Jam'iyyatul Qurra' Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo

Jam'iyyatul Qurra' Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jam'iyyatul Qurra' (JMQ) sebagai Wadah pengembangan bakat seni dan peningkatan baca Al Qur'an Santri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo

Jam'iyyatul Qurra' (JMQ) sebagai Wadah pengembangan bakat seni dan peningkatan baca Al Qur'an Santri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo.Di dirikan pada Tanggal 17 Ramadhan 1374 H, bertepatan dengan 10 Mei 1955 M, dii Masjid Pusaka Pondok Modern Darussalam Gontor.

30/05/2023

Pileg dan Pilpres semakin dekat, Gunakan Hak pilihmu untuk kau berikan kepada seorang yang terbaik untuk memimpin negara ini..

Meraih pahala melimpah, hidup semakin berkah. Yuk berdonasi untuk saudara kita dhuafa, janda miskin, anak yatim dan marb...
08/02/2022

Meraih pahala melimpah, hidup semakin berkah. Yuk berdonasi untuk saudara kita dhuafa, janda miskin, anak yatim dan marbot masjid. Sebagai bekal untuk sahur dan berbuka puasa. Jazaakumullah khoiron wa baarokallahu fiikum.

Meraih pahala melimpah, hidup semakin berkah. Yuk berdonasi untuk saudara kita dhuafa, janda miskin, anak yatim & marbot masjid, sbagai bekal sahur & buka Puasa

Jutaan Menangis Mendengar Kata Perpisahan Kyai Hasan Melepas Kepergian Kyai Syukri |
22/10/2020

Jutaan Menangis Mendengar Kata Perpisahan Kyai Hasan Melepas Kepergian Kyai Syukri |

Ya Robb, berilah kekuatan lahir dan batin untuk ayahanda kami. Panjangkanlah usia beliau, sehatkanlah beliau. Lindungilah selalu ya Robb, aamiin. Ingin hati ...

01/01/2019

Jaminan Hidup yang Lebih Baik dari Allah

Allah SWT dalam Al Qur’an surat An Nahl ayat 97 berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم
بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik: dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan. Janji Allah ini ditujukan kepada orang yang beramal saleh. Yang dimaksud dengan amal saleh ialah amal perbuatan yang mengikuti petunjuk Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya, baik dia laki-laki ataupun perempuan dari kalangan anak Adam, sedangkan hatinya dalam keadaan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dan bahwa amal yang dilakukannya itu merupakan amal yang diperintahkan serta disyariatkan dari sisi Allah. Maka Allah berjanji akan memberinya kehidupan yang baik di dunia, dan akan memberinya pahala yang jauh lebih baik daripada amalnya kelak di akhirat. Pengertian kehidupan yang baik ialah kehidupan yang mengandung semua segi kebahagiaan dari berbagai aspeknya. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, bahwa mereka menafsirkannya dengan pengertian rezeki yang halal lagi baik.

Dari Ali ibnu Abu Talib, disebutkan bahwa dia menafsirkannya dengan pengertian al-qana’ah (puas dengan apa yang diberikan kepadanya). Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, dan Wahb ibnu Munabbih. Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah kebahagiaan. Al-Hasan, Mujahid, dan Qatadah mengatakan.Tiada suatu kehidupan pun yang dapat menyenangkan seseorang kecuali kehidupan di dalam surga.”” Ad-Dahhak mengatakan, makna yang dimaksud ialah rezeki yang halal dan kemampuan beribadah dalam kehidupan di dunia.

Ad-Dahhak mengatakan p**a bahwa yang dimaksud ialah mengamalkan ketaatan, dan hati merasa lega dalam mengerjakannya. Tetapi pendapat yang benar tentang makna kehidupan yang baik ini menyatakan bahwa pengertian kehidupan yang baik mencakup semua yang telah disebutkan di atas. Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan bahwa: “”. telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Syurahbil ibnu Syarik, dari Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Umar.

bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya beruntunglah orang yang telah masuk Islam dan diberi rezeki secukupnya serta Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah terhadap apa yang diberikan kepadanya. Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri dengan sanad yang sama. Imam Turmuzi dan Imam Nasai telah meriwayatkan melalui hadis Ummu Hani’, dari Abu Ali Al-Juhani, dari Fudalah ibnu Ubaid yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “”. Sesungguhnya beruntunglah orang yang diberi petunjuk kepada Islam, sedangkan rezekinya secukupnya dan ia menerimanya dengan penuh rasa syukur.

