Ceramah ULAMA NU Santara

Ceramah ULAMA NU Santara

Share

Ceramah Ulama Nu Santara

11/09/2025

Tema : Apa Itu Tarekat ?

KH.DARWIS FATHUL BARI | OMBUL | MADURA
Pengasuh PonPes | Annaqsabandiyah ( Ombul )

08/09/2025

إنا لله وإنا إليه راجعون

KH.DARWIS FATHUL BARI | OMBUL | MADURA
Pengasuh PonPes | Annaqsabandiyah ( Ombul )

● Selamat jalan Kyai ❤😭

اللهم اغفر له و ارحمه وعافه واعف عنه أن الله يعلي درجاته في الجنة ويعيد علينا من بركاته وأسراره وأنواره وعلومه في الدين والدنيا والآخرة

14/08/2025
24/07/2025

Ulama Memberi Fatwa Gegabah Katanya :

Semoga Kyai Nusantra kami diberikan Kesehatan . Amin amin

04/06/2025

JEJAK ULAMA....

MAQAM AL MAGHFURLAH SYEIKH KYAI HAJI BISRI SYAMSURI (PENDIRI PONPES MAMBAUL MA'ARIF DENANYAR)

DI DENANYAR JOMBANG JATIM

Mbah Kyai Haji Bisri Syamsuri ,beliau lahir di desa Tayu, Pati, Jawa Tengah, 18 September Thn1886 M dan wafat di Jombang, Jawa Timur, 25 April Thn1980 M pada umur 93 tahun, beliau seorang ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Ayahnya bernama Kyai Syamsuri dan ibunya bernama Nyai Mariah. Kiai Bisri adalah anak ketiga dari lima bersaudara yang memperoleh pendidikan awal di beberapa pesantren lokal, antara lain pada Syeikh KH Abdul Salam di Kajen.
Beliau adalah pendiri Pondok Pesantren Denanyar, Jombang dan terkenal atas penguasaannya di bidang fikih agama Islam. Mbah Kyai Bisri Syamsuri masih keturunan Sunan bintoro demak

Silsilah Beliau
1.Sunan lawu (brawijaya)
2.R.fatah /sultan syah alam akbar awal
3.R.trenggono/ sultan syah alam akbar tsani
4.R.bagus mukmin/sunan prawoto
5.ki ageng prawito ngardin
6.P.haryo madi
7.P.joyoprono
8.R.dandang kumbang
9.R.karthi noto
10.kyai nur hadi(sunan mupus pati)
11.kyai nur syahid(demak)
12.kyai yunus
13.kyai marchum
14.kyai hasan bisri
15.kyai abdul ghani
16.kyai Muhammad rois
17.KH.Syamsuri
18.KH. Bisri Syamsuri

Riwayat Pendidikan Beliau
Mbah Kiai Bisri kemudian berguru kepada Syaichona Kholil bin Abdul lathif di Bangkalan dan Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, Jombang.
Mbah Kiai Bisri kemudian mendalami pendidikannya di Mekkah dan belajar ke pada sejumlah ulama terkemuka antara lain Syekh Muhammad Baqir, Syekh Muhammad Sa’id Yamani, Syekh Ibrahim Madani, Syekh Jamal Maliki, Syekh Ahmad Khatib Padang, Syekh Syu’aib Daghistani, dan Syeikh Mahfud Termas. Ketika berada di Mekkah, Mbah Kiai Bisri menikahi adik perempuan Mbah Kyai Wahab Hasbullah yaitu Nyai chodijah binti Kyai Chasbullah bin Kyai said+Nyai fatimah bin Syeikh Kyai Abdul salam/mbah soichah bin syeikh Abdul jabar bin Syeikh Ahmad bin Kanjeng Pangeran Benowo bin Sultan Hadiwijoyo / Sultan Pajang /Joko Tingkir , Di kemudian hari, anak perempuan Mbah Kiai Bisri menikah dengan putra Hadratus Syeikh KH Hasyim As’ari, yaitu KH Abdul Wahid Hasyim dan memiliki putra Gus Dur dan KH Solahuddin Wahid (Gus Sholah).
Sepulangnya dari Mekkah, Mbah Kyai Bisri menetap di pesantren mertuanya di Tambak Beras, Jombang, selama dua tahun. Mbah Kiyai Bisri ke-mudian mendirikan Ponpes Mam-baul Maarif di Denanyar, Jombang pada Thn 1917 M. Saat itu, Mbah Kyai Bisri adalah kyai pertama yang mendirikan kelas khusus untuk santri-santri wanita di pesantren yang didirikannya.

