Pondok Pesantren Raudhotulhuda

Pondok Pesantren Raudhotulhuda Kp.Pasir Manyar Rt 19/06 Desa Purabaya, Purabaya, Sukabumi, Jawa Barat

تردد أصداء التكبير لاستقبال عيد الأضحى ٢.٢٤ بإيمان. فلتكن عبادتك القربانية جسرًا لمحو كل الآثام ولإضافة المكافآت. Gema t...
16/06/2024

تردد أصداء التكبير لاستقبال عيد الأضحى ٢.٢٤ بإيمان. فلتكن عبادتك القربانية جسرًا لمحو كل الآثام ولإضافة المكافآت.

Gema takbir berkumandang sambut Hari Raya Idul Adha 2024 dengan keimanan. Semoga ibadah kurbanmu menjadi jembatan untuk menghapus segala dosa dan menambahkan pahala.

«إِذَا أَحْبَبْتَ الرَّجُلَ فِي اللهِ ثُمَّ أَحْدَثَ حَدَثًا فِي الْإِسْلَامِ فَلَمْ تُبْغِضْهُ عَلَيْهِ فَلَمْ تُحِبَّه...
06/04/2024

«إِذَا أَحْبَبْتَ الرَّجُلَ فِي اللهِ ثُمَّ أَحْدَثَ حَدَثًا فِي الْإِسْلَامِ فَلَمْ تُبْغِضْهُ عَلَيْهِ فَلَمْ تُحِبَّهُ فِي اللهِ» حلية الأولياء ، ج ٧ ، ص ٣٤

Imām Sufyān ats-Tsauriy berkata : "Jika engkau mencintai seseorang karena Allāh, lalu ketika dia melakukan suatu perbuatan (dosa) engkau tidak marah kepadanya karena perbuatannya, maka (sebenarnya) engkau tidak mencintainya karena Allāh."

Part 2
05/07/2023

Part 2

DOKUMENTASI Acara SYAPAAT (Syahriyahan Persatuan Annidzom Terpadu) di Pondok Pesantren Raudhotulhuda
05/07/2023

DOKUMENTASI Acara SYAPAAT (Syahriyahan Persatuan Annidzom Terpadu) di Pondok Pesantren Raudhotulhuda

Dalam setiap tetes darah kurban yang mengalir, terdapat keikhlasan dan ketulusan hati yang mengalir p**a. Selamat Hari R...
28/06/2023

Dalam setiap tetes darah kurban yang mengalir, terdapat keikhlasan dan ketulusan hati yang mengalir p**a. Selamat Hari Raya Idul Adha, semoga semua pengorbanan kita diterima oleh Allah..

31/05/2023

"ADA EMPAT MACAM JENIS MANUSIA"

وقال الخليل بن احمد الرجال اربعة :
Menurut Syekh Kholil bin Ahmad, Manusia itu ada empat macam :

١). رجل يدري ويدري انه يدري فذالك عالم فاتبعوه
1. Seseorang yg tahu, dan tahu kalau dirinya tahu, sesungguhnya orang yg seperti ini adalah orang yg berilmu, maka dekatilah.

٢). ورجل يدري ولايدري انه يدري فذالك نائم فأيقظوه
2. Orang yg tahu, dan ia tdk tahu bahwa dirinya tahu, sesungguhnya orang ini sepeti orang yg tidur, maka bangunkanlah.

٣). ورجل لايدري ويدري أنه لايدري فذالك مسترشد فأرشدوه
3. Orang yg tdk tahu, dan sadar kalau dirinya tidak tahu,orang seperti ini adalah mustarsyid atau orang yg mencari petunjuk, maka wajib bagi kita untuk memberi petunjuk.

٤). ورجل لايدري ولايدري أنه لايدري فذالك جاهل فارفضوه
4. Orang yg tidak tahu,dan tdk sadar kalau dirinya tdk tahu, orang seperti ini adalah orang jahil/ Bodo, maka jauhilah.

IKAT ILMU DENGAN AMAL

وقال سفيان الثوري رحمه الله :
العلم يهتفُ بالعمل , فان أجابه وإلا ارتحل
Dan telah berkata Sufyan As-tsaury Rahimahulloh : "Ilmu menyeru kita untuk mengamalkannya. Maka jika kita tidak melaksanakan seruan ilmu, maka ilmu tersebut akan hilang.''

