SOTAB HEBAT

SOTAB HEBAT Komunitas Orangtua dan Para Pendidik, yang mengusung konsep PENDIDIKAN KARAKTER NABAWIYAH

05/09/2024

ANDAI AKU SEORANG MURIDAndai aku seorang murid maka aku akan sekeras mungkin menjerit,Aku anak manusia yang merdeka dala...
23/08/2024

ANDAI AKU SEORANG MURID

Andai aku seorang murid maka aku akan sekeras mungkin menjerit,

Aku anak manusia yang merdeka dalam belajar dan berkreasi, namun waktu dan ruang belajarku terbelenggu oleh kurikulum dengan jadwal-jadwal pelajaran dan tembok-tembok ruang kelas.

Aku anak manusia yang terlahir tidak tahu apa-apa yang butuh bimbingan tangan orang dewasa, namun tiada kata maaf sedikitpun bagi kesalahanku, padahal sebenarnya kesalahanku adalah belajarku dan potensiku yang belum tampak buahnya.

Aku anak manusia yang terlahir hebat dengan potensi unikku, namun aku disamakan dengan yang lain seolah aku seperti seekor ikan yang harus mampu memanjat seperti cara seekor kera memanjat pohon tinggi. Padahal kera tak semahir aku dalam berenang di dalam air.

Aku anak manusia yang terlahir belum diberi kewajiban, namun hakku untuk bebas mengeksplore dunia, dan toleransi yang diberikan kepadaku dengan tanpa adanya dosa, terbelenggu oleh kewajiban belajar dan “dosa” buatan manusia. Padahal tanpa diwajibkan pun aku akan belajar dengan caraku sendiri, karena belajar adalah tuntutanku sejak lahir.

Aku anak manusia yang terlahir punya harga diri, namun suara lantangku tak didengar, cara pandangku tak dilihat, dan niat baikku tak dihargai. Padahal aku punya suara, pandangan, dan niat baik sejak aku terlahir.

Aku seorang murid, namun aku tahu bahwa dulu engkaupun juga pernah menjadi seorang murid, maka sejenak pandanglah murid dengan mengenakan kaca mata murid, maka kau akan teringat kembali bagaimana rasanya menjadi murid.

Abdul Kholiq
Sekolah karakter Imam Syafi’i (SKIS)

Baarakallahu fiikum

19/08/2024

ANAK-ANAK TERJAJAHIndonesia sudah terbebas dari penjajahan sejak tahun 1945.Sejak itulah bangsa Indonesia telah merdeka....
16/08/2024

ANAK-ANAK TERJAJAH

Indonesia sudah terbebas dari penjajahan sejak tahun 1945.
Sejak itulah bangsa Indonesia telah merdeka.
Merdeka untuk mengatur sendiri nasib bangsanya.
Merdeka mengatur sendiri pendidikan generasinya.

Memang benar pendidikan generasi ini telah diatur sendiri,
namun jika metodenya masih menggunakan metode penjajah masa lalu, bukankah ini tetap merupakan penjajahan yang pindah tangan saja?

Setiap anak terlahir dalam keadaan merdeka.
Merdeka untuk belajar sesuai kodrat kemanusiaannya.
Namun terkadang hak kemerdekaan belajar anak terjajah oleh sistem pendidikan.

Setiap anak terlahir memiliki kecenderungan kepada kebaikan sesuai kodrat kemanusiaannya.
Mereka bukanlah hewan liar yang membahayakan yang harus dikandang oleh tingginya pagar sekolah.
Mereka punya hak untuk diakui niat baiknya.

Setiap anak adalah pembelajar tangguh dengan cara yang berbeda-beda sesuai kodrat kemanusiannya.
Mereka bukanlah hewan burung yang hanya belajar dengan cara terbang atau ikan yang hanya belajar dengan cara berenang.
Mereka tidak cukup hanya belajar dengan cara duduk, menulis, membaca, dan menghafal.
Mereka punya hak untuk belajar dengan cara yang berbeda.

