08/01/2026
Tipu daya seorang lelaki bukan selalu soal kata-kata manis,
tetapi tentang keteguhan hati dan kesediaan berkorban.
Ia sanggup menahan lapar agar orang yang dicintainya bisa makan dengan tenang.
Ia mampu menahan lelah, menekan ego, dan menyimpan letih
demi melihat orang yang ia sayangi tersenyum dan merasa bahagia.
Cinta sejati tidak banyak bicara,
ia hadir dalam diam, dalam pengorbanan yang tidak selalu terlihat,
namun terasa nyata dalam keikhlasan dan tanggung jawab.
----
30/12/2025
Makna Singkat
Pesan dari Gus Baha ini mengajak para orang tua untuk mengubah sudut pandang dalam membesarkan anak:
1. Menghindari Kekhawatiran Duniawi: Jangan hanya fokus pada beban finansial (sekolah, pernikahan) yang seringkali membuat anak dianggap sebagai "beban" atau masalah.
2. Perspektif Spiritual: Melihat anak sebagai investasi spiritual yang akan melanjutkan ibadah (sujud) dan amal jariyah orang tuanya.
3. Ketenangan Hati: Dengan melihat anak sebagai "tabungan akhirat", orang tua akan mendidik dengan lebih ikhlas dan penuh rasa syukur.
-----
28/12/2025
Dalam kebenaran saja masih mungkin terselip salah, apalagi dalam kesalahan.
Maka adab seorang pencari ilmu bukan sibuk membela diri, tetapi berani mengakui kekeliruan.
Doa “Rabbana dholamna anfusana” adalah pengakuan jujur bahwa diri ini lemah dan butuh ampunan.
Sebab mengakui salah adalah awal dari kebenaran, sedangkan berargumentasi tanpa adab hanya menjauhkan dari hidayah.
----
26/12/2025
3 Serangkai Aktor Dibalik Suksesnya Islah
Kiyai Muhibbul Aman A. (Pondok Besuk, Pasuruan) dan Kiyai Athoillah S. A. putra Kiyai Anwar M. adalah aktor utusan tim islah yang menemui Rois 'Aam.
Keduanyapun berhasil, Rois 'Aam dan jajaran Syuriyah bisa luluh dan bisa merubah pendirian, yang semula tidak mau menemui Ketum, dan yang semula tidak mau islah berubah menyetujui islah hingga Muktamar.
Ditambah lagi Kiyai A. Muid S. yang fasih jadi juru bicaranya saat konferensi perss.
Kita juga tau, seperti ide-ide briliyan yang sering muncul dari beliau. Bukan mengandalkan merangkai kata, tapi kerja nyata.
Gaya biasa-biasa saja, tapi mantab.
▪︎ Nuril Hida Almaqdasy
Banyak yang belum mengerti, bahwa KH. Muhib Aman Ali sejatinya masih berada dalam masa pemulihan, pasca operasi yang menuntut tubuhnya beristirahat, berdiam, dan memulihkan diri.
Namun bagi beliau, ada amanah yang tak bisa menunggu hingga tubuh sepenuhnya pulih. Di saat raga seharusnya rebah,�jiwa justru memilih untuk bangkit.�
Di tengah anjuran bed rest, beliau melangkah dengan sisa tenaga,�demi sebuah ikhtiar yang lebih besar dari rasa sakitnya sendiri.
Ini bukan soal kuat atau tidak kuat, melainkan soal tanggung jawab dan cinta. Cinta pada persatuan, cinta pada jam’iyyah, cinta pada maslahat yang diyakini lebih utama daripada kenyamanan pribadi.
Barangkali tidak semua mata mampu melihat pengorbanan semacam ini. Namun sejarah selalu mencatat: bahwa kadang, perdamaian lahir dari orang-orang yang datang dengan tubuh lemah, tetapi hati yang sangat teguh.
26/12/2025
Dinamika Di NU
Tahun 2025 ini tepat 20 tahun saya menjadi bagian dari pengurus NU. Soal dinamika yang terjadi antara Syuriah dan Tanfidziyah sudah saya rasakan sejak lama. Bahkan saat di MWC NU Tambaksari.
Baru saja terpilih, Rais Syuriah tingkat kecamatan melakukan rapat sambil berkata "Rais Syuriah itu ibarat kiainya, Ketua Tanfidziyah adalah ketua Pondoknya. Jadi harus nurut sama kiainya?". Sayangnya ketua Tanfidziyah saat itu bukan santri lulusan pesantren, dia menolak dengan kata: "Kapan saya jadi santrinya?". Sejak saat itu perjalanan organisasi tidak harmonis. Tapi pada akhirnya keduanya jadi membaik setelah tidak lagi menjadi pengurus. Sekarang keduanya sudah wafat. Semoga Allah memberi Rahmat untuk keduanya.
Ada lagi di kepengurusan yang lain. Rais Syuriah punya pondok, setiap ada kucuran dana bantuan dari pemerintah setempat, kiai tersebut membawanya untuk pondoknya. Alasannya bahwa "Pondok saya isinya orang NU semua, jadi berhak mendapatkan bagian". Lagi-lagi menjadi sebab terputusnya komunikasi antara Syuriah dan Tanfidziyah. Setelah berakhir, jadi baik lagi hubungan personal beliau berdua.
Hampir di semua jenjang saya temui insiden semacam ini. Dan itu masih lingkup manusiawi. Bahkan di awal terpilihnya Yai Miftah dan Gus Yahya, saya sempat sowan ke Yai Miftah karena ada suatu keperluan, bersamaan dengan tamu yang juga jajaran PBNU. Yai Miftah dawuh: "Saya senang Gus Yahya ini laporan terus setiap mau melakukan kegiatan".
