Pondok Pesantren Tachfidzul Qur'an / PPTQ AL- Hasan

Pondok Pesantren Tachfidzul Qur'an / PPTQ AL- Hasan Didirikan oleh KH. Husein Aly, MA pada tahun 1984

Liburan telah usai 🔊🔊waktunya lagi kita berjuang. Ikuti acara sholawat bersama dan halal bihalal dalam rangka pembukaan ...
06/05/2023

Liburan telah usai 🔊🔊
waktunya lagi kita berjuang. Ikuti acara sholawat bersama dan halal bihalal dalam rangka pembukaan kegiatan pondok pesantren tahfidzul quran Al Hasan. Maka untuk memperlancar tholabul ilmi kita, mari kita saling mengikhlaskan dengan saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan dalam acara sholawat bersama dan halal bihalal santri yang akan dilaksanakan :

Hari : Sabtu malam Ahad
Tanggal : 6 Mei 2022
Lokasi : Masjid Nurussalamah

Semoga persahabatan dan kebersamaan kita tetap terjaga dalam berbagai kegiatan di pondok pesantren.

HADIAH FATIHAH KEPADA HADRATUSY SYAIKH SIMBAH KYAI HASYIM ASY'ARIETEPAT 7 RAMADHAN 1366H — 7 RAMADHAN 1444 H, 78 TAHUN S...
29/03/2023

HADIAH FATIHAH KEPADA HADRATUSY SYAIKH SIMBAH KYAI HASYIM ASY'ARIE

TEPAT 7 RAMADHAN 1366H — 7 RAMADHAN 1444 H, 78 TAHUN SILAM, DI TENGAH BELIAU PERJUANGKAN UNTUK KEMERDEKAAN NUSWANTARA.

Ila hadlroti ruhi fil jasad Guru Mulia Indonesia Hadlrotusy Syaikh Hasyim Asy’arie wa zawjatihi wa dzurriyatihi wa furu’ihi wa silsilatihi wa muridihi wa muhibbihi syai-un lillahi lana walahum,
Al Fatihah..

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. أمين

19/02/2023
24/05/2021
FADILAH PUASA BULAN DZULHIJJAHDzulhijjah disebut sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ. Di ...
21/07/2020

FADILAH PUASA BULAN DZULHIJJAH

Dzulhijjah disebut sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ. Di dalamnya terdapat kewajiban ibadah haji bagi yang mampu menunaikannya. Sementara bali yang belum mampu sangat dianjurkan memperbanyak amalan sunah lainnya seperti sedekah, shalat, dan puasa.

Karenanya, kesempatan beribadah tidak hanya diberikan kepada jama’ah haji. Siapapun mendapat kesempatan beramal meskipun dalam bentuk yang berbeda-beda.

Anjuran memperbanyak amal saleh itu termaktub dalam beberapa hadits. Misalnya hadits riwayat Ibnu ‘Abbas yang ada di dalam Sunan At-Tirmidzi:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر
“Rasulullah Shallallâhu 'Alaihi Wasallam berkata: Tiada ada hari lain yang disukai Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ untuk beribadah seperti sepuluh hari ini,” [ At-Tirmidzi ].

Hadits di atas menunjukkan beramal apapun di sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan. Namun kebanyakan ulama menggunakan hadits di atas sebagai dalil anjuran puasa sembilan hari pada awal Dzulhijjah. Hal ini terlihat dalam pembuatan judul bab hadits tersebut. Ibnu Majah memberi judul bab hadits di atas dengan “shiyamul ‘asyr (puasa sepuluh hari)”.

Dalam kajian hadits, pemberian judul bab sekaligus menunjukan pemahaman seorang rawi terhadap hadis yang diriwayatkan. Artinya, secara tidak langsung Ibnu Majah selaku perawi menjadikan hadits itu sebagai dalil kesunahan puasa. Karenanya, Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan:
واستدل به على فضل صيام عشر ذي الحجة لاندراج الصوم في العمل
“Hadits ini menjadi dalil keutamaan puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, karena puasa termasuk amal saleh.”

Kendati disebutkan puasa sepuluh hari dalam hadits di atas, ini bukan berati pada tanggal 10 Dzulhijjah juga dianjurkan puasa. Malah puasa pada tanggal itu dilarang karena bertepatan dengan ‘Idul Adha. Terkait maksud “ayyamul ‘asyr” ini, An-Nawawi sebagaimana dikutip Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan:
والمراد بالعشر ها هنا الأيام التسعة من أول ذي الحجة
“Yang dimaksud sepuluh hari di sini ialah sembilan hari, terhitung dari tanggal satu Dzulhijjah.”

