Teras Hijrah

Teras Hijrah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Teras Hijrah, Education, 26, Jalan Kenanga, Pekanbaru.

Teras Hijrah hadir untuk mendampingi para muslimah untuk menjaga keistiqomahan dengan memperluas wawasan keislaman, menyemangati dalam melakukan kebaikan, dan mendampingi dalam ketaatan.

20/03/2026

Hakikat Hari Raya

Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:

كُلُّ يَوْمٍ لَا يُعْصَى اللهُ فِيْهِ فَهُوَ عَيْدٌ، وَكُلُّ يَوْمٍ يَقْطَعُهُ الْمُؤْمِنُ فِيْ طَاعَةِ مَوْلَاهُ وَذِكْرِهِ وَشُكْرِهِ فَهُوَ لَهُ عَيْدٌ.

"Setiap hari (yang) tidak ada kedurhakaan (kepada) Allah (di dalamnya) maka hari itu adalah 'ied (hari raya), dan setiap hari dimana seorang mukmin (tetap berada) dalam ketaatan (kepada) Penolongnya (yakni Allah) dan berdzikir kepada-Nya serta bersyukur kepada-Nya maka hari itu baginya adalah 'ied (hari raya)."

[Sumber: al-Lathaif, hlm. 465]

Datangnya Idul Fitri berarti tuntas sudah Ramadhan tahun ini menemani. Sempurnanya Ramadhan bermakna, Allah Ta’ala dengan kasih dan sayang-Nya mengizinkan kita untuk menyelesaikan “madrasah istimewa” ini sebulan lamanya. Insya Allah, derajat ketakwaan di sisi-Nya pun dapat diraih.

19/03/2026

Ied adalah untuk Mereka yang Ketaatannya Bertambah

Ibnu Rajab rahimahullāh berkata:

‎ليس العيد لمن لبس الجديد؛ إنما العيد لمن طاعاته تزيد ‎ليس العيد لمن تجمل باللباس والركوب؛ إنما العيد لمن غُفرت له الذنوب.

“Hari ‘Ied bukanlah bagi orang yang berpakaian baru, akan tetapi hari ‘Ied adalah bagi orang yang ketaataannya bertambah. Hari ‘Ied bukanlah bagi orang yang memperindah pakaian dan kendaraannya, akan tetapi hari ‘Ied adalah bagi mereka yang telah diampuni dosa dan kesalahannya.”

[Sumber: Lathāiful Ma’ārif, hlm. 277]

===
SELAMAT IDUL FITRI 1447 H.

تَقَبَّلَ اللهُ مِنّا وَ مِنكُم وَ كُلُّ عَامٍ وَ أنتُم بِخَيرٍ و لَعَلِّنا نَلتَقِي بِرَمَضان في السَّنَةِ القَادِمَةِ.
"Semoga Allah menerima seluruh amal perbuatan kita di bulan Ramadhan dan Allah senantiasa memberikan kita kesehatan sehingga tahun depan kita bisa bertemu dengan Ramadhan berikutnya."

Teras Hijrah

17/03/2026

Zakat Fitrah Di Akhir Ramadhan

Dari Ibn Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:

فَرَضَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ
Artinya: "Rasulullah Saw., mewajibkan zakat fithri dengan satu sha' kurma atau satu sha' gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan sholat ied." (HR. Bukhari).

Kesamaan Zakat Fitrah Dan Sujud Sahwi

قال وكيع بن الجراح زكاة الفطرة لشهر رمضان كسجدة السهو للصلاة تجبر نقصان الصوم كما يجبر السجود نقصان الصلاة

Artinya : "Berkata Imam Waqi' bin al-Jarrah: zakat fitrah pada bulan Ramadhan memiliki kesamaan fungsi dengan sujud sahwi dalam shalat. Zakat fitrah menutup kekurangan puasa, sebagaimana sujud sahwi menutup kekurangan shalat."
(Sayyid Murtadha az-Zabidi, Ithafussadatil Muttaqin, juz 4, h. 53)

Zakat Fitrah Menjadi Penyempurna Puasa

فَرَضَ رَسُولُ اللهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ الرَّفَثِ وَاللَّغْوِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

Artinya :"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah, sebagai pembersih bagi orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia, dan ucapan tidak baik, dan sebagai makanan bagi orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum shalat hari raya maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah shalat hari raya maka termasuk sedekah biasa"
(HR Abu Daud).

