Majelis Zikir wa Ta'lim Mihrobul Muhibbin

Majelis Zikir wa Ta'lim Mihrobul Muhibbin Forum Kajian Tashawwuf fi Thariqoh Qodiriah Wan Naqsabandiyah Aktifitas:
Kajian Dwi Mingguan pada minggu ke-2 dan ke-4.

Pelaksanaannya setiap hari Sabtu pukul 09.00-Selesai
Hal-hal yang dibahas seputar dunia tashawuf dan Thariqot serta bagaimana menciptakan personality yang "apik" dalam pandangan Islam dan umat pada umumnya

Resiko mengajar Akidah dan Akhlaq dapat pertanyaan dari siswa yang keasyikan merenungkan Allah. Merenungkan Allah itu je...
20/03/2026

Resiko mengajar Akidah dan Akhlaq dapat pertanyaan dari siswa yang keasyikan merenungkan Allah. Merenungkan Allah itu jebakan setan karena Allah lebih besar dari akal kita maka yang tepat renungkanlah ciptaannya maka kita akan melihat tanda2 keberadaannya (Wahdatus Syuhud) jangan renungkan zatnya Allah.

20/03/2026
25/10/2024

*I'lan*

*Pengajian Rutin Sabtuan Mihrobbul Muhibbin Jakarta*

*SETIAP SABTU PAGI*
*Pkl 07:00 - 10.00 WIB*

Agenda:
1. *Pukul 07:00-09:00 WIB*
*KHUSUS JAMA'AH TQN/ Tidak untuk Umum*
- Istighotsah Yasin fadhilah
- sholat Dhuha
- dzikir-khusushiyah

2. *Pukul 09.00 -10.00 WIB*
*KAJIAN KITAB TERBUKA untuk UMUM*
Kitab Fathur Robbaniy: Syekh Abdul-Qodir al-Jailani

Alamat Offline:
*Ma'had Mihrobul Muhibbin*
Komplek Peruri Jln Peruri 4 Blok E No. 40 Rt. 08/02 Pisangan Ciputat Tangerang Selatan Banten

*Link online:* hanya untuk luar daerah atau uzhur syar'i

Join Zoom Meeting
https://us06web.zoom.us/j/86465609821?pwd=p2lXjaeAYCpmcVmkwUW6I3teOiBufm.1

Meeting ID: 864 6560 9821
Passcode: bismillah

Donasi MM Jakarta melalui no Rekening Bank BSI 7230721844
An. Yayasan Mihrobul Muhibbin
Konfirmasi Ustadz Salafudin 085693772932

Zoom is the leader in modern enterprise video communications, with an easy, reliable cloud platform for video and audio conferencing, chat, and webinars across mobile, desktop, and room systems. Zoom Rooms is the original software-based conference room solution used around the world in board, confer...

Jalan menuju Allah itu banyak maka tak boleh para pengikut jalan tersebut menjelek2kan para pelintas yang menggunakan ja...
09/10/2024

Jalan menuju Allah itu banyak maka tak boleh para pengikut jalan tersebut menjelek2kan para pelintas yang menggunakan jalan yang lain. Tetapi tiap pelintas yg menuju Allah haruslah yakin sepenuhnya bahwa jalan yang ia pilih yang mana ia mengikuti petunjuk seorang penunjuk jalan yg sudah melewati jalan tsb hingga sampai kepada Allah harus yakin 100% bahwa jalannya adalah jalan yang terbaik bahkan apabila dia tahu pemandu jalan yang lain adalah Nabi Khidir AS, maka tidaklah boleh ia meninggalkan pemandu dan jalan yang ia tempuh. Wallahu A'lam

Pagi ini mengingatkan akan nasehat guru ku yang telah memberikan nasehat yang sangat dalam untuk bisa berbahagia dalam h...
17/08/2024

