PENDIKAR Pancasila UNTAN

PENDIKAR Pancasila UNTAN

Share

Pendidikan Karakter Universitas Tanjungpura berbasis Pancasila untuk semua agama (Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu).

Kritik dan saran dapat disampaikan kepada Kepala Pusat PENDIKAR Pancasila UNTAN Bapak Riadi Budiman. Ciri khas Pendidikan Karakter (PENDIKAR) berbasis Pancasila Universitas Tanjungpura (UNTAN) adalah PERSAUDARAAN, INTERDISIPLINER dan TOLERANSI. Setiap tahun 7000-an Mahasiswa Baru Universitas Tanjungpura yang berbeda suku, etnis dan agama dipersaudarakan dalam satu keluarga PENDIKAR Pancasila UNTA

Strengthening Strategy to Religious Moderation at Indonesian Universities | Journal of Ecohumanism 02/11/2024

Journal Q2 https://ecohumanism.co.uk/joe/ecohumanism/article/view/4438

Sebaliknya, program PENDIKAR di UNTAN, yang merupakan singkatan dari pendidikan karakter, menargetkan semua mahasiswa, terlepas dari afiliasi agama mereka. Inklusivitas ini mencerminkan komitmen program untuk memupuk masyarakat yang berakar pada moral Pancasila—elemen dasar identitas nasional Indonesia dan moderasi beragama. Visi dan misi program ini menekankan pembangunan komunitas yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip persatuan, toleransi, dan menghormati keragaman. Pernyataan dari seorang pejabat universitas menggarisbawahi pentingnya program ini: "Lembaga pendidikan ini dimulai pada tahun 2012 ketika Bapak Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden... Hal ini tidak dapat dipisahkan dari latar belakang kehidupan di kampus kami di UNTAN." Kutipan ini menyoroti peran program dalam mengatasi tantangan sosial budaya spesifik yang dihadapi oleh komunitas UNTAN.

Program PENDIKAR di UNTAN menonjol karena penekanannya yang unik pada dialog antaragama dan studi kitab suci dari berbagai tradisi agama. Program ini melayani mahasiswa Muslim dan juga mencakup mahasiswa dari berbagai agama, mempromosikan pendekatan holistik terhadap pendidikan agama. Kegiatan inti—kunjungan bersama, dialog antaragama, dan pembacaan kitab suci—dirancang untuk memupuk pemahaman dan penghormatan yang mendalam terhadap keragaman agama. Kegiatan-kegiatan ini memungkinkan mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai perspektif agama, mendorong toleransi dan empati. Seorang anggota fakultas menyoroti, "Sekitar 80% mahasiswa dapat membaca Al-Qur'an, tetapi keterampilan tahsinnya kurang." Pernyataan ini mencerminkan fokus yang lebih luas pada peningkatan kualitas pendidikan agama, memastikan bahwa mahasiswa memperoleh pemahaman yang nuansa tentang praktik agama mereka sendiri dan orang lain.

Sementara itu, kurikulum UNTAN menggabungkan tema-tema seperti "Agama Melawan Kemalasan," "Hoaks," dan "Intoleransi." Memadukan topik-topik ini menyoroti upaya universitas untuk mengatasi isu-isu sosial kontemporer melalui lensa ajaran agama. Kurikulum dirancang untuk mempromosikan prinsip-prinsip moderasi beragama dan persatuan nasional, menggunakan kerangka Pancasila sebagai prinsip panduan. Pendekatan ini menekankan pentingnya toleransi dan hidup berdampingan secara damai serta menanamkan rasa tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa.

Sebagai contoh, program PENDIKAR UNTAN menekankan dialog antaragama, menyediakan model unik yang dapat direplikasi di lingkungan multikultural lainnya. Pendekatan ini menggarisbawahi potensi program moderasi beragama untuk memupuk saling pengertian dan menghormati di antara mahasiswa dari berbagai latar belakang agama.

Temuan penelitian ini memiliki implikasi signifikan baik bagi kebijakan maupun praktik. Bagi para pembuat kebijakan, hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan moderasi beragama ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler universitas. Program-program ini sangat penting dalam membentuk sikap mahasiswa terhadap toleransi, pluralisme, dan hidup berdampingan secara damai. Keberhasilan program PENDIKAR UNTAN, khususnya, menunjukkan bahwa memasukkan dialog antaragama harus menjadi aspek fundamental dari inisiatif moderasi beragama, terutama di masyarakat multikultural. Bagi para praktisi, penelitian ini menyoroti perlunya menyesuaikan program mentoring dengan konteks budaya dan agama spesifik populasi mahasiswa. Hal ini memastikan bahwa konten relevan dan berdampak, memfasilitasi internalisasi nilai-nilai moderat di kalangan mahasiswa.


Strengthening Strategy to Religious Moderation at Indonesian Universities | Journal of Ecohumanism Various mentoring programs in higher education have been globally explored to address issues of radicalism and intolerance. However, there was a notable lack of investigation within the context of tertiary education in Indonesia. This study aimed to qualitatively examine the implementation of Islami...

05/09/2024

Selamat untuk UNTAN yang mendapatkan akreditasi UNGGUL.

04/01/2023

Silakan masuk filter pencarian mahasiswa Pendikar dengan mengetiknya di kolom Google dan temukan data Anda (Khusus untuk angkatan 2020 dan seterusnya).

04/11/2022

Silakan daftarkan hasil karya Anda di sini dengan menyampaikan linknya pada kolom komentar.

07/10/2022

Prof Dasim Budimansyah menerima jaket Pendikar Pancasila UNTAN dari Bapak Ir. Riadi Budiman, ST., MT.,MPd., IPM setelah menyampaikan materi pembekalan untuk para Dosen Mata Kuliah Wajib Kurikulum UNTAN dan perguruan tinggi mitra.

Want your school to be the top-listed School/college in Pontianak?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Jalan Daya Nasional Kompleks UNTAN
Pontianak
78232