18/10/2025
Pada tahun 1981, Kikuo Ibe, seorang insinyur muda Jepang yang bekerja di Casio, sedang dalam perjalanan ke kantor pada suatu pagi ketika jam tangan yang diberikan ayahnya kepadanya terjatuh dan hancur berkeping-keping. Bagi kebanyakan orang, itu hanyalah kerugian dengan nilai emosional, tetapi bagi Ibe, itu menjadi awal dari sebuah ide: untuk membuat jam tangan yang tidak pernah rusak.
Beberapa waktu kemudian, saat melewati sebuah lokasi konstruksi, ia memperhatikan bahwa para pekerja tidak memakai jam tangan. Ia bertanya mengapa, dan jawabannya jelas: "Jam tangan tidak tahan dengan pekerjaan ini, rusak karena getaran." Kalimat itu terus terngiang di benaknya.
Saat itulah ia memutuskan untuk merancang jam tangan yang hampir tidak bisa rusak. Di Casio, ia mengumpulkan tim kecil, "Team Tough", dan mereka mulai melakukan pengujian. Mereka menjatuhkan lebih dari 200 prototipe dari atas gedung hingga akhirnya menemukan formula yang tepat.
Begitulah G-Shock lahir: tahan benturan hingga ketinggian 10 meter, mampu menahan tekanan air 10 bar, dan memiliki masa pakai 10 tahun. Awalnya, jam tangan ini tidak diterima dengan baik karena desainnya yang kasar, tetapi seiring waktu, ia menjadi ikon ketahanan. Pada tahun 2017, Casio merayakan penjualan G-Shock ke-100 juta, menandai akhir dari sebuah kisah yang dimulai dengan sebuah jam tangan yang hancur dan visi besar.
Tentang Hidup