Bimbingan Belajar Bilal Calistung Pekanbaru

Bimbingan Belajar Bilal Calistung Pekanbaru Mendidik sepenuh hati, layaknya anak sendiri

Menyelenggarakan pendidikan terbaik yang mampu mentransformasi ilmu, karakter dan akhlak siswa ke arah yang lebih baik.

"Siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka harus disertai dengan ilmu. Dan siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, ...
19/10/2017

"Siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka harus disertai dengan ilmu. Dan siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, juga harus dengan ilmu."

(Imam Syafi’i)

Semangat belajar anak menentukan efektivitas belajarnya. Memupuk semangat anak sama halnya dengan memupuk kesuksesan mas...
18/10/2017

Semangat belajar anak menentukan efektivitas belajarnya. Memupuk semangat anak sama halnya dengan memupuk kesuksesan masa depan sang buah hati. Bergabunglah bersama Rumah Bermain Bilal dan buatlah anak kecanduan belajar.

16/10/2017
MEMBANGUN MESIN IMAJINASIDari mana sumber kreativitas anak?Sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi tingkat kreativitas s...
10/10/2017

MEMBANGUN MESIN IMAJINASI

Dari mana sumber kreativitas anak?

Sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi tingkat kreativitas sang buah hati, mulai dari pengetahuan, kepribadian, motivasi, lingkungan dan imajinasi. Nah, imajinasi lah yang memegang peranan penting namun sering kali kita lupakan.

Tanpa imajinasi, anak sulit terdorong menciptakan hal-hal baru dari benda-benda sekitarnya, walaupun anak memiliki pengetahuan dan wawasan akan hal tersebut. Stimulan dari lingkungan dan motivasi juga tak akan memberikan dampak yang signifikan bagi kreativitasnya tanpa kemampuan berimajinasi yang baik. Solusinya, dorong anak untuk terus bereksplorasi dan berimajinasi dengan selalu memberikan bimbingan. Kita mungkin akan terkejut melihat kreativitas mereka pada akhirnya.

01/10/2017
01/10/2017

DUH, BAYAR LAGI... BAYAR LAGI...

“Udah awal bulan nih. Tagihan SPP datang lagi😭. Padahal bulan lalu banyak liburnya, tapiii bayarnya tetap aja😒.”

Ayah & bunda ikut merasakan keluhan di atas? Atau bahkan merasa dirugikan dengan sistem pembayaran SPP anak di sekolah atau tempat bimbel?

Memang sih, SPP sudah menjadi pengeluaran rutin kita secara berkala untuk mendukung pendidikan anak. Hanya saja di bulan-bulan tertentu anak tidak belajar sesuai dengan intensitas semestinya karena banyak faktor, mulai dari banyaknya hari libur nasional, anak tidak mood, sakit atau faktor lainnya. Secara logika, maunya jumlah pembayaran SPP juga disesuaikan d**g. Hehehe.

Sebenarnya masalah ini bermula pada sistem pembayaran SPP itu sendiri. Rata-rata sekolah maupun tempat bimbel menerapkan sistem pembayaran bulanan, per semester, atau per level sehingga patokannya adalah rentang waktu. Dengan demikian ketidakhadiran anak tidak akan dihitung sebagai aspek yang mempengaruhi SPP.

Alhamdulillah, di Rumah Bermain Bilal keluhan ini tak akan terjadi. Kami menerapkan sistem pembayaran SPP yang mengacu pada kuota belajar anak. Dengan menghitung estimasi kehadiran anak per bulan, jumlah SPP kemudian ditetapkan.

Bagaimana jika anak sakit atau tidak dapat hadir?

Jika anak tidak hadir karena faktor yang dikomunikasikan oleh orangtua siswa sebelumnya, maka kuota belajar tidak akan terpotong dan kuota tersebut tetap bisa digunakan oleh anak. Hal ini tentu tidak akan merugikan orangtua d**g.

Kenapa sih Rumah Bermain Bilal menggunakan sistem ini?

Tidak ada alasan khusus sebenarnya, selain keinginan untuk menjaga prinsip 100% halal yang menjadi salah satu nilai inti Rumah Bermain Bilal. Dengan prinsip ini p**a kami menjaga setiap arus keuangan dan aset yang ada terbebas dari hal-hal yang diharamkan dan dilarang oleh Allah Ta’ala. Tentu saja prinsip ini hanya bisa diwujudkan jika orangtua siswa sebagai kerabat dan mitra Rumah Bermain Bilal tidak merasa dirugikan dan terzalimi.