Pagi ini mengingatkan akan nasehat guru ku yang telah memberikan nasehat yang sangat dalam untuk bisa berbahagia dalam hidup. Kunci bahagia di dalam kehidupan adalah mampu ridho kepada Allah. Untuk bisa ridho dengan segala keputusan-Nya maka kita harus mampu meyakinkan diri kita bahwa "Tidak diberi hakikatnya sudah Allah beri. Tidak di kabulkan doa kita pada hakikatnya sudah Allah kabulkan" (Abi Akhmad Shodiq)

Tazkiyatun Nafs adalah kunci ruh dr mampu tidaknya seseorang mendapatkan halawatul ibadah dan nikmat2 lainnya. Karena ya...
15/02/2024

Tazkiyatun Nafs adalah kunci ruh dr mampu tidaknya seseorang mendapatkan halawatul ibadah dan nikmat2 lainnya. Karena yang menyebabkan hidup kita jauh dr rasa bahagia dan nikmat adalah karena kotornya dan penuh najisnya hati kita. Sedangkan bahagia, susah, senang, duka semua ada di tangan Allah yang Maha Suci. Semua bahagia dan nikmat dalam hidup di dunia dan di akhirat baru kita bisa dapatkan dengan membersihkan hati kita dr kotoran dan najis2 hati. Salah satu yang terberat dalam proses pembersihan hati itu adalah membalas keburukan orang2 kepada diri kita dengan kebaikan yang sempurna tanpa memandang besar kecilnya keburukan dan kerugian yang mereka lakukan dan berikan kepada kita. Wallahu A'lam Bis Showab.

Keterbatasan tidaklah berarti kekalahan. Keikhlasan dan pengabdian tulus itulah kunci kesuksesan.
18/12/2023

Keterbatasan tidaklah berarti kekalahan. Keikhlasan dan pengabdian tulus itulah kunci kesuksesan.

Ketersambungan mu dengan gurumu akan sangat menentukan seberapa besar zikir dan wirid mu membekas di hatimu sehingga aka...
13/12/2023

Ketersambungan mu dengan gurumu akan sangat menentukan seberapa besar zikir dan wirid mu membekas di hatimu sehingga akan terasalah manfaat dr zikir dan wirid mu. Sebab guru kita sebenarnya adalah jembatan yang menghubungkan segala zikir dan wirid kita baik kepada Rasulullah Muhammad SAW dan Allah SWT. Maka sebagai murid haruslah berfikir seberapa tuluskah cintanya kepada gurunya, bukan malah memikirkan seberapa besarkah gurunya mencintai dirinya. Wallahu A'lam.

Hidup bahagia menurut Yang Mulia Al-Maghfurlah Romo Yai Asrori ARTI “BAHAGIA”Dawuh khadrotus syeikh Ahmad Asrori Al Isha...
09/12/2023

Hidup bahagia menurut Yang Mulia Al-Maghfurlah Romo Yai Asrori ARTI “BAHAGIA”
Dawuh khadrotus syeikh Ahmad Asrori Al Ishaqy.RA.

Pertengahan 1991. Pagi ba’da Shubuh, mobil yang ditumpangi YAI Rori RA berangkat dari Ndalem Al Fithrah Kedinding Surabaya, meluncur menuju Srengat – Blitar. Pagi itu hari Rabu, jadwal Mubaya’ah untuk Jamaah Blitar. Di dalam mobil hanya 3 orang : YAI Rori RA, seorang sopir dan seorang anak muda penderek, yang belum setahun mengenal Beliau Romo Yai.

Saat meluncur di tol, si penderek ini bicara dalam hatinya sendiri, “Aduuh, perut saya agak perih. Lapar. Semalam memang kelupa, tak sempat makan malam”. Namun kemudian, dalam hitungan waktu kurang dari lima menit, YAI Rori RA tiba-tiba berucap Dawuh :

“Gini ini, yang enak cari sarapan dulu, ya Fulan, yaa …??”

Antara kaget bercampur senang, sambil berusaha berlagak tetap tenang, si penderek merespon : “Yaa Yai, saya nderek”

“Nderek..?! Ya sudah pasti itu. Tapi sejujurnya, kamu setuju gak?” Tanya Beliau RA.

