11/12/2024
TOK HAJI CERITA TAUBATNYA 3 SAHABAT RASULULLAH
MasyaAllah Tabarakallah, ikut terharu subuh ini di Forum SMK "SUBUH MENGGAPAI KEBERKAHAN" walau Tok Ya hanya menyimak melalui Live Facebook, namun "netes" juga air mata ini
Tok Haji Kiyai Luqmanulhakim Ayahman Pontianak berkisah tentang tiga sahabat Rasulullah SAW yang tidak ikut serta dalam Perang Tabuk yg merupakan salah satu peristiwa yang penting dalam sejarah Islam
Mereka adalah Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Mararah bin Rabi'
Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah At-Taubah ayat 118
Pada tahun ke-9 Hijriyah, Rasulullah SAW memimpin ekspedisi ke Tabuk untuk menghadapi ancaman Bizantium
Perjalanan ini sangat sulit karena dilakukan di musim panas yang terik, jarak yang jauh dan kondisi ekonomi yang sulit
Umat Muslim yang beriman diminta untuk turut serta, sementara orang-orang munafik mencari-cari alasan untuk tidak ikut
Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Mararah bin Rabi' adalah sahabat sejati Rasulullah SAW, bukan orang munafik. Namun, mereka lalai dan tidak ikut dalam perang Tabuk, namun ketiganya bertaubat
Kisah tobat ketiga sahabat yang tidak ikut Perang Tabuk adalah kisah penuh pelajaran tentang kejujuran, kesabaran, dan pengampunan Allah SWT :
Setelah Rasulullah SAW kembali dari Perang Tabuk, beliau bertemu dengan para sahabat yang tidak ikut serta. Banyak orang munafik memberikan alasan palsu untuk membenarkan ketidakhadiran mereka, dan Rasulullah SAW menerima alasan mereka secara lahiriah, tetapi menyerahkan urusan mereka kepada Allah.
Namun, ketika Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Mararah bin Rabi' dipanggil untuk menjelaskan, mereka dengan jujur mengakui kesalahan mereka tanpa membuat alasan. Ka'ab bin Malik berkata kepada Rasulullah SAW:
> "Demi Allah, jika aku berbicara dusta untuk menyenangkanmu, aku tahu bahwa Allah akan marah kepadaku. Tetapi jika aku berkata jujur, meskipun engkau marah, aku berharap Allah mengampuniku. Aku tidak memiliki alasan. Aku telah lalai dan berdosa."
Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi' juga memberikan pengakuan serupa. Rasulullah SAW menghormati kejujuran mereka, tetapi sebagai hukuman, mereka dikenakan boikot selama 50 hari.
Hukuman boikot ini sangat berat. Rasulullah SAW memerintahkan seluruh kaum Muslimin untuk tidak berbicara, berinteraksi, atau bahkan menanggapi salam mereka. Mereka hidup dalam kesepian total:
Ka'ab bin Malik: Tetap keluar ke masjid, shalat berjamaah, dan menghadiri majelis Rasulullah SAW. Namun, tidak ada seorang pun yang berbicara dengannya. Ketika Ka'ab mencoba menyapa Rasulullah, beliau hanya memberi isyarat tanpa berkata apa-apa
Akhir dari boikot terhadap Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Mararah bin Rabi' adalah momen yang penuh kegembiraan dan kelegaan, karena Allah SWT menerima tobat mereka. Berikut adalah kronologi akhir dari peristiwa tersebut :
1. Wahyu Diturunkan
Setelah 50 hari penuh ujian dan penyesalan, Allah SWT menurunkan wahyu yang mengakhiri boikot terhadap ketiga sahabat tersebut. Wahyu ini tercantum dalam Surah At-Taubah ayat 118:
> “Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan tobat) mereka, hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun terasa sempit (oleh tekanan perasaan bersalah), serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”
2. Kabar Gembira
Setelah wahyu tersebut diturunkan, Rasulullah SAW segera memberitahukan kepada umat Muslim bahwa Allah telah mengampuni mereka. Salah seorang sahabat berlari menemui Ka'ab bin Malik untuk menyampaikan kabar gembira ini.
Ka'ab menceritakan momen tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
> "Ketika aku sedang duduk di rumahku dalam keadaan yang sangat tertekan, tiba-tiba aku mendengar seorang pria berteriak dari puncak gunung Sal' dengan suara lantang, 'Wahai Ka'ab bin Malik! Bergembiralah!' Aku langsung sujud kepada Allah sebagai bentuk syukur atas kabar tersebut."
Ka'ab kemudian segera pergi ke masjid untuk menemui Rasulullah SAW.
3. Sambutan Rasulullah SAW
Saat Ka'ab tiba di masjid, Rasulullah SAW menyambutnya dengan wajah yang berseri-seri dan berkata:
> "Bergembiralah, wahai Ka'ab! Ini adalah hari terbaik dalam hidupmu sejak engkau dilahirkan oleh ibumu."
Ka'ab bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah pengampunan ini dari Allah?" Rasulullah menjawab, "Ya, ini adalah pengampunan dari Allah."
Ka'ab merasa sangat bahagia dan langsung bersyukur kepada Allah SWT atas pengampunan tersebut.
4. Janji Ka'ab bin Malik
Sebagai bentuk syukur, Ka'ab bin Malik berjanji kepada Rasulullah SAW:
> "Demi Allah, karena pengampunan ini, aku berjanji untuk tidak pernah berkata dusta seumur hidupku."
Janji ini menjadi prinsip hidup Ka'ab, dan dia dikenal sebagai orang yang sangat jujur sepanjang hidupnya.
5. Reintegrasi ke Masyarakat
Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi' juga menerima kabar gembira ini, dan mereka kembali diterima oleh komunitas Muslim. Boikot tersebut berakhir dengan damai, dan ketiga sahabat tersebut menjadi teladan dalam keimanan, kesabaran, dan kejujuran.
Pelajaran dari Akhir Kisah Ini :
1. Tobat yang Diterima: Pengampunan Allah adalah bentuk rahmat-Nya yang tak terbatas, terutama bagi mereka yang tulus dalam menyesali dosa-dosanya.
2. Syukur yang Tulus: Ka'ab langsung bersujud kepada Allah ketika mendengar kabar gembira tersebut, menunjukkan bahwa syukur harus segera dilakukan saat menerima nikmat Allah.
3. Komitmen untuk Berubah: Ka'ab berjanji untuk tidak pernah berdusta lagi sebagai bentuk perubahan diri setelah menerima ampunan.
4. Kebahagiaan dalam Keimanan: Pengampunan Allah membawa kebahagiaan sejati bagi hamba-Nya, sebagaimana terlihat dari reaksi ketiga sahabat ini.
Akhir dari kisah ini menjadi pengingat bahwa meskipun seseorang melakukan kesalahan, pintu tobat Allah selalu terbuka, dan kejujuran serta kesabaran dalam menghadapi ujian akan membawa keberkahan
Subuh Menggapai Keberkahan
Hari ini kita di paksakan menonton kebathilan. Membicarakan pembenaran bukan kebenaran."Mau sampai kapan kita diam?"Masjid Kapal Munzalan Menghadirkan Abu B...