Salah satu cara yang paling ampuh untuk menghafalkan suatu ilmu agar tidak lupa dan hilang, yaitu dengan mengamalkannya.

ﻗﺎﻝ اﺑﻦ اﻟﻤﺒﺎﺭﻙ :
ﻻ ﻳﺰاﻝ اﻟﻤﺮء ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻣﺎ ﻃﻠﺐ اﻟﻌﻠﻢ ﻓﺈﺫا ﻇﻦ ﺃﻧﻪ ﻗﺪ ﻋﻠﻢ ﻓﻘﺪ ﺟﻬﻞ
Ibnu Al-Mubarak berkata:
"Seseorang selalu menjadi alim selama dia mencari ilmu. Jika ia menyangka dirinya alim, maka sungguh ia bodoh."

📚 احياءُ علومِ الدين، ص : ٥٩
والله سبحانه وتعالى اعلم بالصواب

:hirup ulah pake horeaman ,,rek sanajan cape jng ripuh kereyeh weh,,jalani proses na nikmati alurna, ripuh ujian, bagja ...
28/05/2023

:hirup ulah pake horeaman ,,rek sanajan cape jng ripuh kereyeh weh,,jalani proses na nikmati alurna, ripuh ujian, bagja titipan. 😁

Seja ngulem ka sadayana kaum muslimin wal muslimat santriyin santriyat ti masrik ila magrib urang ngopi bari silaturahmi...
06/04/2023

Seja ngulem ka sadayana kaum muslimin wal muslimat santriyin santriyat ti masrik ila magrib urang ngopi bari silaturahmi..

ANTARA ROMADLONI ATAU ROMADLONAKata ROMADLON termasuk Isim Ghairu Munshorif (karena isim alam dan tambahan alif dan nun)...
31/03/2023

ANTARA ROMADLONI ATAU ROMADLONA

Kata ROMADLON termasuk Isim Ghairu Munshorif (karena isim alam dan tambahan alif dan nun), yang apabila dalan kondisi i'rob Jer maka alamatnya menggunakan FATHAH menjadi (ROMADLONA), namun apabila isim tersebut disandarkan kepada lafadz setelahnya (diidlofahkan) atau kemasukan Alif-Lam (AL) maka tanda i'rob Jernya menggunakan KASROH menjadi ROMADHONI (NI) bukan (NA).

Imam Ibnu Malik di dalam bait alfiyahnya berkata

وَجُرَّ بِالْفَتْحَةِ مَا لاَ يَنْصَرِفْ * مَا لَمْ يُضَفْ أَوْ يَكُ بَعْدَ أَلْ رَدِف

Dan dijerkan dengan FATHAH terhadap isim yang tidak menerima tanwin (Isin Ghairu Munshorif), selama tidak dimudhofkan atau berada setelah AL yang mengiringinya.

Jadi redaksi niat puasa Romadlon yang benar adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فرضا لِلّه تَعَالَى

NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN ADAA-I FARDHI SYAHRI ROMADHOONI HADHIHIS-SANATI LILLAAHI TA’ALA.

Yang kalau diterjemahkan adalah : aku niat puasa besok untuk melaksanakan kewajiban bulan Romadlon dari tahun ini, karena Allah ta'ala.

Nah, dalam redaksi niat di atas, apabila lafadz Romadlon dibaca Fathah (ROMADLONA) bukan (Ni) dengan tidak mengidlofahkan kepada lafadz setelahnya yaitu lafadz (HADZIHIS SANATI) maka lafadz (HADZIHIS SANATI) secara ilmu nahwu (gramatika bahasa arab) seharusnya menjadi Dhorof, yang harus dibaca HADZIHIS SANATA (TA) bukan (TI), karena status i’robnya adalah Nashob, sehingga redaksi niatnya menjadi sebagai berikut :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةَ لِلّه تَعَالَى
NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN ADAA-I: FARDHI SYAHRI ROMADHOONA HADHIHIS-SANATA FARDLON LILLAAHI TA’ALA.