16/03/2026

Mengambil Pelajaran dalam al-Quran

Al-Imam al-Ajurri rahimahullah berkata,

ومَن تدبَّر كلامَه عرف الربَّ عزَّ وجلَّ، وعَرَفَ عظيمَ سلطانه وقدرتِه، وعظيمَ تفضُّله على المؤمنين، وعَرَف ما عليه مِن فرض عبادته

Barang siapa mentadabburi firman-Nya, dia akan mengetahui tentang Rabbnya, agungnya kerajaan dan kekuasaan-Nya, besarnya karunia yang diberikan kepada kaum mukminin, kemudian sadar kewajiban untuk beribadah kepada-Nya.

فألزم نَفْسَه الواجبَ، فحَذِر ممَّا حذَّره مولاه الكريم، فرَغِب فيما رغَّبه

Itu sebabnya, dia akan mengharuskan dirinya mengerjakan kewajiban, menjauhi dari apa yang diperingatkan Rabbnya yang Mahamulia, dan mencintai apa yang Dia perintahkan.

ومَن كانت هذه صفتَه عند تلاوته للقرآن وعند استماعه مِن غيره كان القرآنُ له شفاءً فاستغنى بلا مال ، وعَزَّ بلا عشيرةٍ، وأَنِسَ ممَّا يستوحش منه غيرُه

Barangsiapa memiliki sifat ini ketika membaca dan mendengarkan al-Quran, maka al-Quran akan menjadi obat baginya. Dia akan berkecukupan tanpa harta, mulia tanpa suku (pendukung), dan tenang menghadapi apa yang biasa membuat orang lain gelisah.

وكان همُّه عند التلاوة للسورة إذا افتتحها: «متى أتَّعظُ بما أتلو؟»، ولم يكن مرادُه: «متى أختم السورةَ؟»، وإنما مراده: «متى أَعْقِلُ عن الله الخطابَ؟ متى أزدجِرُ؟ متى أعتبر؟»

Tujuannya saat membuka surat untuk dibaca adalah, “Kapan aku bisa mengambil pelajaran dari apa yang kubaca?”Tujuannya bukan “Kapan aku menyelesaikan surat ini?” Namun keinginannya hanyalah, “Kapan aku bisa memahami firman Allah? Kapan aku terhenti (dari larangan-Nya setelah membaca)? Kapan aku bisa mengambil pelajaran?”

لأنَّ تلاوة القرآن عبادةٌ لا تكون بغفلةٍ، واللهُ الموفِّق لذلك

Sebab, membaca al-Quran adalah ibadah yang tidak dapat diamalkan dengan kelalaian. Hanya Allah yang memberi taufik atas semua itu.

[Sumber: Akhlaq Hamalatil Quran, hlm. 10]

Jelang akhir Ramadan, wajib menyiapkan zakat fitrah berupa beras atau setara uang untuk disalurkan kepada yang berhak sebelum shalat Idulfitri. Perintah zakat fitrah ini diwajibkan bagi setiap muslim untuk menyucikan diri setelah berpuasa, sebagaimana tersirat dalam tujuan penyucian harta dan jiwa dalam ayat-ayat Al-Qur'an (seperti QS. At-Taubah: 103) dan didukung kuat oleh hadits riwayat Bukhari Muslim, dengan waktu penunaian terbaik di akhir Ramadan.

15/03/2026

Kapan Ibadah Memiliki Pengaruh Bagi Pelakunya?

