Jasa Olah Data dengan SPSS

Jasa Olah Data dengan SPSS kursus spss bagi mahasiswa skripsi atau tesis dan jasa olah data spss.

27/07/2015

Dalam kondisi yg serba sulit,,, go go smangat,, utk belajar

15/07/2015

Analisis Regresi dengan Variabel Moderating dalam SPSS

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa analisis regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh antara veriabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen). Namun, berbeda dari biasanya contoh kasus kali ini yaitu analisis regresi dilakukan dengan menambah satu variabel lagi yakni variabel modetator atau variabel moderating. Pada dasarnya variabel moderator adalah variabel independen yang dapat memerkuat atau memperlemah hubungan diantara variabel independen terhadap variabel dependen | Baca : Teori Varibel Penelitian | Variabel moderating dapat dilihat pada contoh judul penelitian di bawah ini.
Judul Penelitian : “Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Moderating”

15/07/2015

Uji Multikolinearitas dengan Melihat Nilai Tolerance dan VIF
Kilas balik bahwa kemarin kita sudah belajar mengenai Uji Normalitas Rumus Kolmogorov-Smirnov SPSS masih ingat bukan, nah lanjut pada kesempatan kali ini kita akan belajar mengenai Uji Multikolinearitas dengan melihat nilai Tolerance dan VIF, saya yakin sobat dapat melakukan uji tersebut jika cermat mengikuti cara yang saya lakukan. Untuk lebih jelasnya simak sebagai berikut.

Tujuan Uji Multikolinearitas :
Menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar veriabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas (tidak terjadi multikonieritas). Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN:
Melihat nilai Tolerance
Tidak terjadi Multikolinearitas , jika nilai Tolerance lebih besar 0,10.
Terjadi Multikolinearitas, jika nilai Tolerance lebih kecil atau sama dengan 0,10.
Melihat nilai VIF (Variance Inflation Factor)
Tidak terjadi Multikonieritas, jika nilai VIF lebih kecil 10,00.
Terjadi Multikonieritas, jika nilai VIF lebih besar atau sama dengan 10,00.

15/07/2015

Pengumpulan Data Penelitian dengan Dokumentasi | Dokumentasi sering dicontohkan dengan foto-foto baik dalam acara tertentu maupun dalam penelitian. Namun perlu dicermati bahwa yang dimasud dokumentasi tidak hanya foto-foto saja. Contoh dokumentasi yang dimaksud dalam artikel kali ini adalah gambar, tulisan, buku, monografi dan lain sebagainya. Selanjutnya untuk memperdalam pemahalan kita tentangPengumpulan Data Penelitian dengan Dokumentasi adalah sebagai berikut.
Menurut Sugiyono [2011:329-330]
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, ceritera, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain. Hasil penelitian dari observasi atau wawancara, akan lebih kridibel atau dapat dipercaya kalau di dukung oleh sejarah pribadi kehidupan masa kecil, sekolah, di tempat kerja, di masyarakat, dan autobografi.

Kelemahan Dokumentasi
Perlu dicermati bahwa tidak semua dokumen memiliki kredibilitas yang tinggi, sebagai contoh banyak foto yang tidak mencerminkan keadaan aslinya, karena foto dibuat untuk kepentingan tertentu. Demikian juga autobiografi yang ditulis untuk dirinya sendiri, sering subjektif.

06/07/2015

Makin asyik kalo udah belajar/kursus sekalian,, konsultasi skripsi dan tesis jurusan ekonomi,,

25/06/2015

Belum ada kata terlambat,, utk mahasiswa STIE prabumulih terkhusus bisa belajar di sini,, lebih lanjut kursus. Minat inbox aja.

21/04/2015

Teori Sampel dan Sampling Penelitian |

Secara umum sampel penelitian adalah bagian dari populasi yang mewakili karakteristik populasi dalam peneltian. Sampel mempunyai cakupan lebih kecil dari pada populasi. Untuk mendapatkan sampel, maka digunakanlah teknik penggambilan sampel atau sering disebut dengan sampling. Tenik pengambilan sampel ada bermacam-macam. Untuk memperdalam pemahaman kita tentang sampel dan sampling, maka kita perlu merujuk teori-teori yang sudah ada. Berikut Teori Sampel dan Sampling Penelitian menurut para pakar:

Teori Sampel dan Sampling Penelitian menurut Sugiyono [2011:118-127]
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel dilakukan jika populasi besar dan peneliti tidak mungkin memperlajari semua yang ada pada populasi.
Teknik Sampling, adalah teknik pengambilan sampel. Untuk menetukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat macam-macam teknik sampling yaitu Probability Sampling dan Non Probability Sampling:

1. Probability Sampling, adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Tekni ini meliputi. Simple rambom sampling, Proportionate stratified random sampling, Disproportionate stratified random sampling, dan Sampling area.

Simple Rambom Sampling, adalah pengambilan sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara ini dilakukan jika anggota populasi bersifat homogen.
Proportionate Stratified Random Sampling, adalah teknik pengambilan sampel yang digunakan jika populasi mempunyai anggota atau unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.
Disproportionate Stratified Random Sampling, adalah teknik yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel, jika populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
Sampling Area, teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan.

2. Non Probability Sampling, adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi pelung atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi, Sampling sistematis, Kuota, Insidental, Purposive, Jenuh, Snowball.

Sampling Sistematis, adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu.
Sampling Kuota, adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diiginkan.
Sampling Insidental, adalah teknik menentukan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan atau insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel jika orang tersebut dipandang cocok sebagai sumber data.
Sampling Purposive, adalah teknik menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif atau penelitian-penelitian yang tidak melakukan generalisasi.
Sampling Jenuh, adalah teknik menentukan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan jika jumlah populasi relatif kecil yakni kuran dari 30 orang.
Snowball Sampling, adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar.