Maka jika redaksinya sebagaimana di atas ini, secara bahasa arab terjadi perubahan makna, menjadi sebagai berikut :

(Aku niat puasa besok, untuk melaksanakan kewajiban bulan Romadlon, selama setahun ini).

Kenapa begitu ?
Karena lafadz HADZIHIS SANATA status sebagai Dhorof yang menunjukkan waktu dilaksanakannya suatu pekerjaan yang dalam hal ini pekerjaannya adalah niat atau puasa, padahal niat hanya membutuhkan waktu beberapa detik, demikian halnya puasa hanya butuh beberapa jam tidak sampai satu tahun.

Sehingga apa bila niat puasa memggunakan redaksi sebagaimana di atas ROMADLONA (NA) dan HADZIHIS SANATA (TA), maka redaksi yang salah.

Oleh karena itulah redaksi niat yang benar adalah sebagaimana yang pertama di atas yaitu :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فرضا لِلّه تَعَالَى

NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN ADAA-I FARDHI SYAHRI ROMADHOONI HADHIHIS-SANATI FARDLON LILLAAHI TA’ALA.

Di dalam Kitab I’anatu at-Tholibin, juz 2/253, dijelaskan sebagai berikut :

يُقْرَأُ رَمَضَانِ بِالْجَرِّ بِالْكَسْرَةِ لِكَوْنِهِ مُضَافًا إِلَى مَا بَعْدَهُ وَهُوَ إِسْمُ اْلإِشَارَة

Romadloni (ni) dibaca jer dengan KASROH karena statusnya menjadi Mudlof kepada kalimat setelahnya yaitu isim isyaroh.

Kitab I'anah Thalibin

(قوله: نويت إلـخ) خبر عن أكملها: أي أكملها هذا اللفظ. (قوله: صوم غد) هو الـيوم الذي يـلـي اللـيـلة التـي نوى فـيها. (قوله: عن أداء فرض رمضان) قال فـي النهاية: يغنـي عن ذكر الأداء أن يقول عن هذا الرمضان. اهــــ. (قوله: بـالـجرّ لإِضافته لـما بعده) أي يقرأ رمضان بـالـجرّ بـالكسرة، لكونه مضافاً إلـى ما بعده، وهو اسم الإِشارة. قال فـي التـحفة: واحتـيج لإِضافة رمضان إلـى ما بعده لأن قطعه عنها يصير هذه السنة مـحتـملاً لكونه ظرفاً لنويت، فلا يبقـى له معنى، فتأمله، فإنه مـما يخفـى. اهــــ. ووجهه: أن النـية زمنها يسير، فلا معنى لـجعل هذه السنة ظرفاً لها. (قوله: هذه السنة) .(إن قلت) : إن ذكر الأداء يغنـي عنه. (قلت) لا يغنـي، لأن الأداء يطلق علـى مطلق الفعل، فـيصدق بصوم غير هذه السنة. وعبـارة النهاية: واحتـيج لذكره ــــ أي الأداء ــــ مع هذه السنة، وإن اتـحد مـحترزهما، إذ فرض غير هذه السنة لا يكون إلا قضاء، لأن لفظ الأداء يطلق ويراد به الفعل. اهــــ.وفـي البرماوي: ويسن أن يزيد: إيـماناً واحتساباً لوجه الله الكريـم عزّ وجلّ. اهــــ.

ROMADLONI dibaca jer dengan tanda kasroh, karena dimudhofkan pada lafadz setelahnya yaitu isim isyaroh (HADZIHI).
Keterangan :
Isim ghoiru munsharif itu tidak ditanwin dan tidak dikasroh karena punya illat yang menyebabkan sifat keisimannya lemah, lebih cenderung mirip fi'il. Namun ketika dimudhofkan maka sifat keisimannya menjadi kuat, sehingga tanda jer nya kembali memakai kasroh.-

Dalam Kitab Kasyifatussaja hlm 7, dijelaskan bahwa secara redaksi ada juga pendapat sebagian kecil ulama' yang mengatakan bahwa kalau lafadz Romadlon dibaca kasroh (ROMADLONI) maka lafadz hadzihis sanah juga dibaca kasroh (HADZIHIS SANATI), jika di baca fathah (ROMADLONA) maka lafad setelah juga dibaca fathah (HADZIHIS SANATA), setatusnya tidak sebagai Dhorof tapi dibaca Nashob karena terjadi Qot'u atau pemutusan dari lafadz sebelumnya, dan menurut pendapat ini jika lafadz ROMADLON di idlofahkan kepada lafadz setelahnya itu sangat menjanggalkan karena ‘ALAM tidak bisa diidlofahkan.