Setiap anak terlahir hebat dengan kehebatan yang berbeda-beda.Ini adalah kodrat manusia.
Mereka bukanlah hewan sejenis yang bisa dilatih dengan kemampuan sirkus yang sama.
Tidak ada anak yang sama di bumi ini. Mereka punya hak untuk menunjukkan bahwa dirinya berbeda.

Setiap anak terlahir dalam keadaan tumbuh dan berkembang sesuai kodrat kemanusiaannya.
Mereka tidak sebagaimana hewan yang langsung bisa berjalan sesaat setelah terlahir dari induknya.
Mereka punya hak belajar sesuai fase perkembangannya.

Mereka terjajah
Mereka menjerit keras dalam hatinya..
Mereka memohon iba uluran tangan para pejuang untuk membebaskannya
Namun tak seorang penjajahpun yang peduli jeritannya

Siapa penjajah yang jahat itu?
Itu adalah kita ...
Orangtua

dan
Se...

Abdul Kholiq
Sekolah Karakter Imam Syafi’i (SKIS) Semarang

📌 *MATERI SOTAB HEBAT*_Pendidikan Karakter Nabawiyah_*TUNAIKAN HAK-HAK ANAK* Hak Anak Untuk Berbuat Salah Yang Harus Dit...
15/08/2024

📌 *MATERI SOTAB HEBAT*
_Pendidikan Karakter Nabawiyah_

*TUNAIKAN HAK-HAK ANAK*

Hak Anak Untuk Berbuat Salah Yang Harus Ditunaikan

Pena catatan amal diangkat pada anak yang belum baligh. Sehingga apapun kesalahan yang anak lakukan, dimaafkan oleh Allah ta’ala. Tidak ada beban kewajiban baginya, sehingga yang dimilikinya hanyalah hak.

- Tidak mau melaksanakan sholat fardhu adalah hak anak
- Mengganggu orang sholat adalah hak anak
- Tidak mau berhijab adalah hak anak
- Tidak mau sekolah adalah hak anak
- Merusak barang adalah hak anak
- Berlaku sombong adalah hak anak
- Tidak patuh perintah adalah hak anak
- Berbuat boros adalah hak anak
- Semua perbuatan salah adalah hak anak.

Jika hak-hak tersebut tidak ditunaikan, maka anak akan menuntut haknya di kemudian hari, karena hak yang tidak ditunaikan itu menjadi hutang, yaitu hutang pengasuhan. Dan karena hutang pengasuhan tersimpan di pikiran bawah sadar, maka tuntutannya pun tanpa disadari.
Dengan adanya hutang pengasuhan inilah yang menjadikan anak kelak akan berat dan tidak mau melaksanakan kewajiban-kewajibannya.

Meskipun semua perbuatan anak yang salah adalah haknya, namun terdapat batasan dan tahapan dalam menunaikannya, yaitu ada 3 tahapan:
Tahap 1 (0-7th): Apapun kesalahan yang dilakukan anak, berikan kesempatan kepada anak untuk melakukannya, yang terpenting aman bagi dirinya dan orang lain.
Tahap 2 (7-10th): Jika anak berbuat salah tidak mengapa, jangan dimarahi, jangan dicela, jangan direndahkan, dan jangan dihukum, tetapi cukup dinasihati lisan saja dengan penuh senyum ketulusan kasih sayang.
Tahap 3 (10th-baligh): Jika anak berbuat salah tidak mengapa, tetapi perlu diingatkan dengan tegas, bahkan jika diperkirakan anak akan menjadi lebih baik boleh dipukul, sehingga anak merasa jera untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Jauhkan emosi ketika memberikan ketegasan kepada anak. Berikan ketegasan dengan kasih sayang yang tulus dan murni.

Setelah baligh diharapkan semua hak-haknya tertunaikan, sehingga anak tinggal menunaikan kewajibannya.

