01/10/2017
5 PENYEBAB GURU TIDAK EFEKTIF DALAM MENDIDIK
Sudah menjadi rahasia umum bahwa kualitas guru sangatlah berpengaruh terhadap kualitas anak didiknya. Jika kita melihat potret pendidikan kita yang makin carut-marut dengan segala problematikanya, kita tentu berpikir bagaimana masalah ini bisa selesai.🙄
Bagaimana masalah ini bisa terjadi??😶 Apakah kualitas guru-guru kita begitu rendahnya sehingga pendidikan menjadi tidak efektif?😨 Yuk kita cermati 5 penyebab berikut ini:
1. GURU HANYA KEJAR TARGET KURIKULUM👈
Disadari atau tidak, pendidikan kita makin terbelenggu dengan target-target kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi anak secara riil. materi pelajaran akan terus berganti. Tak peduli sejauh mana siswa sanggup memahaminya.☹
2. GURU TIDAK BISA MENJADI CONTOH👈
Tak salah pepatah mengatakan, 'Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.' Anak pada dasarnya adalah insan pembelajar yang banyak belajar dari lingkungannya. Mereka cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya, termasuk guru. Jika guru gagal menjadi pribadi yang layak dicontoh anak, maka tak diragukan kualitas pendidikan kita akan sulit diperbaiki.
3. GURU TIDAK DEKAT & TIDAK MEMAHAMI KEBUTUHAN ANAK👈
Mengajar di kelas yang besar dengan jumlah anak yang cukup banyak akan membuat guru sulit untuk dekat dengan setiap siswanya, apalagi memahami kebutuhan masing-masing siswa yang berbeda-beda. Bagaimana bisa guru mendidik dengan baik tanpa memahami anak? Hmmm.😏
4. GURU MENGABAIKAN SKILL-SKILL DASAR AGAR ANAK BISA HIDUP👈
Di sekolah anak belajar banyak pelajaran tapi ia tidak memahami esensi kehidupan.😕
mungkin mereka bisa menghafal rumus matematika dan mendapat nilai tinggi, tapi bagaimana dengan kemandiriannya?, bagaimana dengan skill-skill dasar yang harus ia miliki untuk dapat hidup di tengah-tengah masyarakat , seperti mengurus diri sendiri, membuang sampah pada tempatnya, mencari solusi atas masalah, dan skill-skill lain. Akibatnya anak hanya cerdas menjawab soal di lembar jawaban, tetapi menjadi tidak mandiri dalam kehidupannya sehari-hari.😌
5. GURU MALAS BELAJAR
Bukankah kita akrab dengan pepatah ‘Malas pangkal bodoh’?😦😬 Ini akan berlaku untuk setiap orang, termasuk guru. Untuk meningkatkan kompetensinya dalam mendidik, guru mesti terus belajar dan meng-upgrade ilmunya. Bukankah kian hari masalah anak semakin kompleks? Tantangan mendidik semakin hari juga semakin sulit. Guru harus berinovasi agar murid tidak bosan dengan metode mengajarnya yang monoton
Kelima kondisi di atas begitu sering kita temukan dalam dunia pendidikan saat ini. Mau tidak mau, kelima kondisi itu p**a harus dapat dihindari.
Atas pertimbangan ini p**a Rumah Bermain Bilal sejak awal berkomitmen untuk memastikan 5 penyebab virus ini tidak terjadi. Kemudian nilai-nilai pendidikan yang luhur ditanamkan, berpadu dengan budaya mendidik Rumah Bermain Bilal yang khas. Dengan demikian, 5 hambatan tersebut diubah sebagai pendorong kualitas pendidikan. 5 pendorong tersebut adalah:
1. GURU MENGAJAR SECARA TERENCANA👌
Sudah menjadi satu kewajiban bagi tutor di Rumah Bermain Bilal untuk menyiapkan perencanaan yang matang setiap kali akan menghadapi siswanya. Dengan perencanaan tersebut, tutor mampu memasukkan materi-materi pelajaran anak yang sulit menjadi mudah dan menyenangkan.
2. GURU HARUS MAMPU MENJADI TELADAN BAGI SISWANYA👍
Adab dan karakter adalah dua hal yang mutlak dimiliki setiap tutor. Dalam hal sekecil apapun, tutor dituntut untuk terus berperilaku sesuai adab yang islami dan karakter terbaik. Sehingga dapat menjadi teladan bagi siswa di Rumah Bermain Bilal.
3. GURU HARUS MAMPU MEMAHAMI KEBUTUHAN MASING-MASING SISWANYA🤗
Setiap anak itu unik, dengan kelebihan, kekurangan dan kebutuhannya masing-masing. Tidak bijak jika kita menyamakan materi dan kebutuhan anak, karena yang mereka butuhkan berbeda-beda. Di Rumah Bermain Bilal, tutor harus dekat dengan siswa, memahami kelebihan, kekurangan dan karakternya, serta kebutuhan masing -masing siswa, itulah mengapa tutor di bilal hanya mengajar 3 siswa/kelas
4. GURU HARUS MENGAJARKAN ANAK SKILL-SKILL DASAR UNTUK HIDUP😊
Sesuai dengan perkembangan usianya, tutor mesti mengajarkan anak skill-skill dasar untuk hidup. Tidak ada alasan membuat anak tidak bisa membuang sampah pada tempatnya, memasang sepatu sendiri, membereskan barang-barang pribadinya, hingga mencari solusi atas setiap permasalahannya. Saat anak semakin tumbuh, anak akan terus terlatih untuk mandiri dan kreatif.
5. TIADA HARI TANPA BELAJAR📝
Belajar adalah rutinitas dan kewajiban bagi setiap tutor Rumah Bermain Bilal. Setiap hari mereka selalu menambah ilmu melalui pembahasan buku-buku, diskusi, studi kasus dan berbagai penelusuran literasi lainnya. Ilmu-ilmu baru yang didapatkan juga diterapkan dan disesuaikan.
Kelima pendorong ini merupakan budaya bagi seluruh tutor di Rumah Bermain Bilal untuk menciptakan satu standar baru bagi dunia pendidikan. Semuanya tak terlepas dari komitmen kami untuk MENDIDIK SEPENUH HATI, LAYAKNYA ANAK SENDIRI.