12/08/2023
Halo, Sobat SMP Swasta Musda Perbaungan🙌
Di masa-masa remaja, tak sedikit peserta didik yang belum terlalu memahami mengenai pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi.
Meskipun masih banyak masyarakat menganggap ini adalah hal tabu, namun pendidikan kesehatan reproduksi perlu dipahami oleh peserta didik.
Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh satuan pendidikan dalam memberikan pemahaman terkait pentingnya kesehatan reproduksi adalah dengan melakukan berbagai kegiatan dilakukan dengan mengadakan kegiatan pengayaan untuk lebih mengenalkan dan mengampanyekan pendidikan ini, pembiasaan meliputi pikiran, hati, dan tindakan.
✨Skrining dilakukan untuk mendapatkan data awal perilaku merokok di lingkungan sekolah, dan perilaku merokok warga sekolah, baik siswa, guru dan orang – orang yang terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk usaha berhenti merokok.
Siswa yang dilakukan pemeriksaan kadar co adalah siswa kelas 5 dan kelas 6 dengan usia minimal 10 tahun, dan usia maksimal 18 tahun.
Kendala yang dihadapi dalam skrining ini, siswa susah dalam mengatur nafas, sehingga mempengaruhi hasil ataupun hasil tidak keluar, serta terbatasnya steribreath mouthpiece yang ada di puskesmas.
✨Pemeriksaan kesehatan pada remaja, Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi dini kesehatan remaja sebagai upaya pemeriksaan awal untuk menemukan secara dini adanya gangguan modalitas belajar yang dapat berpotensi mengakibatkan terjadinya kesulitan belajar pada remaja sehingga dapat segera dilakukan tindakan intervensi.
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan antara lain:
🌡️Pengukuran berat badan
🌡️Pengukuran tinggi badan
🌡️Pengukuran tekanan darah
🌡️Pemeriksaan ketajaman penglihatan
🌡️Pemeriksaan kebersihan diri (kuku dan rambut)
🌡️Pemeriksaan telinga
🌡️Pemeriksaan gigi dan mulut
🌡️Pengukuran lila (bagi remaja putri)