Wahyudi, S.Pd.I

Wahyudi, S.Pd.I PEJUANG PEMBERANTAS KEBODOHAN

26/08/2020

CERITA INI DIAMBIL TANPA MERUBAH KEASLIANYA, SEMOGA BERMANFAAT.

Sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan.
Salah seorang di antaranya melihat guru SD nya.

Murid itu menyalami gurunya dengan penuh penghormatan, seraya berkata:
"Masih ingat saya kan, pak guru?”

Gurunya menjawab, “wah maaf, tidak tuh."

Murid itu bertanya keheranan, "Masa sih, pak guru tidak ingat saya."
"Saya kan... murid yang dulu mencuri jam tangan punya salah seorang teman di kelas."
"Ketika anak yang kehilangan jam itu menangis, pak guru menyuruh kita untuk berdiri semua, karena akan dilakukan penggeledahan saku murid semuanya."

"Saat itu saya berfikir, bahwa saya akan dipermalukan dihadapan para murid dan para guru, dan akan menjadi tumpahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepada saya: "pencuri" dan harga diri saya pasti akan hancur, selama hidup saya."

"Bapak menyuruh kami berdiri menghadap tembok dan menutup mata kami semua."

"Bapak menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, Bapak ambil jam tangan itu dari kantong saya, dan Bapak lanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir."

"Setelah selesai, Pak guru menyuruh kami membuka penutup mata, dan kembali ke tempat duduk masing-masing."

"Saya takut Bapak akan mempermalukan saya di depan murid murid lain yang semuanya teman teman saya."

"Bapak tunjukkan jam tangan itu dan Bapak berikan kepada pemiliknya, tanpa menyebutkan siapa yang mencurinya."

"Selama saya belajar di sekolah itu, Bapak tidak pernah bicara sepatah kata pun tentang kasus jam tangan itu, dan tidak ada seorang pun guru maupun murid yang bicara tentang pencurian jam tangan itu."

"Bapak masih ingat saya kan pak?"
"Bagaimana mungkin Bapak tidak mengingat saya??"

"Saya adalah murid Bapak, dan cerita itu adalah cerita pedih yang tak akan terlupakan selama hidup saya."

"Saya sangat mengagumi Bapak. Sejak peristiwa itu saya berubah menjadi orang yang baik dan benar hingga sekarang saya jadi orang sukses.
Saya mencontoh semua akhlak dan sikap, juga perilaku Bapak."

Sang Guru itu pun menjawab,
"Sungguh aku tidak mengingatmu, karena pada saat menggeledah itu, aku sengaja menutup mataku, agar aku tidak mengenalmu."

"Karena aku tidak mau merasa kecewa atas perbuatan salah satu muridku, aku sangat mencintai semua murid-muridku..."

***

Sahabat...

Pendidikan memerlukan akhlak yang mengajari bagaimana menutup segala keburukan orang lain.

Seperti kisah di atas bagaimana akhlak guru terhadap muridnya dan juga murid terhadap gurunya.

Karena pada hakikatnya setiap kita adalah guru,
dan setiap kita adalah murid.

Tutuplah Aib saudaramu, tahanlah lisanmu, dan jangan menyebarkannya.

Aib yang nyata saja diperintahkan Allah untuk ditutup, apalagi Aib yang belum tentu benar/salahnya, atau masih simpang siur kabarnya.

Tutupi Aib saudaramu di dunia maka Allah SWT akan menutupi Aibmu di akhirat.

Memaafkan, memaklumi, dan berempati adalah sikap orang yang berjiwa besar.

Guru memiliki tugas mulia, yakni mendidik muridnya memiliki jiwa besar.

***

Semoga kita senantiasa bisa mengikuti proses pendidikan kehidupan sepanjang hayat....

#

03/04/2020

Untuk Anak Didiku Kelas Tiga SD," Kita sedang terkena musibah, maka bersabarlah mudah-mudahan ini segera berakhir. Bapak mengerti belajar di rumah tidak semudah di sekolah. Tetap semagat, tidak perlu menghafal semua buku, cukup baca dan pahami, cari waktu yang pas untuk membaca disaat kalian tidak merasa terpaksa untuk melakukanya. Maaf kita belum bisa menerapkan metode E-Learning seperti Kakak-kakak Kalian."

"Sampaikan permintaan maaf Bapak ke Orang Tua Kalian. Yang mungkin karena musibah ini jadi kerepotan mendidik, mengajari, dan mengawasi kalian di Rumah.Yang seharusnya menjadi tanggung jawab Bapak dijam-jam sekolah. Maaf."

31/07/2013

Sesungguhnya didikan yang dilakukan oleh seorang guru bukan hanya untuk anak didiknya, melainkan untuk dirinya juga!

18/07/2013

Tetap semangat jd pelopor Ilmu pengetahuan!

23/10/2012

Karena Isu Penculikan yang Beredar, Lima Orang Tewas Diamuk Masa.

23/10/2012, Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) diresahkan oleh isu penculikan anak yang akan diambil organ tubuhnya. Isu tersebut menyebar melalui SMS, yang mengakibatkan lima orang tewas karena diamuk masa. Lima korban itu dianggap warga sebagi oknum penculik, namun pihak Kepolisian menerangkan kelimanya tidak terbukti seperti apa yang dituduhkan warga. Untuk menghindari jatuh korban berikutnya, Kapolisian Lombok menghimbau agar masyarakat jangan terlalu percaya oleh isu yang beredar. " Saya himbau kepada seluruh masyarakat Lombok, untuk tidak terlalu percaya dengan isu yang beredar, yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ". Tutur Kapolsek Lombok. Penyebaran isu penculikan anak yang akan diambil organ tubuhya, beredar cepat melalui SMS. Terang saja isu tersebut meresahkan warga Lombok, yang berujung tindakan anarkis dengan membakar orang yang baru mereka curigai.

Address

LUBUK BATU JAYA
Pekanbaru
29352

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wahyudi, S.Pd.I posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Wahyudi, S.Pd.I:

Shortcuts

Share

Category