24/05/2024
Pentingnya Sanad Keilmuan di Pondok pesantren
Pondok pesantren merupakan pendahulu dari sistem asrama yang telah lama diselenggarakan di dunia barat. Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua yang berorientasi pada kajian keagamaan yang bersumber pada Al-Quran dan hadits. Sampai saat ini, pesantren semakin menarik perhatian masyarakat karena menanamkan ketersambungan rantai atau sanad keilmuan untuk menjaga orisinalitas dan kevalidan keilmuan antara guru dan murid.
لغةً المعتمد، وسمي كذلك، لأن الحديث يستند إليه، ويعتمد عليه واصطلاحًا: سلسلة الرجال الموصلة للمتن
Artinya: “Sanad secara bahasa adalah al-Mu'tamad (tempat bersandar atau bergantung), dinamakan demikian sebab hadits disandarkan kepada sanad atau bergantung kepadanya. Secara istilah, sanad adalah silsilah para perawi yang menyambungkan hingga ke mata.” (Mahmud Thahhan, Taysir Musthalah al-Hadits, Maktabah al-Ma'arif, cetakan ke-10: 2004, hal 19).
Dalam tradisi pesantren, ilmu menjadi bagian dari agama karena bersumber dari Wahyu. Belajar, mengaji, mengkaji ilmu bagian dari ibadah, sehingga sumber ilmu betul-betul jelas dan bisa dipertanggung jawabkan. Oleh karenanya, pesantren sanad keilmuan bagian dari agama. Sebagaimana dikatakan Imam Muslim.
أَلْإِسْنَادُ مِنَ الدِّيْنِ وَلَوْلَا الْإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ (شرح الصحيح مسلم للنواوي: ج ١، ص ٤٧)
Artinya: “Sanad adalah urusan agama. Kalau urusan isnad tidak diperhatikan, maka setiap orang bisa berbicara apa saja sekehendak hatinya.”
Di masa dekade awal, sanad dianggap tidak penting, tetapi ketika fitnah merebak, maka sanad menjadi alat penting untuk validasi informasi keagamaan. Sebagaimana dikatakan Imam Nawawi.
لَمْ يَكُونُوا يَسْأَلُونَ عَنِ الأِسْنَادِ فَلَمَّا وَقَعَتِ الْفِتْنَةُ قَالُوا سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُم فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ سُنَّةِ فَيُؤْخَذْ حَدِيْثُهُم وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ البِدع فَلَا يُؤْخَذ حَدِيْثُهم
Artinya: “Dulu mereka (para ulama di masa sahabat), tidaklah bertanya tentang sanad. Ketika terjadi fitnah, mereka berkata: "Sebutkanlah nama para perawi (hadits) kalian. Untuk dilihat (apakah berasal dari) Ahlussunnah, sehingga diambil (diterima) haditsnya. Dan dilihat (apakah berasal dari) ahlul bid'ah, sehingga tidak diambil hadits mereka.”