01/10/2017

ADA NGGAK YA TEMPAT BELAJAR NGAJI YANG RAMAH ANAK?

Ayah & bunda, bagaimana kita menjawab pertanyaan di atas? Ada, atau belum ada? Kita akan menjawab ‘ada’ jika kita telah pernah menemukan tempat belajar Al-Quran yang memang sesuai dengan kebutuhan kita. Tapiii, apa iya tempat itu benar-benar ada?

Ada atau tidaknya, kembali kepada ekspektasi/harapan kita terhadap tempat tersebut. Tapi yang pasti, sebuah fasilitas belajar Al-Quran haruslah memenuhi beberapa syarat berikut agar dapat dikatakan berkualitas dan ramah anak. Syarat-syarat tersebut seperti adanya metode belajar membaca Al-Quran yang sesuai dengan kebutuhan anak, menggunakan konsep bermain sambil belajar, mampu memberikan solusi bagi anak dan orangtua, serta selalu membudayakan karakter terbaik maupun sopan-santun.

Tidak efektifnya proses belajar Al-Quran sering kali terjadi karena anak tidak belajar sesuai dengan kebutuhannya. Ini akan membuat proses belajar menjadi lebih lama. Selain itu, nuansa belajar Al-Quran yang biasanya digelar dalam kelas-kelas yang ramai ikut mempengaruhi konsentrasi maupun semangat belajar anak.

Apa solusinya?

Les private membaca Al-Quran mungkin saja bisa menjadi solusi efektif. Hanya saja, dalam kondisi private dimana satu anak diajar oleh satu guru, maka interaksi pada proses belajarnya akan sangat minim. Efeknya, aspek sosial dan emosional anak terabaikan. Madrasah Diniyah Awwaliyah (MDA) dengan kapasitas kelas yang besar memang memberi peluang yang lebih besar pada aspek sosial dan emosional. Hanya saja, seperti yang kita bahas di atas, MDA juga terkadang kurang efektif karena banyaknya gangguan terhadap konsentrasi anak serta juga metode belajar yang sulit untuk fokus pada kebutuhan masing-masing anak.

Minimnya solusi terhadap permasalahan ini mendorong Rumah Bermain Bilal untuk mengembangkan metode belajar membaca Al-Quran khusus yang ramah anak. Metode ini disesuaikan dengan kebutuhan anak per anak sehingga lebih tepat sasaran dan juga relatif cepat membentuk kemampuan mengaji pada anak. Tak hanya itu, konsep bermain sambil belajar ala Rumah Bermain Bilal yang fun juga diterapkan pada kelas ini. Aturan tersebut juga berlaku pada materi akhlak dan karakter yang selalu didapatkan anak di setiap pertemuan.

Rumah Bermain Bilal menggunakan media belajar yang variatif dan kreatif. Selain mempermudah anak dalam memahami materi, media belajar ini akan membuat anak nyaman karena bisa belajar sambil bermain. Wajar jika kemudian anak menjadi kecanduan belajar.

Nah ayah & bunda, tunggu apa lagi? Yuk segera daftarkan putra-putri kita di Rumah Bermain Bilal. Ketersediaan kelasnya terbatas lho.


01/10/2017

KARENA MEREKA ADALAH ANAK-ANAK KAMI

2017 merupakan tahun yang unik sekaligus menantang bagi kami di Rumah Bermain Bilal. Ini adalah tahun di mana kami mendapat kepercayaan dari beberapa orangtua untuk membantu mendidik anak mereka yang memiliki beragam masalah. Beberapa dari anak ini pernah menjadi korban bully di sekolah yang membuat mereka tidak percaya diri dan drop secara mental. Ada juga yang mogok belajar karena stress akibat tekanan di sekolah, serta ada anak yang bermasalah pada akhlaknya, omongannya penuh dengan kata-kata kasar dan kotor.
Na’uzubillah..
Duuh..gimana ini?

Ayah & bunda, menghadapi masalah anak seperti ini memang bukanlah perkara mudah. Diperlukan metode khusus yang dapat memperbaiki akhlak dan mental anak, sekaligus memberinya materi pelajaran. Sehingga akhlaknya membaik, mentalnya berubah dan ilmunya bertambah.

Alhamdulillah Rumah Bermain Bilal berusaha untuk mampu menangani masalah-masalah seperti di atas. Yang bahkan permasalahan tersebut belum tentu mampu diselesaikan oleh sekolah.
Lalu apa rahasianya? Apa yang membuat guru-guru di Rumah Bermain Bilal mampu menangani beragam permasalahan anak?