Syaikh Sa'id Hawwa Rahimahullah mengatakan:

العبادات الرئيسية في الاسلام منوِّرة و مطهّرة بقد ر ما تُلاحظ معانيها الباطنة، فهي تؤثر التأثير الكامل اذا كانت كاملة بحيث يرافق فيها عمل الظاهر عمل الباطن، كأن يرافق الصلاة الخشوع و الزكاة حسن النيّة و تلاوة القرآن حسن التدبر و الذكر الحضور، هذا النوع من الاداء هو المنوِّر المطهّر على الكمال و التمام

Ibadah-ibadah pokok dalam Islam bersifat mencerahkan dan menyucikan, sebanding dengan sejauh mana makna-makna batinnya diperhatikan.

Ia akan memberi pengaruh yang sempurna apabila dilakukan secara sempurna, yakni ketika amal lahiriah disertai dengan amal batiniah.

Seperti shalat disertai dengan kekhusyukan

zakat disertai dengan niat yang baik

tilawah Al-Qur’an disertai dengan tadabbur yang baik

dan zikir disertai dengan kehadiran hati

Jenis pelaksanaan seperti inilah yang mencerahkan dan menyucikan secara sempurna dan menyeluruh.

(Syaikh Sa'id Hawwa, Al Mustakhlash fi Tazkiyatil Anfus)

Ibadah Ramadhan memberikan pengaruh signifikan pada pelakunya saat dijalankan dengan iman dan keikhlasan, terutama ketika fokus pada pengendalian diri dalam melakukan ketaatan, memaksimalkan 10 malam terakhir untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar, serta konsisten beramal saleh dibulan-bulan berikutnya hingga meningkatkan ketakwaan.

14/03/2026

Sebelum Ramadhan Berakhir

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata,

ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻗﺪ ﻋﺰﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺣﻴﻞ ﻭلم ﻳﺒﻖ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ، ﻓﻤﻦ ﻣﻨﻜﻢ ﺃﺣﺴﻦ ﻓﻴﻪ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﻤﺎﻡ، ﻭﻣﻦ ﻓﺮﻁ ﻓﻴﺨﺘﻤﻪ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﻰ ﻓﺎﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﺨﺘﺎﻡ، ﻓﺎﺳﺘﻤﺘﻌﻮﺍ ﻣﻨﻪ ﺑﻤﺎ ﺑﻘﻲ من ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻨﻴﺮﺓ ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ

“Wahai para hamba Allah, sesungguhnya bulan Ramadhan jelas akan berlalu. (Sekarang) tidak tersisa kecuali sedikit. Barang siapa di antara kalian telah berbuat baik padanya, hendaklah ia menyempurnakannya. Adapun siapa yang meremehkan, hendaklah ia menutupnya dengan kebaikan. Amalan itu tergantung akhirnya. Karena itu, carilah kesenangan dari malam-malam yang penuh cahaya dan siang Ramadhan yang masih tersisa.

ﻭﺍﺳﺘﻮﺩﻋﻮﻩ ﻋﻤﻼً ﺻﺎﻟﺤﺎً ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻜﻢ ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻌﻼﻡ، ﻭﻭﺩﻋﻮﻩ ﻋﻨﺪ ﻓﺮﺍﻗﻪ ﺑﺄﺯﻛﻰ ﺗﺤﻴﺔ ﻭﺳﻼﻡ

Sampaikanlah ucapan perpisahan dengan amalan shalih, yang akan bersaksi untuk kalian di sisi Dzat Yang Maharaja, Yang Maha Mengetahui. Sampaikanlah ucapan perpisahan ketika berpisah dengan Ramadhan dengan penghormatan dan salam yang paling suci.”

[Sumber: Lathaif al-Ma’arif jilid 1, hlm. 209]

Sebelum Ramadhan berakhir, maksimalkan dengan meningkatkan ibadah, terutama mengejar Lailatul Qadar. Tunaikan zakat fitrah, perbanyak sedekah, dan evaluasi diri untuk mempertahankan kebaikan pasca-Ramadhan. Nabi ﷺ justru semakin meningkatkan ibadah di penghujung bulan Ramadhan.

