari kiamat. Barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang mengalami kesulitan, niscaya Alloh akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya Alloh akan menutupi aib seorang muslim, nicaya Alloh akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Alloh senantiasa akan menolong seorang hamba, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muttafaqun Alaih)
VISI
Mewujudkan kemaslahatan pendidikan yang unggul menuju generasi qur’ani
MISI
- Memfasilitasi umat dalam menyalurkan zakat, infaq, wakaf, dan shodaqoh;
- Mengoptimalkan dana umat untuk mengatasi problematika pendidikan;
- Membantu pendidikan anak yatim, dan kurang mampu.
PROGRAM KERJA
1. Memfasilitasi umat dalam menyalurkan infaq, dan shodaqoh melalui tabungan (celengan);
2. Mengelola dan menyalurkan zakat, infaq, wakaf, dan shodaqoh secara adil dan transparan;
3. Membiayai pendidikan penghafal Al Qur’an;
4. Membiayai pendidikan anak yatim dan kurang mampu;
5. Sosial kemanusian
6. Sarana pendidikan
Mari bergabung dengan kami, ajak serta sanak, saudara, kerabat untuk beramal sholih bersama GEMA dengan cara:
1. Datang langsung ke Sekretariat Gema alamat Karangreja Rt 16 Rw 8 atau ke SDIT Nurul Huda Purbalingga
2. SMS==== dengan format nama HP # kirim ke no 085742786662
Contoh: royan Rt 4 Rw 3 .Kedungwuluh #10.000,- #0856475231526 # kirim ke 085742786662 untuk konfirmasi
3. Transfer no Rekening 1027708583 BRI Syariah a/n GEMA
Setelah transfer konfirmasi ke no 085742786662 dengan format GEMA &jam Pengirim
4. Jemput Donasi untuk wilayah Purbalingga-Banyumas sms kontak person:
- 085743733031 (Jufri Hasan)
- 085742786662 (Gema)
- 085726571123 (Nur Syamsi)
Gema=Gemar Menabung Akhirat
1.Memfasilitasi umat dalam menyalurkan zakat, infaq, wakaf dan shodaqoh
2.Membantu pendidikan anak y
08/01/2017
PAKET SEMBAKO, bagi yang ingin menjadi donatur bisa menghubungi call centre kami di 085742786663/081391396662
anganlah Berputus Asa...
Maka janganlah anda putus asa, sungguh tidaklah pantas berputus asa… Seorang mukmin hendaknya selalu berusaha dalam kebenaran, mencarinya, mendakwahkannya, menyenanginya, dan takjub dengannya… Tidak malah mengatakan; orang ini telah teledor, semuanya telah usai (dalam takdir-Nya), dan semua orang telah rusak… Tidak, (jangan mengatakan demikian), karena di dalam masyarakat masih ada benih-benih kebaikan, masih ada orang-orang yg mencintai kebaikan, dan masih ada orang-orang yg menginginkan sesuatu yg haq… Maka seharusnya anda berpartisipasi dalam kebaikan, waspada dari yg batil, dan memperingatkan orang lain dari kebatilan… Janganlah anda putus harapan dalam usaha menegakkan kebenaran dan meruntuhkan kebatilan… (Mulailah) dari dirimu, saudara-saudaramu, negaramu, dan saudara-saudaramu seiman yg lainnya, dg cara saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan, dan juga saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.
Karena jika orang-orang (yg baik) itu putus harapan, sehingga tidak ada usaha, maka kemungkaran akan merajalela dan menyebar, sebaliknya kebaikan akan menjadi sedikit, wala haula wala quwwata illa billah… Akan tetapi selama mereka (yg baik) menyadari kewajibannya, selama mereka berusaha melawannya, tentu keburukan akan terus berkurang…
Maktabah Syamilah, Durus Syeikh Albani, jilid 19, hal 4
DOA SEORANG GADIS
Ya Rabbku...sesungguhnya aku memiliki seorang suami yang berada di atas bumiMu,
aku tidak tahu dimana dia...
siapa dia...
siapa namanya...?
