14/09/2013
Beberapa waktu lalu, saya pernah mendengar keluhan orangtua yang anaknya mogok belajar membaca dan pihak sekolah menyalahkan orangtua anak itu karena anaknya tidak mau diajak belajar membaca. Lalu sang orangtua menjadi sangat kebingungan, karena anaknya lantas mogok sekolah dan menanyakan hal itu pada saya.
Jawaban saya, “Bosan itu manusiawi, bisa terjadi pada siapa saja. Tidak Cuma pada anak TK, seorang guru pun yang rutinitas sehari2nya mengajar materi yang sama, menghadapi masalah yang sama, dan semua terjebak dalam rutinitas yang sama tiap harinya, maka manusia mana pun PASTI akan bosan. Sekalipun mereka menyantap makanan yang paling enak di dunia, jika makanan itu dihidangkan setiap hari, tanpa ada perubahan menu, maka kebosanan itu pasti akan muncul. BOSAN ITU MANUSIAWI. JADI JANGAN SALAHKAN RASA BOSAN.”
Saya pernah melihat, seorang murid SMA kepalanya dipukul oleh seorang guru matematika karena siswa itu menggambar di bukunya, ketika gurunya mengajar. Ketika sang guru berkeliling kelas sambil mengecek hasil pekerjaan murid2nya, secara spontan, sang guru mendaratkan buku Matematika tebal tepat di kepala seorang murid laki-laki. Saya yg memperhatikan dari kejauhan, terkejut bukan main melihat kejadian itu. Guru ini frustasi melihat muridnya yang tidak mau mengerjakan soal yang dia berikan, dan sang murid bosan karena tidak tahu bagaimana cara mengerjakan soal-soal itu karena materinya terlalu sulit dan tidak bs dia pahami.
Bagaimana cara mengatasinya? Tentu saja dengan tidak menyalahkan mengapa manusia bisa bosan, karena sifat bosan itu manusiawi. Yang perlu dilakukan adalah MEMBUAT METODE MENGAJAR YANG MANUSIAWI, artinya sang guru harus kreatif menyajikan materinya, agar bisa membuat anak didiknya tidak mudah bosan.
Yang sangat mengherankan, ketika anak-anak ini sudah sangat lelah, malah disodori dengan program FULL DAY SCHOOL yang tentu saja membuat anak-anak ini bertindaK bukan sebagai manusia, akan tetapi sebagai mesin, yang harus siap bekerja jam sekian hingga sekian, lalu beristirahat sejenak, lalu dilanjutkan dengan bekerja lagi hinggamenjelang malam. Bayangkan, bagaimana stressnya anak-anak ini.
Kemarin saya membicarakan tentang Finlandia, Negara dengan system pendidikan terbaik di dunia. Anda tidak percaya, silahkan ketik di google tentang Education in Finlandia. Maka Anda akan terperangah, bahwa system pendidikan di sana berhasil karena memahami manusia, atau istilah saya MEMANUSIAKAN MANUSIA. Seperti tidak ada istilah FULL DAY SCHOOL. Di Finlandia, rata2 kegiatan sekolah hanya 30 jam per minggu, atau 6 jam per hari. Artinya, BERTEMU DENGAN KELUARGA DI RUMAH MENJADI PRIORITAS PALING PENTING. Di Finlandia, INTERAKSI dengan KELUARGA DIANGGAP PROSES BELAJAR PENTING YANG TIDAK AKAN DIPEROLEH DI SEKOLAH. Bayangkan!
Mari kita ambil pelajaran yang amat berharga dari sebuah Negara yang sudah membuktikan pada dunia, bagaimana berhasilnya system pendidikan di sana.
Bagaimana jika anak bosan? Maka ubah metodenya, modifikasi, dan tambahkan tingkat kesulitan materinya, atau kurangi materi dan tingkat kesulitannya, analislah setiap problem yang Anda hadapi dan jangan cenderung menyalahkan keadaan. Bosan bisa terjadi akibat terlalu mudahnya materi pelajaran yang disampaikan, atau terlalu sulitnya materi pelajaran yang diberikan sehingga anak tdk dapat menerima ilmu apapun, atau bosan bisa juga terjadi karena terlalu lamanya waktu belajarnya dan metodenya monoton.
Tahukah Anda? Bahwa ABACA flashcard bisa tercipta akibat sebuah masalah, yaitu ketika saya harus menangani anak saya yang mudah bosan. Saya membuat berbagai macam game dan dipadukan dengan materi, sehingga anak-anak ini tidak merasa sedang belajar. Berikut ini saya copaskan testimony dari seorang bunda yang anaknya mudah sekali bosan, sampai sang ibu kebingungan membujuknya belajar membaca, tapi berkat ABACA dia mau belajar lagi, bahkan bisa menyelesaikan seri 1 hanya dalam waktu SEMALAM. Luar biasa bukan.
Salam manis buat putra putri Anda
Diena Ulfaty
ABACA Flashcard Founder