(تنبـيه) (قَوْلُهُ : بِإِضَافَةِ رَمَضَانَ) أَيْ لِمَا بَعْدَهُ فَنُونُهُ مَكْسُورَةٌ ؛ لِأَنَّهُ مَخْفُوضٌ وَإِنَّمَا اُحْتِيجَ لِإِضَافَتِهِ إلَى مَا بَعْدَهُ ؛ لِأَنَّ قَطْعَهُ عَنْهَا يُصَيِّرُ هَذِهِ السَّنَةَ مُحْتَمَلًا لِكَوْنِهِ ظَرْفًا لِقَوْلِهِ : أَنْ يَنْوِيَ وَلَا مَعْنَى لَهُ ؛ لِأَنَّ النِّيَّةَ زَمَنُهَا يَسِيرٌ ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ : إنْ جَرَرْت رَمَضَانَ بِالْكَسْرِ جَرَرْت السَّنَةَ وَإِنْ جَرَرْته بِالْفَتْحِ نَصَبْت السَّنَةَ وَحِينَئِذٍ فَنَصْبُهَا عَلَى الْقَطْعِ ، وَعَلَيْهِ فَفِي إضَافَةِ رَمَضَانَ إلَى مَا بَعْدَهُ نَظَرٌ ؛ لِأَنَّ الْعَلَمَ لَا يُضَافُ فَلْيُتَأَمَّلْ ا هـ

Yang lebih salah lagi adalah redaksi niat yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat yaitu :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّه تَعَالَى

Pada lafadz Romadlon dibaca ROMADLONA (NA) sementara pada lafadz Hadzihis sanah dibaca HADZIHIS SANATI (TI), ini secara ilmu gramatika bahasa arab tidak ada jalurnya.

Lalu bagaimana dengan hukum puasanya jika redaksi niatnya salah ?

Puasanya tetap sah SAH walaupun terjadi kesalahan dalam membaca harokat di dalamnya, selama yang dikehendaki dengan HADZIHISSANATI adalah bulan Romadlon tahun ini, karena letak niat itu di dalam hati, sebagaimana shalat dhuhur dengan mengucapkan redaksi niat shalat ashar akan tetapi niatnya dalam hati adalah shalat dhuhur maka juga SAH sebagai shalat dhuhur.

Namun apabila niat diucapkan, maka hendaknya tidak salah dalam i’rob. (Agar tidak ditertawain ayam arab, ha ha ha ini tambahan saja).-

Sekian, semoga bermanfaat

WhatsApp Group Invite

*اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه**❤ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ❤**SIAPAKAH ULAMA SALAF IT...
10/01/2023

*اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*
*❤ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ❤*

*SIAPAKAH ULAMA SALAF ITU?*

1). Imam Hanafi lahir: 80 hijriah
2). Imam Maliki lahir: 93 hijriah
3). Imam Syafie lahir: 150 hijriah
4). Imam Hanbali lahir:164 hijriah
5). Imam Asy’ari lahir: 240 hijriah

