AGAMA ISLAM

AGAMA ISLAM Utamakan adab daripada ilmu, sehingga bisa memahami ilmu

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِMINTALAH P...
29/05/2022

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

MINTALAH PERTOLONGAN HANYA KEPADA ALLAH

Kita telah ketahui bahwa musibah dan cobaan itu adalah ketetapan Allah. Maka ketahui juga, bahwa musibah dan cobaan itu hanya Allah-lah yang bisa menghilangkannya. Allah ﷻ berfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ

“Jika Allah menimpakan suatu mudharat kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri.” [QS. Al An’am: 17]

Isti’anah dan istighatsah adalah ibadah. Isti’anah artinya meminta pertolongan dan dukungan dalam suatu urusan. Sedang istighatsah berarti meminta dihilangkannya musibah dan kesulitan. Dalil bahwa isti’anah adalah ibadah adalah ayat:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami (ber-isti’anah) memohon pertolongan.” [QS. Al Fatihah : 5]

Dengan demikian hendaknya kita meminta pertolongan hanya kepada Allah, dan tidak boleh meminta pertolongan kepada Sesembahan lain selain Allah. Perhatikan ayat kelima dari Surat Al Fatihah yang sering kita baca setiap hari “Iyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in.” Mari kita perdalam makna ayat ini.

Kalimat ini bentuk normalnya adalah “Na’buduka wa nasta’inuka” (Aku beribadah kepada-Mu dan memohon pertolongan kepada-Mu). Namun ternyata objek kalimat didahulukan menjadi “Iyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in”. Secara bahasa Arab, ini menghasilkan makna al hashr (pembatasan), sehingga maknanya “Hanya kepada-Mu satu-satunya kami menyembah, dan hanya kepada-Mu satu-satunya kami memohon pertolongan”.

Oleh karena itu, Allah pun melarang hamba-Nya meminta pertolongan kepada Sesembahan-Sesembahan selain Allah. Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّـهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan janganlah kamu berdoa kepada apa-apa yang tidak memberi manfaat, dan tidak (p**a) memberi mudharat kepadamu selain Allah. Sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim.” [QS. Yunus: 106]

Dan banyak di antara manusia memersembahkan ibadahnya kepada selain Allah, demi mengharapkan pertolongan ketika ia merasa susah dan merasa terhimpit oleh cobaan.

Padahal sebagaimana sudah dijelaskan, musibah dan kesusahan itu ketetapan Allah. Hanya Allah sajalah yang dapat menghilangkannya. Dan para Sesembahan yang disembah selain Allah itu sama sekali tidak mampu memberi manfaat atau mudharat sedikit pun. Baik itu berupa berhala, pohon, batu, benda keramat, kuburan, orang mati atau yang lainnya, mereka tidak dapat memberi manfaat dan pertolongan. Allah ﷻ berfirman:

وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

“Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya. Dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.” [QS. Al A’raf: 192]

Maka orang-orang yang meminta tolong kepada Sesembahan selain Allah itu sungguh tidak logis, tidak waras, dan menyelisihi fitrah yang bersih. Mereka jatuh dalam kesesatan yang jauh dan terkekufuran yang besar. Allah ﷻ berfirman:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّـهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah Sembahan-Sembahan selain Allah yang tiada dapat memerkenankan (doa)nya sampai Hari Kiamat dan mereka lalai dari (memerhatikan) doa mereka? Dan apabila manusia dikumpulkan (pada Hari Kiamat), niscaya Sembahan-Sembahan itu menjadi musuh mereka, dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.” [QS. Al Ahqaf: 5-6]

sumber: https://nasihatsahabat.com/mintalah-pertolongan-hanya-kepada-allah/

Via HijrahApp




السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ💄🫦 ```Apa ...
29/05/2022

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

💄🫦 ```Apa itu Tabarruj?```

Kata tabarruj Allah sebutkan dalam al-Quran di surat al-Ahzab,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33)

