01/02/2016
BURUKNYA LGBT
Dari status Budi Handrianto:
Sahabat saya, Akmal Sjafril, dia bilang di Twitter juga ada temen yang dokter, anak ITJ (Indonesia Tanpa JIL) marahin pelaku dan pembela LGBT.
Dokter itu bilang, sudah banyak pasien HIV yang dia obatin. Dari yang badannya masih prima sampai yang sudah hancur. Rata-rata karena LGBT.
Ketika badan sudah hancur, siapa yang mau bersihin darah dari badan mereka?
Bukan aktivis HAM, bukan pembela hak-hak LGBT, tapi ibu-ibu mereka sendiri!
Ibu mereka yang dari dulu menasihati mereka supaya jangan nakal. Ketika mereka hancur, ibu mereka juga yang bersihin darah mereka.
Pembela HAM tak akan mau.
Perawat saja masih banyak yang grogian bersihin darah pasien HIV. Tapi ibu-ibu mereka mah enggak. Namanya juga ortu. Kalo sudah begitu, baru dengerin apa kata ortu. Dari dulu ngapain aja?
Dalem dan menohok banget...!
====================
Dari status FB Eva Sridiana:
Diminta petugas Rekam Medik untuk melengkapi klaim asuransi pasien rawat inap yang sudah meninggal.
Biasanya, saya selalu ingat dengan cepat pasien-pasien yang pernah saya rawat, namun kali ini saya benar-benar lupa, sama sekali lupa pasien ini, walaupun wajahnya jelas sekali terlihat di fotokopi KTP mendiang pasien ini.
Setelah saya buka status rawat inapnya, segera saya ingat, betapa terkejutnya saya, pantas saja saya lupa, karena pasien ini jauh berbeda saat saya rawat dengan foto di KTPnya.
Dalam foto, terlihat sebagai pria muda gagah sehat segar, berat sekitar diatas 70kg-an. Sementara pasien yang saya rawat kurus sekali, berat tidak sampai 40kg, lemah tidak berdaya, bahkan makan dan duduk pun sudah tidak bisa,
hanya bisa diam dengan pandangan kosong.
Yah bagaimana tidak demikian jadinya... karena pasien ini sekarang menderita sepsis, TB paru, intake sulit, dan diare kronis, dengan penyebab utama semua ini adalah karena pasien menderita HIV-AIDS,
penyakit yang dia derita karena menjadi pengikut kaum LGBT.
Kami petugas medis merupakan saksi bagaimana berbahayanya akibat kelainan seksual yang dilakukan kaum LGBT ini.
Harusnya kalian pengikut kaum ini ikut saya periksa pasien di Rumah Sakit
atau sering-seringlah berkunjung ke Rumah Sakit, agar kalian bisa melihat, bagaimana kaum kalian yang sudah terlanjur menderita HIV-AIDS...!
Betapa buruknya keadaan fisik mereka dan betapa menderitanya mereka akibat penyakit yang diderita.
Betapa mereka putus asa dan kehilangan harap, karena penyakit yang tidak akan pernah sembuh.
Betapa menyesalnya mereka, berharap bisa hidup terus dan bisa bertobat memperbaiki diri.
Namun, harus diketahui bahwa tidak banyak dari mereka yang bisa beruntung diberi kesempatan hidup lebih lama untuk memperbaiki diri dan bertobat,
bahkan banyak yang langsung menghadap Allooh sebelum sadar bahwa dia telah menderita penyakit akibat kesalahannya sendiri...
Jadi... masih mau jadi penganut LGBT?
Na'udzubillah min dzâlik...
Semoga Allah subhaanah melindungi kita dan semua generasi penerus negeri ini...
Mari kita bersama peduli, dan mencegah menyebarnya penyakit terkutuk ini...
》○《
Ingat! Dari 100% populasi, orang yang membuat kekacauan hanya 7%, orang baik ada 93%, yang diam ada 90% yang melawan cuma ada 3%. Jadi dunia ini rusak bukan karena ulah orang jahat, tapi karena diamnya orang - orang baik.
-------------------------------
Tolak legalisasi LGBT di Indonesia!
Mari berikan dukungan melalui petisi-petisi berikut ini, klik link-nya.
1. Tolak Legalisasi LGBT di Indonesia
http://www.petisionline.net/penolakan_legalisasi_lgbt_di_indonesia
2. Dukung dan Lindungi 7 Pejabat Negara yang saat ini sedang dituntut oleh organisasi Arus Pelangi dan pendukungnya agar diberikan sanksi atas pernyataannya di media sosial mengenai "penolakan" gerakan LGBTIQ.
http://www.petisionline.net/tolak_lgbt_dukung_dan_lindungi_7_pejabat_negara?wh
3. Tolak LGBT! Bentuk Komisi Nasional Kewajiban Asasi Manusia (Komnas KAM). Hidup harus imbang antara hak dan kewajiban.
http://www.petisionline.net/tuntut_bentuk_komnas_kam?wh
Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia
💌 : [email protected]
🏡 : penggiatkeluarga.blogspot.com
Fb : Penggiat Keluarga
IG : penggiatkeluarga_ri
Kami memberikan layanan hos gratis untuk petisi online. Buat petisi online profesional dengan menggunakan layanan prima dari kami. Petisi kami dikutip di berbagai media setiap hari, sehingga membuat petisi adalah cara yang tepat untuk mendapat perhatian publik dan para pembuat keputusan.