“Yaa Yai, saya sangat setuju” jawab si penderek.

Beliau RA kemudian Dawuh :

“Ya begitu. Orang hidup itu harus jujur diri. Yang konsekuen. Jangan omong ‘ya nderek Yai’ seolah benar-benar pasrah, padahal dalam hatinya sangat berharap… Duuuhh, gayanya saja pasrah … Padahal … Iyaa ?? Jangan begitu.”

“Ya sudah. Kita nanti sarapan di Pandaan saja, di warung langganan biasanya itu” lanjut Beliau Romo Yai RA.

Mendengar dawuh itu, si penderek semakin merasa lapar dan pingin rasanya segera nyampai Pandaan. Dalam hati si penderek, pingin sekali menikmati rasanya sarapan rawon. Saking pinginnya, seolah rasa rawon itu sudah diujung lidahnya.

Beliau kemudian Dawuh, seolah hanya mengajak bercanda :

“Tapi, kalau saya perhatikan, seringkali, menu yang kamu pilih itu sama dengan yang saya pilih. Sekarang begini. Kita bikin perjanjian. Kali ini, kamu gak boleh milih menu yang sama dengan pilihan saya. Bagaimana? Setuju?”

Wahh, Yai ini serius?? Pikir si penderek. Tapi gak masalah. Sebab seringkali di warung langganan itu, Beliau memilih gulai. Memang gulainya itu yang disukai Beliau. Sedangkan sekarang, yang saya pingini rawon. Begitulah yang berkelebat dalam pikiran si penderek.

“Ya Yai. Setuju. Saya tidak akan memilih menu sama, dengan yang akan Yai pilih” tekat si penderek.

Sampailah perjalanan di Pandaan. Dan sesuai janjinya, YAI RA minta Ke sopir agar berhenti untuk sarapan di warung langganan. Warung yang sederhana itu, rupanya baru saja dibuka. Ibu si penjual kelihatan masih merapikan tatanan lauk dan kerupuk.

Melihat YAI Rori RA datang, ibu itu tersenyum, langsung menyambut sambil mempersilakan dan bertanya ke YAI RA :

“Monggo Yai, ngersaaken dahar menopo? (=Silakan Yai, Yai menginginkan makan apa?)”

Jawab Yai tanpa babibu : “Rawon..!”

Wah wah, Yai pilih rawon…!? Lha saya terus milih apa? Pikir si penderek. Antara kaget dan bingung.

“Mas mau sarapan apa?” Tanya si ibu pada penderek.

Mungkin karena bingung, si penderek tidak segera jawab, Yai langsung menegurnya :

“Cepat Fulan ..! Kita ini sedang ditunggu jamaah. Ayo segera, kamu pesan apa?”

Si penderek akhirnya dengan agak ngawur dan terkesan asal jawab, dia nyebut : “Pecel”.

Tak lama kemudian, seporsi nasi rawon dihaturkan ke hadapan YAI RA. Panasnya kuah rawon itu masih mengepulkan asap. Herannya, YAI RA tidak segera mendaharnya. Beliau biarkan saja rawon itu di hadapannya. Tapi, aroma kepulan asap rawon itu ke penciuman penderek, dan tak dipungkiri, benar-benar menggiurkan selera.

“Monggo Yai, dahar duluan. Mumpung masih panas” Matur si penderek memberanikan diri. Tapi di balik itu barangkali dia pingin segera menepis aroma rawon yang merasuki penciumannya itu.

Tapi YAI RA Dawuh : “Gak lah. Kita toleran. Kita nanti mulainya bareng-bareng”.

Beberapa saat tidak lama, keluarlah sepiring nasi pecel dan langsung dihidangkan di depan penderek. Maka mulailah makan bersama.

Dalam menu pecel itu, sayurnya kelihatan masih segar. Bumbu pecelnya juga enak. Lauk yang menyertai bervariasi. Ada abon daging. Juga telor matasapi serta tempe goreng yang tebal tampak baru saja diangkat dari penggorengan.

