Sobat Farohis

Sobat Farohis Islam muncul sebagai perkara asing dan akan kembali asing sebagaimana kemunculannya.” (HR. Imam Mu

merajut ukhuwah, menjalin kebersamaan, dalam langkah dan dakwah sekolah

27/04/2012

SAAT KEJUJURAN DITERTAWAKAN

Sebenarnya tulisan ini udah lama ingin gue buat. Cuma karena banyaknya kesibukan sehingga nggak kesampaian terus buat nulisnya. Lagipula saat itu gue dalam keadaan emosi. Gue pikir kurang baik menuangkan suatu pemikiran dalam keadaan emosi.

Kolega Save us, saat gue menulis ini nggak ada kepikiran buat menyombongkan diri dengan berkata gue nih orang jujur, dan elo nggak jujur. Nggak ada! Sejujur-jujurnya gue bilang gue masih jauh dari predikat orang jujur. Kadangkala sebagai manusia gue juga sering khilaf. Tapi yang jelas, gue percaya kalo jujur itu adalah suatu kebenaran. Dan kebenaran musti ditegakkan dan diperjuangkan. Gimanapun, nggak peduli elo dibenci dan dimusuhi, atau bahkan dibunuh. Karena gue percaya mati dalam kebenaran jauh lebih baik daripada hidup aman dalam kemunafikan. Ah, jadi kebanyakan ngelanturnya, jadi malah lupa apa yang pengen ditulis tadi….

Kolega Save us, pernahkah kalian nyontek saat ujian? Gue pernah, dulu, saat gue masih belum begitu paham akan islam. Tapi kini insya Allah nggak lagi. Hey, kenapa pandangan kalian jadi berubah kayak gitu! Kalian nggak percaya, atau kalian nganggap tidak menyontek adalah suatu hal yang aneh? Maka bila kalian berpikir demikian, maka sungguh kalianlah yang aneh.

Trus pernahkah kalian menyontekkan hasil jawaban kalian ke orang lain? Kembali sorotan mata tajam terarah ke gue. Mata sinis itu, dan cemoohan itu. Yep, karena itulah gue jadi bela-belain menuliskan tulisan ini.

Kolega Save us, gue selalu aja menghindar kalo saat ujian ada temen yang nanya atau minta dicontekin. Gue selalu pura-pura cuek, atau cari-cari alasan yang pada intinya menolak memberikan contekan. Agak risih memang dan rasanya emang nggak enak menolak permohonan teman. Hingga akhirnya suatu ketika pada saat ujian, seorang teman mencak-mencak, karena gue nggak mau mencontekin jawaban ujian gue. Saat itu, asli, perasaan gue nggak menentu. Gue tumpahkan kekesalan gue ke teman-teman yang lain. Gue bilang gue tetap pada pendirian gue, gimanapun gue ingin berpegang teguh pada prinsip, bahkan gue bilang gue berani mati demi prinsip tersebut. Nggak nyangka, respons dari teman gue malah ngetawain pendapat gue, padahal gue saat itu betul-betul serius. Asli, hati gue saat itu terluka dan dangan majas hiperbola gue katakan hati gue remuk berkeping-keping. Bukan! Bukan karena guenya yang ditertawakan. Gue sakit hati karena mereka mentertawakan kejujuran! Mentertawakan kebenaran!!

Kolega Save us, Allah memerintahkan kita berbuat jujur. Banyak ayat AlQur’an dan hadits yang menunjukkan demikian. bahkan dalam suatu hadits, Rasululullah mengatakan bahwa salah satu ciri orang munafik adalah berdusta. Nggak hanya itu, Allah juga mengharamkan perbuatan curang. Karena itu musti kita pahami bahwa ketika kita berbuat jujur, semata-mata karena itu adalah perintah Allah, bukan karena adanya standar manfaat dari kejujuran tersebut. Sepakat?!

