Majlis Qur'an

Majlis Qur'an

Share

السلام عليكم ورحمه الله وبركاته

Segala puji hanya bagi allah yang telah

07/11/2024

Bismillah

02/11/2024

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Mukhlis Amin Al-Indunissy, Samsul Arifin, Bintang Hatixu, Rokib Aj, Setia Ainur Sa'bani, Nazier Muhammad Benz, Sehri, Jimy Saputra, Angga Priyatna, Erik Karya, Fadli Ptk, Abdul Samat, Nurul Farini, Arie Arie, Misruki Bilal Bilaldoifulloh

31/12/2023

Benarkah samson itu nabi.?

29/12/2023

Benarkah jendral prancis ( Napoleon Bonaparte) seorang muslim?

28/12/2023

Kisah syeh abdul qodir aljailani

17/03/2022

18.Al-Kahf : 1

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا ۜ

(Segala puji) Memuji ialah menyifati dengan yang baik, yang tetap (bagi Allah) Maha Tinggi Dia. Apakah yang dimaksud dengan Alhamdulillah ini bersifat pemberitahuan untuk diimani, atau dimaksudkan hanya untuk memuji kepada-Nya belaka, atau dimaksudkan untuk keduanya. Memang di dalam menanggapi masalah ini ada beberapa hipotesis, akan tetapi yang lebih banyak mengandung faedah adalah pendapat yang ketiga, yaitu untuk diimani dan sekaligus sebagai pujian kepada-Nya (yang telah menurunkan kepada hamba-Nya) yaitu Nabi Muhammad (Al-Kitab) Alquran (dan Dia tidak menjadikan padanya) di dalam Alquran (kebengkokan) perselisihan atau pertentangan. Jumlah kalimat Walam yaj'al lahu 'iwajan berkedudukan menjadi Hal atau kata keterangan keadaan daripada lafal Al-Kitab.

07/01/2022

62.Al-Jumu'ah : 1

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

(Telah bertasbih kepada Allah) telah memahasucikan-Nya; huruf lam yang terdapat pada lafal lillaahi adalah huruf zaidah (apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi) pemakaian lafal maa di sini karena memprioritaskan yang mayoritas (Raja, Yang Maha Suci) yakni Maha Suci dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya (Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) di dalam kerajaan dan dalam perbuatan-Nya.

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi baik yang bernyawa maupun tidak, benda keras maupun cair, pepohonan, dan sebagainya, bertasbih kepada Allah, menyucikannya dari hal hal yang tidak wajar, seperti sifat sifat kekurangan dan sebagainya. Setiap kita melihat dan memandang apa yang ada di bumi dan di langit, semuanya itu menunjukkan kepada kita atas ke esaan penciptaannya yaitu Allah, dan kebesaran kekuasannya ini sejalan dengan firman Allah

وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ

Dan tidak ada sesuatupun melainkan bertsbih dengan memujinya.

Ayat pertma ini di tutup dengan suatu ketegasan bahwa Allah itu merajai segala apa yang ada di bumi dan di langit, bertasbih kepadanya dengan kehendaknya berdasarkan kekuasaannya dan kebijaksanaannya, suci dari segala yang tidak layak dan tidak sesuai dengan ketinggian dan kesempurnaannya. Tuhan yang maha perkasa menundukkan segala makhluknya dengan kekuasaanya. Maha bijaksana dalam mengatur hal ihwal mereka. Dialah yang lebih mengetahui kemaslahatan mereka, yang membawa mereka kebahagiaan di dunia dan akhirat.

06/01/2022

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا - 4:3

Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. (an-Nisà’/4: 3)

Sebab Nuzul

Ayat ini turun berkaitan dengan seorang wali yang menikahi seorang perempuan yatim yang berada di bawah perwaliannya. Ia menikahinya bukan karena cinta, melainkan karena mengincar sebatang pohon kurma milik perempuan itu.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: أَنَّ رَجُلًا كَانَتْ لَهُ يَتِيْمَةٌ فَنَكَحَهَا، وَكَانَ لَهَا عَذْقٌ وَكَانَ يُمْسِكُهَا عَلَيْهِ، وَلَمْ يَكُنْ لَهَا مِنْ نَفْسِهِ شَيْءٌ، فَنَزَلَتْ فِيْهِ: (وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوْا فِي الْيَتَامَى) أَحْسِبُهُ قَالَ: كَانَتْ شَرِيْكَتَهُ فِيْ ذَلِكَ الْعَذْقِ وَفِيْ مَالِهِ.67