13/03/2026

Jangan Berbangga Dengan Awalnya, Perhatikan Bagian Akhirnya

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا

"Sesungguhnya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya, ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sesungguhnya (hasil) amalan itu tergantung pada penutupnya." (HR. Bukhari no. 6493)

Oleh karenanya, Imam Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan:

إنَّ صلاحَها وفسادَها وقَبُولَها وعدمَه بحسب الخاتمة

Sesungguhnya kebaikan amal-amal tersebut, kerusakannya, diterima atau tidaknya, tergantung bagaimana akhirnya. (Jami' al 'Ulum wal Hikam, 3/10)

Semua ini menunjukkan betapa penting akhir perjalanan hidup .. akhir sebuah amal .. apakah Allah Ta'ala menerima, menolak, menjadikan sebab surga atau neraka tergantung akhirnya.

Maka, di ujung Ramadhan ini, teruslah berlari, semakin kuat, tilawahnya dan shalatnya, tampakkan kesedihan dan kerinduan saat berpisah dengan Ramadhan ...

12/03/2026

Al-Quran Bukan Sekadar untuk Dibaca

Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :

"al-Quran itu diturunkan untuk diamalkan, tetapi banyak manusia yang menganggap membaca al-Quran sebagai amal."

Dengan kata lain, mereka hanya mencukupkan diri dengan membacanya saja dan tidak mengamalkan isinya.

[Sumber: Ibnu al-Jauzy, Talbis Iblis, Bab. VI]

Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk hidup yang wajib dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar bacaan atau hafalan.
Mengamalkan Al-Qur'an secara menyeluruh adalah bentuk ketaatan tertinggi yang mendatangkan keberkahan, ketenangan hati, mensejahterakan hidup, menjadi rahmat bagi seluruh dunia dan syafaat di hari kiamat. 

11/03/2026

Antara Adam AS dan Iblis

Syaikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim Ibnu Taimiyyah rahimahullah menegaskan,

فمن تاب أشبه أباه آدم، ومن أصر واحتج بالقدر أشبه إبليس.

"Siapa pun yang bertaubat, maka ia serupa dengan ayahnya, Adam. Namun, barang siapa justru terus-menerus dalam dosa dan berdalih dengan takdir, berarti ia serupa dengan Iblis."

[Sumber: Majmu' al-Fatawa, jilid 8, hlm. 108]

Memperbanyak tobat di akhir Ramadhan adalah amalan utama, terutama pada 10 hari terakhir untuk meraih pengampunan Allah (maghfirah) dan menyambut Lailatul Qadar. Caranya dengan meningkatkan istighfar, taubat nasuha (menyesal, berhenti, dan tidak mengulangi), serta meningkatkan shalat, sedekah, dan membaca Al-Quran.

Pintu ampunan terbuka luas di akhir Ramadhan, jadikan momen ini untuk membersihkan jiwa dan memperbaiki diri agar menjadi insan yang lebih baik.

10/03/2026

Perbanyak Doa Di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan doa khusus untuk kita baca ketika Lailatul Qadar.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Dari ‘Aisyah dia berkata “Aku berkata: Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui bahwa pada suatu malam adalah Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan?” Beliau menjawab: “Ucapkanlah, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni.”

(HR. At Tirmidzi No. 3513)

Kenapa doa ini berbunyi "fa'fu anni" bukan "faghfir lii"?

Menurut Prof. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin, karena kalimat "fa'fu annii" ini unik. Jika Al Ghufran maknanya menutupi kesalahan, maka Al Afuwwu bermakna menghapusnya, bukan hanya menutupi.

Demikian juga menurut Syeikh Utsaimin, makna sifat Al Afuwwu ini megah sekali, "bersikap memudahkan bagi mereka yang meminta maaf, dan tidak mempedulikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelumnya."

Address

26, Jalan Kenanga
Pekanbaru
28156

Telephone

+6285246800703

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Teras Hijrah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category