Demikianlah sedikit riwayat tentang beliau Kurang lebihnya mohon maaf....

Sumber fbelmardanuzie


29/05/2025

• Zaman “Adu kemuliaan”

Pendapat pribadi saya :

⁃ Dzurriah Habaib yang merasa kastanya lebih tinggi, menyombongkan nasabnya, merendahkan selainnya, bahkan menganggap pribadinya lebih mulia dari 40 atau 70 Kiai yang alim dan sholih, ia telah melenceng dari jejak para leluhurnya. Salah satu rujukan utama Thariqah Ba’alawi Habib Abdullah Bin Alawi Al-Haddad pernah mengultimatum :

من افتخر على الناس بآبائه ذهبت بركتهم عنه

“ siapapun yang menyombongkan diri atas manusia dengan bawa-bawa leluhurnya, maka barokah mereka akan hilang darinya “

Beliau juga pernah menyampaikan dalam syairnya :

واحذر وإياك من قول الجهول أنا * وأنت دوني في فضل وفي حسب

فقد تأخر أقوام وما قصدوا * نيل المكارم واستغنوا بكان أبي

“ dan waspadalah kamu terhadap ucapan orang bodoh : “ Inilah aku ! Sedangkankan kamu ada dibawah kastaku dalam keutamaan dan keturunan * sungguh telah tertinggal banyak golongan, mereka tak mendapatkan kemuliaan-kemuliaan, hanya karena mereka merasa cukup dengan menyebutkan para leluhurnya yang memiliki kehebatan “

⁃ Disisi lain, Dzurriah Wali songo yang menyombongkan diri dengan keturunannya bahkan mengajak untuk meyakini dirinya dan golongannya lebih mulia dari siapapun bahkan dari seluruh Habaib yang pernah ada di dunia, jelas tidak tau ( atau lupa ? ) sejarah dan ajaran Wali Songo dan para Kiai terdahulu.

Sunan Giri pernah berpesan kepada Kiai Suluki sang pencatat nasab keluarga wali 9, agar jangan memberi tahu silsilah nasab kepada orang sembarangan, yang bisa menyalahgunakannya atau bahkan membuatnya terlena dan merasa jumawa karena keturunannya, dawuh beliau :

“Anging aja nutur sira (ing nasab) ing wong kang ora bisa amaca Qur’an atawa wong bisa agawe kidzib, khianat, kitman, lan wong kang ora anglakoni salat limang waqt karna dudu anak putu isun ”

“ akan tetapi kamu jangan menyebut nasab ini kepada orang yang tidak bisa membaca Al-Quran, atau orang yang berbuat kidzib ( bohong ), khianat, kitman, dan orang yang tidak melakukan sholat 5 waktu karena itu bukan anak-cucuku “

Pun begitu dengan banyak Kiai terdahulu yang sengaja menyembunyikan bahkan membakar kitab nasabnya karena takut keturunannya bakal jumawa, sombong, gak mau ngaji tapi minta dimuliakan oleh orang lain

Yang me-lena-kan itu bukan hanya wanita dan jabatan kawan, tapi banyak juga orang yang mabuk karena keturunan, bisa jadi “tersangkanya” adalah diri kita sendiri, tapi kita justru mencurigai orang lain. saya pernah sowan Gus Baha’ di ndalemnya bersama gerombolan para Gus dan Lora, termasuk Muhammad Ismail Al-Ascholy dan Ra Muham putra Kiai Thoifur Sumenep, masih ada pesan beliau saat itu yang masih saya catat sampai saat ini :

" orang itu kalo keturunan ulama atau wali, dia seharusnya tidak bangga, tapi justru sedih dan terbebani.. Sedih jika akhlak, prilaku, dan pencapaiannya tidak sama dengan mbah-mbahnya.. "

Pada akhirnya, kita tidak harus berfikiran sama, tapi mari kita sama-sama berfikir..

Penulis : Lora ismail

25/09/2024

🎙️ Khutbah Jumat KH. Ma'ruf Khozin

Want your school to be the top-listed School/college in Pontianak?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Pontianak
78242