25/11/2015
Jakarta. Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) perwakilan dari masing-masing daerah berkumpul di Istana Negara, dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional. Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Umum PGSI bapak Muhammad Fattah meminta kepada pemerintah untuk tidak mengkotak-kotak-an guru (Guru PNS, Guru Honor, Guru Swasta, dsb.) yang ada hanya satu yaitu Guru Indonesia.
Kenyataan yang terjadi saat ini adalah, terjadi perbedaan pandangan dan juga penilaian terhadap para Pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, yang berdampak pada kebijakan pemerintah yang kurang memperhatikan nasib guru-guru Honor (swasta). Untuk itu PGSI menyampaikan aspirasi kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan kesejahteraan guru Honor (swasta). Bapak Suprihatin (ketua wilayah IV PGSI) mengatakan "para guru honor (swasta) yang tergabung dalam PGSI telah melaksanakan kewajibannya, tidak jauh berbeda dengan kewajiban para guru yang diangkat sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara), untuk itu kami meminta kepada pemerintah (Presiden Jokowi) untuk memperhatikan nasib guru yaitu dengan memberikan haknya agar dapat mengangkat guru honor (swasta) menjadi guru ASN".
Pada kesempatan tersebut masing-masing Perwakilan Daerah PGSI seluruh Indonesia menyampaikan aspirasi dan juga melakukan doa bersama, dengan harapan nasib guru honor (swasta) menjadi lebih baik dan dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui mekanisme yang sesuai dengan pengabdian para guru tersebut. (koresponden: luck)