Para tokoh-tokoh pendidikan di LP Ma'arif kala itu memiliki suatu gagasan bahwa untuk menampung minat para siswa setingkat SLTP yakni SMP dan MTs di bawah LP Ma'arif Ponorogo yang ingin melanjutkan pendidikan kejuruan, maka perlu dibentuk suatu wadah lembaga formal. Maka para tokoh LP Ma'arif NU Cabang Ponorogo yang kala itu diantaranya adalah Bpk. Sjarwani Maksum M.Ag, Bapak Ahmad Wiyono, BA, Bap
ak Samuji, SH, Bapak Meseri M.Ag dan didukung oleh Bapak KH. Masduqi (Pengasuh Pesantren Hudatul Muna) dengan bantuan berbagai pihak berhasil memprakarsai berdirinya SMK Wahid Hasyim Ponorogo pada Tanggal 16 Juni 2000. Pendirian SMK Wahid Hasyim Ponorogo juga tidak lepas dari bantuan materill dan konseling dengan Bapak Ir. Syaifudin (Dosen Teknik UNIBRAW asal Ponorogo). Adapun pemilihan nama Wahid Hasyim adalah selain sebagai penghargaan atas jasa Hadrotussyaikh Bapakn KH. Wahid Hasyim (Pahlawan Nasional Putra Pendiri NU KH. Hasyim 'Asyari) juga untuk tetap menjalin silaturrahmi dengan Yayasan Wahid Hasyim Jakarta. Yayasan yang diketuai oleh Ibu Lili Wahid (adik Hadratussyaikh KH Abdurrahman Wahid) ini memberikan kontribusi yang sangat signifikan. Baik kontribusi moril maupun materiil. Meskipun secara organisatoris NU SMK Wahid Hasyim hanya bertanggung jawab kepada LP Ma'arif NU Cabang Ponorogo. Pada awal berdirinya, yakni kisaran Tahun 2002-2003 SMK Wahid Hasyim Ponorogo menjalin kerjasama teknologi modifikasi body otomotif (mobil) dengan PT. Marschindo Perkasa Jakarta. Perusahaan modifikasi body dari fiberglass yang dimiliki oleh oleh Bapak Ir. Indra M.Sc ini, banyak memberikan sumbangan konsep modifikasi body mobil. Supingi (Guru Otomotif SMK Wahid Hasyim) beserta 6 (enam) orang siswa angkatan pertama dididik selama 4 (empat) bulan guna mendalami teknologi ini. Alhasil ilmu yang diperoleh dapat diterapkan sampai saat ini, khususnya Teknik Pekerjaan Fiberglass.