18/10/2018
Halo semua, kembali bersama Abah Ihsan disini !
*Mau ikutkan anak lomba? Cek dulu ya poin poin berikut*
1. Setiap memutuskan sesuatu pastikanlah sesuai urutan prioritas.
1.1 Kebutuhan anak
1.2 Keinginan anak
2. Termasuk soal lomba, apakah ini dibutuhkan untuk anak?
Note : Sesuai usianya tidak?
3. Fase anak sebelum baligh/remaja yang harusnya dikembangkan sebenarnya adalah *KOLABORASI* bukan *KOMPETISI*.
Kerjasama, bukan saling mengalahkan.
Itu sebabnya jika kita ke singapore, australia akan sulit ditemukan lomba mewarnai untuk anak preschool misalnya.
4. Apakah lomba tidak ada manfaatnya?
Tentu saja ada! Yang harus difikirkan, manfaatnya sebanding gak dengan dampak mental yang akan mereka terima?
Kalo ngukur manfaatnya, bahkan setahu saya semua perbuatan buruk pun ada manfaatnya, misal :
Merokok 》 Rilis stress (buat yang ngerokok)
Narkoba 》 Melupakan sementara kepenetan
Mencuri 》 Bisa mendapatkan barang orang yang diinginkan
Berzina 》 Mendapatkan kepuasan seksual
See? Ada manfaatnya kan? hanya saja bandingkan dengan kerusakanya?
Dengan lomba misalnya anak kita bisa “belajar” menerima kekalahan, mendapatkan pengalaman dll.
*Orangtua yang harus mengukur kesiapan mental anak agar manfaat yang diimpikan itu lebih besar daripada dampak buruknya*
5. Saya termasuk yang tidak terlalu menganjurkan anak untuk
lomba-lomba sedini mungkin.
Bukan berarti saklek tidak boleh sama sekali; *tapi untuk lomba yang berkaitan dengan anak dipandang secara umum oleh orang lain dan menjadi konsep diri itu yang harus dihindari sampai benar-benar mencapai akil baligh, setidaknya baligh*
Kalo di rumah antara adik dll ya boleh saja. Itu mah lomba-lombaan, bukan beneran bagi saya, karena melibatkan keseruan dan tidak ada peluang anak dilihat orang umum.
Apalagi biasanya kalo di rumah, saat adik menangis misalnya kalah orangtua bisa mengkondisikan di waktu dan kegiatan lain agar adik merasakan juga pengalaman menang, yang itu sulit kita lakukan jika anak kita berlomba di public competition.
*Jadi kompetisi sehat itu bermanfaat untuk anak jika dalam porsi tepat*.
Tapi coba perhatikan mental anak yang rajin banget ikut lomba... menang kecanduan, kalah penasaran.
6. A little healthy competition can be good for kids. competitive activities help them develop important skills they'll use well into adulthood, like taking turns, developing empathy, and tenacity
Mean.. Kita harus mengukur porsi untuk anak kita sendiri. Itu yang harus diukur.
7. Jika anak kita sesekali ikut lomba sekali menang dan sekali kali tidak. sebenarnya tidak kerasa dampaknya. tapi bayangkannjika berkali kali lomba sering gak menang?
-abahihsan-
*The choice on yours!*