‘À’isyah radiyallàhu ‘anhà berkata, “Ada seorang pria yang menjadi wali seorang perempuan yatim, lalu ia pun menikahinya. Perempuan itu mempunyai sebuah pohon kurma (warisan dari orang tuanya). Pria itu menahan perempuan tersebut untuk dirinya (menikahinya), namun perempuan itu tidak mendapat haknya sebagai istri sebagaimana mestinya. Tentang peristiwa ini turunlah firman Allah, wa’in khiftum allà tuqsitù l-yatàmà ...”Aku (Hisyàm, perawi hadis ini) kira ayahku berkata, “Perempuan yatim itu menjadi sekutu pria tersebut, baik terkait pohon kurma tersebut maupun harta pria itu (yakni: harta keduanya telah bercampur).”

05/01/2022

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا - 17:57

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti. (al-Isrà’/17: 57)

Sebab Nuzul

Ayat ini turun berkenaan dengan beberapa orang Arab yang menyembah jin. Setelah sekian lama menyembah jin, mereka belum sadar juga bahwa jin yang mereka sembah telah masuk Islam.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ: (أُولَئِكَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ يَبْتَغُوْنَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيْلَةَ) قَالَ: نَزَلَتْ فِيْ نَفَرٍ مِنَ الْعَرَبِ كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ، فَأَسْلَمَ الْجِنِّيُّوْنَ، وَالْإِنْسُ الَّذِيْنَ كَانُوْا
يَعْبُدُوْنَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ، فَنَزَلَتْ: (أُولَئِكَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ يَبْتَغُوْنَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيْلَةَ).

Menjelaskan sebab turunnya firman Allah ulà’ikal-lažìna yad‘ùna yabtagùna ilà rabbihimul-wasìlah, ‘Abdullàh bin Mas‘ùd berkata, “Ayat ini turun berkaitan dengan beberapa orang Arab yang menyembah sekelompok jin. Suatu saat jin-jin itu masuk Islam, sementara orang-orang yang menyembah mereka tidak menyadari hal tersebut, maka turunlah firman Allah, ulà’ikal-lažìna yad‘ùna yabtagùna ilà rabbihimul-wasìlah.

04/01/2022

Allah menerangkan bahwa di dalam surga tidak akan terjadi pertengkaran, tidak akan terjadi kata kata yang tidak berguna seperti yang terjadi di dunia dimana manusia untuk kepentingan dirinya sendiri atau kepentingan keluarga dan kelompoknya, dakwa mendakwa dan tuduh menuduh yang tiada akhirnya. Mengakibatkan mereka kehilangan ke tentraman dan ke sejahtraan. Bahkan mereka diliputi kecemasan dan kehawatiran. Lain halnya dengan surga karna manusia memasuki dunia lain, semua keinginan dapat di capai dan di nikmati, tidak ada lagi permusuhan atau adu kekuatan antara sesama mereka untuk mencapai sesuatu, maka yang terdengar hanya ucapan salam baik itu ucapan datang dari malaikat atau dari sesama mereka. Semuanya merasa aman dan tentram karna setiap pagi dan sore mereka selalu di beri rezeki oleh tuhannya. Rezeki yang tidak dapat di bayangkan dalam fikiran seseorang bagaimana nikmat dan lezat cita rasanya. Allah melukiskan nikmat yang di sediakan bagi penghuni surga, sebagai mana di sebut dalam hadits kudsi

اغد د ت لعبا دى الصالحين مالا عين رات ولا اذن سمعت ولا خطر على قلب بشر (رواه البخاري ومسلم عن ابي هريرة)

Aku sediakan untuk hamba hambaku yang shaleh nikmat nikmat yang belum di lihat oleh mata, yang belum di dengar oleh telinga dan tidak dapat di bayangkan dalam lintasan hati manusia.

30/12/2021

2.Al-Baqarah : 56

ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.

# # # # # # #

Want your school to be the top-listed School/college in Pontianak?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Parit Batu Ampar Desa Pasak Sungai Ambawang
Pontianak
78393