Artikel pilihan : 250 Artikel Aa Gym Pilihan Penyejuk Hati

Imam Turmuzi mengatakan, hadis ini berpredikat sahih. Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Yahya, dari Qatadah, dari Anas ibnu Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan menganiaya orang mukmin dalam suatu kebaikan pun yang Dia berikan kepadanya di dunia dan Dia berikan pahalanya di akhirat. Adapun orang kafir, maka ia diberi balasan di dunia karena kebaikan-kebaikannya, hingga manakala ia sampai di akhirat, tiada suatu kebaikan pun yang tersisa baginya yang dapat diberikan kepadanya sebagai balasan kebaikan. Hadis ini diketengahkan secara munfarid oleh Imam Muslim.

Semoga Bermanfaat bagi teman2 Semua...
Admin JMQ 2019

30/12/2018

Syaikh Abdul Qawi Al-Yamani: Ingin Hidup Berkah, Dekatlah dengan Al-Qur'an!

-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.

Siapa yang menginginkan keberkahan pada rizki, umur, dan kesehatan maka dekatlah dengan Al-Qur'an. Demikian nasehat Syaikh Abdul Qawi Al-Arjali Al-Yamani, di video “

Keutamaan Ahlul Qur’an

” dipublish madanitv.net.

“Wahai anakku, selama engkau terhubung dengan Al-Qur'an maka keberkahan yang engkau dapatkan lebih banyak. Jika engkau terputus dari Al-Qur'an maka keberkahan lebih sedikit,” tambahnya dalam tashiah yang berlokasi di Ma’had Bina Madani, di Ciawi, Bogor Jawa Barat.

Syaikh Abdul Qawi dari lembaga Internasional Litahfidzil Qur’an di Yaman ini menyampaikan bahwa para ahlul Qur’an adalah manusia pilihan Allah, manusia yang diridhai Allah, manusia yang Allah pilih untuk mengemban Kitab-Nya. Dan Allah memilih mereka untuk mempelajari dan mengajarkan Kitab Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Beliau mengutip firman Allah Ta’ala,

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (p**a) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.” (QS. Faathir: 32)

Salah seorang ulama berkata, seutama-utama pembagian dalam Al-Qur'an ada di ayat ini. yaitu menzalimi diri sendiri, pertengahan, berlomba dalam kebaikan.

Ini orang menzalimi dirinya sendiri, tapi termasuk ahlul Qur’an. Ini adalah orang pertengahan dalam kebaikan, dan di sana ada orang yang berlomba dalam kebaikan. Semuanya masuk ke dalam surga ‘Adn. Kenapa?

Karena mereka termasuk ahlul qur’an, karena mereka manusia pilihan Allah, manusia yang diridhai Allah, manusia yang Allah pilih untuk mengemban Kitab-Nya. Dan Allah memilih mereka untuk mempelajari dan mengajarkan Kitab Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dalam ayat yang disebutkan sebelumnya,

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,” (QS. Faathir: 29)

Perniagaan Ahlul Qur’an adalah perniagaan yang selalu untung. Perniagaan Ahlul Qur’an adalah perniagaan yang tidak akan merugi. Yaitu perniagaan yang tidak hilang dan rugi. Perniagaan berkembang dan senantiasa untung. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala membeli mereka, memilih mereka, dan meridhai mereka di antara para hambaNya.

Nabi kita Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda –sebagaimana yang aku sebutkan tadi- “Ahlul Qur’an adalah keluarga Allah dan Manusia pilihan-Nya.”

Maka aku sampaikan kepada saudaraku dan pemirsa semua, kalau hanya satu hadits saja tentang keutamaan ahlul Qur'an, “sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mempelajarinya,” sungguh telah cukup. Kenapa? Karena mencakup kebaikan secara keseluruhan.

Aku katakan kepada saudaraku dan para pemirsa, “siapa yang menginginkan keberkahan hendaknya berpegang dengan Al-Qur'an. Siapa yang mengehendaki kebaikan hendaknya berpegang kepada Al-Qur'an.” Ketika seseorang berpegang dengan Al-Qur'an maka Allah tidak akan menelantarkannya. Ini adalah wasiat ulama-ulama kita, “Wahai Anak-anakkku, wahai saudaraku, berpeganglah dengan Al-Qur'an maka Allah tidak akan menelantarkanmu.”

Semoga Bermanfaat...
Admin JMQ akhir 2018...

