26/05/2026
Matangkan Persiapan Studi EHRA 2026, Pemerintah Kabupaten Poso Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor
Pemerintah Kabupaten Poso resmi memulai langkah awal pelaksanaan Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan atau Environmental Health Risk Assessment (EHRA) Tahun 2026. Langkah ini diawali dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan yang berlangsung di Poso pada hari Senin, 25 Mei 2026.
Acara penting ini dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten 2) Sekretariat Daerah Kabupaten Poso, Abd. Kahar Latjare, ST., M.Si.
Dalam pelaksanaannya, Rakor ini menghadirkan dua pemateri utama yang mengupas tuntas urgensi studi kesehatan lingkungan, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, dr. N. Taufan Karwur, serta Tenaga Ahli Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tengah, Beni Palanti, SKM., MKM.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan program ini berjalan masif dan tepat sasaran, agenda ini melibatkan jajaran pemangku kepentingan yang luas. Hadir sebagai peserta aktif di antaranya perwakilan dari Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat se-Kabupaten Poso, seluruh Kepala Puskesmas di wilayah Kabupaten Poso, serta jajaran internal lintas program Dinas Kesehatan Kabupaten Poso.
Sebagai informasi, Studi EHRA merupakan sebuah metode survei partisipatif di tingkat kabupaten/kota yang berfokus pada pemetaan kondisi fasilitas sanitasi, perilaku higiene, serta potret kebiasaan masyarakat dalam skala rumah tangga.
Nantinya, data riil yang diperoleh dari lapangan akan menjadi kompas bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pembangunan sanitasi jangka panjang, sekaligus mengidentifikasi wilayah-wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran berbagai penyakit akibat faktor lingkungan.
Tujuan utama dari rakor ini adalah untuk membangun jalur komunikasi dan koordinasi yang kuat di antara seluruh elemen pemerintahan sejak dini, demi mematangkan seluruh tahapan persiapan pelaksanaan Studi EHRA di lapangan.
Melalui ruang dialog ini, Pemerintah Kabupaten Poso berhasil merumuskan kesepakatan dan mengunci komitmen bersama, khususnya terkait pemenuhan dan validasi data-data krusial yang dibutuhkan selama studi berlangsung.
Dengan koordinasi yang solid ini, pelaksanaan Studi EHRA 2026 diharapkan dapat menghasilkan basis data yang akurat guna mewujudkan masyarakat Kabupaten Poso yang lebih sehat dan bebas dari risiko penyakit berbasis lingkungan.