29/10/2025
Harimau (Panthera tigris sumatrae), dalam masyarakat Tiga Lorong memiliki beberapa senutan sebagai penghormatan kepada hewan yang paling berkuasa. Ada sebutan Harimau Tingkih atau Ghimau Tingkih. Sebutan untuk hewan yang cenderung dikategorikan sebagai hewan magis berupa harimau yang menjaga kampung di kenegerian Baturijal, Inderagiri, Riau. Harimau ini mempunyai perbedaan dari harimau biasa lainnya yaitu satu kaki depannya berukuran kecil. Harimau ini akan keluar mengelilingi kampung Baturijal apabila ada kejadian-kejadian yang dilarang agama dan adat terjadi, misalnya perzinahan. Harimau ini tidak bisa dilihat oleh manusia biasa, yang dapat melihat harimau ini hanya orang-orang tertentu yang mempunyai kelebihan, harimau ini seketika akan berbunyi atau mengaum sekali-kali.
Harimau Tingkih, Ghimau Tingkih - Tiga Lorong
Harimau (Panthera tigris sumatrae), dalam masyarakat Tiga Lorong memiliki beberapa senutan sebagai penghormatan kepada hewan yang paling berkuasa. Ada sebutan Harimau Tingkih atau Ghimau Tingkih. Sebutan untuk hewan yang cenderung dikategorikan sebagai hewan magis berupa harimau yang menjaga kampung...
15/05/2025
Sialang, Tradisi Memetik Madu Lebah - Tiga Lorong
Oleh Elmustian Dari sumber Ensiklopedia Kebudayaan Melayu Riau, Jilid 1-5. Pusat Penelitian dan Kebudayaan Universitas...
04/02/2025
Sejenis kesenian tradisional di kalangan orang Melayu di Semenanjung Malaysia yang tersebar luas di Tiga Lorong Inderagiri, Bengkalis, Kepulauan Riau. Boria berupa lakonan (lawak jenaka) dan diikuti dengan nyanyian yang diiringi sekelompok penari. Video ini direkam di Melaka, pada acara Dialog Selatan 5, Hotel Seri Costa, Melaka Malaysia 20-22 Oktober 2023.
Boria - Tiga Lorong
Sejenis kesenian tradisional di kalangan orang Melayu di Semenanjung Malaysia yang tersebar luas di Tiga Lorong Inderagiri, Bengkalis, Kepulauan Riau. Boria berupa lakonan (lawak jenaka) dan diikuti dengan nyanyian yang diiringi sekelompok penari. Video ini direkam di Melaka, pada acara Dialog Selat...
04/02/2025
Seni pertunjukan berbentuk gerak tari, dendang musik, dan nyanyian, menggunakan lirik syair dan pantun. Berkembang pada masyarakat kampung Sonde Suku Akit, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Meranti, Riau. Bahasa yang mereka gunakan bahasa Melayu dialek suku Akit sesuai dengan logat keseharian mereka. Lirik biasanya menceritakan kehidupan sehari-hari, bentangan alam, dan kebiasaan sehari-hari.
Joged Sonde - Tiga Lorong
Seni pertunjukan berbentuk gerak tari, dendang musik, dan nyanyian, menggunakan lirik syair dan pantun. Berkembang pada masyarakat kampung Sonde Suku Akit, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Meranti, Riau.
03/02/2025
Semah Tanah - Tiga Lorong
Disebut juga dengan menetau tanah merupakan ritual yang dilakukan apabila membuka hutan untuk dijadikan umo...
03/02/2025
Sejarah Masyarakat Hukum Adat Tiga Lorong - Tiga Lorong
Tiga Lorong adalah kawasan kekuasaan yang otonom di bawah Kerajaan Inderagiri yang berbatasan dengan Rantau Kuantan. Kawasan ini merupakan anugerah yang diberikan oleh Yang Dipertuan Besar Raja Inderagiri kepada Tiga Beradik karena dengan gemilang menjaga marwah dan martabat Kerajaan Inderagiri. Kaw...
07/01/2025
Upacara Menjemput Tabak - Tiga Lorong
Upacara adat, prosesi arak-arakan (berarak) mengantar atau menjemput tabak ke rumah anak panca (anak dari saudara perempuan) atau mak bako (perempuan sebelah ke bapak). Tabak adalah jenis makanan yang bahan dasarnya dari nasi pulut biasa yang berwarna hitam kecoklatan, rasanya manis yang ditempelkan...