Abdul Kholiq
SKIS Semarang

Baarakallahu fiikum
**

╰─> ❥ ❥ *SEKOLAH ORANGTUA*
🌱 *Ayah Bunda Hebat*⛱️
📱Join WAG Sotabh Hebat

Idealis atau Laris Manis?Mengelola lembaga pendidikan (sekolah) pada zaman ini,  dimana sebagian besar orangtua dan para...
12/08/2024

Idealis atau Laris Manis?

Mengelola lembaga pendidikan (sekolah) pada zaman ini, dimana sebagian besar orangtua dan para pendidik masih berorientasi kognitif akademis, dihadapkan pada 2 pilihan:

Pilih idealis tetapi sedikit murid?
atau
Banyak murid tetapi tidak ideal?

Kedua pilihan tersebut sepertinya saat ini sangat sulit untuk disatukan, karena adanya pembatas tembok besar yang terbangun dari "apa kata orangtua murid".

Banyak orangtua yang menganggap hebat anaknya jika hafalannya banyak, nilai mata pelajaran nya bagus, pengetahuannya banyak, dsb.

Sehingga jika mengelola sekolah idealis yang menganggap semua anak adalah hebat meskipun akademisnya lemah, pastilah akan terbentur tembok tebal "apa kata orangtua murid".

Maka jika mau mendirikan sekolah baru dengan metode idealis, maka bersiaplah hati akan teriris pisau lidah cibiran dan celaan.

Dan jika sekolah sudah berjalan kemudian banting setir berbelok pada jalur idealis, bersiaplah dengan peristiwa pelarian besar-besaran para orangtua menarik anak-anaknya keluar berpindah ke sekolah "nyaman", karena takut anaknya menjadi nakal dan bodoh.

Namun jika kita menuruti "apa kata orangtua murid" dengan harapan sekolah akan banyak muridnya, pastinya akan kesulitan untuk idealis dalam mendidik. Tentu hal ini bertentangan dengan naluri seorang pendidik.

Oleh karena itu sikap paling bijak adalah mengambil jalan tengah untuk meraih maslahah sebesar-besarnya dan mencegah madharat sekecil-kecilnya.

Meskipun belum mampu idealis, setidaknya mendekati semampunya.

Meskipun sekolah sulit berjalan karena sedikitnya murid, tetapi banyaknya murid jangan jadikan hal utama dalam mendidik.

Ketahuilah
Keberhasilan mendidik bukan dilihat dari banyaknya murid, juga bukan input murid yang berkualitas, bahkan juga bukan dilihat dari output lulusannya,
tetapi
Keberhasilan pendidikan dilihat dari proses terbaik.

Bukan "the Best input & output", tetapi "the Best process".

Idealis mendidik adalah mendidik sesuai kehebatan karakter asli anak, yang mana tidak semua anak hebat dalam kognitif akademis.

Abdul Kholiq
SKIS Semarang

Baarakallahu fiikum
**

Simak materi selengkapnya di WAG Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat (Sotabh). Sila klik tautan di Bio atau tinggalkan ko...
10/08/2024

Simak materi selengkapnya di WAG Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat (Sotabh).
Sila klik tautan di Bio atau tinggalkan komentar di kolom komentar. In syaa Allah Gratis untuk semua Orang tua, pendidik, Calon Orang Tua, maupun calon pendidik.
Barakallahu fiikum 💐

Meng-Islam-kan Metode Non-IslamBisakah metode pendidikan non Islam digunakan untuk Pendidikan Islam dengan hanya menggan...
07/08/2024

Meng-Islam-kan Metode Non-Islam

Bisakah metode pendidikan non Islam digunakan untuk Pendidikan Islam dengan hanya mengganti konten (atau isi materi) nya saja?
Sehingga setelah “di-Islam-kan” ditambahkan nama “Islami” atau nama lain yang bermakna Islam, seperti “Mo******i Islami”, “Se***a Sunnah”, “Spiritual E**”, dan nama metode-metode yang telah “di-Islam-kan” lainnya.

Perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan yang mendasar antara metode Pendidikan Islam dan non-Islam. Perbedaannya sangat mendasar sekali.

Mereka mengatakan bahwa pusat berpikir manusia ada di otak atau akal, dan dengan itu metode mendidiknya hanya sebatas logika dengan memahamkan dan membiasakan saja.
Bukankah dengan hal itu yang bisa terdidik hanyalah akal dan fisik saja?

Kalau metodenya hanya dipahamkan-dibiasakan dan mengganti kontennya saja, bukankah dengan cara itu monyet dapat dilatih melakukan gerakan sholat?
Lalu apa bedanya pendidikan manusia dan pelatihan monyet?
Dan juga bukankah dengan cara itu burung beo dapat dilatih untuk mengucapkan basmalah?
Lalu apa bedanya pendidikan manusia dan pelatihan burung beo?

Ketahuilah yang berbeda dalam Islam bahwa pusat berpikir ada pada pemimpin jiwa, yaitu hati.
Memang benar ...
Mendidik fisik dengan dibiasakan,
Mendidik akal dengan dipahamkan,
Namun ....
Mendidik hati tidak bisa dengan dipahamkan konten-konten saja.
Mendidik hati tidak bisa dengan pembiasaan yang memaksa.

Hati hanya bisa dididik dengan disenangkan yang tak terlogika.

Itulah Pendidikan Islam
Yang tak tergantikan dengan metode apapun dan dimodif bagaimanapun.
Bahkan tak tergantikan dengan metode yang “di-Islam-kan” sekalipun.

Karena Pendidikan Islam memiliki “izzah” (kemuliaan) yang tak tertandingi oleh metode manapun.

Oleh: Abdul Kholiq
Sekolah Karakter Imam Syafi’i (SKIS) Semarang

Simak materi tentang metode pendidikan yang sesuai dengan Qur'an dan Sunnah lainnya di WAG Sotabh.
Baarakallah fiikum.

Simak materi selengkapnya di Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat (Sotabh). Barakallahu fiikum.                           ...
01/08/2024

Simak materi selengkapnya di Sekolah Orang Tua Ayah Bunda Hebat (Sotabh).

Barakallahu fiikum.

https://youtu.be/x_NyYq3-dJE
29/07/2024

https://youtu.be/x_NyYq3-dJE

Pendidikan Karakter Nabawiyah - Berbasis FitrohUstadz Abdul Kholiq حفظه الله تعالىTema: " Bagaimana Bentuk Ketegasan Kepada Anak Dibawah Usia 7 Tahun ? "SEKO...

WAHAI IBU KENALILAH ANAKMUWahai IbuAnakmu terlahir tidak tahu apa-apa, hendaknya kau setia dalam membersamainya.Anakmu t...
26/07/2024

WAHAI IBU KENALILAH ANAKMU

Wahai Ibu
Anakmu terlahir tidak tahu apa-apa, hendaknya kau setia dalam membersamainya.
Anakmu terlahir diincar syaithon, jangan lupa lantunkan do'a-do'a perlindungan untuknya.
Anakmu terlahir cenderung pada Islam, maka tumbuhkan dan rawatlah fitrah keimanannya.
Anakmu belum tercatat dosanya, maka jangan semena-mena menghukum kesalahannya.

Wahai Ibu
Anakmu diciptakan, dihidupkan, dimatikan dan hendaklah dirimu selalu ikhtiar dan tawakal.
Anakmu terlahir dalam kondisi lemah, maka waspadalah janganlah membuat patah hatinya.
Anakmu Allah ciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya, maka hati-hatilah jangan sampai mencelanya.

Anakmu puncak-puncaknya egosentris, tuntaskan agar kelak tak menjadi orang egois.
Anakmu sangat imajinatif, ceritakan kisah-kisah nyata yang menakjubkan penuh inspiratif.
Anakmu hatinya sensitif, buatlah ia selalu bahagia dengan menanamkan persepsi positif.

