28/05/2026
🔰 HARI-HARI TASYRIQ 🔰
(Fawaid & Ahkam)
1. Hari-hari Tasyriq adalah sebutan untuk tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah.
2. Dinamai dengan 'Tasyriq' Karena dahulu kaum muslimin 'Yusyarriqun al Luhum ( يشرقون اللحوم)' yaitu menjemur daging-daging hewan kurban pada hari-hari itu. Mereka mengeringkannya (menjadikannya dendeng) dan membentangkannya di bawah sinar matahari. Oleh sebab itu hari-hari tersebut dinamakan ‘Ayyāmut-Tasyrīq' atau dengan bahasa kekinian disebut ‘Hari-hari menjemur atau mendendeng daging'.
3. Pada hari-hari Tasyriq diharamkan bagi seluruh kaum muslimin untuk berpuasa. Kecuali mereka yang wajib menyembelih hadyu bagi yang nusuk haji nya tamattu' atau qiran lalu tidak mendapati hadyu yang bisa disembelih. Maka mereka berpuasa 3 hari disaat haji (mereka boleh berpuasa dihari tasyriq) dan kemudian berpuasa 7 hari disaat mereka telah kembali ke rumah mereka.
4. Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum serta bersenang-senang dengan perkara yang dihalalkan oleh Allah Ta'ala tanpa ada sikap mubazir atau berlebih-lebihan.
5. Hari-hari Tasyriq juga hari-hari berzikir kepada Allah. Hari tersebut takbir dikumandangkan setalah shalat fardhu dan disetiap keadaan.
6. Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari syukur. Tatkala seorang hamba diberikan oleh Allah karunia berupa daging udhiyah dari kambing, sapi dan unta, maka disitu seseorang dituntut untuk banyak bersyukur dengan menyebut nama Allah serta mensucikan dan mengagungkan-Nya.
7. Dianjurkan bagi jamaah haji secara khusus dan kaum muslimin secara umum untuk memperbanyak doa 'Rabbana Aatina Fiddun-ya Hasanah wa fil Akhirati Hasanah Waqina Azaban Naar'. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh para salaf, semisal Ikrimah, Atha' dan selain mereka.
9. Masing masing dari hari-hari Tasyriq memiliki nama tersendiri; Tanggal 11 disebut hari 'al Qarr' , tanggal 12 disebut hari 'an Nafrul Awwal', dan tanggal 13 disebut hari 'an Nafru ast Tsani'
Wallahu a'lam
🖋️ Abu Ibrahim Yami Cahyanto, Lc