Jawabannya adalah CINTA..
Ya..tidak ada metode mengajar yang lebih ampuh dari “mencintai anak didik” dan berusaha memahami mereka. Jika ini sudah dijalankan maka tidak ada istilah “anak yang bodoh”. Tidak ada istilah “susah mengajari si A”
Mengapa kami mampu melakukannya?
Jawabannya “Karena mereka adalah anak-anak kami”
maka setiap proses pembelajaran menjadi hangat dan penuh cinta. Bi idznillah.

Kami mencintai mereka dan menganggap mereka seperti anak kami sendiri, sehingga berupaya menemukan metode yang paling pas untuk masalah yang mereka hadapi. Kami menemukan bahwa materi dan metode mengajar anak tidak bisa disamaratakan untuk setiap anak. Pada prinsipnya, anak-anak itu unik dan berbeda satu sama lainnya, dengan masalah dan kebutuhan yang juga berbeda sehingga materi yang diberikan juga berbeda-beda.

Kendati demikian, satu hal yang kami lihat sama untuk setiap anak adalah kebutuhan mereka dalam bermain. Bermain merupakan dunia di mana anak mengeksplorasi semua hal yang mampu mereka temukan. Belajar dengan cara bermain mampu merangsang perkembangan fisik dan psikis mereka. Wajar kiranya, anak yang belajar di Rumah Bermain Bilal menjadi kecanduan belajar karena metodenya fun, menyenangkan, dan penuh kehangatan.

Tantangan di 2017 membuat kami sadar bahwa permasalahan anak makin hari makin kompleks yang menuntut kita untuk terus belajar menyelesaikan masalah ini. Rumah Bermain Bilal juga masih dalam tahap belajar menemukan solusi-solusi tersebut. Namun apapun masalahnya, pendidikan anak adalah soal kepedulian orang tua terhadap pribadi dan masa depan mereka.

Apakah ayah dan bunda memiliki anak korban bully?
Atau ada di antara mereka yang Jenuh belajar?
atau bermasalah pada akhlak dan karakternya???
Insyaallah Rumah Bermain Bilal adalah solusinya.

Alhamdulillah saat ini kelas kami sudah hampir full, kecuali sesi sore, yaitu pukul 16.00 - 17.30 WIB. Untuk pendaftaran silahkan hubungi via tlp. 081371861242 atau kunjungi Rumah Bermain Bilal di Jl. Ikhlas No. 2i, Pekanbaru-Riau.

01/10/2017

5 PENYEBAB GURU TIDAK EFEKTIF DALAM MENDIDIK

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kualitas guru sangatlah berpengaruh terhadap kualitas anak didiknya. Jika kita melihat potret pendidikan kita yang makin carut-marut dengan segala problematikanya, kita tentu berpikir bagaimana masalah ini bisa selesai.🙄

Bagaimana masalah ini bisa terjadi??😶 Apakah kualitas guru-guru kita begitu rendahnya sehingga pendidikan menjadi tidak efektif?😨 Yuk kita cermati 5 penyebab berikut ini:


1. GURU HANYA KEJAR TARGET KURIKULUM👈
Disadari atau tidak, pendidikan kita makin terbelenggu dengan target-target kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi anak secara riil. materi pelajaran akan terus berganti. Tak peduli sejauh mana siswa sanggup memahaminya.☹

2. GURU TIDAK BISA MENJADI CONTOH👈
Tak salah pepatah mengatakan, 'Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.' Anak pada dasarnya adalah insan pembelajar yang banyak belajar dari lingkungannya. Mereka cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya, termasuk guru. Jika guru gagal menjadi pribadi yang layak dicontoh anak, maka tak diragukan kualitas pendidikan kita akan sulit diperbaiki.

3. GURU TIDAK DEKAT & TIDAK MEMAHAMI KEBUTUHAN ANAK👈
Mengajar di kelas yang besar dengan jumlah anak yang cukup banyak akan membuat guru sulit untuk dekat dengan setiap siswanya, apalagi memahami kebutuhan masing-masing siswa yang berbeda-beda. Bagaimana bisa guru mendidik dengan baik tanpa memahami anak? Hmmm.😏

4. GURU MENGABAIKAN SKILL-SKILL DASAR AGAR ANAK BISA HIDUP👈
Di sekolah anak belajar banyak pelajaran tapi ia tidak memahami esensi kehidupan.😕
mungkin mereka bisa menghafal rumus matematika dan mendapat nilai tinggi, tapi bagaimana dengan kemandiriannya?, bagaimana dengan skill-skill dasar yang harus ia miliki untuk dapat hidup di tengah-tengah masyarakat , seperti mengurus diri sendiri, membuang sampah pada tempatnya, mencari solusi atas masalah, dan skill-skill lain. Akibatnya anak hanya cerdas menjawab soal di lembar jawaban, tetapi menjadi tidak mandiri dalam kehidupannya sehari-hari.😌

