03/05/2020
"Kedustaan Hadits Huru Hara Jumat 15 Ramadhan" bag 1
Abu Ubaidah As Sidawi
Telah banyak beberapa pertanyaan kepada kami tentang status hadits huru hara yang akan terjadi pada hari Jumat 15 Ramadhan, lebih-lebih sebagian orang yang katanya ustadz tapi pada hakekatnya adalah pendusta dan peramal membawakan hadits ini dan mengaitkannya dengan Ramadhan tahun ini 1441 H yang bertepatan dg Jumat 8 Mei 2020 M.
Maka sebagai bentuk nasehat agar umat tidak tertipu dengan hadits palsu ini dan tidak tertipu dari ustadz gadungan peramal akhir zaman dan tidak menimbulkan keresahan dan kepanikan maka kami ingin jelaskan bahwa hadits tersebut adalah palsu dan dusta kepada Nabi.
Hadits yang mereka bawakan, kurang lebih terjemahannya sebagai berikut:
Rasulullah bersabda, "Apabila ada suara keras pada bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara pada bulan Syawal. Kabilah-kabilah akan berselisih pada bulan Dzulqa’dah, dan akan terjadi pertumpahan darah pada bulan Dzulhijjah dan Muharram."
"Tahukah kalian apa yang akan terjadi di bulan Muharram?" tanya Nabi hingga tiga kali.
"Jauh dari yang kalian kira. Manusia akan saling bunuh dalam hiruk-pikuk."
Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bilakah teriakan keras tersebut?"
Rasulullah menjawab, "Itu terjadi pada pertengahan Ramadhan malam Jumat. Suara keras yang membangunkan orang tidur, yang berdiri akan duduk, gadis-gadis pingitan berhamburan keluar dari biliknya. Pada jumat pada tahun terjadi gempa di mana-mana".
Keterangan Hadits:
Hadits ini MUNKAR dan tidak shahih dari Nabi, apalagi tidak sesuai dengab realita, karena telah beberapa kali terjadi jumat pada pertengahan ramadhan namun tidak terjadi apa yang tertera dalam hadits tersebut. Oleh karenanya para ulama menghukumi hadits ini Maudhu' (palsu).
Komentar Ulama:
Berikut komentar para ulama pakar hadits terhadap hadits ini:
قال العقيلي رحمه الله : " ليس لهذا الحديث أصل من حديث ثقة ، ولا من وجه يثبت " انتهى . " الضعفاء الكبير " (3/52) .
Al-'Uqaili berkata: "Hadits ini tidak memiliki sumber yang terpercaya dan sumber yang shahih". (Adh-Dhu'afa Al Kabir 3/52)
وقال ابن الجوزي رحمه الله : " هذا حديث موضوع على رسول الله صلى الله عليه وسلم " انتهى ." الموضوعات " (3/191)
Ibnul Jauzi berkata: "Hadits ini maudhu' (palsu) didustakan kepada Rasulullah". (Al Maudhu'at 3/191)
وقال الشيخ الألباني رحمه الله :
" موضوع ، أخرجه نعيم بن حماد في "الفتن " (ق 160/1) ، ومن طريقه أبو عبد الله الحاكم (4/517 - 518) ، وأبو نعيم في "أخبار أصبهان " (2/199) قال : حدثنا ابن وهب ، عن مسلمة بن علي ، عن قتادة ، عن ابن المسيب ، عن أبي هريرة ...مرفوعاً .
وقال الحاكم : حديث غريب المتن ، ومسلمة ظن لا تقوم به الحجة .وقال الذهبي : قلت : هذا موضوع ، ومسلمة ساقط متروك ...(" السلسلة الضعيفة " (رقم/6178، 6179) .
Maudhu' (palsu). Diriwayatkan Abu Nuaim bin Hammad dalam Al Fitan 1/160, Abu Abdillah Al Hakim 4/517-518, Abu Nuaim dalam Akhbar Asbahan 2/199 dari jalur Ibnu Wahb dari Maslamah bin dari Qotadah dari Ibnul Musayyib dari Abu Hurairah..
Berkata Hakim: Hadits ini aneh matan haditsnya, dan Maslamah juga tidak bisa dijadikan hujjah. Adz Dzahabi berkata: Hadits ini palsu, Maslamah adalah rawi yang parah dan ditinggalkan". (Silsilah Ahadits Adh Dhaifah no 6178_6179)
وقال الشيخ عبد العزيز بن باز رحمه الله :
" بلغني أن بعض الجهال يوزع نشرة مشتملة على حديث مكذوب على النبي صلى الله عليه وسلم يتضمن هذا الحديث المكذوب ما نصه :
Telah sampai berita padaku bahwa sebagian orang bodoh membagikan selebaran yang berisi hadits dusta kepada Rasulullah (lalu beliau menyebutkan hadits di atas)
فهذا الحديث لا أساس له من الصحة ، بل هو باطل وكذب ، وقد مر على المسلمين أعوام كثيرة صادفت فيها ليلة الجمعة ليلة النصف من رمضان فلم تقع فيها بحمد الله ما ذكره هذا الكذب من الصيحة وغيرها مما ذكر .
Hadits ini tidak shahih sama sekali, bahkan bathil dan dusta. Sungguh telah lewat kepada kaum muslimin tahun2 yang banyak dan sering bertepatan dengan malam jumat pertengahan ramadhan namun alhamdulillah tidak terjadi apa yang disebutkan dalam hadits dusta tersebut.
وبذلك يعلم كل من يطلع على هذه الكلمة أنه لا يجوز ترويج هذا الحديث الباطل ، بل يجب تمزيق ذلك وإتلافه والتنبيه على بطلان