Aku memohon kepadaMu agar engkau berkahi umurnya...
berikan kesehatan baginya...
berilah petunjuk kepadanya...
agar ia mendatangi rumahku (untuk melamarku)...
Aamiin
BerterimaKasih Adalah Wajib
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Siapa yang berbuat baik kepadamu maka balaslah, jika tidak ada sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do'akanlah sampai kamu memandang bahwa kamu telah membalasnya". (HR Ahmad dan dishahihkan oleh syaikh al bani dalam irwaul galil no 1617)
Sudahkah kita berterima kasih kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita ??
Sudahkah kita berterima kasih kepada Guru dan Ustadz kita?
Imam Ahmad rahimahullah berkata:
"Aku senantiasa mendo'akan Imam Syafi'i semenjak 30 tahun yang lalu.."
Oleh : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
Dari ‘Aliy rodhiyallaahu ‘anhu, ia berkata: “Ucapan terakhir Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam adalah:
الصلاة الصلاة اتقوا الله فيما ملكت ايمانكم
“Jagalah sholat, jagalah sholat, dan bertaqwalah kepada Allah dalam hal hamba sahaya yang kalian miliki”.” {HR. Abu Dawud, Shohih Abu Dawud, no.4295, Al-Irwaa’, no. 2178.}
Perhatikanlah, betapa perhatian Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam terhadap sholat ummatnya, padahal beliau waktu itu sedang sakit menjelang kematiannya. Setiap kali siuman beliau menanyakan: “Apakah orang-orang sudah melakukan sholat?” sebanyak empat kali. Ketika rasa sakitnya mulai reda beliau kembali bersemangat untuk melakukan sholat berjama’ah dan bertemu dengan para Shahabat. Karena itu, beliau keluar dengan dituntun oleh dua orang dari para Shahabatnya rodhiyallaahu ‘anhum.
Apa yang dilakukan oleh Rosulullaah ini menunjukkan begitu pentingnya sholat berjama’ah, dan besarnya kedudukan masjid di dalam Islam. Semua itu beliau lakukan ketika sakit menjelang kematiannya.
Wahai orang yang sehat, apa yang kalian lakukan?
Wahai orang yang kuat, apa yang kalian perbuat?
Wahai para pemuda, apa yang kalian kerjakan?
Mengapa kalian mudah meninggalkan sholat berjama’ah?
Apa yang kalian lakukan terhadap sholat ketika sakit?
Wahai ummat Islam, “Sholat…Sholat!!”, itulah kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam, dan itulah (sholat) yang pertama kali akan dihisab oleh Allah subhaanahu wata’aalaa pada hari kiamat. Bertaqwalah kepada Allah pada diri kalian dan hisablah diri kalian sebelum dihisab oleh Allah.
{Dikutip dari “Ash-Sholah wa Atsaruha fi Ziyadatil Iman wa Tahdzibil Nafsi”, Asy-Syaikh Husain bin ‘Audah Al-‘Awaisyah. Edisi terjemah: Shalat Khusyu memupuk suburkan iman dan menyucikan jiwa. Pustaka Imam Asy-Syafi’i.}
Kisah Seorang Raja Dan Pembantunya
Ada seorang raja yang memimpin suatu negeri. Raja ini memiliki seorang pembantu yang jika ia terkena musibah, ia selalu berkata “Al Khair Mukhtarallah” (Yang terbaik adalah pilihan Allah). Suatu hari Raja tersebut makan. Kemudian salah satu jarinya terpotong pisau. Spontan pembantunya berkata “Al Khair Mukhtarallah” (Yang terbaik adalah pilihan Allah). Menden
gar perkataan itu, sang Raja pun marah dan murka kepada pembantunya. Akhirnya pembantunya dijebloskan ke dalam penjara. Tatkala akan dimasukkan ke dalam penjara, pembantunya berkata lagi ; “Al Khair Mukhtarallah” (Yang terbaik adalah pilihan Allah). Sang Raja pun semakin murka kepadanya.