Mereka ini semua ulama Salafus Sholeh atau dikenali dgn nama ulama SALAF…
Apa itu salaf....? Salaf ialah nama “zaman” yang merujuk kepada golongan ulama yg hidup antara kurun zaman ke-Rosul-an Nabi Muhammad SAW hingga tahun 300 HIJRAH.
Tiga kurun pertama itu bisa diartikan 3 Abad pertama
(01 H hingga 300 H)
1). Golongan generasi pertama dari 300 tahun hijrah itu disebut qurun “Sahabat Nabi” karena mereka pernah bertemu dengan Nabi SAW.
2). Golongan generasi kedua disebut “Taabi’iin” , yaitu golongan yang pernah bertemu dengan Sahabat Nabi SAW.
3). Golongan generasi ketiga disebut “Tabii’ut Taabi’iin” , yaitu golongan yang tidak pernah bertemu dengan Nabi SAW dan tidak juga pernah bertemu dengan Sahabat sahabat Nabi SAW , tapi hanya bertemu dgn taabi’iin saja . Jadi Imam Abu Hanifah (pencetus mazhab Hanafi) merupakan murid Sahabat Nabi maka beliau seorang TAABI’IIN. Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Hanbali (Ahmad bin Hanbal), Imam Asy’ari p**a berguru dgn Taabi’iin , maka mereka adalah golongan TAABI’UT TAABI’IIN .
Jadi kesemua Imam - imam yang mulia ini merupakan golongan SALAF YG SEBENARNYA dan pengikut mazhhab mereka lah yang paling layak digelari sebagai “Salafi” atau "Salafiyyah", karena “salafi” maksudnya “pengikut golongan SALAF”. Jadi beruntung lah kita di Indonesia yg sebagian besar masih berpegang kepada mazdhab Syafi’i yang merupakan mazfhab SALAF yang SEBENARNYA dan tidak keluar dari pemahaman Nabi SAW dan Sahabat - sahabatnya.

SEMENTARA ULAMA RUJUKAN WAHABI YANG MENGAKU SEBAGAI SALAFI ADALAH SBB :
1) Ibnu Taimiyyah lahir: 661 Hijrah (lahir 361 tahun setelah berakhirnya zaman SALAF)
2) Nashiruddin Al-Albani lahir: 1333 Hijrah (mati tahun 1420 hijrah atau 1999 Masehi,lahir 1033 tahun setelah berakhirnya zaman SALAF)
3) Muhammad Abdul Wahhab (pendiri gerakan Wahabi): 1115 Hijrah (lahir 815 tahun setelah berakhirnya zaman SALAF)
4) Bin baz lahir: 1330 Hijrah (wafat tahun 1420 hijrah atau 1999 Masehi, sama dfn Albani, lahir 1030 tahun setelah berakhirnya zaman SALAF)
5) Al-Utsaimin lahir: 1928 Masehi (wafat tahun 2001),
beliau lahir entah berapa ribu tahun setelah zaman SALAF Mereka ini semua hidup di AKHIR ZAMAN kecuali Ibnu Taimiyyah yg hidup di pertengahan zaman antara zaman salaf dan akhir zaman. Saat Islam diserang oleh tentara Mongol Tak ada seorang pun Imam rujukan mereka yg mereka ikuti hidup di zaman SALAF. Mereka ini (ulama rujukan wahabi) semua SANGAT JAUH DARI ZAMAN SALAF tapi SANGAT ANEH apabila pengikut sekte Wahabi membanggakan diri sebagai “Salafi” (pengikut Golongan Salaf) dan menyebut sebagai SALAFI WAHABI. Sedangkan rujukan mereka adalah dari kalangan yang datang dari golongan ulama’ akhir zaman.
Mereka menuding ajaran Sifat 20 Imam Asy’ari yg lahir tahun 240 H sebagai bid’ah yg sesat. Padahal ajaran Tauhid Uluhiyyah, dan Asma wa Shifat yg mereka ajarkan itulah yang sebenarnya.

bid’ah dan diajarkan pada masa Khalaf, oleh orang yg lahir tahun 1115 H. Begitulah sejarah sebenarnya , hingga tak heran jika kaum Wahabi yang menyadari kekeliruan nya tetapi tetap tidak mendapat hidayah , berusaha membuat sejarah baru atau merevisi sejarahnya sendiri , yang menunjukkan kepanikan mereka sebenarnya. Semoga kita terjauh dari kesesatan fahaman Wahabiyah ," salafi palsu/salafi sekarang/wahabi"
Wallahu a'lam.

Semoga bermanfaat.

Dokumentasi syaha (syahriahan annidzom) yang di pimpin langsung oleh abuya annidzom 🤲🤲
17/12/2022

Dokumentasi syaha (syahriahan annidzom) yang di pimpin langsung oleh abuya annidzom 🤲🤲

16/11/2022

Hati mana yang tidak bahagia ketika melihat orang yang kau cinta tampak di depan mata..
Abuya Abdullah Mukhtar panjalu (An-nidzom)

Address

Purabaya

Telephone

+6285724169706

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Raudhotulhuda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category