Al-Qurthubi menjelaskan makna at-tabarruj secara bahasa, beliau mengatakan,

وَالتَّبَرُّجُ: التَّكَشُّفُ وَالظُّهُورُ لِلْعُيُونِ، وَمِنْهُ: بُرُوجٌ مُشَيَّدَةٌ. وَبُرُوجُ السَّمَاءِ وَالْأَسْوَارِ، أَيْ لَا حَائِلَ دُونَهَا يَسْتُرُهَا

Tabarruj artinya menyingkap dan menampakkan diri sehingga terlihat pandangan mata. Contohnya kata: ’buruj musyayyadah’ (benteng tinggi yang kokoh), atau kata: ’buruj sama’ (bintang langit), artinya tidak penghalang apapun di bawahnya yang menutupinya. (Tafsir al-Qurthubi, 12/309).

Sementara makna tabbaruj seperti yang disebutkan dalam ayat, Ibnul Jauzi dalam tafsirnya menyebutkan dua keterangan ulama tentang makna tabarruj,

Pertama, Abu ubaidah,

التبرُّج: أن يُبْرِزن محاسنهن

“Tabarruj: wanita menampakkan kecantikannya (di depan lelaki yang bukan mahram).”

Kedua, keterangan az-Zajjaj,

التبرُّج: إِظهار الزِّينة وما يُستدعى به شهوةُ الرجل

“Tabarruj: menampakkan bagian yang indah (aurat) dan segala yang mengundang syahwat lelaki (non mahram).”

[Zadul Masir fi Ilmi at-Tafsir, 3/461].

Berdasarkan keterangan di atas maka segala upaya wanita menampakkan kecantikannya di depan lelaki lain yang bukan mahram, termasuk bentuk tabarruj yang dilarang dalam ayat di atas. Karena itu, memakai pakaian ketat, pakaian transparan, atau menutup sebagian aurat, namun aurat lainnya masih terbuka, atau obral make up ketika keluar rumah, semuanya termasuk bentuk tabarruj yang dilarang dalam syariat.

Kecantikan wanita bukan untuk diumbar, sehingga dinikmati banyak mata lelaki jelalatan, namun kecantikan menjadi hak suami, sang imam bagi istrinya.

Dan bagi anda para suami, jadilah suami yang memiliki rasa cemburu, karena itu bukti bahwa anda mencintai istri anda.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Referensi: https://konsultasisyariah.com/21494-apa-itu-tabarruj.html

Semoga bermanfaat untuk kita semua



Bismillah
15/04/2022

Bismillah



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِTetap Jaga...
24/03/2022

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

Tetap Jaga Shalat Wajib, Kerjakanlah Dengan Penuh Kesungguhan dan Kekhusyu’an, semahal apapun harga sembako pada akhir - akhir ini, Allah Yang Maha Pemurah tetap menjamin rezeki anda.

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Perintahkanlah keluargamu untuk sholat dan bersabarlah dalam menjaga shalat. Aku tidak meminta rizki darimu, Aku yang akan memberikan rizki kepadamu. Akibat baik untuk orang yang bertaqwa.” (QS. Thaha: 132).

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Telegram :
https://t.me/joinchat/Ltl-rhyYdZhaGLkjsdivYg

Barakallah fiikum



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ🌿 DALIL KE...
24/03/2022

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

🌿 DALIL KEUTAMAAN DZIKIR
DENGAN JEMARI TANGAN
KANAN 🌿

Ketika BERDZIKIR...sebagian umat muslim biasanya menggunakan TASBIH dan ada juga yang menggunakan JARI...Dan ternyata... BERDZIKIR dengan JARI JEMARI lebih utama terlebih bila menggunakan tangan kanan...karena DZIKIR termasuk perbuatan yang BAIK...

Dari YUSAIRAH seorang wanita MUHAJIRAH...dia berkata :

قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُنَّ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالتَّقْدِيسِ وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَة

RASULULLAH ﷺ berkata kepada kami :
“Hendaknya kalian bertasbih
(ucapkan subhanallah), bertahlil
(ucapkan laa ilaha illallah), dan
bertaqdis (menyucikan Allah), dan
hitunglah dengan ujung jari-jemari
kalian karena itu semua akan
ditanya dan diajak bicara (pada hari
kiamat), janganlah kalian lalai yang
membuat kalian lupa dengan
rahmat Allah.”
(HR. Tirmidzi dan Abu Daud dari
hadis Hani bin ‘Utsman dan
dishahihkan Adz Dzahabi).