Wahai Ibu
Anakmu sang peniru ulung, ingatlah gerak-gerik ucapan dan sikapmu akan direkam untuk ditirukannya.
Anakmu senang mendengar cerita, maka berikan pemahaman melalui cerita mempesona.
Anakmu senang bermain, bebaskan main dengan alam lalu tumbuhkan kecintaannya kepada Robb Pencipta.

Wahai Ibu
Anakmu bukan kertas kosong yang dapat kau warnai sesuka hatimu.
Anakmu itu amanah, didiklah sesuai keinginan pemberi titipan, bukan karena obsesi dan ambisimu.
Anakmu membutuhkan kehadiranmu, maka peluklah hatinya penuh cinta di sepanjang waktu.

Wahai Ibu
Anakmu itu unik dengan potensinya yang masih tersembunyi, maka janganlah dirimu panik.
Anakmu bukan ajang perlombaan, jangan jadikan pintar berprestasi untuk memenuhi ekspektasimu.
Anakmu masih usia dini, masa emas tumbuhnya cinta di hati jika selalu disirami cinta akan indah bersemi

Wahai Ibu
Karena sungguh cinta adalah fondasi, tanpa tumbuhnya cinta tak akan tumbuh karakter keimanannya.
Anak bukanlah tentang materi apa yang dapat kau wariskan, tetapi apa yang kau warisankan di dalam dirinya.

Berilah ruang anak-anak bertumbuh tanpa tekanan dan paksaan, kelak anak menjalankan ibadah dengan hati penuh kerelaan.

WASIAT UNTUK GURUPada suatu hari, Imam Syafi'i masuk ke salah satu ruang kamar Khalifah Harun ar-Rasyid. Sedianya beliau...
22/07/2024

WASIAT UNTUK GURU

Pada suatu hari, Imam Syafi'i masuk ke salah satu ruang kamar Khalifah Harun ar-Rasyid. Sedianya beliau hendak meminta izin. Di sana ada Siraj, pelayan khalifah. Dia pun mempersilakan Imam Syafi'i duduk di dekat Abdu Abdus Shamad, guru anak-anak Khalifah Harun ar-Rasyid.

Siraj berkata kepada Imam Syafi'i, "Wahai Abu Abdillah, mereka ini adalah putra-putra Amirul Mukminin, dan dia adalah guru mereka. Alangkah baik, jika engkau bersedia menyampaikan wasiat kepadanya berkaitan dengan anak-anak itu."

Kemudian Imam Syafi'i menoleh ke arah Abu Abdus Shamad. Beliau berkata kepadanya, "Hendaklah hal pertama yang engkau lakukan sebelum mendidik putra-putra Amirul Mukminin adalah memperbaiki dirimu sendiri, karena penglihatan mereka akan selalu terpaut dengan penglihatanmu. Baik menurut mereka adalah apa yang engkau anggap baik, dan buruk di mata mereka adalah apa yang engkau tidak sukai."

Kemudian beliau melanjutkan, "Ajarkanlah al-Quran kepada mereka. Jangan memaksa mereka dalam pengajaranmu sehingga mereka menjadi bosan dan jemu pada al-Quran, dan jangan p**a membiarkan mereka tanpa al-Quran sehingga mereka akan mengabaikannya. Riwayatkan kepada mereka syair-syair yang beradab dan hadits-hadits yang mulia. Jangan menyuruh mereka berpindah mempelajari satu ilmu ke ilmu lain sebelum mereka betul-betul menguasainya, karena kata-kata yang berjejalan di telinga akan menyesatkan pemahaman."

[Sumber: Shifah ash-Shafwah, jilid 2, hlm. 169 dan Hilyah al-Auliya, jilid 9, hlm. 147]

Address

Kediri
Plemahan
64155

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SOTAB HEBAT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to SOTAB HEBAT:

Share