El-Huda

El-Huda

Share

istiqomah dibawah cahaya petunjuk

01/12/2020
Kiblat | Berita - Visi - Investigasi 10/01/2018

KIBLAT.NET, Palu – Salah satu tanggung jawab besar bangsa ini adalah menyiapkan generasi penerus terbaik. Namun realitasnya sangat mengkhawatirkan. Salah satu hal yang membahayakan generasi muda saat ini adalah p**n adict atau candu p**nografi.

Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII) Sulawesi Tengah, Rafani Tuahuns, mengingatkan hal tersebut akan sangat berbahaya jika dibiarkan. Karena berpengaruh pada pertumbuhan generasi bangsa.

“Kontrol sangat kurang, kontrol masyarakat terlebih lagi kontrol negara. Jika ini dibiarkan, akan sangat berbahaya, kekhawatiran terbesarnya sampai pada tingkatan candu p**nografi yang akan membunuh harapan dan masa depan generasi muda kita,” kata Rafani pada Selasa (09/01/2018).

Senada dengan Rafani, Kepala Divisi Pembina Kader Tunas Koordinator Pusat Korps PII, Wati Huzaematul Badriah menekankan bahwa, masyarakat seharusnya dapat membuka mata dan memiliki kesadaran penuh akan perannya sebagai pendidik.

“Setiap orang adalah pendidik bagi lingkungannya, yang mana dia memiliki tanggung jawab untuk melakukan berbagai macam edukasi terhadap lingkungannya. Dalam hal ini khususnya terhadap pendidikan anak,” tegas Badriah.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa, sebagai orang dewasa harus terus membuka mata, membangun kepekaan, serta menjadi pengawas terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh anak-anak usia dini.

“Intinya merintis diri menjadi pelopor dalam membangun lingkungan ramah anak yang dapat mengedukasi dan membangun circle value sebagai pondasi pendidikan anak, agar kemudian anak tidak lagi direnggut haknya dan dapat diarahkan menuju fitrahnya,” jelasnya.

Reporter: Moh Salam
Editor: M. Rudy

Kiblat | Berita - Visi - Investigasi Situs Berita Aktual Dunia Islam, Artikel Pilihan Tentang Jihad, Aqidah, Fiqh dan Wawasan Keislaman

10/01/2018

»» TAWA "MALAIKAT" DI MASJID..

"Kenalkanlah Anak kita dengan Masjid?"
Sering Terjadi Waktu Mau Sholat, Anak - Anak Kecil di Suruh Keluar dari Masjid, Alasannya Takut Mengganggu Sholat, Banyak Pengurus Masjid Yang tidak Sabar Menghadapi Anak - Anak Kecil Yang Lalu Lalang Keberada'annya di Masjid, Tidak Sedikit diantara Mereka Mengusir Anak Kecil Keluar dari Masjid, atau Menempatkan di Shaf Paling Belakang agar tidak Mengganggu Jama'ah Yang Lain...

Jangan Membuat Anak - Anak kecil "BINGUNG",
Anak - Anak Kecil Waktu Mengaji Selalu di Nasehati Oleh Ustadznya : Kalau Sudah dengar Adzan dimasjid, Maka Harus Sholat di masjid.

Dan Nabi Muhammad SAW Justru Berinteraksi dengan Anak - Anak di sa'at Sholat di Masjid...
Berikut ini ada Cerita yang bisa dijadikan Pelajaran Untuk kita, Yang ditangani Oleh Rosululloh SAW,
Di riwayatkan Oleh Sahabat Nabi yang Bernama Yaddad ra :

Suatu ketika Nabi datang ke Masjid Untuk Melaksanakan Sholat dan Nabi Membawa Cucunya, Hasan dan Husein,
Lalu Nabi Meletakkan Cucunya di sampingnya, Kemudian Nabi Mengangkat Takbirotul ihrom Memulai Sholat, Pada Sa'at Nabi Sujud, Sujudnya Nabi Sangat Lama sekali tidak Seperti biasanya, Maka Saya diam - diam Mengangkat Kepala Saya Untuk Melihat Apa Gerangan yang terjadi, dan benar saja, Saya Melihat Cucu Nabi sedang Menunggangi Punggung Nabi yang sedang Bersujud, Setelah Melihat Kejadian itu Saya Kembali Sujud Bersama Makmum yang Lainnya, Ketika Selesai Sholat Para Sahabat sibuk Bertanya Pada Rosululloh : "Wahai Rosululloh, Baginda Sujud sangat lama sekali, Sehingga kami Sempat mengira terjadi apa - apa atau Baginda sedang menerima Wahyu"...
Baginda Rosul Menjawab : "Tidak, Tidak, Tidak Terjadi apa - apa, Cuma tadi Cucuku Menaiki tubuhku, dan saya tidak mau Memburu - burunya sampai dia Menyelesaikan mainnya dengan Sendirinya"
(HR.Nasa'i dan Hakim).