Yai Miftah termasuk Rais Am yang paling aktif. Bahkan sejak dulu. Saya 10 tahun berkesempatan mulazamah kepada beliau. Bukan di pondok, tapi di acara Bahtsul Masail. Beliau salah satu Rais Syuriah yang sabar menunggu Bahtsul Masail sampai acara penutupan selesai. Pernah di sebuah jalsah, di tempat saya agak sepi karena banyak kiai berhalangan, Yai Miftah duduk dekat saya sambil memperhatikan saya mengetik kitab karena tugas sebagai notulen LBM PWNU Jatim.
Dalam hal organisasi Yai Miftah memang cukup tegas. Terserah anda membahasakan apa saja. Tapi saya tahu sendiri beberapa peristiwa di PCNU yang beliau anggap tidak sesuai, maka tidak akan beliau keluarkan SKnya. Bahkan ada PCNU yang beliau antisipasi: "Selama saya Rais Am
25/12/2025
Hidup memang tidak selalu ringan.
Ada masa di mana dada terasa sesak dan langkah terasa berat.
Tapi jangan buru-buru putus asa.
Bisa jadi, di balik kesabaranmu yang diuji hari ini,
Allah sedang membersihkan dosa-dosamu dan meninggikan derajatmu.
Bertahanlah, karena setiap sabar tak pernah sia-sia di hadapan-Nya.
------
23/12/2025
Mental memberi adalah tanda seseorang telah selesai dengan egonya. Ia tidak sibuk menimbang untung-rugi, sebab hatinya telah lapang oleh keyakinan bahwa rezeki Allah tidak pernah tertukar. Memberi bukan soal banyak atau sedikit, tapi soal hati yang tidak dikuasai rasa takut kehilangan.
Sebaliknya, tamak lahir dari jiwa yang kosong. Ia selalu merasa kurang, mudah curiga, dan gemar menghakimi orang lain untuk menutupi kegersangan batinnya. Orang yang tamak sulit adil, sebab hatinya terlalu sempit untuk menerima perbedaan.
Maka benarlah dawuh para kiai: selesaikan dulu urusan hati, baru bicara soal sikap. Sebab hati yang selesai dengan dunia akan sibuk memberi, bukan menghakimi.
---
21/12/2025
Puasa Rajab adalah ibadah sunnah yang dijalankan dengan kebijaksanaan dan keikhlasan.
Rajab termasuk bulan yang dimuliakan Allah, sehingga setiap amal kebaikan di dalamnya memiliki nilai yang lebih bermakna.
Allah ﷻ berfirman:
> “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.”
> (QS. At-Taubah: 36)
KH. Bahauddin Nursalim menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk puasa Rajab adalah tanggal 1 sampai 10.
Namun jika tidak mampu melaksanakannya secara penuh, maka cukup berpuasa pada tanggal 1 dan 10 saja.
Inilah bentuk pengamalan yang sederhana namun penuh adab dan keberkahan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali ia akan kalah.”
> (HR. Bukhari)
Dan tentang keutamaan puasa, Nabi ﷺ bersabda:
> “Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
> (HR. Bukhari dan Muslim)
Pesan ini mengajarkan bahwa Allah tidak melihat banyaknya amal,
melainkan keikhlasan dan kesungguhan hati dalam beribadah.
Maka jangan tinggalkan bulan Rajab tanpa amal,
walau hanya satu atau dua hari puasa, selama dilakukan dengan niat yang benar,
ia tetap bernilai besar di sisi Allah.
---
19/12/2025
Ketika hati semakin dekat dengan Allah, hidup terasa lebih lapang. Rezeki tidak selalu hadir dalam bentuk yang kita rencanakan, tetapi ia datang tepat pada waktunya, dengan cara yang sering kali tak terduga. Namun saat jarak dengan-Nya semakin jauh, kelimpahan apa pun tak lagi mampu mengisi kekosongan batin. Karena sejatinya, ketenangan bukan terletak pada banyaknya yang kita miliki, melainkan pada kedekatan kita kepada Sang Pemberi segalanya.
----
18/12/2025
Kikir sering kali bukan karena kurang,
tetapi karena merasa memiliki.
Saat hati menganggap semua ini hanya titipan,
memberi tidak lagi terasa berat,
dan kehilangan tidak lagi menyesakkan.
Sebab yang dititipkan pasti akan kembali
kepada Pemiliknya,
dan yang memberi dengan ikhlas
tak pernah benar-benar rugi.
Belajarlah merasa cukup,
agar tangan mudah berbagi
dan hati tetap tenang.
---
16/12/2025
Ridha pada takdir bukan merendahkan diri, tapi meninggikan hati.Apa pun pekerjaanmu, jika dijalani dengan ikhlas dan jujur, nilainya mulia di sisi Allah.
Karena surga bukan untuk yang terlihat tinggi derajatnya,
tapi untuk mereka yang hatinya benar-benar ridha.
-----
12/12/2025
Ilmu yang kita amalkan hari ini bukan hanya buah dari usaha kita sendiri, tetapi juga pantulan cahaya dari para guru yang sabar membimbing dan menuntun. Setiap adab yang kita jaga, setiap ilmu yang kita terapkan, adalah bentuk penghormatan paling tulus untuk mereka.
Karena sesungguhnya, keberhasilan seorang murid adalah cermin dari kesungguhan gurunya. Ketika kita menjaga ilmu dan kealiman, kita sedang menjaga nama baik orang-orang yang telah menanamkan nilai itu dalam diri kita.
Semoga Allah menjaga para guru kita, memberikan panjang umur, kesehatan, dan keberkahan ilmu yang terus mengalir tanpa henti. Aamiin.
------