5. GURU MALAS BELAJAR
Bukankah kita akrab dengan pepatah ‘Malas pangkal bodoh’?😦😬 Ini akan berlaku untuk setiap orang, termasuk guru. Untuk meningkatkan kompetensinya dalam mendidik, guru mesti terus belajar dan meng-upgrade ilmunya. Bukankah kian hari masalah anak semakin kompleks? Tantangan mendidik semakin hari juga semakin sulit. Guru harus berinovasi agar murid tidak bosan dengan metode mengajarnya yang monoton


Kelima kondisi di atas begitu sering kita temukan dalam dunia pendidikan saat ini. Mau tidak mau, kelima kondisi itu p**a harus dapat dihindari.

Atas pertimbangan ini p**a Rumah Bermain Bilal sejak awal berkomitmen untuk memastikan 5 penyebab virus ini tidak terjadi. Kemudian nilai-nilai pendidikan yang luhur ditanamkan, berpadu dengan budaya mendidik Rumah Bermain Bilal yang khas. Dengan demikian, 5 hambatan tersebut diubah sebagai pendorong kualitas pendidikan. 5 pendorong tersebut adalah:

1. GURU MENGAJAR SECARA TERENCANA👌
Sudah menjadi satu kewajiban bagi tutor di Rumah Bermain Bilal untuk menyiapkan perencanaan yang matang setiap kali akan menghadapi siswanya. Dengan perencanaan tersebut, tutor mampu memasukkan materi-materi pelajaran anak yang sulit menjadi mudah dan menyenangkan.

2. GURU HARUS MAMPU MENJADI TELADAN BAGI SISWANYA👍
Adab dan karakter adalah dua hal yang mutlak dimiliki setiap tutor. Dalam hal sekecil apapun, tutor dituntut untuk terus berperilaku sesuai adab yang islami dan karakter terbaik. Sehingga dapat menjadi teladan bagi siswa di Rumah Bermain Bilal.

3. GURU HARUS MAMPU MEMAHAMI KEBUTUHAN MASING-MASING SISWANYA🤗
Setiap anak itu unik, dengan kelebihan, kekurangan dan kebutuhannya masing-masing. Tidak bijak jika kita menyamakan materi dan kebutuhan anak, karena yang mereka butuhkan berbeda-beda. Di Rumah Bermain Bilal, tutor harus dekat dengan siswa, memahami kelebihan, kekurangan dan karakternya, serta kebutuhan masing -masing siswa, itulah mengapa tutor di bilal hanya mengajar 3 siswa/kelas

4. GURU HARUS MENGAJARKAN ANAK SKILL-SKILL DASAR UNTUK HIDUP😊
Sesuai dengan perkembangan usianya, tutor mesti mengajarkan anak skill-skill dasar untuk hidup. Tidak ada alasan membuat anak tidak bisa membuang sampah pada tempatnya, memasang sepatu sendiri, membereskan barang-barang pribadinya, hingga mencari solusi atas setiap permasalahannya. Saat anak semakin tumbuh, anak akan terus terlatih untuk mandiri dan kreatif.

5. TIADA HARI TANPA BELAJAR📝
Belajar adalah rutinitas dan kewajiban bagi setiap tutor Rumah Bermain Bilal. Setiap hari mereka selalu menambah ilmu melalui pembahasan buku-buku, diskusi, studi kasus dan berbagai penelusuran literasi lainnya. Ilmu-ilmu baru yang didapatkan juga diterapkan dan disesuaikan.


Kelima pendorong ini merupakan budaya bagi seluruh tutor di Rumah Bermain Bilal untuk menciptakan satu standar baru bagi dunia pendidikan. Semuanya tak terlepas dari komitmen kami untuk MENDIDIK SEPENUH HATI, LAYAKNYA ANAK SENDIRI.


01/10/2017

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
Qs.At-Tahrim : 6


Address

Jalan Ikhlas No. 2i
Pekanbaru

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 11:30
Sunday 08:00 - 11:30

Telephone

+6282386494559

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bimbingan Belajar Bilal Calistung Pekanbaru posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Bimbingan Belajar Bilal Calistung Pekanbaru:

Shortcuts

Share

Category