Jika Anak - Anak Muslim Berlari, Riang ,Ketawa di Masjid yaitu lah Ciri khas Anak - Anak, ingatkanlah Mereka dengan Pelukan dan Senyuman Manis,
Sebenarnya Mereka "Malaikat" yang Sedang Bergembira di Rumah Robb-Nya,

Dalam Riwayat yg lain Rasulullah Mempercepat Sholatnya karena ada tangis anak kecil yang memanggil ibunya yg sedang ikut Sholat Berjama'ah Bersama Rasulullah,
Itulah Masjid Nabi yang tak sepi dari Anak - Anak Kecil, Maka Layak lah Para Pengurus Masjid diberi Pemahaman Tentang Masjid Sebagai Pusat Peradaban Islam...

Muahmmad Al fatih Penakluk konstantinopel Pernah Berkata : "Jika kalian tidak lagi Mendengar Riang tawa dan Gelak bahagia anak-anak di masjid - masjid, Maka Waspadalah... Sa'at itu kalian dalam Bahaya."

Maka dari itu, Biasakan Anak kita Kenal dengan Masjid, Ajak Mereka Untuk Sholat di Masjid...

Semoga Bermanfaat!!!

01/10/2017

Menjelek-jelekkan orang lain bukanlah cara terpuji agar kita terlihat lebih baik darinya.(*)

28/06/2017

Majalah El-Huda:
🌏🌏🌏
🍃"Jika Anda dikaruniai anak yang kurang pintar, sedang diri Anda cerdas. Jangan katakan kepadanya bahwa dia dungu. Jangan biarkan dia putus asa dengan kenyataan ini.

Anak bodoh yang baik, lebih baik daripada anak cerdas tapi picik. Betapa banyak kecerdasan anak yang malah menyusahkan orang tua."🍃

📌📌📌

🍂"Kekasaran dalam tarbiyah akan menimbulkan jiwa pembangkang pada anak. Memanjakannya berarti mengajarinya untuk menggunakan segala cara. Memadukan keduanya sama saja dengan menumbuhkan jiwa kriminal pada anak."🍂

[Musthafa As-Siba'i]

📝Dinukil dari buku "Selamat, Anda Menjadi Ayah" karya Karim Ash-Shadzili.
====================

21/06/2017

*Tuntun Anak dalam Menentukan Pola Hidup*

🍃Dikisahkan seorang mahasiswa menemui ayahnya, dengan raut sedih dia berkata, "Bayangkan yah, temanku berdiri kebingungan di tempat parkir kampus, sembari bertanya kepadaku, 'Kau tahu, mobil mana yang aku bawa hari ini?' Apakah engkau percaya yah, dia tidak ingat mobil mana yang dia bawa, karena jumlahnya yang tak terhitung?"

Lalu si anak menuang air ke gelas, sambil mencaci maki ayahnya, "Mengapa dia punya berderet-deret mobil, dan aku hanya secarik karcis bus? Mengapa kita tidak mempunyai harta seperti mereka? Mengapa engkau tidak seperti ayahnya?" Sang ayah tak mampu menjawab, dan meninggalkan anaknya yang mulai berderai air mata.

Ini kisah nyata kehidupan seorang remaja di zaman materialis yang selalu menyerang nilai-nilai luhur, seperti sekarang. Kita sebagai ayah, dituntut untuk meletakkan pola hidup bagi anak. Agar dia bisa dengan mudah menapaki hidup ini manis ataupun pahit. Kita wajib memberikan kepadanya kaidah agung yang diusung oleh Al-Qur'an:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُم ﴿١٣﴾

"...Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa..." (QS. Al Hujurat [49] :13)

Ayat ini banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang seringkali mengganggu batin anak.

Kaya dan miskin hanyalah tampilan luar. Kebahagiaan selalu ada, jika jiwa seorang manusia menjadi tenang. Kita berikan dia kompas yang selalu menuntun langkah hidup kita. Sebuah kompas yang bernama "ridha ilahi".

Banyak sekali kita jumpai seorang ayah yang menanamkan kemunafikan kepada anaknya, dengan berkata kepada anaknya, "Apa kata mereka jika melihatmu melakukan hal ini?" atau "Apa yang akan kamu perbuat, jika mereka tahu ini?"

Ikatlah dia dengan Penciptanya yang selalu mengawasi, jangan ikat dia dengan manusia yang sangat lemah ini. Katakanlah kepadanya, "Apakah engkau tidak takut akan kemurkaan Allah?" atau "Tidakkah engkau tahu, Allah tidak ridha akan ini?"

Kemunafikan hanya akan menjadikannya sebagai pribadi pembenci, pembangkang, dan rusak. Sedang kedekatan kepada Allah akan menuntunnya menjadi seorang mukmin sejati.🍃

📚Sumber: Selamat, Anda Menjadi Ayah; Karim Ash-Shadzili. 2007. Solo: Samudera

Photos 13/05/2017

Informasi pendaftaran santri baru 2017

Want your school to be the top-listed School/college in Purbalingga?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Pondok Pesantren Islam Nurul Huda
Purbalingga
53314