17/10/2024
Kawasan Masyarakat Hukum Adat Tiga Lorong - Tiga Lorong
Luas kawasan masyarakat hukum adat Tiga Lorong seluas 168.166 Ha. Dalam peta administrasi politik saat ini diapit oleh dua Kabupaten di Riau, yakni kabupaten Indragiri Hulu di bagian hilir sungai dan Kabupaten Kuantan Singingi di bagian hulu sungai.
07/09/2024
Tiga Lorong adalah kawasan kekuasaan yang otonom di bawah Kerajaan Inderagiri yang berbatasan dengan Rantau Kuantan. Kawasan ini merupakan anugerah yang diberikan oleh Yang Dipertuan Besar Raja Inderagiri kepada Tiga Beradik karena dengan gemilang menjaga marwah dan martabat Kerajaan Inderagiri. Kawasan ini dihuni masyarakat hukum adat yang kini ditempati dua kecamatan, yakni Kecamatan Peranap dan Kecamatan Batang Peranap Kabupaten Inderagiri Hulu, Riau, Indonesia.
Sejarah Masyarakat Hukum Adat Tiga Lorong - Tiga Lorong
Tiga Lorong adalah kawasan kekuasaan yang otonom di bawah Kerajaan Inderagiri yang berbatasan dengan Rantau Kuantan. Kawasan ini merupakan anugerah yang diberikan oleh Yang Dipertuan Besar Raja Inderagiri kepada Tiga Beradik karena dengan gemilang menjaga marwah dan martabat Kerajaan Inderagiri. Kaw...
07/09/2024
Upacara adat, prosesi arak-arakan (berarak) mengantar atau menjemput tabak ke rumah anak panca (anak dari saudara perempuan) atau mak bako (perempuan sebelah ke bapak). Tabak adalah jenis makanan yang bahan dasarnya dari nasi pulut biasa yang berwarna hitam kecoklatan, rasanya manis yang ditempelkan pada buluh yang sudah dibelah-belah menyerupai sungkup. Pulut itu biasanya dibungkus dengan plastik dan diberi hiasan seperti roti, telur dan lainnya. Sedangkan buluh yang dipotong panjang juga diberi hiasan dengan kertas-kertas yang biasanya dibentuk seperti bunga dan berbentuk bunga manggar.
Upacara Menjemput Tabak - Tiga Lorong
Upacara adat, prosesi arak-arakan (berarak) mengantar atau menjemput tabak ke rumah anak panca (anak dari saudara perempuan) atau mak bako (perempuan sebelah ke bapak). Tabak adalah jenis makanan yang bahan dasarnya dari nasi pulut biasa yang berwarna hitam kecoklatan, rasanya manis yang ditempelkan...
12/07/2020
Lukah Gilo
Permainan lukah gilo menggunakan lukah secara magis yang dapat menari. Permainan Lukah Gilo ini tersebar di berbagai tempat di alam Melayu. Gaya penyajian dinyanyikan dalam bahasa Melayu logat Sakai, yang penyajiannya terdiri dari pawang lukah, dua orang pemegang lukah, dan pemukul gendang. Lukah dimantrai untuk memanggil jihin (jin). Setelah pawang kerasukan, ia pun menari diikuti lukah yang dipegang oleh dua orang yang juga ikut menari. Tempat pertunjukan di rumah atau di lapangan terbuka.
Kemudian lukah akan berhenti menari jika pantun yang dinyanyikan pawang berhenti. Lukah tersebut menari dengan dipegang oleh siapa saja. Semakin kuat dipegang semakin kuat tariannya. Permainan ini berlangsung sekitar 2 sampai 3 jam atau tergantung permintaan. Perlengkapan yang diperlukan dalam permainan ini adalah lukah, seperangkat pakaian yang dikenakan pada lukah, rotan sebagai pemacu, dan kemenyan dibakar. Syarat yang harus dipenuhi adalah lukah yang akan dimainkan harus diambil tanpa pengetahuan pemilik lukah (hasil curian). Pantun atau mantra yang dituturkan oleh pawang dalam bahasa Melayu, semacam pantun yang mengejek lukah dan memanggil jin yang membuat pentas dah halaman terbuka. Tidak terbatas siang atau malam. Permainan lukah ini unuk hiburan biasa atau perayaan hari-hari besar, dimainkan dalam suasana gembira.
Ritual Gilo Lukah
Permainan Gilo Lukah pada Masyarakat Rokan.