Salah satu DZIKIR yang bisa dilakukan dengan jemari tangan (tanpa bantuan alat hitung tasbih) adalah dzikir-dzikir pendek. Misalnya DZIKIR setelah SHALAT FARDHU.

Kenapa lebih utama DZIKIR dengan JARI JEMARI dari tangan kanan? Ustadz Ammi Nur Baits, dai dari Dewan Konsultasi Syariah menyebutkan...terdapat hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma... beliau menceritakan...

رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يعقد التسبيح. وزاد محمد بن قدامة -شيخ أبي داود- في روايته لفظ: “بيمينه”

“Saya melihat NABI ﷺ menghitung bacaanTasbih dengan tangannya.” Sementara dari jalur Muhammad bin Qudamah – gurunya Abu Daud – terdapat tambahan :
“dengan tangan kanannya”
(HR. Abu Daud dan dishahihkan
Al-Albani)

Sebagaimana keterangan AISYAH RADHIYALLAHU ‘ANHA...

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
s**a mendahulukan bagian yang
kanan ketika mengenakan sandal..
menyisir rambut, bersuci, dan dalam
semua urusan beliau.”
(HR. Bukhari 168)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Barakallah fiikum



السلام عليكم ورحمة الله وبركاتهبسم الله الرحمن الرحيم*☘️✵┈┈✵✵❦☘️❦✵✵┈┈✵☘️**_Dibalik segala yg kita usahakan ada ketetapan...
23/03/2022

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

*☘️✵┈┈✵✵❦☘️❦✵✵┈┈✵☘️*

*_Dibalik segala yg kita usahakan ada ketetapan dan pertolongan Allah sebagai penentunya._*

_Tanpa Allah, maka kita bukan siapa-siapa dan tidak akan bisa berbuat apa-apa._

_Karena sejatinya kita ini lemah, dan kita senantiasa butuh Allah._

_“Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)_

_Dalam ayat yg mulia ini, Allah Ta’ala menerangkan bahwa Dia itu Maha Kaya, tidak butuh sama sekali pada selain Dia. Bahkan seluruh makhluklah yg sangat butuh pada-Nya._

_Lihatlah bagaimana orang-orang disekitar kita, yg sedang sakit, yg sedang berusaha, yg sedang mengejar impian._

_Bukankah begitu banyak yg telah berusaha sekuat tenaga, telah melakukan segala cara, telah memeras keringat, menghabiskan biaya dan waktu untuk mendapatkannya namun kadang mereka gagal._

_Namun sebaliknya, ada yg berusaha hanya sekedarnya, namun pada akhirnya ia mendapatkannya dan sukses._

_Begitulah Allah berkehendak, Allah Maha kuasa atas segala sesuatu, semua yg terjadi bukan karena kekuatan kita, bukan karena kehebatan kita, bukan karena canggihnya alat kita, bukan karena pintarnya otak kita, bukan karena ampuhnya obat kita._

_Kita bisa sukses dalam karir, mendapatkan gelar, mendapatkan pangkat dan jabatan, dagangan kita laris, itu karena karunia Allah._

_Kita bisa sembuh dari sakit, anggota badan kita sehat dan kuat untuk menjalani aktivitas, itu pun karena pemberian Allah._

_Kita bisa mendapatkan makanan, rizki, nikmat lahir dan batin, itu pun karena kebaikan yang Allah beri._

_Kita bisa selamat dari berbagai musibah, kesulitan dan kesengsaraan, itu pun karena Allah yang menghilangkan itu semua._

_Bahkan kita bisa mengerjakan berbagai amal shalih dan meninggalkan maksiat, itu pun juga karena pertolongan Allah._

_Maka jangan pernah merasa hebat atas setiap pencapaian yg kita raih, sebab sejatinya tanpa Allah kita bukan siapa-siapa._

_Semua bisa terjadi karena kuasa Allah yg memudahkan urusan kita. Bukan karena kita yg hebat._