28/12/2018

Ketahuilah, Tindakan Sepele Ini Bisa Hapus Pahala Shalat Jumat

Shalat Jumat merupakan kewajiban bagi seorang laki-laki yang sudah baligh dan berakal sehat. Tentunya, jika kewajiban ini tidak dilaksanakan, sama halnya ia tidak mengindahkan perintah Allah. Itu berarti ia tidak mencintai Allah sebagai Tuhannya. Dengan begitu, ia akan jauh dari rahmat-Nya.

Seseorang yang melaksanakan shalat Jumat memiliki peluang memperoleh pahala dari Allah. Pahala itu akan sangat berguna baginya di akhirat kelak. Meski begitu, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, agar pahala itu dapat diraihnya. Salah satunya jangan melakukan hal-hal yang bisa mengugurkan pahala.

Ada salah satu kebiasaan kecil dan terlihat sepele tetapi bisa menghapus pahala shalat Jumat. Apakah itu? Ternyata tindakan yang sering dianggap sepele namun berdampak menghapus pahala tersebut adalah berbicara dengan makmum lainnya saat khatib sedang berkhutbah. Bahkan untuk mengatakan ‘diam’ kepada teman lain yang berbicara pun dilarang Rasul.

Tindakan ini disebut dengan perbuatan Lagha, atau ucapan yang bathil, yang tertolak, yang tidak selayaknya dilakukan.

“Siapa yang berbicara maka tidak ada pahala jumatan baginya,” (HR. Ahmad 719).

“Siapa yang berbicara di hari jumat ketika imam sedang khutbah, maka dia seperti keledai yang menggendong barang bawaan. Sementara orang yang mengatakan ‘Diam’ maka tidak ada jumatan baginya,” (HR. Ahmad).

“Barangsiapa yang berbicara pada hari jumat ketika imam sedang khutbah, maka pahala dari jumat tersebut sebesar genggaman debu,” (Ad Daulabi di dalam Al Kuna wal Asma).

“Jika engkau berkata kepada saudaramu, “diamlah!”, pada hari Jumat dan imam sedang berkhutbah, maka engkau telah berbuat sia-sia,” (HR. Bukhari Muslim).

Rasulullah ﷺ dalam hadis Riwayat Ahmad mengatakan, ada tiga model orang yang datang pada untuk shalat Jumat. Model pertama adalah pria yang datang dan shalat serta berdoa kepada Allah. Jika yang Maha Kuasa berkehendak, maka akan dikabulkan, namun jika tidak, maka tidak akan dikabulkan.

Golongan kedua adalah mereka yang datang pada hari Jumat, melakukan duduk diam dan melaksanakan shalat jumat. Orang model inilah yang digolongkan Rasulullah mendapatkan pahala jumatan sempurna.

Kedudukan khutbah sangat penting dalam shalat Jumat. Bahkan, jika ditinggalkan akan membatalkan syarat sah shalat Jumat. Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika khutbah Jumat sudah dimulai, maka Malaikat akan duduk mendengarkan Khutbah.”

“Pada hari Jumat, di setiap pintu masjid ada malaikat yang mencatat orang yang akan shalat satu persatu. Jika imam telah duduk (di mimbar saat adzan), mereka melipat lembaran catatan (keutamaan amal) dan datang mendengarkan peringatan,” (HR. Bukhari).

Khutbah menjadi sarana bagi kaum mukmin agar menjadi umat yang terdidik wahyu. Sehingga dalam kondisi sesibuk apapun, seorang mukmin, minimal sepekan sekali, dia akan mendapatkan siraman rohani dari khutbah Jumat.

Semoga Bermanfaat Bagi Teman Teman..

Admin JMQ 2018

25/12/2018

*5 Doa Warisan Para Nabi*

Doa-doa yang dipanjatkan para utusan Allah tak terhitung jumlahnya. Beberapa doa tersebut bahkan diabadikan di dalam Al Qur’an. Kata-kata yang bijak, penuh sastra dan adab yang baik menjadikan doa-doa tersebut menyentuh hingga lubuk hati.

Menghafalkan dan menjadikannya sebagai doa rutin pastilah memiliki keutamaan tersendiri. Berikut 5 doa para nabiyullah yang dikutip dari Al Qur’an.
1.Doa Taubat Nabi Adam

Masyhur dalam sejarah Nabi Adam, bahwa beliau alaihissalam bersama istrinya Hawa pernah melakukan sebuah kesalahan yang membuat keduanya diusir dari surga dan turun ke dunia. Inilah doa taubat yang dipanjatkan keduanya kepada Allah Al Ghofur.
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf ayat 23).

2.Doa Beramal Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, bergotong-royong membangun sebuah rumah Allah di Makkah. Itulah Ka’bah yang hingga kini menjadi kiblat umat muslim sedunia. Saat menyelesaikan pembangunan Baitullah, kedua nabi berdoa agar amalan mereka diterima Allah ta’ala.