Selain itu Allah juga memerintahkan kita tolong menolong dalam berbuat kebaikan dan melarang kita tolong-menolong dalam berbuat keburukan. Firman Allah:

“Dan tolong menolonglah kamu dalam berbuat kebaikan dan taqwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam keburukan dan dosa” (QS AlMaidah:2)

Dari ayat di atas jelas, bila itu perbuatan keburukan baik yang menolong maupun yang ditolong memiliki status yang sama, sama-sama berdosa.

Makanya gue berprinsip mencontekkan orang lain sama dosanya dengan mencontek itu sendiri. Bahkan bisa jadi memberi contekan dosanya lebih besar. Karena dengan memberi contekan, kita telah memberi kesempatan orang lain untuk berbuat dosa.

“Ah, berlebihan loe. Contek-mencontek aja dibikin masalah. Gue rasa perbuatan itu wajar-wajar aja. Loe sendiri juga pasti pernah mencontek!!” mungkin ada diantara kalian yang berpikiran kayak gitu.

Kolega, gue rasa penuturan gue nggak berlebihan. Mencontek gue rasa adalah suatu masalah yang nggak bisa dianggap sepele. Ketika guru atau dosen telah memberikan ujian dan mengakadkan tidak boleh mencontek, buka buku dan lainnya, maka apabila kita mencontek maka kita jelas telah berbuat tidak jujur dan telah curang. Beda halnya bila akad awalnya memang diperbolehkan mencontek. Sehingga dalam hal ini haramnya mencontek sama aja status haramnya dengan daging babi, haramnya berzina, atau haramnya membunuh. Karena dalam islam nggak dikenal istilah sedikit haram, agak haram, atau sangat haram. Pokoknya kalau Allah telah melarang sesuatu, nggak ada alasan buat kita memilih-milihnya atau membuat skala prioritasnya. Jadi sekali lagi sama sekali nggak berlebihan!

Trus yang bilang contek mencontek adalah wajar-wajar aja…, maka inilah jawaban gue: Apakah hanya karena banyak orang yang melakukan, dan itu sudah jadi tradisi, maka kita dengan seenaknya menganggap itu sebagai hal yang wajar. Trus seandainya suatu ketika zina menjadi tradisi, maka dengan entengnya kita juga bakal menyebutnya sebagai sesuatu yang wajar. Apakah karena banyak orang yang melakukan maka itu menjadi legitimasi terhadap kebenaran perbuatan tersebut. Nggak sobat, perbuatan yang haram nggak boleh dianggap wajar. Adalah kurang ajar bila kita memberikan predikat wajar pada sesuatu larangan Allah.

Kemudian tentang gue sendiri pasti pernah mencontek…. Bukankah diawal-awal sudah saya tegaskan: iya, gue pernah mencontek. Tapi gue berusaha dengan sekuat tenaga untuk tidak lagi mencontek atau mencontekkan. Lagipula, apa jika gue juga seorang pencontek maka status hukum mencontek akan berubah, atau apakah itu akan jadi legitimasi bagi loe buat mencontek juga. Betapa naifnya elo bila begitu….

“Sebentar… sebentar… perbuatan tidak jujur kan tidak hanya mencontek…. Nah, gue juga pernah ngeliat elo misalnya berdusta, atau berbuat curang….”

Yup, seratus buat loe! nggak cuma masalah contek-mencontek. Tapi gue pengen aja nulis panjang lebar tentang masalah itu. Mengenai gue, di awal-awal gue kan udah bilang (aduuuh! Baca lagi dah mulai awal) kalo gue masih jauh dari predikat sebagai orang jujur. Kadang gue juga khilaf, misalnya berbohong dan lain sebagainya. Cuma gue yakin akan kebenaran, kalo gue tidak jujur Allah benci ama gue, dan gue bakal disiksa ntar di akhirat dan kalo gue jujur Allah bakal ridla ama gue. Jadi sedapat mungkin gue belajar jadi orang jujur. Dan gue rasa nggak salah kalo dalam keadaan yang masih jauh dari kesempurnaan ini, gue mengajak orang lain untuk berbuat jujur. Terus terang gue kurang sependapat dengan pernyataan yang bilang jangan mendakwahi orang kalo elo sendiri belum sempurna. Lihat diri loe dulu d**g! Nah, kalo semua orang berpikir kayak gitu maka risalah islam ini hanya sampai di segelintir orang seperti sahabat-sahabat Rasul aja. Soalnya semua orang merasa dirinya tidak sempurna dan tidak pantas untuk berdakwah.