Hari pun berlalu. Sang Raja pergi berburu bersama pengawal dan anak buahnya hingga mereka keluar dari wilayah kerajaannya. Tiba-tiba mereka bertemu orang-orang penyembah Api dan Dewa (kaum Majusi). Mereka pun menangkap sang Raja beserta rombongannya guna dijadikan persembahan untuk dewa mereka. Satu per satu mereka dibunuh hingga tibalah giliran sang Raja.
Tatkala raja tersebut akan dipenggal, salah seorang kaum Majusi itu melihat jari sang Raja yang terpotong. Suatu persembahan haruslah sempurna sementara ada cacat dalam tubuh sang Raja. Akhirnya sang Raja tidak jadi dibunuh dan ia dikeluarkan dalam keadaan hidup.
Sang Raja pun gembira luar biasa. Ia segera teringat pembantunya yang ia penjara. Raja pun kembali ke istananya dan bertemu pembantunya untuk membebaskannya. Setelah ia bebaskan, masih ada satu pertanyaan yang mengganjal dalam hati Raja. Ia pun bertanya kepada pembantunya:
Mengapa ketika kamu dipenjara, kamu mengatakan ; “Al Khair Mukhtarallah” (Yang terbaik adalah pilihan Allah) ?
Pembantunya menjawab ; “Jika aku tidak dipenjara, mungkin aku sudah dibunuh seperti pengawal dan anak buah tuan di luar sana”
-Al-Ustadz Abu Abdil Muhsin; Tawakkal Kepada Allah
silakan share semoga bermanfaat dan menginspirasi
serta menjadi renungan bagi sahabat yang lainnya.
Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatu Qadr?
Siapa yang terhalang dari malam yang penuh keberkahan ini, maka sungguh dia telah terhalang dari kebaikan yang banyak. Karenanya, selayaknya seorang muslim menghidupkan malam tersebut dengan penuh keimanan dan keinginan yang kuat untuk mendapatkan pahalanya yang besar, serta berusaha keras dalam sepuluh terakhir Ramadhan untuk mencontoh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dari Aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersungguh-sungguh padanya dengan apa yang beliau tidak lakukan pada selainnya." [Terjemah HR. Muslim]
Aisyah juga berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika masuk sepuluh (terakhir), beliau akan mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya." [Terjemah HR. Al Bukhary dan Muslim]
Semua itu tentu saja agar seorang muslim mendapatkan apa yang dijanjikan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam :
من قام ليلة القدر إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
"Barangsiapa beribadah pada malam kemuliaan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, akan diampuni baginya dosa-dosanya yang telah berlalu." (HR. al Bukhary dan Muslim)
Semoga Allah mengampuni...Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatu Qadr?
Siapa yang terhalang dari malam yang penuh keberkahan ini, maka sungguh dia telah terhalang dari kebaikan yang banyak. Karenanya, selayaknya seorang muslim menghidupkan malam tersebut dengan penuh keimanan dan keinginan yang kuat untuk mendapatkan pahalanya yang besar, serta berusaha keras dalam sepuluh terakhir Ramadhan untuk mencontoh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dari Aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersungguh-sungguh padanya dengan apa yang beliau tidak lakukan pada selainnya." [Terjemah HR. Muslim]
Aisyah juga berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika masuk sepuluh (terakhir), beliau akan mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya." [Terjemah HR. Al Bukhary dan Muslim]
Semua itu tentu saja agar seorang muslim mendapatkan apa yang dijanjikan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam :
من قام ليلة القدر إيمانا و احتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
"Barangsiapa beribadah pada malam kemuliaan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, akan diampuni baginya dosa-dosanya yang telah berlalu." (HR. al Bukhary dan Muslim)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Purbalingga
53361