21/04/2022
Jangankan ingin seperti Muhammad Al
Fatih yang tidak pernah putus tahajud sejak baligh,
rasanya kita pun tidak terlalu yakin apa kita selalu
makan dengan tangan kanan?
Istiqomah berbeda dengan disiplin.
Istiqomah memili memiliki dimensi illahiyah, kalau
disiplin dimensinya cuma aktivitas dan pergerakan.
Namun, disiplin adalah bagian dari istiqomah itu
sendiri.
Karena dimensi ketuhanan itu, maka istiqomah harus
mengandung tujuan hanya mengharap ridha Allah
semata (ikhlas), kekhusyu'an (fokus) dan amal shalih
yang benar (shohih). Tiga hal ini menjadi catatan yang
juga selayaknya terperiksa dalam setiap aktivitas
ibadah kita.
Tidak mudah? Benar sekali.
Namun, sebuah keniscayaan sesuatu yang sulit selalu
ada bersama kemudahan.
Rasulullah bersabda,
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah
amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”
Kita memang sulit memeriksa dan menstabilkan
keikhlasan, fokus dan keshahihan amal. Akan tetapi,
melakukannya terus-menerus, meski baru sedikit itu
lebih utama dari pada menundanya hingga ia menjadi
sempurna.
Dan, sesudah kesulitan selalu ada keindahan di
ujungnya. Allah menjanjikan kemuliaan bagi
orang-orang yang istiqomah dengan balasan surga.
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan
kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan
pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan
turun kepada mereka (dengan mengatakan):
“Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu
merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan
(memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah
kepadamu” QS(41) : 30.
Jadi, sudah tidak ada keraguan lagi, segala sesuatu
yang dilekatkan Al Qur’an kepadanya, secara ikhlas,
fokus dan kontinu, maka ia akan mulia di dunia dan
akhirat.
Siap untuk istiqomah menghafal Al Qur’an dan
memurojaahnya?😊
➖➖➖➖➖➖➖
Instagram : .tahfizh
Website : safwah-executivetahfizh.com
WhatsApp: 0813-19000-725
➖➖➖➖➖➖➖