Kalo makai perasaan emang sulit. Terkadang kita berada dalam kondisi kepepet. Kalo nggak mencontek bisa-bisa nilai kita hancur dan nggak lulus. Trus misalnya kalo tidak memberi contekan kita bakal dimusuhi, nggak enak sama teman, dibilang sombong atau mau pinter sendiri, atau macem-macem. Ya..itu tadi, seperti kasus yang gue ceritain di awal, teman gue yang nggak gue contekin mencak-mencak (Padahal sebenarnya kalo dia tahu, gue sendiri saat itu dalam keadaan ‘blank’ hanya sedikit yang bisa gue jawab, sisanya kosong atau kalo terisipun jawabannya asal). Tapi percayalah sobat, semua hal diatas: nilai hancur, nggak lulus, dibilang sombong, dimusuhi… nggak ada artinya bila dibandingkan dengan murka Allah bila kita berbuat sesuatu yang dilarang-Nya. Terlalu tidak berharga apabila kita menjual keyakinan kita hanya untuk seonggok kenikmatan dunia yang sesaat.

Kolega Save us. Gue nggak terlalu berharap loe –dengan selembar kertas lecek potokopian buram ini- bakal berubah. Gue juga nggak peduli apakah sehabis loe baca tulisan ini loe nyumpah-nyumpah, ngetawain gue, merobek kertas ini, atau membuangnya ke tempat sampah, dijadikan coret-coretan, pesawat-pesawatan, atau malah dijadikan kertas kerpean buat ujian. Gue nggak peduli! Gue ikhlas kok. Yang jelas sekarang gue telah punya jawaban bila kelak di akhirat Allah menyidang gue “Ya Allah saksikanlah, hamba-Mu yang hina ini telah menyampaikan”.

http://farohisprolink.blogspot.com/2012/04/saat-kejujuran-ditertawakan.html

31/03/2012

Mengajak Orang Tua Taat

Assalamu`alaikum Wr Wb

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga, apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT serta tidak kurang suatu apapun. Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Di rumah, saya sering di panggil Pak Ustadz padahal saya hanya santri kalong di masjid. Karena julukan itu saya jadi mawas diri. Namun saya malu, mengapa orang tua saya tidak tergerak hatinya untuk ikut bersama ke jalan Allah. Pernah beberapa kali saya mencoba membujuknya untuk shalat, tapi selalu gagal. Mereka bilang nanti saja kalau sudah tua. Apa yang harus saya lakukan untuk mengajak mereka ke jalan Allah? Mohon saran dari ibu, atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu`alaikum Wr. Wb.

Ahmad
Cirebon

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.
Ahmad yang baik,

Tidak sedikit keluarga Muslim yang orang tuanya tidak mengerjakan shalat kewajiban yang lain. Barangkali semacam itulah gambaran kebanyakan keluarga Muslim sekarang ini. Bagaimana mungkin sebuah keluarga yang demikian, akan mampu menciptakan keluarga yang sakinah. Orang tua adalah pendidik utama sekaligus contoh yang terdekat bagi anak-anaknya. Sudah seharusnya memberikan contoh yang baik dan siap menjadi panutan bagi anak-anaknya. Tapi sayang, banyak orang tua yang sekarang ini justru sebaliknya. Sulit untuk diajak meniti jalan yang sudah ditetapkan dalam Islam. Seperti halnya keengganan untuk melaksanakan ibadah shalat. Shalat memang bukan ibadah yang ringan. Orang tidak melakukan shalat bisa dengan banyak macam alasan, seperti misalnya repot karena harus berbasah-basah ketika wudlu, mengganggu konsentrasi kerja, menyita waktu atau alasan seperti yang dikemukakan orang tua Anda “menunggu kalau sudah tua”. Padahal kita tidak akan pernah tahu kapan ajal seseorang tiba. Usia bukan manusia yang mengaturnya, tapi Allah SWT.
Ahmad yang baik,

Sangat banyak ayat-ayat Allah yang menerangkan tentang kewajiban shalat ini.