_Jangan sampai kita memiliki tabiat seperti Qarun, dimana ia menjadi sombong atas segala nikmat yg ia dapatkan karena merasa sebab kehebatan dia semata,_

_Allah memberikan anugerah nikmat kepada Qarun berupa limpahan harta kekayaan. Tetapi, Qarun mengingkari nikmat ini. Dia berkata, ''Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku.'' (QS Alqashas : 78)._

_Begitulah tabiat Qarun, Padahal tanpa Allah ﷻ kita semua tidak memiliki apa-apa, sebab segala nikmat yang ada datangnya adalah dari Allah._

_"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)", (QS. An-Nahl: 53)_

_Allah-lah yg paling berperan penting dalam setiap langkah ikhtiar kita, Dan kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan dan berusahan tetapi Allah yg mewujudkan semuanya._

_Semoga kita termasuk seorang hamba yg senantiasa bersyukur serta tetap rendah hati atas segala keberhasilan dan kesuksesan yg kita raih._

from ✍ Habibie Quotes, 29/08/2019





IG - www.instagram.com/habibiequotes_
TG- http://t.me/habibiequotes

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتهبسم الله الرحمن الرحيمCarilah Suami Yang shaleh Bukan hanya Tampan dan mapan Mencari Yang...
23/03/2022

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

Carilah Suami Yang shaleh Bukan hanya Tampan dan mapan

Mencari Yang Shaleh Itu Penting, Karena Suami Yang Shalih Akan Membimbing Istrinya Menuju Surga

Jadi wanita itu kalau mau menikah jangan sembarang menikah, jangan mikir yang penting cepet nikah, jangan mikir yang penting dianya ganteng atau dianya mapan.

Carilah lelaki, terimalah lamaran lelaki yang shaleh, sebab suami yang shalih pasti akan membimbingmu menjadi lebih baik, menjadi seorang wanita, seorang istri dan seorang ibu yang sholehah.

Jangan Sembarangan Menerima Lamaran Lelaki Kecuali Kau Tau Dia Adalah Lelaki Baik Yang Taat Agama

Jadi wanita jangan pernah sembarang menerima lamaran seorang lelaki yang kau sendiri tidak tahu betul bagaimana ketaatannya dalam beragama.

Jangan mudah terbuai pada sesuatu yang semu, karena pada akhirnya hanya akan mengantarkanmu pada ketersesatan. Jangan mudah tergoda pada penampilan luarnya, takutnya kelak hanya akan membuatmu menyesal.

Terdidiknya seorang wanita menjadi seorang istri yang baik dan taat pada suaminya, semua tergantung pada keshalihan dan ketaatan suaminya pada Allah.

Sulit atau bahkan mustahil bagimu untuk menjadi seorang wanita atau istri yang shalihah jika kau menikah dengan lelaki biasa saja yang hanya punya tampang rupawan namun minim ilmu agama.

Sehebat Apapun Seorang Wanita Dia Tetap Butuh Lelaki Yang Bisa Membimbingnya

Wanita itu tetap saja adalah makmum bukan imam, sehebat apa pun seorang wanita tetap saja dia membutuhkan lelaki untuk membimbingnya.

Maka jika kau merasa sudah termasuk wanita yang hebat tetap cari lelaki yang baik, yang bisa membimbingmu, yang bisa mengarahkanmu pada kebaikan.

Menikah itu tujuannya ibadah, maka carilah teman hidup yang shalih agar ‘ibadahmu’ lebih baik. Bukankah lebih menyenangkan berbuat baik, beribadah dengan orang yang lebih tahu ilmunya.

Ingatlah ibadahnya orang shalih dan orang yang biasa-biasa saja sangat berbeda, dan ibadahnya orang shalih biasanya lebih mudah diterima.

Suami Yang Shalih Akan Membimbing Istrinya Menjadi Lebih Baik Sementara Suami Yang Kurang Imannya Akan Menjerumuskan Istrinya

Mencari suami yang shaleh itu penting karena suami yang shalih pasti akan berusaha membimbing istrinya menjadi istri yang taat pada agama dan dirinya, hingga surga menjadi mudah baginya.