"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah ayat 127).

3.Doa Kesembuhan Nabi Ayyub

Nabiyullah Ayyub mendapat salah satu ujian Allah yang terberat. Ujian tersebut yakni semua keturunannya meninggal, hartanya hangus tak tersisa, ditambah penyakit yang merusak tubuh perkasa dan wajah tampannya. Namun semua itu dihadapi sang utusan Allah dengan sangat sabar.

Doa beliau untuk kesembuhannya ini sangat menarik. Beliau tidak meminta kesembuhan, namun hanya memuji Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Setelah memanjatkan doa ini, penyakit yang dideritanya bertahun-tahun itu pun sembuh. Bahkan tak hanya itu, keturunan dan hartanya pun kembali diberikan Allah dengan jumlah berlipat ganda dari sebelumnya.
"(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (QS. Al Anbiya ayat 83).

4.Doa Syukur Nabi Sulaiman

Nabi Sulaiman dilimpahi banyak nikmat oleh Allah ta’ala. Beliau merupakan seorang raja yang memiliki kerajaan termegah sepanjang masa. Beliau p**a mendapat pasukan dari kalangan jin serta dapat berbicara dengan binatang. Atas limpahan karunia tersebut, Nabi Sulaiman selalu memanjatkan syukur kepada Sang pemberi nikmat.

Salah satu doa syukur sang nabi terdapat di dalam Al Qur’an. Dikisahkan bahwa doa tersebut dipanjatkan saat Nabi Sulaiman melihat sekawanan semut yang takut terinjak rombongan pasukan berkuda sang nabiyullah. Namun putra Nabi Daud ini mendengar ucapan semut tersebut, beliau pun tersenyum dan mengucap syukur kepada Allah Ta’ala. Berikut doa beliau alaihissalam.

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS. An Naml ayat 19).

5.Doa Kebaikan Nabi Muhammad

Begitu banyak Rasulullah memberikan contoh doa untuk umatnya. Tak hanya ditemukan di dalam Al Qur’an, namun juga terbilang di dalam hadits-hadits beliau. Salah satu doa beliau yang sangat terkenal yakni doa memohon kebaikan dunia dan akhirat. Doa tersebut bermula ketika Rasulullah mendapati banyak sekali ujian dan cobaan dari kaum kafir Quraisy. Nabi Muhammad pun kemudian memohon kepada Allah agar mendapat rahmat-Nya di dunia dan akhirat. Doa ini pun tak hanya untuk diri beliau, melainkan ditujukan p**a bagi pengikutnya.

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al Baqarah ayat 201).

Semoga Bermanfaat Bagi Teman-Teman

21/11/2017

Assalamu'alaikum Ikhwah dan Akhwat,,,
Al Qur'an akan menjadi pelita bagi pembacanya..
Al Qur'an akan menghapus kegalauan dari jiwa pembacanya...
Al Qur'an akan menjadi Obat Bagi Pembacanya,,,
Al Qur'an akan menjadi Syafaat bagi Pembacanya,,,
Terlihat Al Qur'an tidak hanya berguna bagi kehidupan di dunia, namun di akhirat juga tak kalah manfaatnya...
Tidaklah menyesal orang yang terus mendawamkan dirinya untuk membaca Al Qur'an,,,
" Allah SWT tidak hanya sekedar menurunkan Al Qur'an ke muka Bumi, Namun Allah juga menjaganya" menjaga Al-Qur'an bukan hanya dengan lisan, namun tingkah laku dan perbuatan keseharianpun turut menjaga.. maka barang siapa yg menjaga Al Qur'an dengan Lisan dan perbuatannya, Insyaallah ia akan selalu terjaga dan dijaga oleh sang maha menjaga, dari segala bentuk keburukan dan kemaksiatan...
Amiin Wa Allaah A'alam Bis Showab..

20/06/2013

Ikutilah kebaikan, jangan hanya saja mengikuti orang yang baik. Karena kadangkala orang baikpun punya peluang untuk melakukan kesalahan, dosa dan maksiat. Begitulah iman manusia... Kadangkala meningkat dan kadangkala p**a menurun. Meningkat dengan dengan sebuah ketaatan dan menurun dengan sebuah kemaksiatan.

kita senantiasa dimudahkan Allah didalam menjaga sebuah ketaatan kita kepada-Nya.