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (dengan mengerjakan shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. 29 : 45).

Bersabda Rasulullah SAW:

“Permulaan amalan yang diperiksa dari amalan seorang hamba pada hari qiyamat ialah shalatnya. Diperhatikan benar-benar shalatnya. Maka jika betul urusan shalatnya, mendapat kemenanganlah ia. Jika tidak betul urusan shalatnya, rugi dan sia-sialah usahanya”. (HR. Ath Thabarany)

Allah SWT juga telah menjelaskan ancaman-ancaman berat bagi orang yang meninggalkan shalat.

“Apakah yang memasukkan atau menjerumuskan kamu ke dalam neraka? Menjawab mereka: Kami tidak mengerjakan shalat”. (QS 74: 42-43).
Ahmad yang baik,

Dari ayat dan hadits tersebut di atas jelas sekali bagaimana pentingnya kedudukan shalat dalam Islam. Hanya saja, banyak orang yang kadang-kadang menganggap remeh persoalan shalat ini. Saran saya, ingatkan terus orang tua Anda. Jangan bosan. Sampaikan ayat-ayat tentang kewajiban menjalankan shalat dan ancaman-ancaman yang akan diberikan Allah SWT jika meninggalkannya. Sertai dengan pemahaman mengenai ajal seseorang yang tidak dapat sedetik pun dimajukan dan dimundurkan. Carilah saat yang tepat, ketika akan menyampaikan nasihat kepada mereka. Dan perlu diperhatikan, bahasa yang digunakan. Gunakan bahasa yang baik, yang kira-kira orang tua mau mendengarkan peringatan-peringatan Anda, tidak terkesan Anda mengguruinya. Biasanya orang tua tidak menyukai hal seperti itu. Jangan lupa koreksi kembali mungkin ada langkah atau pendekatan yang kurang tepat yang selama ini Anda lakukan. Anda juga bisa mendorong mereka untuk mengikuti kegiatan atau kajian-kajian di mushala, masjid atau majlis-majlis taklim terdekat. Kajian-kajian dan aktivitas semacam itu biasanya akan membantu memberikan pemahaman dan kesadaran untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nah, kalau usaha sudah maksimal dan ternyata orang tua tidak sadar-sadar juga, mohonkanlah doa kepada Allah SWT. Karena hanya Dialah yang mampu membolak-balikkan hati manusia.[Dra (Psi) Zulia Ilmawati]

20/03/2012
20/03/2012

PENGARUH KEMISKINAN BAGI MASYARAKAT
Posted by admin on March 16, 2012 in Artikel | 0 Comment



Kemiskinan Ladang Pemurtadan
Kemiskinan, gelandangan dan pengemis semakin bertambah setiap tahunnya, bertebaran di setiap sudut kota dan disetiap lampu lalulintas persimpangan jalan raya , kadzal faqru’ ayakunal kuffra

Dalam Perjalan pulang pergi dari rumah menuju tempat bekerja , pandangan saya sering disuguhkan dengan fenomena hilir mudik anak-anak dan orang tua yang mengemis dipersimpangan jalan ,dari balita hingga manula , sepertinya mereka tidak takut arus kendaraan yang bisa membahayakan dirinya .

Fenomena seperti itu menunjukan kelemahan dari managemen pemerintah baik pusat maupun daerah ,serta tidak konsistennya pelaksanaan dari amanat undang-undang dasar 45. pasal 34 yang berbunyi “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara “.Adalah merupakan kewajiban Negara untuk memelihara fakir miskin .

