17/06/2024
KETAKUTAN PERTAMA paling TRAGIS dari MANUSIA
Ketika seorang anak mendengar ayahnya pulang kerja dengan sepeda motornya, karena sudah biasa mendengar suara sepeda motornya dan juga jadwal waktu pulangnya, maka walaupun si anak di dalam rumah dan hanya mendengar suara itu, dia pasti tahu bahwa yang datang itu adalah bapaknya. Si anak akan membuka pintu pagar halaman atau dan pintu rumahnya dan menyambut bapaknya dengan senyuman rasa senang.
Ketika ada kejadian khusus dimana si bapak sebelum pergi kerja berpesan kepada si anak untuk menjaga sesuatu atau melakukan sesuatu, misalnya menyimpan dan menjaga uang yang cukup banyak misalnya Rp. 5.000.000,- tetapi si anak lalai menyimpannya, tidak langsung menyimpannya, dia bermain dulu dengan teman2nya dan akhirnya uangnya hilang, maka selanjutnya saudara tahu apa yang terjadi, ketika bapaknya pulang kerja si anak pasti akan ketakutan ketika hanya MENDENGAR SUARA sepeda motornya saja karena dia mengenal suara sepeda motornya, tanpa perlu harus memeriksa lagi.
Demikianlah Adam dan Hawa, setelah melakukan kesalahan itu yaitu makan buah pengetahuan yang baik dan jahat itu lalu tak lama kemudian Bapanya datang dan ketika mereka mendengar dan mengenal suara itu, yaitu derap langkah kaki Bapanya, maka ketakutanlah mereka dan lari bersembunyi di antara pepohonan di taman itu.
Kej 3:8 Ketika mereka mendengar suara Tuhan Allah yang sedang berjalan di dalam taman, di suatu hari yang sejuk, maka manusia dan istrinya itu menyembunyikan diri mereka dari TUHAN Allah di antara pepohonan di taman.
Dari analogi illustrasi tersebut diatas, maka kita dapat memaknai ayat tersebut diatas bahwa TUHAN Allah BIASA DATANG MENJUMPAI Adam dan Hawa yang mungkin pada saat itu hari sejuk. Adam dan Hawa sangat mengenali bunyi langkah Bapanya karena sudah biasa mendengarnya dan sering berjumpa sebagaimana illustrasi tersebut di atas. Bisa jadi setiap hari. Itu sebabnya pada waktu mendengar suara bunyi langkah dalam keadaan bersalah, tanpa perlu memeriksa lagi bunyi langkah siapa atau siapa yang datang, mereka langsung buru-buru atau bisa jadi berlari untuk bersembunyi.
Ketika saya menulis ini dan menghayati begitu dalam akan kejadian ini, saya terbayang akan KETAKUTAN, KESEDIHAN, PENYESALAN, RASA MALU bercampur jadi satu. Sayapun merasa SEDIH karena DIUSIR LANGSUNG dari rumah (Taman Eden) lalu disusul dengan hukuman mengerikan yang LUAR BIASA berupa KUTUKAN KERUSAKAN CIPTAAN kepada semua mahluk yang hidup di atas bumi termasuk manusia dan bumi yang pada saat itu juga diputuskan dan diberikan Bapa mereka yang sesungguhnya sangat mengasihi Adam dan Hawa. Sangat tragis.
Pku 17 Juni 2024