Sementara suami yang tidak taat agama bisa saja menjerumuskan istrinya pada kemaksiatan dan kemungkaran. Mustahil bisa mendidik istrinya bila dirinya tidak taat pada agama.

Wallahu a'lam



*_________🍃📡🍃___________*السلام عليكم ورحمة الله وبركاتهبسم الله الرحمن الرحيم🌾💚 *KEUTAMAAN BESAR PAHALA SHALAT SHUBUH*💚...
16/03/2022

*_________🍃📡🍃___________*

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

🌾💚 *KEUTAMAAN BESAR PAHALA SHALAT SHUBUH*💚
📌 *Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Di antara keutamaannya adalah*

🔹 *(1) Salah satu penyebab masuk surga*

💚 *Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.”*
(HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

🔹 *(2) Salah satu penghalang masuk neraka*

💚 *Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).”*
(HR. Muslim no. 634)

🔹 *(3) Berada di dalam jaminan Allah*

💚 *Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.”*
(HR. Muslim no. 163)

🔹 *(4) Dihitung seperti shalat semalam penuh*

💚 *Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.”*
(HR. Muslim no. 656)

🔹 *(5) Disaksikan para malaikat*

💚 *Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).”*
(HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)
*🌏 Muslim.or.id*

*___________🍃📡🍃____________*

🙏🏻

BismillahirrahmanirrahimDoa sesuai tuntunan Rasulullah
04/02/2022

Bismillahirrahmanirrahim

Doa sesuai tuntunan Rasulullah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتهبسم الله الرحمن الرحيمZiarah Kubur Sesuai Sunnah1. Mendoakan kebaikan untuk mayit.Aisyah ...
04/02/2022

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

1. Mendoakan kebaikan untuk mayit.
Aisyah radhiallahu 'anha berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar ke Baqi, lalu beliau mendo'akan mereka. Maka Aisyah radhiallahu ‘anha menanyakan hal tersebut kepada beliau. Lalu beliau menjawab: “Sesungguhnya aku diperintahkan untuk mendo'akan mereka”. HR. Ahmad no.26026

2. Mengucapkan salam saat masuk ke kuburan kaum muslimin.
Ucapan salam yang bisa diamalkan:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.” HR. Muslim 975

3. Tidak memakai sandal/ sepatu saat dikuburan.
Rasulullah bersabda: "Wahai orang yang mengenakan sandal celaka engkau !, lepaskan sandalmu." Orang tersebut lantas menengok, dan ketika ia tahu bahwa yang menegur adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia segera mencopot sandalnya“. HR. Abu Dawud no.3230

4. Ziarah kubur untuk mengingat kematian.
Berziarah kuburlah kalian karena ia dapat mengingatkan engkau pada kematian.“ HR. Muslim no.876, Abu Dawud no.3234

5. Tidak bercanda, tertawa dan berkata bathil saat dikuburan. (Subulus Salam 2/162)

6. Tidak duduk diatas kuburan dan tidak menginjaknya.
"Seandainya seseorang diantara kalian duduk di atas bara api hingga membakar pakaiannya sampai menembus kulitnya, maka itu jauh lebih baik dibandingkan duduk di atas kubur". HR. Muslim no.971

https://dakwahmanhajsalaf.com/2019/08/adab-ziarah-kubur.html

📷 ittibarasul1
♻️

Bismillahirrahmanirrahim  📎 KEUTAMAAN MEMBACA AYAT KURSI SETELAH SHALAT FARDHU. . 🔴 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sa...
31/01/2022

Bismillahirrahmanirrahim
📎 KEUTAMAAN MEMBACA AYAT KURSI SETELAH SHALAT FARDHU. .

🔴 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : . مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ . “Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” .

.
📚 HR. An-Nasai dalam Al Kubro 9: 44. Hadits ini shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram . 🌍 Web | shahihfiqih.com/mutiara-hadits/keutamaan-membaca-ayat-kurai-setelah-shalat-fardhu/


. .

Address

Jalan Tanjung Jati
Pekanbaru

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AGAMA ISLAM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category