Jika pemahaman pasal 34UUD45 dilakukan secara tersurat , maka maksudnya bahwa seluruh fakir miskin dan anak terlantar yang ada di negri ini seluruhnya harus benar- benar dipelihara oleh Negara, dalam arti diberi fasilitas hidup seperti jaminan social ,tunjangan hidup, uang saku secukupnya ,tunjangan kesehatan dll ,seperti yang telah dilaksanakan dinegara kaya . Kita tidak menafikan adanya lembaga social yang dinaungi oleh department social , namun akomodasi pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar melalui departemen ini tidak optimal bahkan sarat dengan korupsi ,manipulasi dari individu tertentu yang mendirikan lembaga social fiktif,atau bahkan banyak penyimpangan lain dalam prakteknya. Oleh karenanya department ini pada era pemerintahan Abdurahman Wahid dibubarkan .

Tetapi jika pasal 34 UUD45 ditafsirkan secara tersirat -–oleh karena kondisi ekonomi Negara yang sedang carut-marut yang tidak mungkin bisa memelihara seluruh fakir miskin dan anak terlantar yang ada –alternative yang bisa dilakukan oleh Negara adalah melakukan subsudi silang pada pemberian budget pendidikan baik umum atau madrasah .Pada bidang pendidikan, seharusnya pemerintah menaruh perhatian serius, karena bidang ini merupakan rahim ibu pertiwi, masa depan Indonesia tergantung pada kualitas hasil akhir dari pendidikan . Namun pada kenyataannya pemerintah masih menutup mata pada dunia pe

08/03/2012

awali dengan basmalah,,,,

13/01/2012

Katanya mau masuk surga tapi takut mati, padahal kunci pintu surga yang pertama adalah mati ya :)
Katanya demen surga, tapi sedekah jum'at 1000, sama kayak masuk toillet umum, 1000-an >> surga disamain ama toilet umum? -_- ya..
Katanya cinta, tapi malah jerumusin ke neraka dengan khalwat, katanya sayang tapi minta yg macem2 (bahaya), ya :)
Katanya Al-Qur'an petunjuk hidup, tapi sehari nggak ada dibaca 1x, kayaknya sekarang facebook yang jadi petunjuk hidup, dibaca melulu :D by fsw

13/01/2012

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. AL BAQARAH:186)

Ssstt, kamu pasti pada tahu kan tongkrongannya Irfan Bachdim, Justin Bieber, Dude Herlino, Hyun Bin, dan masih banyak de...
09/01/2012

Ssstt, kamu pasti pada tahu kan tongkrongannya Irfan Bachdim, Justin Bieber, Dude Herlino, Hyun Bin, dan masih banyak deretan nama cowok lainnya. Kata banyak orang, mereka cakep, ganteng, tampan bin mengkilat. Lho? Kok kata orang? Karena apa yang menurut kata orang banyak, belum tentu saya sependapat dengan mereka. Suka-s**a donk! Ya nggak? Hehehe
Semua nama tersebut adalah deretan selebritis yang terkenal di bidangnya masing-masing. Dari semua nama tersebut, hanya Irfan Bachdim saja yang background-nya adalah sepak bola. Selebihnya adalah kalangan artis dan bintang sinetron/film. Tak heran, karena bidang ini (baca: entertainment) memang mengharuskan wajah cakep sebagai modal utama bila ingin terkenal.

Read more: http://farohisprolink.blogspot.com/2012/01/pilih-ganteng-atau-takwa.html

02/01/2012

Subhanallah.. betapa banyak orang yg bergembira akan hari yg bukan hari mereka, hari yg justru kan dimintai pertanggungjawaban atasnya
Bunyi petasan membumbung luas, menggambarkan dakwah yg masih belum membumi pada masyarakat, Allahuakbar, lemahnya kita pengemban dakwah
Ketika menasihati, ramai yang mencibir, betul sekali bahwa 'laron tidak s**a dihalangi dari api yang justru kan membakar habis tubuhnya'

02/01/2012

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al quran).
(QS. AN NISAA':174)

02/01/2012

semoga tetap dalam syariah

31/12/2011

“Tetaplah Perawan Setelah Malam Tahun Baru”

Address

Probolinggo
Probolinggo
67216

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sobat Farohis posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Sobat Farohis:

Shortcuts

Share

Category