02/02/2013

Sungguh demi Allah, Mudah Dalam Beribadah Dan Mudah Menjauhi Maksiat Adalah Salah Satu Nikmat Allah Ta'ala Terbesar bagi kita....

{مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ} [المائدة: 6]

Artinya: “Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” QS. Al Maidah: 6.

{ وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ} [القمر: 17]

Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”. QS. Al Qamar.

19/11/2012

"Andaikata orang yang tidak mengerti ilmu itu diam, niscaya akan hilanglah sebuah perselisihan" (Ali Bin Abi Thalib, di dalam kitab "Jami'u Bayaanil Ilmi Wa Fadhlihi;207/2).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Dan Terkadang perselisihan yang tercela itu disebabkan oleh kebodohan orang-orang yang berselisih tentang suatu perkara yang sebenarnya.Atau kebodohan tentang dalil yang di pegang oleh
pihak lain, atau kebodohan salah satu pihak lain tentang kebenaran (dalam hukum/dalil), meskipun dia tahu kebenaran yang ada pada dirinya.Baik secara hukum maupun dalil".(Iqtidlo' Sirathol Mustaqim;148/1).

Tiga Prinsipal pokok dalam sebuah perselisihan:

1. Tidak mengerti dan kurang menguasainya seseorang akan suatu permasalahan (Kebodohan pribadi / Jahalatun Nafsy).
2. Adanya sifat Su'udzhon (Berburuk sangka), kesalahpahaman, serta tidak saling mengerti dan serta saling memahaminya satu sama lain.
3. Adanya perbedaan individu dalam masalah prinsip, metode, ijtihad ataupun manhaj pemahaman diri, dalam menyikapi suatu persoalan, dalil, Hukum, ataupun dalam menyikapi suatu masalah.

"Perbedaan prinsip seharusnya bukanlah menjadi penyebab dalam sebuah perselisihan antar dua belah pihak, tetapi yang baik adalah bagaimana kita bijak dalam menyikapinya dan berusaha untuk memperbaiki ukhuwah tersebut serta belajar untuk menjadi orang yang bijak dan hikmah dalam mengaplikasikanya di medan perjuangan da'wah".Persatuan dan kesatuan adalah salah satu perkara yang diwajibkan oleh Allah Ta'ala dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah:

ولا تكونوا كالذين تفرقوا واختلفوا من بعد ما جاءهم البينات وألئك لهم عذاب عظيم يوم تبيض وجوه وتسود وجوه
"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat pada hari yang diwaktu itu ada muka yang putih berseri dan ada p**a muka yang hitam muram". (QS Ali Imran 104-105).

Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wasallam memperingatkan umatnya dari perpecahan sebagai salah satu usaha untuk menjaga umatnya dari kebinasaan, sebagaimana yang telah menimpa umat sebelum mereka. Umat-umat sebelum umat islam telah berpecah belah, sehingga menjadikan mereka ditimpa kebinasaan dan keruntuhan, sebagaimana yang beliau sabdakan :

لا تختلفوا فإن من كان قبلكم اختلفوا فهلكوا
"Janganlah kamu saling berselisih, karena umat sebelummu telah berselisih, sehingga mereka binasa/runtuh". (H R. Muslim)

عن سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : سألت ربي ثلاثا، فأعطاني ثنتين ومنعني واحدة: لا يهلك أمتي بالسنة، فأعطانيه، وسألته أن لا يهلك أمتي بالغرق، فأعطانيها، وسألته أن لا يجعل بأسهم بينهم فمنعنيها.رواه مسلم
"Dari sahabat Sa'ad bin Abi Waqqas, bahwasannya Rasulullah bersabda: "Aku memohon tiga hal kepada Tuhanku (Allah), maka Ia mengkabulkan dua hal dan menolak satu hal: Aku memohon agar Ia tidak membinasakan umatku dengan paceklik (kekeringan), maka Ia mengkabulkannya, dan aku memohon agar Ia tidak membinasakan umatku dengan ditenggelamkan (banjir), maka Ia mengkabulkannya, dan aku memohon agar Ia tidak menjadikan kekuatan mereka menimpa sesama mereka (perpecahan), maka Ia tidak mengkabulkannya". (H R. Muslim)

Semoga sekelumit ulasan ini bermanfaat bagi kita, dan menjadi pilar bagi kita dalam perjuangan menuju ke Ittihadul Ummah, serta menghindarkan diri dari berbagai macam pokok permasalahan yang mengakibatkan perpecahan ummat ataupun perselisihan. Amiin, wallahu A'alam Bish Showaab.

Address

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo
Ponorogo

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jam'iyyatul Qurra' Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category