Setelah dua-tiga kali sendokan, dalam hati penderek yang semula tidak begitu berhasrat terhadap pecel, akhirnya muncul pikiran : “enak juga yaa pecel ini”. Dan dia mulai lahap menikmatinya.

Tapi apa kemudian yang terjadi. YAI RA tiba-tiba menarik piring pecel, dan bersamaan dengan itu, menyodorkan rawonnya ke hadapan penderek, sambil kemudian Dawuh :

“Tukar. Supaya sama-sama merasakan”

Si penderek keheranan gak habis pikir. Yai ini bagaimana. Saya sudah memupus pingin saya pada rawon, dan sudah melupakannya, dan kini baru saja merasa nikmat dengan pecel itu, koq malah ditarik, ditukar dengan rawon yang saya sudah gak pingin lagi. Itulah yang berkecamuk di hati penderek. Tapi YAI RA diam saja. Hingga selesai makan.

Setelah naik mobil, dalam perjalanan YAI RA Dawuh. Lebih-kurang isinya sebagai berikut :

ORANG MENJALANI HIDUP ITU, JANGAN TERPAKU PADA HARAPAN/KEINGINAN/TARGET. JANGAN.

SILAKAN KAMU BERCITA-CITA, TAPI JANGAN TERPAKU. JANGAN KEMUDIAN MENUTUP DIRI – EMOH TERHADAP YANG SELAIN CITA CITAMU ITU.

KENAPA? KALAU KAMU HANYA TERPAKU PADA HARAPANMU, MAKA SELAMANYA KAMU TIDAK AKAN MERASAKAN KEBAHAGIAAN.

SEBAB YANG NAMANYA ORANG BAHAGIA, ITU ADALAH ORANG YANG DLOHIR BATINNYA SELALU SIAP MENERIMA DAN MENGHADAPI KENYATAAN YANG ADA DI DEPAN MATANYA.

BAHAGIA BUKANLAH “TERWUJUDNYA HARAPAN”. BUKAN. ITU TIPUAN NAFSU. ITU SEMU DAN SEMENTARA. COBA KAMU BUKTIKAN, IKUTI KEMAUANMU, GAK LAMA KOQ, KAMU AKAN BOSAN, DAN MERASA SUDAH GAK BAHAGIA LAGI, PADAHAL YANG KAMU MAUI ITU MASIH KEPEGANG TANGANMU.

28/11/2023

Ketaatan yang dilakukan orang yang dibenci Allah pasti akan ditolak oleh Allah. Kesalahan yang dilakukan oleh orang yang dicintai oleh Allah pasti akan Allah ampuni.

Belumlah seseorang bisa dibilang sbg seorang guru sebelum dia mampu menangisi murid2nya dlm munajatnya kpd Sang Maha Ber...
28/11/2023

Belumlah seseorang bisa dibilang sbg seorang guru sebelum dia mampu menangisi murid2nya dlm munajatnya kpd Sang Maha Berilmu. Janganlah merasa guru sebelum kau merasa dapat menjadi teladan utk prilaku mulia kpd murid2mu. Guru itu adalah tempat utk mendapat ilmu bagi para murid walaupun tanpa berkata2.Karena guru yg sejati mampu mengajar dgn sgl yg dia miliki walaupun hening tanpa bunyi

Address

Komplek Peruri Blok E No. 40 Pisangan Ciputat Tangerang Selatan
Pisangan

Opening Hours

Monday 14:00 - 22:00
Tuesday 14:00 - 22:00
Wednesday 14:00 - 22:00
Thursday 14:00 - 22:00
Friday 14:00 - 22:00
Saturday 06:00 - 12:00
Sunday 05:00 - 20:00

Telephone

089637931150

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Zikir wa Ta'lim Mihrobul Muhibbin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Majelis Zikir wa Ta'lim Mihrobul Muhibbin:

Shortcuts

Share

Category