Berdasarkan pendapat An-Nawawi ini, siapapun disunahkan untuk beramal sebanyak-banyaknya di bulan Dzulhijjah khususnya puasa sembilan hari di awal bulan. Dalam hadits lain, saking penasarannya sahabat tentang keutamaan beramal sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, mereka bertanya kepada Rasul Shallallâhu 'Alaihi Wasallam, “Apakah jihad juga tidak sebanding dengan beramal pada sepuluh hari tersebut?” Rasul menjawab, “Tidak, kecuali ia mengorbankan harta dan jiwanya di jalan Allah (mati syahid),” [ Ibnu Majah ].

Dengan demikian, Rasul menyetarakan pahala beramal di sepuluh hari Dzulhijjah dan mati syahid. Karena konteks negara kita bukan perperangan, dalam kondisi aman dan damai, tentu memperbanyak amal di bulan Dzulhijjah, terutama puasa, lebih diprioritaskan.

08/06/2020



Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa’ala ali Sayyidina Muhammad, k**a shallayta ‘ala Sayyidina Ibrahim wa ‘ala ...
03/01/2020

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa’ala ali Sayyidina Muhammad, k**a shallayta ‘ala Sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim wa barik ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad, k**a barakta ‘ala Sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali Sayyidina Ibrahim. Fil amina Innaka Hammidun-Majid.

11/12/2019

OBAT DARI SEGALA PENYAKIT (Asy-syifa)


فائدة ; روي أنه صلى الله عليه وسلم قال: علمني جبريل دواء لا أحتاج معه إلى دواء ولا طبيب ، فقال أبو بكر وعمر وعثمان وعلي رضي الله عنهم ; وما هو يا رسول الله ؟ إن بنا حاجة إلى هذا الدواء . فقال ; يؤخذ شيئ من ماء المطر وتتلى عليه فاتحة الكتاب ، وسورة الإخلاص ، والفلق ، والناس ، وآية الكرسي ، كل واحدة سبعين مرة ويشرب غدوة وعشية سبعة أيام . فو الذي بعثني بالحق نبيا ، لقد قال لي جبريل ; إنه من شرب من هذا الماء رفع الله عن جسده كل داء وعافاه من جميع الأمراض والأوجاع ، ومن سقي منه امرأته ونام معها حملت بإذن الله تعالى ". ويشفي العينين ، ويزيل السحر ، يقطع البلغم ، ويزيل وجع الصدر والأسنان والتخم والعطش وحصر البول ، ولا يحتاج إلى حجامة ولا يحصى ما فيه من المنافع إلا الله تعالى ، وله ترجمة كبير اختصرناها ، والله اعلم .

كتاب النوادر للإمام القليوبي رحمه الله تعالى آمين ، ص ؛ ١٩٤


Manfaat: Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda di hadapan para sahabatnya: "Diajarkan kepadaku oleh (malaikat) Jibril tentang satu obat yang tidak memerlukan obat yang lain dan tidak p**a membutuhkan para dokter". Kemudian Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Sahabat Ali radhiyallahu an'hum bertanya: Apa itu wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami sangat membutuhkan obat itu. Kemudian Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam berkata: "Ambillah secukupnya dari air hujan, lalu bacakanlah surat Al-fatihah, surat Al-ikhlas, surat Al-falaq, surat An-nas dan Ayat Al-Kursi. Setiapnya (masing-masing) dibaca 70 kali, dan diminum pada pagi dan petang selama tujuh hari. Demi Dzat yang mengutuskanku dengan yang benar sebagai seorang Nabi, kata Rasulullah: Sesungguhnya malaikat Jibril telah menyatakan kepadaku: Barang siapa yang meminum air ini niscaya Allah akan menghilangkan semua penyakit yang ada dalam tubuhnya dan menyembuhkan dari segala penyakit yang ada. Dan barangsiapa yang memberi air itu untuk istrinya dan tidur bersama istrinya niscaya istrinya akan hamil dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan air tersebut juga dapat menyembuhkan dua mata yang sakit, menghilangkan penyakit sihir dan menghilangkan dahak dan menghilangkan sakit dada, gigi, pencernaan, sembelit dan kencing yang tidak lancar. Dan juga tidak dibutuhkan membekam, serta masih banyak faedah-faedahnya yang lain tidak terhingga kecuali oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala." Mengenai tentang keutamaan air tersebut ada satu terjemah besar yang telah kami (mushannif) ringkas. Sesungguhnya Allah Subahanahu wa Ta'ala lah yang Maha Mengetahui


Keterangan Foto: Al-Kitab An-Nawadir hal: 194. Karangan Syekh Syihabuddin bin Salamah Al-Qulyuby

Address

Jalan Parang Menang, Batikan, Patihan Wetan, Kec. Babadan, Kabupaten Ponorogo
Ponorogo
63491

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Tachfidzul Qur'an / PPTQ AL- Hasan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category