21/02/2022
Mengenal Tumbuhan Seletup atau Ciplukan
Oleh : Azmi Rozali
Tumbuhan ini rasanya tidak asing lagi di mata kita. Kerap terlihat di semak-semak di lingkungan sekitar. Bagi yang tahu manfaatnya, tumbuhan ini akan dipetik buahnya, dicabut pohonnya untuk diambil manfaatnya. Namun bagi yang belum tahu tumbuhan ini lebih sering diabaikan.
Tulisan ini bermaksud untuk memperkenalkan manfaat dan kegunaan tumbuhan Seletup, agar kelak disuatu ketika nanti, kalau ketemu di jalan, di kebun atau di semak-semak kita tahu manfaatnya.
Nama asingnya adalah morel berry. Bunganya berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis. Buah ciplukan selalu dilindungi cangkap (selimut penutup buah).
Buah Seletup mengandung senyawa kimia asam sitrun dan fisalin. Selain itu juga mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula.
Berhasiat untuk menyembuhkan 4 jenis penyakit, yaitu : diabetes melitus, sakit paru-paru, ayan dan borok.
Cara pengobatan.
Diabetes melitus : tumbuhan Seletup yang sudah berbuah dicabut beserta akar-akarnya dan dibersihkan. Terus dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Diminum 1 kali sehari.
Sakit paru-paru : ambil tumbuhan Seletup lengkap dengan akar, batang, daun, bunga dan buahnya. Caranya : direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan disaring, diminum 3 kali sehari 1 gelas.
Ayan : 8 - 10 butir buah Seletup yang sudah matang dimakan setiap hari secara rutin. Rasanya enak, masam-masam manis, seperti film P. Ramlee.
Borok : satu genggam daun seletup ditambah 2 sendok air kapur sirih ditumbuk sampai halus dan dioleskan pada borok.
Oleh karena itu jika kita semua sudah mengetahui manfaat dan khasiat tumbuhan ini, maka apabila nanti bertemu dimana saja, dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh kita dari empat macam penyakit yang tersebut di atas.
Semoga kita sadar bahwa disaat Allah menciptakan alam semesta ini, sesungguhnya sudah dilengkapi dengan obat-obatan. Hanya saja selama ini kita tidak tahu.
Nah sejak membaca tulisan ini kita sudah diberitahu tentang manfaatnya dan mulai memikirkan untuk digunakan sebagai obat tradisional warisan nenek moyang kita turun-temurun.
Referensi :
Kitab tanaman obat Nusantara, Herlina Widyaningrum dan Tim Solusi Alternatif, MedPress, 2011