Teori Sampel dan Sampling Penelitian menurut Arikunto [2010:134-185]
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti”. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan sampel adalah bagian populasi yang hendak diteliti dan mewakili karakteristik populasi. Apabila populasi penelitian berjumlah kurang dari 100 maka sampel yang diambil adalah semuanya, namun apabila populasi penelitian berjumlah lebih dari 100 maka sampel dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih. pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan dengan cara Sampel acak, Sampel berstrata, Sampel wilayah, Sampel proporsi, Sampel kouta, Sampel kelompok, dan Sampel kembar.
Sampel Acak (Random Sampling) adalah teknik mengambilan sampel dengan cara mencampur subjek-subjek tanpa mepertimbangkan tingkatan-tingkatan dalam populasi.
Sampel Berstrata (Stratified Sample) adalah teknik pengambilan sampel dengan memperhatikan tingakatan-tingkatan dalam populasi.
Sampel Wilayah (Area Probability Sample) adalah teknik pengambilan sampel dengan memperhatikan area dimana populasi berada.
Sampel Proporsi (Proportional Sample) adalah teknik pengambilan sampel dengan memperhatikan proporsi dalam sampel wilayah.
Sampel Bertujuan (Proporsive Sample) adalah teknik pengambilan sampel didasarkan pada tujuan tertentu dengan memperhatikan ciri-ciri dan karakteristik populasi.
Sampel Kouta (Qouta Sample) adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan jumlah yang telah ditentukan.
Sampel Kelompok (Cluster Sample) adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan kelompok yang telah ditentukan dari anggota populasi.
Sampel Kembar (Double Sample) adalah teknik pengambilan sampel dengan menggunakan dua sampel sekaligus sebagai pembanding.

Teori Sampel dan Sampling Penelitian menurut Bugin [2011:112-115]
Sampel adalah wakil semua unit strata dan sebagainya yang ada di dalam populasi. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan sampel dalam suatu penelitian, yaitu derajat keseragaman, derajat kemampuan peneliti mengenal sifat-sifat khusus populasi, presisi yang dikehendaki penelitian, dan penggunaan teknik sampling yang tepat.

Metode sampling, adalah membicarakan bagaimana menata berbagai teknik dalam penarikan atau pengambilan sampel penelitian, bagaimana kita merancang tata cara pengambilan sampel agar menjadi sampel yang representatif. Metode sampling yang dilakukan tidak boleh meninggalkan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam meperoleh sampel yang representatif itu.

Teori Sampel dan Sampling Penelitian menurut Widiyanto [2010:5]
Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang akan diteliti dan dianggap telah mewakili dari populasi.

Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS | Uji Heteroskedastisitas merupakan salah satu bagian dari uji as...
21/04/2015

Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS |

Uji Heteroskedastisitas merupakan salah satu bagian dari uji asumsi klasik dalam model regresi. Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dalam sebuah data, dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti menggunakan Uji Glejser, Uji Park, Uji White, dan Uji Heteroskedastisitas dengan melihat grafik scatterplot pada output SPSS. Namun, pada artikel tutorial kali ini saya tidak akan membahas lebih jauh tentang apa itu uji heteroskedastisitas, tujuan uji heteroskedastisitas, dan lain sebagainya yang sebelumnya sudah saya jelaskan pada artikel Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Program SPSS

Sesuai judul di atas, kali ini saya akan mempraktekkan Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot SPSS. Pada prinsipnya uji heteroskedastisitas dengan metode ini adalah melihat grafik Scatterplot antara nilai prediksi variabel independen yaitu ZPRED dengan residunya SRESID.

Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot
Jika terdapat pola tertentu pada Grafik Scatterplot SPSS, seperti titik-titik yang membentuk pola yang teratur (bergelombang, menyebar kemudian menyempit), maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi heteroskedastisitas.
Sebaliknya, jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar, maka indikasinya adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.

20/04/2015

Khusus MHS STIE Prabumulih (YPP) yang mau belajar,, boleh. mau copy master SPSS 17 atau SPSS 21 Full Crack. boleh juga

18/04/2015

Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Program SPSS | Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN

•Tida terjadi heteroskedastisitas, jika nilai thitung lebih kecil dari ttabel dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05.
•Terjadi heteroskedastisitas, jika nilai thitung lebih besar dari ttabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.

18/04/2015

Uji Multikolinearitas dengan Melihat Nilai Tolerance dan VIF | Kilas balik bahwa kemarin kita sudah belajar mengenai Uji Normalitas Rumus Kolmogorov-Smirnov SPSS masih ingat bukan, nah lanjut pada kesempatan kali ini kita akan belajar mengenai Uji Multikolinearitas dengan melihat nilai Tolerance dan VIF, saya yakin sobat dapat melakukan uji tersebut jika cermat mengikuti cara yang saya lakukan. Untuk lebih jelasnya simak sebagai berikut.

Tujuan Uji Multikolinearitas :
Menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar veriabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas (tidak terjadi multikonieritas). Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN:
Melihat nilai Tolerance
•Tidak terjadi Multikolinearitas , jika nilai Tolerance lebih besar 0,10.
•Terjadi Multikolinearitas, jika nilai Tolerance lebih kecil atau sama dengan 0,10.
Melihat nilai VIF (Variance Inflation Factor)
•Tidak terjadi Multikonieritas, jika nilai VIF lebih kecil 10,00.
•Terjadi Multikonieritas, jika nilai VIF lebih besar atau sama dengan 10,00.

Address

Prabumulih
31123

Telephone

085267007140

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jasa Olah Data dengan SPSS posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category